DUMAI – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H Syahrinaldi secara resmi melantik dan mengambil sumpah Pejabat Fungsional di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Dumai. Rabu (30/09/2020).

Sebanyak 8 (delapan) orang pejabat fungsional dilantik dan diambil sumpahnya bertempat di Hotel Grand Zuri, Kota Dumai. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Walikota Dumai Nomor : 800/1496/BKPSDM-MK tanggal 24 Agustus 2020, Nomor 800/1475/BKPSDM-MK tanggal 24 Agustus, dan Nomor 800/1600/BKPSDM-MK tanggal 11 September 2020.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H Syahrinaldi berharap, mudah-mudahan dengan tugas yang diberikan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga kedepan keberadaan Bapak dan Ibu di suatu organisasi itu benar-benar memberikan kontribusi dan bisa menghadirkan solusi, dan bukan jadi masalah dalam organisasi.

H Syahrinaldi menjelaskan, jabatan fungsional dan struktural itu sama-sama memiliki arti yang penting. Namun terletak pada pribadi masing–masing untuk mengembangkannya. Untuk itu, kembali Beliau berpesan kepada yang dilantik agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, laksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas.

“Mudah-mudahan semua yang kita laksanakan disamping memang merupakan tugas kita, juga menjadi amal ibadah bagi kita yang melaksanakan. Lakukanlah hal-hal yang baik karena kebaikan itu akan kembali orang yang melaksanakannya,” ujarnya.

H Syahrinaldi yang juga menjabat Asisten II Setdako Dumai mengucapkan selamat kepada pejabat fungsional yang baru dilantik, tetap semangat meskipun dalam kondisi saat ini tengah berhadapan dengan pandemi virus corona.

“Namun yakinlah, bahwa niat baik kita akan selalu mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutupnya.(diskominfo).

DUMAI – Kerja sama antara Pemerintah Kota Dumai dengan Tanoto Foundation dalam rangka perbaikan kualitas pendidikan sejak tahun 2018 akan terus dilanjutkan karena terbukti berhasil membawa warna positif dalam perjalanan pendidikan di Kota Dumai.

Walikota Dumai, H Zulkifli AS menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation yang telah banyak berkontribusi dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Dumai memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Tanoto Foundation yang telah melatih guru-guru kita dari mulai tahun 2018 sampai 2020.

Alhamdulillah ini sangat bermanfaat, kita melihat guru-guru kita semangat, etos kerjanya tinggi, dan memiliki knowledge yang baik semenjak dilatih,” ujarnya saat menerima kunjungan di Kantor Walikota Dumai, 28/09/2020.

H Zulkifli AS juga menyambut baik rencana perpanjangan kerja sama antara Pemerintah Kota Dumai dengan Tanoto Foundation untuk periode tahun 2021 yang akan datang.

“Insya Allah kami akan melanjutkan kerja sama ini pada tahun 2021. Kita akan memasuki tahap ketiga pada tahun tersebut. Dan kami senantiasa siap bekerja sama dengan Tanoto Foundation,” tuturnya. 

Senada dengan Walikota Dumai, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Sarwono menyampaikan kerja sama ini memberikan kontribusi positif pada dunia pendidikan di Kota Dumai.

“Tanoto Foundation sejak tahun 2018 telah melatih guru dan kepala sekolah SD/MI maupun SMP/MTs di hampir seluruh kecamatan Kota Dumai. Pelatihan ini terbukti berdampak positif. Para kepala sekolah dilatih manajerial tentang manajemen berbasis sekolah, kemudian para guru dilatih bagaimana menciptakan pembelajaran aktif dan pendidikan karakter,” jelasnya saat melaporkan ke Walikota Dumai.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 ini, kerja sama dengan Kota Dumai difokuskan pada implementasi modul pembelajaran jarak jauh sebagai solusi di tengah covid-19.

“Seharusnya pada tahun 2020 kita implementasi modul 3 tentang pendidikan karakter dan assessment. Namun karena adanya covid-19, pada tahun ini kita fokus pada modul pembelajaran jarak jauh. Modul 3 sendiri kami rencanakan untuk bisa diimplementasikan di tahun 2021,” ujarnya saat bertemu dengan Walikota Dumai.

DUMAI – Walikota Dumai, H Zulkifli AS menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada Kecamatan Terbaik Tahun 2020 di ruang Media Center, Jalan Putri Tujuh. Selasa, 29 September 2020.

Penghargaan ini diberikan kepada Kecamatan terbaik setelah melalui penilaian oleh Tim Penilaian Evaluasi Kinerja Kecamatan (PEKK) tahun 2020, yang telah diselenggarakan pada 24 hingga 27 Agustus 2020 terhadap 7 (tujuh) Kecamatan di Kota Dumai.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Hamdan Kamal yang juga selaku Ketua Tim PEKK Kota Dumai dalam laporannya mengatakan bahwa penilaian ini dilakukan terhadap kinerja Kecamatan pada tahun sebelumnya, yaitu kinerja Kecamatan Tahun 2019.

Adapun indikator PEKK berpedoman pada Peraturan Gubernur Riau Nomor 19 Tahun 2019 tentang PEKK di Provinsi Riau dengan beberapa penyesuaian indikator sesuai dengan tupoksi Kecamatan. Pertama, Kompetensi Camat dan koordinasi urusan pemerintahan umum. Kedua, Koordinasi kegiatan pemerintahan kecamatan.

Ketiga, Pelaksanaan kewenangan yang dilimpahkan. Keempat, Penyelengaraan tugas lainnya. Dan terakhir, Inovasi Camat yang terkait dengan penyelengaraan publik

H Hamdan Kamal menyebutkan, berdasarkan keputusan Walikota Dumai Nomor : 598/APU/2020 tanggal 18 September 2020 tentang penetapan Kecamatan terbaik tingkat Kota Dumai dalam PEKK di Kota Dumai Tahun 2020.

“Terbaik I adalah Kecamatan Dumai Barat. Terbaik II, Kecamatan Sungai Sembilan dan Terbaik ke III, Kecamatan Dumai Kota,” sebutnya.

Selanjutnya, Kecamatan Dumai Barat sebagai Kecamatan Terbaik I akan diikutsertakan pada PEKK Tahun 2020 tingkat Provinsi Riau. Untuk itu, Tim Penilai Kota Dumai akan melakukan pembinaan lanjutan kepada Kecamatan Dumai Barat.

Dalam arahannya Walikota Dumai, H Zulkifli AS mengapresiasi kepada Kecamatan yang berprestasi. Walikota berharap melalui kegiatan PEKK yang menjadi salah satu upaya pembinaan Kecamatan ini dapat semakin meningkatkan motivasi para Camat agar bekerja lebih baik lagi.

H Zulkifli menambahkan, para Camat diharapkan juga dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menyelenggarakan program pembangunan, inovasi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta bagaimana upaya dan kreativitas Camat didalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah Kecamatan, melalui jalur koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder terkait.

Pada kesempatan tersebut, H Zulkifli AS menitip pesan kepada Kecamatan Terbaik I, Kecamatan Dumai Barat agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam rangka mengikuti pelaksanaan PEKK oleh Pemerintah Provinsi Riau.

“Pertahankan dan tingkatkan prestasi pada masa yang akan datang. Dan kepada Kecamatan lain juga diharapkan pada masa yang akan datang bisa memperoleh predikat yang sama,” tutupnya.

Turut menghadiri penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada Kecamatan Terbaik Tahun 2020 adalah Kepala Badan Kesbangpol Dumai, Kepala BPBD, Camat beserta Lurah, dan Kabag Pemerintahan.(diskominfo).

Walikota Dumai, H Zulkifli AS beserta rombongan meninjau lokasi banjir yang menggenangi tempat tinggal warga di Kecamatan Dumai Selatan. Senin (28/09/2020) pagi.

Adapun lokasi pertama yang ditinjau beliau adalah Gang Bangun Sari, Kelurahan Ratu Sima. Kemudian lanjut ke Jalan Dock Yard, dan berhenti Jalan Sungai Teras.

Walikota mengatakan, berdasarkan informasi yang kita himpun, baik itu dari masyarakat ataupun dari instansi terkait, banjir yang datang ini selain dikarenakan beberapa parit dan drainase yang tersumbat sampah, intensitas air dari daerah bagian atas terlalu tinggi sedangkan daya tampung dibawah sudah semakin sedikit. Disamping itu, Sungai Dumai yang menjadi muara parit-parit saat ini sudah penuh karena sudah banyak sedimentasi. Belum lagi ditambah dengan fenomena pasang surut air laut yang tidak bisa kita prediksi.

“Untuk jangka pendek, yang bisa kita lakukan adalah membersihkan parit-parit dan drainase yang tersumbat agar arus air lancar dan banjir lekas surut sehingga masyarakat bisa lancar beraktivitas tanpa hambatan seperti banjir yang kita alami sekarang,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Walikota Dumai yaitu Plt Kadis PUPR Kota Dumai, Zulkarnain beserta Staff, Plt Kadiskominfo Kota Dumai, Mhd Fauzan, Camat Dumai Selatan, Yudha Pratama, dan Lurah Ratu Sima, Muhammad Enda Zuljedi.

DUMAI – Walikota Dumai, H Zulkifli AS didampingi Forkopimda menghadiri Peresmian Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai di Gerbang Tol Dumai (Seksi 6), Kota Dumai, Provinsi Riau. Jum’at (25/09/2020).

Peresmian tol Pekanbaru-Dumai (Permai) turut hadiri secara langsung Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Basuki Hadimuljono beserta rombongan, Anggota DPR RI Dapil Riau Komisi V, Syahrul Aidi, Gubernur Riau, H Syamsuar, Forkopimda Riau, Wakil Walikota Pekanbaru, Bupati, Direktur Utama HK, Budi Harto, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan tamu undangan lainnya.

Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.

Gubernur Riau, H Syamsuar dalam sambutannya menyampaikan, atas nama masyarakat Provinsi Riau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo yang telah berkenan membangun dan meresmikan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai pada hari ini.

“Alhamdulillah dengan diresmikannya jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai pada hari ini, yang merupakan tonggak sejarah adanya pembangunan jalan tol pertama di Provinsi Riau. Sudah pasti akan sangat bermanfaat bukan hanya bagi warga Kota Dumai saja, tetapi juga bagi warga kabupaten lain dan semua pelaku usaha akan turut menikmati fasilitas jalan bebas hambatan ini didalam pembangunan daerah,” ucapnya.

Jalan tol ini sepanjang 131 km melewati Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai. Jalan tol ini mulai dibangun pada tahun 2017 dan selesai pada tahun 2020 ini.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa jalan tol Permai yang dibangun dengan biaya 12,18 triliun ini telah rampung dan telah selesai, dapat dioperasikan secara penuh dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun juga untuk masyarakat yang melintasi Pulau Sumatera.

“Jalan tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi Riau dengan Dumai, sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju, juga kawasan industri perkebunan lainnya,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, lanjutnya, selain memperpendek  jarak tempuh Pekanbaru-Dumai, segala bidang transportasi pun akan lebih efisien dari segi waktu dan biaya, sehingga hal ini nantinya akan meningkatkan aktivitas perekonomian wilayah dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi bagi anak-anak muda kita.

Presiden RI berpesan kepada pemerintah daerah dan warga masyarakat Provinsi Riau, agar memanfaatkan infrastruktur ini sebaik-baiknya, jadikan modal untuk mengembangkan lebih banyak lagi peluang-peluang usaha dan juga sarana untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan mengucap Bismillahhirohmanirohim, saya resmikan jalan tol Pekanbaru-Dumai hari ini,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Walikota Dumai, H Zulkifli AS mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang berkah, pada hari ini jalan tol Pekanbaru-Dumai diresmikan oleh Bapak Presiden RI. Ini merupakan kedambaan dari masyarakat Riau khususnya masyarakat Dumai dan sekitarnya.

Selama ini dari Kota Dumai untuk menuju ke Ibu Kota Provinsi melalui jalan yang begitu sempit dan ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Pelaku ekonomi pun sudah menunggu hal ini, karena dengan adanya tol ini akses menjadi lebih cepat sehingga nantinya akan menambah gairah pembangunan di Kota Dumai.

Dengan diresmikannya Tol Permai, Walikota berharap Dumai bisa memanfaatkan tol ini seoptimalkan mungkin yang dapat menarik investor, perkembangan pariwisata, dan timbul sektor-sektor ekonomi lainnya terutama dapat menyerap tenaga kerja.

Acara peresmian Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai diakhiri dengan penandatangan prasasti  oleh Presiden RI, Joko Widodo, disaksikan langsung Walikota Dumai, H Zulkifli AS dan Direktur Utama PT Hutama Karya secara virtual.(diskominfo).

“Dengan mengucap bismillahhirohmanirohim, saya resmikan jalan tol Pekanbaru-Dumai hari ini,” kata Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat meresmikan Jalan Tol Trans Sumatra Ruas Pekanbaru-Dumai secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jum’at (25/09/2020).

Peresmian jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai turut dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Basuki Hadimuljono beserta rombongan, Anggota DPR RI Dapil Riau Komisi V, Syahrul Aidi, Gubernur Riau, Syamsuar, Forkopimda Riau, Walikota Dumai, H Zulkifli AS, Forkopimda Dumai, Bupati, Direktur Utama HK, Budi Harto, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Gerbang Tol Dumai (Seksi 6), Kota Dumai, Provinsi Riau.

Presiden RI mengatakan, dengan adanya jalan tol ini tentu akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi Riau dengan Dumai, sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol pertama di Provinsi Riau dengan panjang 131 km. Tol Permai ini menjadi istimewa karena memiliki jalur pelintasan gajah, dan hal ini adalah yang pertama di Indonesia.

Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km terdiri dari 6 seksi tol yaitu, Seksi 1 (Pekanbaru-Minas), sepanjang 9,5 km. Seksi 2 (Minas-Kandis Selatan), sepanjang 24,1 km. Seksi 3 (Kandis Selatan-Kandis Utara) sepanjang 16,9 km. Seksi 4 (Kandis Utara-Duri Selatan) sepanjang 26,5 km. Seksi 5 (Duri Selatan-Duri Utara) sepanjang 29,45 KM. Seksi 6 (Duri Utara-Dumai) sepanjang 25,05 km.

Jalan Tol Tran Sumatra Ruas Pekanbaru-Dumai ini dilengkapi oleh 7 Gerbang Tol dan 5 pasang tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area.

Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden

Walikota Dumai H Zulkifli AS menghadiri Apel Ikrar Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Gerakan Nasional Netralitas ASN Pada Pilkada Serentak Tahun 2020 di Balai Sri Bunga Tanjung (Pendopo), Jalan Putri Tujuh. Jumat (25/09/2020) Pagi.

Pembacaan Ikrar Netralitas ASN ini dipimpin oleh Asisten III Administrasi Umum, H Khairil Adli dan diikuti oleh peserta apel yang meliputi seluruh Kepala OPD, Camat beserta Lurah. Apel dilakukan dengan menegakkan protokol kesehatan.

Adapun tujuan pelaksanaan apel ikrar yang telah diucapkan ini adalah agar memantapkan secara psikologi para ASN untuk menjaga netralitas dalam menghadapi Pilkada Tahun 2020, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

Dalam konteks Pilkada maka asas netralitas dapat diartikan sebagai tidak terlibatnya ASN dalam memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pasangan calon yang akan mengikuti Pilkada.

Walikota berharap kepada seluruh ASN khususnya di lingkungan Pemko Dumai bisa menjaga dan menegakkan asas netralitas dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik baik sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020.

DUMAI – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu barometer perekonomian. Pemberdayaan UMKM merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar rakyat Indonesia. Dalam perkembangannya, UMKM sangat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama menunjang pembangunan ekonomi kerakyatan. Pada zaman pandemic Covid-19 seperti ini, tak hanya menimbulkan masalah kesehatan dan sosial, namun juga mengakibatkan masalah ekonomi. Untuk itu diperlukan dukungan untuk menunjang usaha dari UMKM dengan memberikan sosialisasi, pendampingan & pembinaan dalam memenuhi ketentuan dan legalitas produk.

Sebagian besar UMKM pangan olahan yang wajib memiliki nomor izin edar MD BPOM di Dumai masih memiliki kendala dalam hal minimnya informasi terkait dengan perizinan, sehingga menyebabkan rendahnya pengetahuan tentang tahapan sertifikasi produk. Untuk itu, Loka POM di Kota Dumai melakukan kegiatan Sinergisme dan Kolaborasi Pendampingan dan Pembinaan Bagi Komunitas dan Pelaku Usaha UMKM Pangan Olahan.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 September 2020, bertempat di Loka POM Kota Dumai yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai dan staf, Kabid UMKM dan kasie Bina Sarpras Dinas Perindustrian dan UKM Kota Dumai dan secara daring oleh Dinas kesehatan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini diselenggarakan dengan metode diskus dan sinkronisasi data untuk mengoptimalkan pendampingan dan pembinaan UMKM menuju proses sertifikasi sehingga UMKM dapat menghadapi pasar yang lebih besar.

Kepala Loka POM di Kota Dumai, Emi Amalia membahas tentang pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap regulasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan inovasi program baru yaitu Program SEDAP MALAM (Sistem Pendampingan & Pembinaan bagi Komunitas & Pelaku Usaha UMKM).

“Program ini guna membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan izin edar dari Badan POM. Upaya Program SEDAP MALAM ini seperti melakukan pendampingan dan pembinaan langsung ke pelaku usaha, sosialisasi, bimtek (bimbingan teknis), pelayanan prima, dan lain-lain,” ucapnya.

Kegiatan Sinergisme dan Kolaborasi Pendampingan dan Pembinaan Bagi Komunitas dan Pelaku Usaha UMKM Pangan Olahan ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk siap dibina dan didampingi dalam proses pemenuhan aspek-aspek CPPOB.

Walikota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Herdi Salioso menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Penjelasan Walikota Dumai terhadap Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020, di Kantor DPRD Kota Dumai, Bagan Besar. Rabu (23/09/2020).

Penyusunan perubahan APBD Kota Dumai Tahun 2020 disusun berdasarkan kebijakan umum perubahan APBD dan Prioritas Plafon anggaran sementara yang telah disepakati Pimpinan DPRD dan Pemerintah Daerah beberapa hari yang lalu.

Sekda Kota Dumai dalam sambutannya menyampaikan bahwa perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah tetap memperhatikan aspek asas efisiensi, efektifitas dan transparansi.

“Dalam perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 pendapatan daerah sebesar Rp. 1.409.500.306.496.49 atau naik sebesar Rp. 13.481.485.217.49 atau 0.97% dari yang semula ditetapkan sebesar 1.396.018.821.279.00. Pada Perubahan APBD Anggaran 2020 mengalami defisit sebesar 110.467.636.505.39,” terangnya.

Sekda menambahkan, Ranperda perubahan APBD Kota Dumai 2020 masih belum bisa secara optimal mengakomodir kebutuhan masyarakat dan peningkatan kualitas dan kuantitas pembangunan. Namun, H Herdi Salioso berharap APBD perubahan Tahun Anggaran 2020 ini, tetap dapat menjadi stimulan guna mendorong roda perekonomian Kota Dumai sekaligus dapat mendorong percepatan pembangunan kota ditengah pandemi Covid-19.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Forkopimda, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Dumai dan Kepala OPD Kota Dumai atau yang mewakili serta tamu undangan lainnya.

DUMAI – Walikota Dumai, H Zulkifli AS menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2020, di Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Bagan Besar. Senin (21/09/2020).

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Purwanto, Kedua Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, Mawardi dan Bahari, Walikota Dumai, H Zulkifli AS didampingi Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Herdi Salioso.

Sesuai dengan ketentuan Permendagri No. 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Permendagri No. 21 Tahun 2011 serta Permendagri No. 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020, maka Pemerintah Kota Dumai dalam hal ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah selesai melakukan pembahasan dokumen KUPA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2020 bersama dengan Badan Anggaran DPRD yang dilakukan secara maraton namun tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

Berkaitan dengan itu secara umum  Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan APBD Perubahan Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 adalah sebagai berikut:

Prediksi Pendapatan Daerah dalam KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 1.409.500.306.496,49 atau naik sebesar Rp. 13.481.485.217,49 atau 0,97% dari semula ditetapkan sebesar Rp. 1.396. 018.821.279,00.

Adapun komponen pendapatan daerah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 335.378.618.821,49 naik sebesar Rp. 38.271.350.194,49 atau 12,88% dari semula ditetapkan sebesar Rp.297.107.268.627,00.

Dana Perimbangan pada APBD Tahun 2020 disepakati sebesar Rp. 907.606.331.311,00 turun sebesar Rp. 68.268.221.341,00 atau 7,00% dari yang semula ditetapkan sebesar Rp. 975.874.552.652,00.

Untuk lain-lain pendapatan yang sah pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 166.515.356.364,00 naik sebesar Rp. 43.478.356.364,00 atau 35,34% dari yang semula ditetapkan sebesar Rp. 123.037.000.000,00.

Sedangkan prediksi belanja daerah pada KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 1.519.982.943.001,88 naik sebesar Rp. 85.711.850.005,88 atau 5,98% dari semula ditetapkan sebesar Rp. 1.434.271.092.996,00.

Adapun komponen belanja tersebut terdiri dari Belanja tidak langsung pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 753.347.323.907,88 naik sebesar Rp. 110.755.408.852,88 atau 17,24% dari yang semula ditetapkan sebesar Rp. 642.591.915.055,00

Sedangkan Belanja Langsung pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 adalah sebesar Rp. 766.635.619.094,00 turun sebesar Rp. 25.043.558.847,00 atau 3,16 % dari yang semula di tetapkan sebesar Rp. 791.679.177.941,00.

Selanjutnya, dalam prediksi penerimaan pembiayaan daerah pada KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar Rp. 151.195.171.725,69 naik sebesar Rp. 64. 119.682.977,69 atau 73,64% dari yang semula ditetapkan sebesar Rp. 87.075.488.748,00.

Untuk perubahan Tahun Anggaran 2020 tidak dianggarkan pengeluaran pembiayaan. Sedangkan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan dalam KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2020 disepakati sebesar  Rp. 40.712.535.220,30 turun sebesar Rp. 8.110.681.810,7 atau 16,61% dari yang semula ditetapkan sebesar Rp. 48.823.217.031,00.

Walikota Dumai, H Zulkifli AS atas nama Pemerintah Kota Dumai mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Dumai khususnya Badan Anggaran DPRD Kota Dumai, yang telah bersama-sama melakukan pembahasan dengan TAPD secara insentif sehingga dapat dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan.

H Zulkifli AS berharap, semoga dalam pelaksanaan pembangunan nantinya akan memberikan manfaat yang semakin besar untuk kemaslahatan masyarakat Kota Dumai.(diskominfo).