DUMAI – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu barometer perekonomian. Pemberdayaan UMKM merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar rakyat Indonesia. Dalam perkembangannya, UMKM sangat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama menunjang pembangunan ekonomi kerakyatan. Pada zaman pandemic Covid-19 seperti ini, tak hanya menimbulkan masalah kesehatan dan sosial, namun juga mengakibatkan masalah ekonomi. Untuk itu diperlukan dukungan untuk menunjang usaha dari UMKM dengan memberikan sosialisasi, pendampingan & pembinaan dalam memenuhi ketentuan dan legalitas produk.

Sebagian besar UMKM pangan olahan yang wajib memiliki nomor izin edar MD BPOM di Dumai masih memiliki kendala dalam hal minimnya informasi terkait dengan perizinan, sehingga menyebabkan rendahnya pengetahuan tentang tahapan sertifikasi produk. Untuk itu, Loka POM di Kota Dumai melakukan kegiatan Sinergisme dan Kolaborasi Pendampingan dan Pembinaan Bagi Komunitas dan Pelaku Usaha UMKM Pangan Olahan.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 September 2020, bertempat di Loka POM Kota Dumai yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai dan staf, Kabid UMKM dan kasie Bina Sarpras Dinas Perindustrian dan UKM Kota Dumai dan secara daring oleh Dinas kesehatan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini diselenggarakan dengan metode diskus dan sinkronisasi data untuk mengoptimalkan pendampingan dan pembinaan UMKM menuju proses sertifikasi sehingga UMKM dapat menghadapi pasar yang lebih besar.

Kepala Loka POM di Kota Dumai, Emi Amalia membahas tentang pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap regulasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan inovasi program baru yaitu Program SEDAP MALAM (Sistem Pendampingan & Pembinaan bagi Komunitas & Pelaku Usaha UMKM).

“Program ini guna membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan izin edar dari Badan POM. Upaya Program SEDAP MALAM ini seperti melakukan pendampingan dan pembinaan langsung ke pelaku usaha, sosialisasi, bimtek (bimbingan teknis), pelayanan prima, dan lain-lain,” ucapnya.

Kegiatan Sinergisme dan Kolaborasi Pendampingan dan Pembinaan Bagi Komunitas dan Pelaku Usaha UMKM Pangan Olahan ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk siap dibina dan didampingi dalam proses pemenuhan aspek-aspek CPPOB.