DUMAI – Inspektorat Kota Dumai, menggelar Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi dilingkungan Pemerintah Kota Dumai.

Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi yang dilaksanakan di gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo Dumai pada, Kamis (24/10/2019), di Buka langsung oleh P‎j. Sekda Kota Dumai H. Hamdan Kamal‎.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Inspektorat Kota Dumai, H. Amirrudin mengungkapkan, bentuk gratifikasi tidak saja diberikan berupa uang, namun bisa dengan memberikan kesenangan kepada penerima.

“Setiap gratifikasi kepada penyelenggara negara dianggap pemberian suap karena terkait dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas sebagai pegawai pemerintah sesuai ketentuan,” paparnya.

H. Amirrudin menjelaskan, Pejabat penyelenggara negara dan aparatur sipil pemerintah dihimbau tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Sementara, Pj. Sekda Kota Dumai, H. Hamdan Kamal menyebutkan, sosialisasi dari lembaga anti rasuah ini diharapkan agar pegawai pemerintahan menghindari dan tidak lagi berani menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Perilaku aparatur harus menolak pemberian agar tidak terjerat dengan gratifikasi dan upaya pencegahan tindak pidana korupsi,  demi terwujudnya pemerintahan baik dan bersih.

Lebih lanjut dijelaskannya,  sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengendalian gratifikasi bagi pejabat negara dan ASN serta mendorong peningkatan peran pengawasan internal.

Diakuinya,  tindak gratifikasi ini rawan terjadi di instansi pelayanan publik, misal di pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan, dan untuk mengatasi direncanakan bakal dibuat kotak pengaduan atau saran.

H. Hamdan Kamal menegaskan, jika masih ada jajaran pemerintahan menerima pemberian dalam bentuk apapun maka akan diberikan sanksi tegas sesuai perundangan berlaku.

“Kita semua mengimbau juga agar masyarakat jangan memberi peluang dalam pungutan liar ini karena akan diproses sesuai hukum berlaku,” pungkasnya.(Diskominfo).