Dumai – Puluhan sekolah dan madrasah di Dumai menggelar unjuk karya praktik baik pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah di Gedung Sri Bunga Tanjung, Dumai,  Selasa (26/11/2019). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tanoto Foundation yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dumai. Sebanyak 16 SD/MI, 8 SMP/MTs, dan lebih dari 400 guru,  kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah hadir pada acara tersebut.

Dalam showcase atau unjuk karya praktik baik program PINTAR atau Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran, para siswa menunjukkan kreativitas hasil karya yang mereka kembangkan dalam pembelajaran.

Muhammad Ardho Rabbani Harahap dan Muhammad Hanip kelas V dari MIN 1 Kota Dumai melakukan percobaan pembuktian massa jenis benda-benda cair. Mereka mengajak Walikota Dumai, Zulkifli AS untuk membuktikan beberapa zat cair seperti susu kental, sabun pembersih lantai, air, minyak goreng, dan alkohol. Satu persatu Walikota Dumai menuangkan zat cair tersebut ke dalam wadah. Setelah tampak lima zat cair tersebut terpisah satu sama lain.

“Hal ini dikarenakan massa jenis zat cair dalam percobaan ini berbeda. Hasil percobaannya terlihat massa jenis paling besar adalah susu kental, sabun pembersih lantai, air, minyak goreng, dan yang paling ringan adalah alkohol. Jika benda tersebut berada di atas berarti massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis zat cair lainnya. Percobaan ini membuktikan bahwa setiap zat cair masa jenisnya berbeda,” jelas kedua siswa tersebut.

Verina Zachra dan Echa Lestari, siswi SDN 008 Lubuk Gaung mendemontrasikan tentang pembuktian benda terapung, melayang, tenggelam dengan memasukan telur kedalam air yang kemudian diberi garam. Cara kerjanya dengan menyediakan 3 toples berisi air. Toples pertama berisi air biasa tanpa garam, toples kedua dan ketiga dengan kadar garam yang sama.

Hasilnya pada toples pertama telor tenggelam, toples kedua mengapung karena ada kadar garam, sedangkan toples ketiga telor juga mengapung, namun ketika ditambah air sedikit demi sedikit sehingga membuat telor menjadi melayang.

“Manfaat percobaan ini untuk siswa Kelas IV SD mereka bisa memahami dan membuktikan konsep mengapung, tenggelam, dan melayang melalui kegiatan praktik langsung tanpa harus diceramahi guru,” ungkap Siti Nurleli guru pendamping siswa.

Pada stand pameran, sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation menunjukkan hasil karya siswa dampak dari pembelajaran aktif yang sudah mereka terapkan. Seperti SDN 001 Lubuk Gaung yang melakukan pembuktian sains dan peribahasa “Bagaikan air dan minyak”. MIN 1 Dumai menunjukkan pembuktian massa jenis benda cair. SDN 006 Bangsal Aceh memamerkan hasil karya  pembekuan cepat untuk membuat es mambo. SDN 004 Teluk Binjai menunjukkan Tabung Pintar sebagai media pengembangan literasi sekolah. SDN 003 Bangsal Aceh membuat filtrasi air. SD Swata Estomihi memamerkan sistem distribusi listrik arus besar. MIS Taufiqiah membuat aplikasi konduktor isolator pada rangkaian listrik. SDN 004 Bangsal Aceh menunjukkan media sistem peredaran darah manusia. MIS Al Barkah memamerkan hasil percobaan bioteknologi dengan membuat tape. Sedangkan SDN 005 Teluk Binjai botol haus yaitu percoba yang menunjukan gerakan air ke atas masuk kedalam botol, seolah-olah botolnya seperti haus.

Sementara itu untuk jenjang SMP/MTs, SMPN 14 Dumai mendemontrasikan interaksi sosial dengan menggunakan Vlog. MTsN 1 Dumai menunjukkan musikalisasi puisi karya mereka sendiri. SMPN 9 Dumai membuat Ludo Pintar untuk belajar tentang interaksi antar uang pada benua. SMPN 6 Dumai memamerkan  procedure text Bamboo Stand dalam pembelajaran bahasa Inggris, SMP Swasta Budi Dharma juga memamerkan hasil karya siswa membuat procedure text How to make fruit soup.  SMPN 8 Dumai tentang ujicoba kandungan listrik dalam buah. SMPN 21 Dumai menampilkan tiga demonstrasi praktik baik, yaitu; story telling “The Lion and The Mouse, Fabel cerita binatang, dan Bahaya Zat pada rokok.

Sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation tersebut juga menunjukkan dampak dari kegiatan budaya baca, manajemen berbasis sekolah, dan keterlibatan peran serta masyarakat dalam pendidikan. Program tersebut merupakan hasil dari pelatihan dan pendampingan Program PINTAR sejak September 2018.

Apresiasi Walikota Dumai

Walikota Dumai, Zulkifli AS menilai Program PINTAR ini sangat bermakna dan strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Dumai. “Pada periode ke-2 jabatan Presiden RI Joko Widodo, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi beliau yaitu peningkatan sumber daya manusia. Sangat sejalan dengan kegiatan unjuk karya praktik baik di Kota Dumai yang kita lakukan pada hari ini,” ucapnya.

Walikota melihat orangtua berpartisipasi aktif dalam mendukung program sekolah, guru bersemangat menerapkan pembelajaran aktif, anak-anak lebih bergairah belajar. Dari satu tahun Program PINTAR mereka sudah bisa memperlihatkan hasil karya. “Ini pembelajaran yang luar biasa, Kita berharap sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation bisa mentransferkan knowledge ini kepada semua sekolah dan guru yang ada di Dumai. Ke depan kita meyakini sumber daya manusia di Dumai akan menghadapi tahun emas,” ungkap Walikota yang juga menyampaikan apresiasinya pada Tanoto Foundation.

Sementara itu Margaretha Ari Widowati, Direktur Program PINTAR, menyatakan Tanoto Foundation adalah sebuah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto atas dasar keyakinan bahwa setiap individu harus mempunyai kesempatan untuk mewujudkan potensinya secara penuh. Program PINTAR merupakan salah program unggulan dari Tanoto Foundation dalam upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

“Tanoto Foundation menjalankan program berdasarkan keyakinan bahwa pendidikan berkualitas bisa mempercepat terciptanya kesetaraan peluang. Kami memanfaatkan kekuatan transformatif pendidikan untuk membantu masyarakat agar bisa mewujudkan potensi dan memperbaiki taraf hidupnya,” katanya.

Dia juga mengungkapkan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Dumai, melalui dinas pendidikan, Kemenag, fasilitator daerah, dan seluruh sekolah mitra atas kerja sama yang baik dalam menjalankan Program PINTAR.

Perwakilan Kemendikbud, Elvira, yang hadir dan menyaksikan kreativitas siswa Kota Dumai, menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kemendikbud mendapatkan mandat menyelenggarakan pendidikan. Namun peran berbagai instansi baik Pemda, BUMN, swasta, dan organisasi sosial sangat dibutuhkan.

“Tanoto Foundation adalah salah satu organisasi dilantropi yang menunjukan komitmennya dalam membantu memajukan pendidikan di Indonesia melalui Program PINTAR. Tanoto Foundation telah banyak berperan dalam mengembangkan kualitas guru, kepala sekolah, dan calon guru di Indonesia,” ujarnya.

Saat ini Program PINTAR telah berjalan di 24 sekolah dan madrasah yang ada di Kota Dumai. Sebanyak 32 orang fasilitator daerah yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah dan madrasah, serta guru telah mendapat pelatihan khusus. Sebanyak 15 pengawas, 36 kepala sekolah dan madrasah, 292 guru dan 60 komite sekolah mendapatkan pelatihan langsung dari fasilitator daerah. Pelaksanaan program ini telah berdampak pada lebih dari 10.000 siswa di sekolah dan madrasah yang ada di Kota Dumai.

Pemerintah Kota Dumai juga sudah mengeluarkan APBD Perubahan sebesar Rp1 Milyar untuk mendiseminasikan Program PINTAR sebagai bentuk keseriusan dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Dumai.(Diskominfo).