Dumai – Dalam rangka mengingat kembali semboyan NKRI Pemerintah Kota Dumai menggelar upacara Kebhinekaan yang dipimpin langsung oleh Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si. pada Selasa Pagi (22/12/2016) di lapangan upacara ex Kantor Walikota jalan HR. Soebrantas Dumai.

Hadir juga pada upacara tersebut Wakil Walikota Dumai Eko Soeharjo, SE, Sekda Kota Dumai Drs. Said Mustafa, M.Si, Porkompimda Kota Dumai, para Asisten Walikota, seluruh Kepala SKPD, Kepala Bagian, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan peserta upacara dari kalangan TNI, Polri, PNS, OKP, Mahasiswa dan pelajar Kota Dumai.

Disela Amanat, Walikota Dumai menyampaikan pidatonya sejak digunakannya semboyan Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara Indonesia, dunia menjadi mengenal bangsa kita sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang memiliki keberagaman. Semboyan yang berarti “berbeda-beda namun satu jua” ini harusnya begitu melekat dalam diri setiap masyarakat Indonesia. Karena sejarahnya, semua perbedaan dan kemajemukan dalam diri bangsa ini menjadi satu, kala berjuang melawan penjajahan demi meraih kemerdekaan.

Asas itulah yang kemudian menciptakan rasa nasionalisme yang absolut dalam kehidupan masyarakat hingga bagai tak ada perbedaan semua bersatu bahu membahu menumbangkan kekuasaan penjajah di bumi pertiwi.

Namun seiring berjalannya kehidupan kebangsaaan kita, kebhinekaan terus mengalami cobaan. Kebhinekaan ini aktualisasinya berbanding lurus dengan semangat nasionalisme, jika kebhinekaan memudar, bukan tak mungkin rasa nasionalisme juga ikut teriris.

Mencuatnya pemberitaan tentang aksi kekerasan, tawuran antar pelajar dan mahasiswa, konflik, perang saudara dan antar suku, menunjukkan betapa kebhinekaan berjalan ke arah yang salah.

Kebhinekaan (kemajemukan) dipandang bukan sebagai suatu aset yang berharga, namun dipandang sebagai ajang unjuk kekuatan. Untuk itulah, pemerintah memandang perlu kembali mengingatkan tentang kebhinekaan bangsa kita, salah satunya melalui Apel Kebhinekaan yang kita laksanakan pada hari ini yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang lebih kokoh, sebagai bentuk respon terhadap perkembangan situasi strategis pada tatanan kehidupan regional, Nasional dan global yang berimplikasi pada aspek keamanan dan ketertiban.

Dalam berbagai wacana, kita yakini bahwa telah menjadi kesepakatan bangsa adanya empat pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Empat pilar tersebut adalah: (1) Pancasila, (2) Undang-Undang Dasar 1945, (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia dan (4) Bhinneka Tunggal Ika.

Negara Indonesia akan kokoh, apabila 4 pilar kebangsaan tersebut, terus disanggah, dieratkan atau dipelihara bersama – sama. Untuk itu, dengan beragam Suku, Agama serta Budaya yang ada, beribu pulau – pulau di seluruh Indonesia, mari kita bersama – sama mengikat tali persaudaraan yang bernaung atau berpedoman pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

Dalam konteks Kota Dumai, kita pantas berbangga hati, walaupun Dumai didiami oleh tidak kurang dari 16 suku bangsa dan menganut seluruh agama yang ada di Indonesia, namun Alhamdulillah, Kota Dumai tetap aman dan tenteram. Masyarakat tetap menjalin serta memupuk keberagaman ini melalui nilai-nilai toleransi yang tinggi sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang merugikan masyarakat.

Selain merupakan karakter asli masyarakat Kota Dumai, Kerukunan umat beragama yang kita rasakan sekarang juga merupakan kerja keras dari berbagai tokoh agama dan masyarakat serta pemerintah yang tidak henti-hentinya menjalin silaturrahmi dan saling pengertian serta toleransi diantara sesama.

Atas nama Pemerintah maupun atas nama pribadi saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Dumai untuk bersama – sama menjaga Kebhinekaan, ketertiban dan keamanan serta kerukunan yang memang sudah terjalin sejak lama. Ungkap Wako.

Masih dalam pidato wako Pada kesempatan ini juga saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada serta seluruh peserta apel dalam upaya memelihara dan mewujudkan situasi kamtibmas yang lebih kondusif.

NKRI adalah pilihan yang tak mungkin dapat ditawar-tawar lagi eksistensinya. Oleh karenanya, sebagai anak bangsa, mari kita pupuk dengan mempertebal dan memahami setuntas-tuntasnya prinsip kebhinekaan. Mari kita pertahankan dengan semangat patriotisme yang tinggi. Semoga Allah SWT selalu melindungi bangsa dan negara kita dari perpecahan yang pada akhirnya justru merugikan kita sendiri.(hms).

Dumai – Pencanangan PKK-KB-Kes Tingkat Pripinsi Riau Tahun 2016 diselenggarakan di Kota Dumai, bertema ” Dengan Kesatuan Gerak PKK ke 44 Tahun 2016 Kita Wujudkan Kinerja Gerak PKK Melalui Penguatan Dasa Wisma”. Kamis (17/11) Gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo jalan Putri Tujuh.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk tercapainya sasaran peningkatan cakupan pelayanan yang adil dan berkualitas dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Banyak yang telah dicapai melalui kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan namun masih memerlukan upaya konkrit dalam memberikan kontribusi yang nyata terhadap cakupan pelayanan KB dan Kesehatan tersebut.

Pencanangan kegiatan kesatuan gerak PKK-KB-Kes yang sedang dilaksanakan ini, mempunyai makna strategis dalam rangka mensuksekan salah satu program kependudukan keluraga berencana dan pembangunan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Pada hakekatnya meningkatkan derajat kesehatan dan pola hidup sehat serta membangun keluarga kecil bahagia, sejahtera merupakan modal awal dalam membangun sember daya manusia yang tangguh, untuk mencapai keluarga berkualitas sesuai dengan visi misi program KB Nasional.

Pada tahun 2016 di Kota Dumai pencapaian KB baru berdasarkan perkiraan permintaan masyarakat (PPM) untuk metode KB jangka panjang (MKJP) berjumlah 677, sedangkan untuk Non -MKJP tercatat berjumlah 11.357 aseptor. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya untuk pencapaian sedikit menurun yang disebabkan faktor usia dan pemahaman masyarakat yang belum sepenuhnya membaik.

Pemerintah Kota Dumai dalam sambutan Walikota Dumai Drs. H Zulkifli AS, M.Si menyampaikan, kita melihat sudah ada pergeseran orientasi, saat ini kita tidak hanya mengatur tingkat kelahiran saja, kedepan mari bersama kita meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Walikota Dumai juga menyapaikan bahwa pertumbuhan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi akan sulit terlaksana, tanpa adanya dukungan dari masyarakat itu sendiri, untuk itu sangatlah penting jika diimbangi dengan pengendalian jumlah penduduk.

“Semakin banyak jumlah anggota keluarga semakin banyak tuntutan kebutuhan, keluarga butuh sandang, pangan serta kebutuhan pendidikan, penomena ini mengakibatkan beban yang ditanggung tulang punggung keluarga terasa sangat berat, kita merasakan Dumai pada saat ini, maka dari itu hendaknya kepada masyarakat perlu pemahaman yang positif terhadap program pemerintah tentang Pencanangan KB dan Kesehatan ini”. Ungkap Wako.

Kegiatan Pencanangan PKK-KB-Kes ini juga bertujuan meningkatkan peran dan fungsi serta memberdayakan TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang berpungsi sebagai fasilitator, perencanaan, pelaksana dan penggerak pembangunan pada setiap tingkatan.

Pencanangan PKK-KB-Kes Tingkat Propinsi Riau Tahun 2016 dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si serta didampingi Wakil Walikota Dumai Eko Soeharjo, SE, Ketua TP-PKK Kota Dumai Hj. Haslinar Zulkifli AS, Kepala BKKBN Propinsi Riau dan Perwakilan BKKBN RI ditandai dengan pemukulan GONG.

Dengan dilaksakanya Pencanangan PKK-KB-Kes Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kota Dumai, diharapkan Program KB di Kota Dumai selayaknya mendapat perhatian dalam program kesejahteraan keluarga kecil bahagia, sejahtera dan mandiri, sehingga dapat menjadi kekuatan pembangunan diberbagai sektor. (hms).

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial menyelenggarakan kegiatan Pembekalan bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) pada kegiatan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta Potensi dan Sumber kesejahteraan Sosial (PSKS) Kota Dumai. Senin pagi (15/11/2016).

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Dumai Drs. Chairudin Adnan dalam sambutannya, kegiatan Pembekalan TKSK dan PSM bertujuan untuk memberdayakan para pelaku petugas sosial agar mampu serta memudahkan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehinga penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan pada saat menangani berbagai permasalahan yang ada dilingkungannya dapat terakomodir secara berdayaguna dan berhasilguna serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan soaial (Kessos) di Kota Dumai serta terwujudnya koordinasi,meintegrasi dan sinkronisasi data yang akurat, paparnya.

Kegiatan TKSK dan PSM tersebut dibuka oleh Walikota Dumai yang di wakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Dermawan S.Sos. Dalam sambutanya H. Dermawan mengatakan Pemerintah merasa bangga kepada petugas penyelenggara Sosial Masyarakat ini, khususnya Pemerintah Kota Dumai, karena dalam menjalankan tugasnya PSM didasarkan atas pengabdian dan pengorbanan sebagai pejuang kemanusian, pembangunan dan kemasyarakatan, serta tanpa pamrih dan tidak menuntut imbalan jasa, demi kepentingan masyarakat yang dibantu, namun Pemerintah khususnya Kota Dumai akan tetap memberikan penghargaan atas kretifitas jasa-jasanya tersebut.

Pada kesempatan tersebut H. Dermasan berharap agar peserta dapat mengikuti dengan tekun dan menyimak serta memahami segala materi sehingga dapat diimplementasikan dilingkungannya masing-masing, juga semua peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih maju, makmur, dan sejahtera, ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, Instansi, Camat, Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, dan Tokoh Masyarakat. (hms).

DUMAI — Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPPPA) Kota Dumai menggelar acara Jambore Pusat Informasi dan Konseling Anak, Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) yang diselenggarakan di Gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo jalan Putri Tujuh, Selasa Pagi (15/11/2016).

Jambore ini dihadiri sekaligus dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai Drs. H Said Mustafa, M.Si, turut hadir Plt. KBPP dan PA Kota Dumai Bapak Khadarisan Arif, BKKBN Provinsi, perwakilan SKPD dan pelajar/ mahasiswa se Kota Dumai.

Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan kreatifitas dan keterampilan remaja/mahasiswa, selain itu meningkatkan komitmen dan partisipasi remaja dalam program generasi berencana serta sebagai sarana evaluasi pengembangan pusat informasi dan konseling remaja.

Sekretaris Daerah Kota Dumai dalam sambutannya mengatakan kondisi lingkungan remaja saat ini mengalami kerentanan terhadap pergaulan bebas, peredaran Narkoba, balapan liar, perkelahian antar remaja hingga terindikasinya HIV AIDS di kalangan pelajar, yang mengakibatkan lunturnya norma-norma kehidupan yang harmonis di masyarakat, untuk itu perlu adanya upaya peningkatan kewaspadaan dini menyangkut hal-hal tersebut.

Pada kesempatan tersebut Drs. H Said Mustafa, M.Si menyampaikan bahwa Kota Dumai saat ini dimasa kepemimpinan bapak Drs. H. Zulkifli AS, M.Si dan bapak Eko Soeharjo SE memiliki Visi dan Misi yang sangat luar biasa, yakni “Mewujudkan Kota Dumai Menuju Masyarakat Makmur dan Madani”
Masyarakat Madani mempunyai makna, masyarakat yang berbudaya, yang beradab dalam membangun serta mampu berinteraksi dengan dunia luar yang modern sehingga dapat terus berkembang dan maju. Ini merupakan tugas berat, perlu adanya dukungan dari berbagai elemen sektor Pemerintah, masyarakat, mahasiswa, hingga kitingkat remaja dan pelajar.

Keterkaitan pada acara jambore PIK Remaja/Mahasiswa dalam hal tersebut adalah Remaja dan Mahasiswa diharapkan berperan aktif, mampu bersaing tentunya dalam memberikan kesadaran terhadap kaum muda dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, karena pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa para kaula muda yang mampu meneruskan cita-cita bangsa khususnya di Kota Dumai.

Kita semua ingin generasi penerus inilah yang nantinya mengisi Pembangunan Kota Dumai sehingga kedepan Kota Dumai yang kita cintai ini menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang, ungkap Sekda.(hms).

Dumai – Wakil Walikota Dumai Eko Soeharjo, SE membuka secara resmi Seminar Nasional 2016 dengan tema ” Menyongsong Program Smart City Kota Dumai” pada Senin pagi (14/11/2016) di gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo jl. Putri Tujuh Dumai.

Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kota Dumai yakni “Mewujudkan Kota Dumai menuju masyarakat makmur dan madani” berbagai upaya akan dilakukan oleh Pemko Dumai yang saat ini dibawah kepemimpinan Drs. H Zulkifli, AS dan Eko Soeharjo, SE merupakan janji tugas dan amanah yang harus terlaksana, dalam konteks peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Hal ini tidak akan pernah terwujud tanpa adanya saling dukung antar berbagai pihak seperti, pejabat legislatif, eksekutif pemerintah dan masyarakat, serta lembaga-lembaga pendidikan yang ada khususnya Kota Dumai.

Adapun rencana kedepan Pemko Dumai ini mendapat respon positif dari salah satu perguruan tinggi yaitu STEMIK Kota Dumai dimana pihaknya menyelenggarakan Seminar Nasional 2016 Internet Of Things dengan mendatangkan Narasumber spesialis di bidang pakar Teknologi Informasi dari Jakarta yakni Bapak Dr. Onno w. Purbo.M.Eng, yang diikuti oleh 267 orang jumlah peserta dari berbagai kalangan diantaranya 235 orang dari kalangan mahasiswa.

Ketua STMIK Dumai Mardayulis, SE menyampaikan dalam sambutanya perencanaan program Smart City Kota Dumai sangat baik, terbukti dengan perkembangan zaman IT yang semangkin canggih, kami siap memberikan dukungan baik dibidang penerapan ilmu pengetahuan berbasis teknologi informasi maupun sumberdaya manusia.

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Dumai mengatakan, berdasarkan Agenda Pembangunan Nasional (Nawacita) 2015 – 2019 terdapat 10 bidang prioritas untuk implementasi E-GOVERMENT yaitu Kesehatan, Pendidikan, Kependudukan, Kedaulatan Pangan, Kemaritiman dan Kelautan, Pariwisata, Investasi dan Perizinan Usaha, Lapangan Kerja, Kawasan Perbatasan, Tata Kelola Pemerintahan, hal tersebut dituntut layanan e-goverment 24 jam/hari dan transparan, nah disinilah fungsi Smart City Kota Dumai dapat melihat berbagai informasi dimanasaja, masyarakat yang hendak melihat informasi hanya dengan menggunakan fasilitas android yang dimiliki oleh masyarakat tersebut, sehingga lebih efisien waktu dan biaya terobosan inovasi ini lah yang akan di iplementasikan di Kota Dumai dengan tujuan mempercepat pembangunan dan berharap terlaksananya program Smart City Kota Dumai ujar wawako (hms).