DUMAI – Dinas Perdagangan Kota Dumai memastikan stok dan harga bahan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru masih aman. Harga kebutuhan pokok juga masih stabil.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai H Zulkarnaen, Kamis (20/12/2018).
“Pasokan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru masih aman. Sehingga masyarakat tidak perlu kawatir akan pasokan kebutuhan pokok,” kata Zulkarnaen
Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan komoditi kebutuhan pokok, pemerintah melalui Dinas Perdagangan Kota Dumai akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan lainnya.
“Sejauh ini harga sembako masih stabil. Apabila ditemukan kenaikan yang cukup tinggi maka instansi terkait segera menggelar Operasi Pasar,” paparnya.
Pihaknya juga akan turun ke lapangan untuk memantau harga sembako di pasar-pasar tradisional.
“Secara umum pasokan daging sapi, ayam, ikan, sayur dan lainnya masih diambang batas aman dan mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen hingga akhir tahun ini. Harga juga masih stabil. Kami tetap memantau harga sembako di pasaran agar harga tetap stabil,” pungkasnya.

Dumai- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Dumai kembali menyalurkan Zakat Produktif dan konsumtif periode III kepada para mustahik di Kota Dumai. Penyerahan Zakat yang dipusatkan di masjid Habiburrahman jalan Soebrantas Dumai kali ini berjumlah Rp865.650.000 dan diserahkan langsung oleh Walikota Dumai H Zulkifli AS bersama ketua Baznas Dumai Isman Jaya Nasution bersama ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar serta didampingi utusan Kemenag Dumai.

Pendistribusian Zakat untuk produktif dan konsumtif ini dihadiri para Unit pengumpulan Zakat (UPZ) baik dari utusan pala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dilingkungan Pemerintah Kota Dumai, utusan dari Polres Dumai dan Kodim 0320 Dumai serta sejumlah pengurus Baznas Kota Dumai Ishak Effendi dan Khairul Amri, H Rasyid Ridho dan lainnya.
Ketua Baznas Kota Dumai Isman Jaya Nasution dalam sambutannya mengatakan, penyaluran zakat tahap III tahun 2018 dengan rincian untuk Konsumtif sebanyak 30 KK dengan jumlah dana Rp45.000.000, untuk Guru TPQ disalurkan untuk 66 orang guru dengan dana Rp118.800.000, bantuan untuk 5 Masjid dengan dana Rp50 juta, bantuan untuk 10 unit Musholla Rp50.000.000.
Selanjutnya bantuan untuk Nelayan sebanyak 3 KK degan total Rp11.000.000, untuk Pertanian 4 kk dengan jumlah Rp13.000.000, untuk Dagang sebanyak 71 KK dengan jumlah bantuan Rp247.000.000, untuk Jasa 14 KK dengan jumlah Rp56.500.000, untuk Peternakan ada 10 KK dengan jumlah Rp36.500.000, untuk Kerajinan Rumah 10 KK dengan jumlah bantuan Rp40.000.000, bantuan Disabilitas 11 orang dengan jumlah Rp13.750.000, bantuan guru Mengaji rumahan 101 orang dengan jumlah Rp181.800.000.
”Jadi, total dana penyaluran zakat perideo ke III ini Rp865.650.0000 dan telah diserahkan kepada mustahik yang berhak menerima pada Selasa sore di Masjid Habiburrahman Dumai,” ujar Ketua Baznas Kota Dumai Isman Jaya Nasution Rabu (19/12/2018).
Dikatakan, salah satu program Baznas adalah 70 persen zakat fakir miskin itu adalah untuk Produktif. ”Kami juga punya pendamping 4 orang dilapangan, yang siap mendampingi orang sudah dibantu. Jadi bagi mustahik yang benar-benar giat berusaha, kami akan bantu sampai jadi,” jelasnya.
Sementara itu Walikota Dumai H Zulkifli AS menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas Kota Dumai, yang telah bersusah payah mengumpulkan dana bantuan tersebut. Dikatakan, pekerjaan mengumpulkan dana sumbangan Baznas memang tidaklah mudah dan diperlukan dukungan dari berbagai elemen.
Orang nomor satu dikota Dumai ini berharap Baznas tetap melaksanakan programnya yakni penyaluran dana bantuan modal usaha kecil, akan tetapi tetap dipantau perkembangannya hingga kehasil akhir berhasil atau tidaknya. Kemudian benar-benar terseleksi dengan baik bagi si penerima bantuan, artinya bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan tersebut.

DUMAI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai akan melakukan pengawasan ketat tempat hiburan malam di Dumai agar tidak melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota atau Perwako.

“Kami akan terus memonitor tempat hiburan malam di Dumai. Jika ada yang melanggar Perda atau Perwako akan kami beri Surat Peringatan (SP),” kata Kepala Satpol PP Kota Dumai Raden H Bambang Wardoyo SH Senin (17/12/2018).
Lanjutnya, tim Satpol PP akan melakukan kontroling di beberapa kawasan yang banyak terdapat tempat hiburan malam. Tak hanya itu, petugas juga akan melakukan patroli untuk menciptakan Kamtibmas.
Bambang menegaskan, dalam setiap kegiatan Sidak, Satpol PP akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya seperti Polisi dan TNI dan melibatkan instansi terkait lainnya.
Dan yang paling mendesak adalah pengawasan jam operasional tempat hiburan, sebab banyak warga yang mengeluhkan jam operasional.
Bambang menjelaskan bahwa terkait jam operasional, tempat hiburan seperti gelanggang permainan hanya boleh beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.
Jika ada laporan, Satpol PP siap menindak tempat hiburan dan bila terbukti akan diberi SP atau Surat Peringatan.
Terakhir Bambang berharap warga proaktif memberikan laporan ke Satpol PP terkait pelanggaran Perwako maupun Perda.
“Saya berharap warga proaktif memberikan laporan ke Satpol PP terkait pelanggaran Perda dan Perwako. Jika ada yang terbukti melanggar akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.(hms)

DUMAI – Direktur RSUD Dumai dr Ferianto menyebut, saat ini managemen tengah mempersiapkan rumah sakit menjadi tempat pendidikan bagi calon dokter dan disiplin ilmu pengetahuan umum lain, karena dinilai sudah memenuhi penilaian. Di antaranya dari Kopertis Riau, status tipe B dan peningkatan infrastruktur, kelengkapan alat medis dan fasilitas pendukung lain.

“RS pendidikan ini untuk tingkat provinsi riau, meliputi tempat belajar calon dokter, para medis, penelitian, pelayanan pendidikan kedokteran, dokter gigi dan kesehatan multiprofesi lain,” kata Ferianto baru ini pada pers.
DIjelaskan, peningkatan di RSUD rujukan di Provinsi Riau ini agar mendapat kepuasan masyarakat, dan nanti RS pendidikan akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab, dan sejumlah pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Riau.
Status tipe B, lanjutnya, adalah syarat mutlak rumah sakit pendidikan dan Dumai adalah satu satunya rumah sakit kabupaten/kota di Riau, yang dinyatakan lulus dengan predikat paripurna oleh Kemenkes.
“Akhir 2018 ini diharap kita sudah dapat menyelenggarakan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan,” sebutnya.
Dalam pelayanan medis, total jumlah ketenagaan sekitar 650 tenaga profesional, didukung 25 instalasi mulai dari IGD, kebidanan, kandungan, hemodialisa, farmasi, anastesi, ICU dan lain sebagainya.
Kemudian, terdapat 30 kepala ruangan yang bertugas menyelenggarakan berbagai kegiatan pekerjaan ditujukan untuk keperluan rumah sakit, sedangkan untuk perawatan medis ada 61 dokter dan spesialis, terdiri atas 34 dokter spesialis, 25 dokter umum dan 2 dokter gigi, ditambah juga 320 perawat dan 100 tenaga kebidanan.(hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai akan terapkan Smart Lighting atau Penerangan Jalan Umum (PJU) Pintar. Smart Lighting otomatis akan memangkas biaya PJU.

Demikian ungkap Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi saat menghadiri acara pengukuhan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Lembaga Kerukunan Keluarga Masyarakat Dumai di gedung Pendopo baru-baru ini.
“Smart Lighting merupakan program Pemerintah Kota Dumai. Nanti akan dibuat Master Plannya,” kata Zul As.
Menurut Walikota, Smart Lighting dapat menghemat anggaran daerah. Sebab dengan diterapkannya Smart Lighting otomatis akan memangkas biaya PJU.
“Smart Lighting akan memberikan keuntungan dari sisi penghematan penggunaan energi dan akuntabilitas penggunaan daya yang berkaitan dengan rekening listrik,” terang Wako.
“Dan dengan program Smart Lighting, PJU bisa dikontrol secara otomatis dan terkoneksi di internet, sehingga kami bisa mengontrol penggunaan lampu lalu disesuaikan titik mana yang mendapat prioritas penerangan,” terangnya lagi.
Untuk mendapat pengelolaan yang baik, Smart Lighting akan diarahkan kepada sektor swasta sebagai operator.
Saat ini progress yang sudah dicapai masih dalam perencanaan dan menyusun DED, menghitung berapa PJU yang dimiliki serta apa saja komponen yang diperlukan dan kebutuhan lainnya.
“Untuk pelaksanaannya sendiri tergantung hasil studi kelayakan teknis, yang dalam waktu dekat akan membicarakan MoU antara pihak ke tiga dengan Pemerintah,” tutupnya.(hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memusnahkan 5.700 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) invalid dengan cara dibakar.

Pemusnahan KTP dilaksanakan di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai Jumat (14/12/2018) pekan lalu.
“Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri RI tentang pemusnahan KTP-el rusak atau invalid,” kata Kepala Disdukcapil Dumai Suardi SSy Selasa (18/12/2018).
Tambahnya lagi, pemusnahan ini untuk tertib administrasi dan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan, kewaspadaan dalam sistem administrasi kependudukan serta untuk menghindari penyalahgunaan KTP-el yang rusak atau invalid.
“Selain invalid, KTP yang dimusnahkan adalah KTP yang sudah habis masa aktifnya dan sudah beralih dari KTP biasa ke KTP elektronik, tulisan dan gambar yang sudah tidak jelas serta KTP salah cetak,” pungkasnya.(hms)
DUMAI – Memanfaatkan aset tidur (lahan kosong) di Jalan Puteri Tujuh Dumai, Pertamina bina Kelompok Tani Setia Kawan yang beranggotakan masyarakat Lansia atau lanjut usia di bidang pertanian berbasis buah.
Melalui program CSR Pertamina RU II memberikan bantuan tanaman buah seperti Jambu Madu, Durian, Kelengkeng, Buah Naga, Rambutan, Mangga dan lainnya.
Lahan yang akan dimanfaatkan kelompok tani Setia Kawan seluas 25 Ha namun yang baru di garap sekitar 3 Ha berlokasi di bilangan Puteri Tujuh Kecamatan Dumai Timur.
Kegiatan penanaman secara simbolis dilakukan oleh GM Pertamina RU II Otto Gerentaka didampingi Unit Manager Comm & CSR RU II, Muslim Dharmawan, Kepala Dinas Pertnian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai Hadiyono dan undangan lainnya, Jumat (14/12/2018).
GM Pertamina RU II Otto Gerentaka mengatakan, Pertamina sebagai BUMN bertanggungjawab memberikan kepedulian terhadap masyarakat sekitar melalui program CSR.
“Program ini merupakan progran pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan aset milik Pertamina yang sebelumnya menjadi lahan tidur atau tidak digunakan,” katanya.
Dengan adanya penanamam pohon buah-buahan itu diharapkan agar lahan yang belum termanfaatkan menjadi lebih produktif.
Program ini aekaligus, membantu masyarakat khususnya kelompok tani untuk meningkatkan perekonomia. Lalu membantu mensukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan buah-buahan segar di Kota Dumai.
“Kita berharap, nantinya lahan pertanian ini bisa semakin berkembang sehingga menjadi kebun buah yang bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan buah di Dumai. Ini pilot projek, jika berhasil, akan kita jadikan pilot projek,” harapnya.
Terpisah, Unit Manager Communication and CSR RU II Muslim Dharmawan mengatakan, program ini dijalankan oleh 24 orang petani lansia berasal dari Kelurahan Teluk Binjai dan Tanjung Palas yang tergabung dalam Kelompok Tani Setia Kawan.
“Selain bantuan pinjam pakai lahan, Pertamina juga membantu dalam bibit tanaman dan sarana prasarana pertanian,” katanya.
Beberapa jenis tanaman yang ditanam diatas lahan seluas 3 Ha dari total keseluruhan 25 Ha itu adalah varian buah Durian, Buah Naga, Mangga, Kelengkeng, Rambutan dan Jambu Madu,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian Kota Dumai Hadiyono mengaku sangat berterimakasih kepada Pertamina RU II Dumai yang sudah mau membina kemlompok tani Kota Dumai.
“Bersama Pertamina kita akan membentuk kelompok tani dan ini merupak pilot projek kita bersama Pertamina dalam melakukan pembinaan bagi kelompok tani Dumai gna mencapai swasembada buah,” ujar Hadiono.
Diharapkan kelompok tani ini dapat berkembang sehingga dalam melakukan pembinaan melalui dana CSR nya Pertamina dapat membina kelompok tani lainnya.(hms)

DUMAI – Menkumham RI Yasonna H Laoly melaksanakan kunjungan kerja ke Dumai. Kedatangannya disambut Walikota Dumai H Zulkifli AS MSi di Bandara Pinang Kampai Dumai, Kamis (13/12/2018) sekira Pukul 10.00 WIB.

Gubernur Riau Wan Thamrin turut hadir dalam agenda tersebut didampingi Muspida dan Instansi lainnya. Sebelumnya, Menteri Yasonna tiba di Kota Dumai dengan menggunakan pesawat dari Pekanbaru.
Dalam lawatannya ke Dumai, Menkumham RI meresmikan Desa/Kelurahan dan Sekolah Sadar Hukum di Kelurahan Gurun Panjang Kota Dumai.
Pada acara di gedung Pendopo Dumai, Menkumham membangun kesadaran hukum masyarakat bukanlah hal mudah. Namun, hal tersebut menjadi standar tolok ukur kemajuan sebuah bangsa.
“Tingkat kesadaran hukum berkorelasi positif dengan kemajuan sebuah bangsa di mata dunia. Nah, inilah yang sedang kita kejar sekarang melalui program kawasan sadar hukum ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu juga, Yasonna mengingatkan dua hal kepada audiens, pertama, masalah perkembangan berita bohong atau hoax yang rentan terjadi di masyarakat saat ini.
Selanjutnya, hal kedua yang menjadi perhatian Yasonna adalah masalah membengkaknya angka warga binaan, baik di tingkat Lapas maupun Rutan.
Menurutnya, angka kriminal penyumbang warga binaan tertinggi di Indonesia adalah masalah narkotika.
“Secara hukum, penyalahgunaan narkotika merupakan perkara hukum yang tidak tergolong konvensional. Karena, faktor penyebabnya jelas,” sebut Yasonna.
Kanwilkumham Riau M Diah menjelaskan, kedatangan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly di Dumai pada Kamis bertujuan pembentukan wilayah sadar hukum.
“Dengan dibentuknya kawasan sadar hukum setingkat Desa dan Kelurahan juga sekolah adalah untuk membentuk kesadaran masyarakat secara lebih baik,” kata M Diah saat mendampingi Menkumham di Dumai.
Sejak 2017 Kanwilkumham Riau sudah melakukan pembinaan sekolah sadar hukum sebanyak 10 sekolah se Riau. Dia berharap, ke depan bisa lebih banyak sekolah bisa dilibatkan dalam program pemerintah tersebut.
“Kami berharap, agar program ini bisa terus dilanjutkan dan menyebar di seluruh kabupaten kota se-Provinsi Riau,”harapnya.
Tak hanya pada desa dan kelurahan saja, pelaksanaan kawasan sadar hukum juga diterapkan di sejumlah sekolah di Provinsi Riau.
“Adapun daftar kawasan sadar hukum diantaranya adalah 9 Kelurahan dan 3 desa tersebar di Kota Pekanbaru, Kota Dumai dan Kabupaten Kampar,” paparnya.
Seluruh pemangku di masing-masing institusi kawasan sadar hukum tersebut menerima piagam dan medali dari Menkumham RI Yasonna H Laoly secara langsung.
7 kelurahan yang menerima adalah Bukit Batrem, Bagan Keladi, Kayu Kapur, Gurun Panjang, Kampung Baru, Mundam dan Bangsal Aceh.
Gubri Wan Thamrin Hasyim saat mendampingi Menkumham RI Yasonna H Laoly di Dumai mengatakan, pihaknya sebagai kepala daerah di Riau siap untuk mendengar arahan dari pusat.
“Membangun kesadaran masyarakat. Ini sangat penting bagi kami yang daerahnya tersebar di pantai timur Indonesia yang bersebelahan langsung dengan negara tetangga,” sebut Wan Thamrin.
Persoalan hukum yang lumrah terjadi di Riau, terutama Dumai adalah masalah penyelundupan dan peredaran narkotika.
“Masalah paling sulit adalah masuknya penyelundupan narkotika. Ini yang menjadi persoalan utama kita di Riau,” ucapnya.
Dia menyebut, perlu sikap tegas untuk menyelesaikan masalah peredaran narkotika tersebut agar tidak meluas di masyarakat.
“Masalah narkotika ini menjadi sangat krusial yang kita harapkan bisa kita tekan dengan pelaksanaan kawasan sadar hukum ini,”pungkasnya.

DUMAI – Walikota Dumai, Drs H Zulkifli AS MSi mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Dumai, mampu menggali berbagai potensi daerah yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pesan itu disampaikan walikota usai memimpin rapat koordinasi bersama kepala OPD Kota Dumai di media center baru-baru ini.
“Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Dumai harus mampu menggali berbagai potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Walikota.
Dijelaskan Wako bahwa Menurut UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sumber pendapatan Daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil Perusahaan milik Daerah, lain-lain pendapatan asli Daerah yang sah, dan Dana Perimbangan.
Atas dasar itu, PAD akan menjadi ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah seperti melaksanakan berbagai program Pembangunan.
“Apabila seluruh SKPD mampu menggali potensi yang ada, maka Pemerintah Optimis dapat meningkatkan PAD dari berbagai sektor,” harapnya.
Walikota juga meminta seluruh OPD Kota Dumai menjalankan tugas sesuai visi miai dan sesuai dengan ROJMD Dumai serta memanfaatkan dana APBD dengan benar sesuai perencanaan.
“OPD Kota Dumai juga harus bekerja maksimal sesuai dengan visi misi dan RPJMD. APBD juga harus digunakan dengan baik sesuai perencanaan dan untuk program priorita, ” pesan Walikota.
Menurut Zul As program-program yang kurang menyentuh atau tak dapat dirasakan masyarakat harus dihilangkan. Semua program yang dilaksanakan SKPD harus dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu perencanaan harus diutamakan dalam mengambil setiap kebijakan kerja.
Terakhir walikota menegaskan bahwa setiap SKPD harus mencapai targetnya masing-masing sesuai RPJMD. Hal itu penting, karena capaian kinerja Pimpinan SKPD, yang tidak dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan akan berdampak terhadap kewibawaan Pemerintah Kota Dumai di mata masyarakat.
Maka menjadi tanggung jawab kita bersama bahwa realisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai diharapkan mampu menjawab aspirasi masyarakat yang sedang berkembang terutama pemenuhan kebutuhan yang menjadi prioritas.
Sebelumnya, Walikota menandatangi perjanjian kinerja bersama Kepala OPD Kota Dumai di ballroom Hotel Grand Zuri.
Usai penandatanganan perjanjian kinerja, Zul As menghimbau agar perjanjian kinerja ini dilaksanakan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Dumai.(hms)

Dumai- Kasus AIDS di Kota Dumai sampai Oktober 2018 (sumber Dinas Kesehatan Kota Dumai red) berjumlah 418 kasus. Dari total 418 kasus, kasus HIV baru yakni pada usia produktif antara 24 sampai 44 tahun. Hal ini erat kaitannya dengan lelaki beresiko tinggi dengan mobilitas yang tinggi atau dikenal dengan istilah ”Man With Money, Mobile and Macho Environment” termasuk perkembangan lainnya adalah meningkatnya prevelensi HIV dari waktu ke waktu.

”Kasus HIV yang ada dikota Dumai tercatat sebesar 418 kasus dengan kontribusi terbesar berasal dari penularan transmisi seksual sebesar 368 kasus atau 86,5 % yang sebagian besar adalah dari kalangan generasi muda,” ujar kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Dumai Hj Nurbaiti sebagai Ketua pelaksana pada Seminar HIV/ AIDS sempena peringatan Hari Aids Sedunia yang ditaja oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Dumai Selasa (11/12/2018) digedung Sri Bunga Tanjung Pendopo jalan Putri Tujuh Dumai.
Seminar HIV/AIDS ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dan dihadiri oleh Plh Dinkes Dumai dr Saiful, seluruh Kepala Puskesmas sekota Dumai, pengurus Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Dumai, tim VCT Puskesmas sekota Dumai serta para peserta dari kader Kesehatan dan kader Posyandu.
Ketua pelaksana yang juga Kabid P2P Dinkes Dumai Hj Nurbaiti juga menyampaikan, Peringatan Hari Aids sedunia pada 1 Desember adlaah momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan epidemi HIV dan sekaligus mengajak semua kalangan untuk lebih giat dalam melakukan upaya penanggulangan AIDs yang penyebarannya tergolong cepat, memperkuat komitmen dan kepemilikan semua pihak dalam pengendalian HIV-AIDS dan menjadi perhatian utama semua sektor. Selain itu penyebarluasan informasi tentang HIV-AIDS kepad amasyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan HIV yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo mengatakan, upaya mengatasi epidemi HIV dan AIDS di negara ini hanya akan berhasil bila semua kompponen masyarakat bersatu dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS dengan didukung oleh Komitmen yang tinggi dan kepemimpinan yang baik dari Pemerintah. ”Dukungan dunia usaha seperti perusahaan-perusahaan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS secara keseluruhan sangatlah penting. Melalui upaya-upaya pencegahan HIV dan AIDS ditempat kerja diperusahaan diharapkan dapat mencegah kerugian akibat dampak HIV dan AIDS pada dunia usaha itu sendiri, sekaligus memutus salah satu mata rantai penularan HIV pada kalangan pekerja yang merupakan bagian dari mata rantai penularan di masyarakat luas,” ujar Eko Suharjo.
Termasuk peran penting kader Posyandu yang ada dikota Dumai.Oleh karena itu kata Wawako Dumai ini, sangat perlu para kader Posyandu dan kader Kesehatan ini dibekal dengan pengetahuan dan layanan, sehingga mampu melindungi dirinya dan melindungi orang lain terhadap resiko resiko penularan HIV AIDS.
Seminar ini merupakan upaya upaya yang dilakukan untuk meminimalisir angka penular juga dengan harapan Penyakit ini dapat kita basmi. Masyarakat perlu untuk tau secara mendalam apakah HIV AIDS serta IMS apa sajakah yang menyebabkan penderita terjangkit Penyakit ini, serta cara cara penularan dan penyebab penularan, juga cara cara mencegah terjangkitnya penyakit ini,” terang ketua KPA Kota Dumai.(hms)