DUMAI – Minggu (16/02/2020) pagi, warga Kelurahan Tanjung Palas dan warga Kelurahan Bukit Timah, Dumai, melakukan gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekitar serta guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD).

Pada kesempatan ini, kegiatan gotong royong di kedua kelurahan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H. Syahrinaldi beserta jajarannya. Selain turut bergotong royong, tampak Syahrinaldi melakukan sosialisasi terkait pencegahan menyebarnya wabah DBD.

Selanjutnya, Dinas kesehatan Kota Dumai juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat secara gratis untuk membunuh jentik-jentik di dalam bak penampungan air serta melakukan fogging dirumah-rumah warga dan terutama pada daerah yang rawan menyebar jentik-jentik nyamuk pembawa virus yang mematikan tersebut.

Oleh sebab itu, plt. Kadinkes menyampaikan bahwa barang-barang bekas mesti dibuang seperti ban, kaleng dengan cara dikubur. Sedangkan selokan harus dibersihkan, dan barang lainnya yang bisa menampung genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

“Saya harap kepada masyarakat dapat menerapkan 3M (Menguras penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur barang bekas)”, ucap Syahrinaldi.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Camat Dumai Timur, Lurah tanjung Palas, Camat Dumai Selatan, Lurah Bukit Timah, jajaran Dinas Kesehatan serta masyarakat.

DUMAI – Bertempat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2, Walikota Dumai H. Zulkifli AS membuka Festival Kreativitas Dan Olimpiade Tingkat SD/MI se-Kota Dumai. Sabtu (15/02/2020).

Untuk diketahui, penyelenggaraan Festival kreatifitas dan Olimpiade tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah ini menjadi momen strategis bagi para generasi muda untuk mengeksplore potensi diri serta menjadi media dalam menemukan minat dan bakat yang tentunya dapat menjadi cikal bakal dalam pengembangan kualitas diri anak didik.

Walaupun guyuran hujan mengguyur Kota Dumai, namun tampak antusiasme anak-anak dalam memeriahkan festival kreatifitas dan olimpiade tingkat SD/MI se-Kota Dumai tidak surut. Oleh karena itu, Walikota pun optimis kegiatan ini penting untuk kemajuan Kota Dumai kedepannya.

“Saya melihat serta menyaksikan secara langsung bahwa semangat dan kreatifitas anak-anak Kota Dumai tidak kalah dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Ini aset besar yang harus kita jaga, kita bina dan kita didik dengan sungguh-sungguh. Sebab, kemasa depan, kolaborasi, kreatifitas yang dikombinasikan dengan ilmu serta pengetahuan menjadi instrument penting bagi kemajuan suatu daerah maupun negara”, ujar Walikota.

Lebih lanjut Walikota mengatakan, “Kreativitas bukan hanya kemampuan untuk menciptakan tetapi lebih dari itu, yaitu meliputi kemampuan membaca situasi, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kemampuan membuat analisa yang tepat, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru”.

Diakhir sambutannya Walikota berpesan kepada seluruh anak-anak peserta festival, jadilah generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Belajarlah dengan tekun dan giat, serta terus gali potensi diri guna menyongsong kehidupan kedepan yang lebih cemerlang.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meridhoi setiap upaya dan langkah kita dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif”, tutup Walikota.

DUMAI – Walikota Dumai H. Zulkifli AS membuka secara resmi 3 on 3 Basket Ball Tournament di Citimall Dumai. Jum’at (14.02.2020) malam.

Tampak antusias masyarakat dan pengunjung citimall menyaksikan pembukaan dan pertandingan yang diikuti sebanyak 37 tim ini, meliputi 29 tim umum dan 8 tim instansi, yang akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 14 hingga 16 Februari 2020.

Walikota Dumai mengucapkan terimakasih kepada pihak Citimall dan Polres Kota Dumai sebagai penaja kegiatan ini, sehingga membuat gairah, khususnya dicabang olahraga basket di Kota Dumai.

Walikota menilai bahwasanya kegiatan kali ini tidak hanya mengandung nilai olah raga saja.

“Pada hari ini kita dapat melihat tidak hanya dari segi olahraga, namun kegiatan ini juga memilki nilai-nilai seni dan juga hiburan karena kegiatan dilaksanakan di dalam mall”, ucap Walikota.

Walikota berharap kedepan, lanjutnya, “Dengan adanya event-event seperti ini dapat meningkatkan prestasi dibidang olahraga khususnya bola basket Kota Dumai agar lebih baik dan maju, sehingga paling tidaknya bisa berprestasi di tingkat provinsi”.

Dikesempatan yang sama, Kapolres Kota Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira menyampaikan, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat seluas-luasnya untuk warga dan masyarakat Kota Dumai.

DUMAI – Media sosial/social media adalah sebuah media online, dengan para penggunaannya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat seluruh dunia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Dumai Drs. Mhd. Fauzan di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai, saat menjadi narasumber dengan materi Bijaklah dalam Bermedia Sosial pada kegiatan sosialisasi kesadaran bela negara yang digelar oleh Kementrian Pertahanan Republik Indonesia. Rabu (12/02/2020).

Dalam paparannya Mhd. Fauzan menjelaskan, di zaman modern seperti saat ini, media sosial digunakan oleh semua kalangan baik tua, muda, dewasa hingga anak-anak untukberbagai hal. Hadirnya media sosial di satu sisi menimbulkan manfaat positif luar biasa, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, Pemerintah dan instansi terkait semakin gencar memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Sehingga dapat digunakan sebagai agen informasi yang bermanfaat bagi masyarakat”, ujar Fauzan.

Lebih lanjut Kadiskominfo menyampaikan agar berhati-hatilah dalam membagikan info pribadi, sebaiknya menahan diri untuk share informasi seperti alamat rumah, nomer ponsel, tanggal lahir, kegiatan rutin dan lain sebagainya yang sangat pribadi.

“Jangan sampai informasi penting tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab melalui media sosial”, tegas Mhd. Fauzan.

Diakhir paparannya, Mhd. Fauzan menghimbau kepada peserta sosialisasi agar mampu memberikan semangat kepada anak muda sebagai generasi milenial untuk inovatif, kreatif, produktif didalam bermedia sosial dan beliau juga memberikan panduan dasar menggunakan sosial media yaitu menjaga privasi, jaga keamanan akun, menghindari hoaks, menyebarkan hal positif dan bermedia sosial lah seperlunya.

*Walikota : “Kita Tidak Bangga, Harus Ditekan Lagi”

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai berhasil menekan angka Stunting atau anak-anak gagal tumbuh akibat kurang gizi. Tahun 2019, tercatat hanya 290 jiwa atau kurang dari 1 persen dari total jumlah penduduk. terendah se-Provinsi Riau.

Meski terendah, Walikota Dumai H. Zulkifli AS mengaku belum puas. Bahkan ia meminta kepada seluruh stake holder terkait untuk berkolaborasi agar angka penderita stunting bisa ditekan.

“Kita tidak bangga. Harus ditekan lagi. Satu saja sudah merupakan kerugian bagi kita”, ujar Walikota Dumai H. Zulkifli AS, saat membuka Pertemuan Intevensi Terpadu dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Dumai, Rabu (12/02) di Hotel The Zuri Dumai.

Menurut Walikota, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, total penderita stunting atau gizi buruk di Riau dari Januari hingga Desember 2019 sebanyak 16.275 jiwa. Dari jumlah ini, Kota Dumai berada di urutan ke-12 atau paling bawah dengan jumlah penderita sebanyak 290 orang.

Zulkifli AS juga mengaku cukup prihatin melihat jumlah anak-anak yang gagal tumbuh akibat kurang gizi. Karena masalah stunting menyangkut masa depan anak-anak Kota Dumai, peningkatan kualitas SDM dan kemanusiaan.

“Kedepan kita harus melakukan pencegahan sejak awal. Dimulai dari pra nikah. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas bisa bekerjasama dengan KUA dalam hal penyuluhan kesehatan. Termasuk pemenuhan gizi sejak bayi masih dalam kandungan. Karena kasus stunting ini bisa ditekan dengan pencegahan sejak pra nikah”, ujar Zulkifli AS.

Yang terpenting menurut Zulkifli AS, adalah memberikan pemahaman kepada masayarakat tentang arti penting gizi dalam mewujudkan SDM yang unggul. Dan pemenuhan gizi bisa dilakukan dilingkugan sekitar tanpa biaya yang mahal.

“Yang harus dipahami itu, gizi seimbang itu tidak harus mahal. Banyak sumber pangan di sekitar yang bisa dimanfaatkan”, lanjut Zulkifli AS.

Atas nama Pemerintah Kota Dumai dan Zulkifli AS menghimbau kepada instansi terkait dan pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya masing-masing untuk bergandeng tangan menyelesaikan kasus per kasus ini. Karena kasus ini kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan penduduk kota Dumai kedepan.

“Kepada instansi terkait saya tegaskan untuk mempercepat melakukan intervensi langsung sasaran rumah tangga yang ibunya baru melahirkan.  Seperti mengecek asupan makanan si bayi. Melihat status gizi si ibu apakah sudah cukup atau belum. Melihat adakah si bayi terkena penyakit menular atau tidak dan melihat tingkat kesehatan lingkungan disekitar tempat si bayi baru melahirkan”, pinta Walikota.

Termasuk juga penyediaan air bersih sudah yang rumah tangga, steril sanitasi maupun bersangkutan sudah layak minum. “Bagi saya perbaikan gizi masyarakat menjadi tujuan utama. Tentunya Peningkatan pendapatan, peningkatan konsumsi energi, dan peningkatan status gizi menjadi perhatian kita bersama”, pungkas Zulkifli  AS.

DUMAI – Bertempat di Ballroom Hotel The Zuri, Walikota Dumai H. Zulkifli AS hadir sekaligus membuka Pertemuan Intervensi Terpadu dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Dumai tahun 2020, Rabu (12/02/2020) pagi.

Untuk diketahui, Stunting adalah proses gagal tumbuh seorang anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama terhadap seribu hari pertama kehidupannya.

Dari data statistik Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2019, Kota Dumai menempati urutan terendah dalam hal Balita yang mengalami Stunting, totalnya ada 290 Balita.

“Walaupun Dumai menempati urutan terakhir se-Provinsi Riau, namun ini bukanlah sebuah kebanggaan, sebab kita harus berjuang agar angka stunting di Kota ini menjadi nol. Karena sekali lagi, ini adalah soal kemanusian”, ujar Walikota.

Lebih lanjut Walikota menyampaikan, Penanganan stunting ini bukan hanya urusan Dinas Kesehatan saja, namun penanganannya butuh intervensi dari banyak stake holder, dari stake holder bidang pertanian, bidang infrasturktur, bidang pendidikan hingga keagamaan.

“Kita berharap dengan sinergi ini, kita bisa berjuang bersama untuk menekan angka stunting di Kota Dumai. Dengan asupan gizi yang cukup, pendidikan soal stunting yang memadai, Insyaallah kita bisa mewujudkan. Kita harus ingat bahwa stunting menjadi ukuran kualitas hidup anak suatu negara”, ucap Walikota.

Turut hadir pada acara tersebut Forkopimda Kota Dumai, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Dumai, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau beserta rombongan, Ketua TP PKK Kota Dumai, Ketua GOW Dumai, Ketua DWP Kota Dumai, Kepala OPD se-Kota Dumai, Camat dan Lurah se-Kota Dumai, Organisasi Wanita di Kota Dumai, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan serta tamu undangan lainnya.

DUMAI – Guna menggelorakan kembali semangat dan nilai-nilai bela negara bagi seluruh warga negara Indonesia khususnya bagi masyarakat Kota Dumai, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Potensi Pertahanan menggelar sosialisasi kesadaran bela negara lingkup pemukiman Kota Dumai, Provinsi Riau. Rabu (12/02/2020).

Sosialisasi dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai selama 2 hari tanggal 12 hingga 13 februari 2020, yang diikuti sebanyak 200 peserta yang meliputi Camat se-Kota Dumai, Lurah se-Kota Dumai, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi.

Dalam sambutannya, Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Keamanan (Pothan) Kemenhan Brigjen TNI Jubey Levianto, S.Sos.,MM mengatakan, Bela negara adalah tekad sikap dan perilaku serta tindakan warga negara baik secara perorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.

“Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bernegara dari berbagai ancaman. Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggelorakan kembali semangat dan nilai-nilai bela negara bagi seluruh warga negara khususnya bagi lingkungan masyarakat di Kota Dumai”, ujarnya.

“Bela negara bukan wajib militer, bela negara bukan merupakan metamorfosa atau militerisme gaya baru tetapi bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara Indonesia untuk berperan serta dalam upaya mempertahankan eksistensi bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan status dan profesinya masing-masing”, terangnya.

Melalui kegiatan ini pula beliau berharap kepada saudara-saudara yang ada di Kota Dumai dapat berperan sebagai duta-duta yang mengharumkan dan membanggakan bangsa Indonesia sekaligus menjadi Garda terdepan dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat Kota Dumai dan sekitarnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Walikota Dumai dalam hal ini diwakili Staf Ahli Amirudin menyampaikan, walaupun tanah air ini menerpa berbagai persoalan, cinta tanah air tetap kita tumbuhkan, cinta kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita tetap kita berikan, cinta kepada alam yang tumbuh beraneka warnanya di bumi Indonesia tetap kita semaikan.

“Tanpa ada cinta, tanpa ada kasih sayang diantara kita, sesama kita, dan tanpa ada persatuan diantara kita, percayalah Bela Negara yang kita gaungkan terus menerus dari Sabang sampai Merauke belum membuahkan hasil secara maksimal dan hanya sebagai statement belaka”, ujar Staf Ahli.

Diakhir sambutannya, atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Dumai Staf Ahli Amirudin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Bapak Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Keamanan (Pothan) Kemenhan yang telah melaksanakan sosialisasi di Kota Dumai.

“Mudah-mudahan sosialisasi yang merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Provinsi Riau, Kota Dumai dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan, dan kepada peserta sosialisasi diharap dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga nanti apa yang disampaikan oleh narasumber kita dapat diaplikasikan di lapangan”, tutup Amirudin.

Adapun narasumber pada kegiatan sosialisasi hari ini Kepala Dinas Kesbangpol Kota Dumai Eko Wardoyo dengan materi Wawasan Kebangsaan, Kepala Dinas Kominfo Kota Dumai Drs. Mhd. Fauzan (Bijak Bermedia Sosial), dan Kepala BNN Kota Dumai AKBP Thamrin Parulian (Bahaya Narkoba dan Penanggulangannya).

Hadir pada kegiatan tersebut Forkopimda Kota Dumai, anggota DPRD Kota Dumai, Kasubdit Lingkim Dit Bela Negara Ditjen Pothan Kemenhan Kolonel Lukitho Hadi Iswanto, Kepala Kanhan Provinsi Riau Kolonel Arh Halongan Fredi Sitinjak, Kasi anev Subdit Lingkim Kemenham Totok Yus beserta staf Rita Very, Sunarto, dan Totong Warisman serta tamu undangan lainnya.

Dumai – Walikota Dumai dalam hal ini diwakili Asisten II Setdako Dumai H. Syahrinaldi, S.Sos, M.Si yang saat ini juga menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan hadir pada acara peresmian Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Kota Dumai.

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Dumai Hj. Haslinar, S.Sos, M.Si sekaligus meresmikan RTK di Jl.Raya Bukit Datuk Gg. A. Samad, Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan, Senin(10/02).

Selain itu, acara juga dihadiri oleh Camat Dumai Selatan Selatan Yudha Pratama Putra, Lurah se-Kecamatan Dumai Selatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Dumai Hj. Dameria serta beberapa Tenaga Kesahatan, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya Ketua TP PKK Kota Dumai Hj. Haslinar menyampaikan fungsi dari rumah tunggu yang sangat membantu untuk ibu-ibu hamil saat melahirkan.

“Rumah Tunggu Kelahiran ini adalah suatu tempat yang berada di dekat fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) rumah sakit dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit sudah sampai di RTK dan ini dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi ibu hamil”, ujar Haslinar.

Ia mengatakan, nantinya ada pendamping selama beberapa hari sebelum saat persalinan tiba, rumah ini di utamakan untuk mereka yang kesulitan dalam akses ke rumah sakit.

Kemudian Plt. Kadinkes H. Syahrinaldi dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada seluruh Camat, Lurah, RT untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Saya atas nama pemerintah Kota Dumai, berharap kepada seluruh Camat, Lurah dan RT untuk menggencarkan sosialisasi keberadaan rumah tunggu kelahiran ini kepada masyarakat, sehingga berfungsi seperti apa yang diharapkan masyarakat selama ini dan tenaga medis yang berjaga di harapkan terus semangat dalam menjalankan tugas yang diberikan”, ujarnya mengakhiri.

DUMAI – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M. Si menghadiri penyerahan hasil evaluasi atas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) wilayah 1 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, Walikota Dumai  didampingi Sekretaris Daerah Herdi Salioso beserta rombongan bertempat di Radisson Golf & Convention Center, Bukit Indah Sukajadi Residential Area, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (10/02/2020) pagi.

Walikota Dumai tentunya mengucapkan syukur, karena dari penilaian yang sudah dilakukan Kementrian PANRB, hasilnya Kota Dumai mendapat predikat nilai B.

“Kita mempertahankan pencapaian yang sama pada tahun sebelumnya, dengan raihan predikat B juga”, ujar Walikota.

H. Zulkifli AS kedepannya berharap, semoga di tahun 2020 ini kinerja aparatur pemerintah kita bisa semakin baik, semakin akuntabel sehingga capaian-capaian baik yang sudah kita raih bisa terus kita pertahankan. ”Mari kita berusaha untuk meningkatkannya lagi, kalau bisa nilai A ditahun yang akan datang” tegasnya.

Untuk diketahui, penyerahan hasil evaluasi SAKIP Provinsi/Kabupaten/Kota wilayah 1 meliputi daerah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan Banten dan Jawa Barat.

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui bagian Administrasi Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Dumai menggelar kegiatan Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2020, bertempat di The Zuri Hotel Dumai. Rabu (05/02/2020).

Walikota Dumai yang diwakili Asisten 1 Setdako Dumai H. Hamdan Kamal hadir sekaligus membuka Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari, tanggal 5 hingga 6 Februari 2020 ini, diikuti sebanyak 150 peserta berasal dari masing-masing kelurahan, meliputi LPMK, Karang Taruna, Kader Posyandu dan Kader PKK.

Adapun tujuan  kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan tugas dan fungsi kader pemberdayaan masyarakat dalam mendorong partisipasi dan gotong royong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan mulai dari perencanaan pembangunan Desa dan Kelurahan dari perencanaan, pelaksanaan hingga menjadi selesai.

“Pemberdayaan ini merupakan program pemerintah sehingga masyarakat menjadi lebih hebat, lebih bagus, lebih menarik serta saling memberikan informasi seiring dengan kemajuan pembangunan seperti di bidang ekonomi, teknologi yang kita rasakan saat ini berkembang dengan cepatnya”, ujar H. Hamdan Kamal.

H. Hamdan Kamal menambahkan, “Apabila kita tidak dapat mengetahui dan mengikuti perkembangan kita tertinggal, khususnya dalam lingkungan masyarakat Kota Dumai belum lagi lingkungan masyarakat antar Provinsi dan Internasional antar negara”.