DUMAI – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (24/9), menggelar Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap ke-2. Konsultasi terkait penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai 2019 – 2039.

Kajian lingkungan hidup strategis merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Kajian lingkungan hidup strategis harus dilakukan terintegrasi dengan proses perencanaan tata ruang. Dalam proses pelaksanaannya harus bersifat partisipatif agar terwujud penataan ruang yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Walikota Dumai H Zulkifli AS diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kemasyarakatan H. Syamsudin ST saat membuka forum konsultasi di Balai Sribunga Tanjung menyebut konsultasi publik ini bertujuan membahas isu pembangunan berkelanjutan. Dimana pembangunan yang dilaksanakan harus mengedepankan prinsip ke hati-hatian dalam mengelola tata ruang.

“Sebelum disahkan, ini harus dikonsultasikan dengan banyak pihak. Sehingga perumusan RTRW akan lebih matang dari aspek lingkungannya,” ujar Syamsudin.

Selain meminta masukan masyarakat,forum ini sekaligus ajang sosialisai RTRW. Pihak provinsi sengaja diundang untuk menyampaikan tata ruang yang ada di Kota Dumai. Sehingga semua tahu, mana kawasan hijau dan mana kawasan industri dan masyarakat.

“Ini merupakan pertemuan kedua untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya. Bagaimanapun  RTRW Kabupaten dan Kota nantinya mengacu pada tata ruang provinsi,” lanjut Syamsudin.

Terkait belum adanya RTRW Kota Dumai, Syamudin mengakui sangat mempengaruhi perkembangan pembangunan di Kota Dumai saat ini. Baik pembangunan infrastruktur maupun kawasan industri. Para investor masih ragu-ragu dalam menanamkan investasinya karena masih ada kawasan yang belum jelas peruntukannya. (Diskominfo).

WAKO-ISTISQA26

Download

Assalammu’ alaikum Wr Wb

Sehubungan dengan musim kemarau saat ini yang melanda Indonesia secara umum serta akibat kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan bencana kabut asap sehingga membahayakan kesehatan masyarakat di Kota Dumai.

Untuk itu, dalam rangka menyikapi bencana kabut asap tersebut dengan ini Pemerintah Kota Dumai menghimbau agar seluruh perangkat daerah se-Kota Dumai dan juga umat Islam di Kota Dumai agar melaksanakan Sholat Istisqo’ bersama yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 26 September 2019
Pukul              : 07.00 WIB s/d Selesai
Tempat           : Taman Bukit Gelanggang Jl. HR. Soebrantas

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Pekanbaru – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Dumai H. Syahrinaldi hadir pada acara Istighosah Kebangsaan di Masjid Raya Annur, Pekanbaru, Provinsi Riau. Jum’at (20/09) malam.

Hadir Gubernur Riau Drs. Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Kapolda Riau , Danrem 031/Wirabima, unsur Forkopimda Prov. Riau, Bupati dan Walikota Se-Provinsi Riau serta masyarakat.

Pada Istighosah ini, pihak panitia menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

DUMAI – Walikota Dumai H. Zulkifli AS menghadiri tradisi pelepasan Letkol Inf Horas Sitinjak dari tugas lamanya sebagai Dandim 0320 dan sekaligus penyambutan pejabat baru sebagai Dandim 0320 Letkol Inf Irdhan SH. MM, Kamis (19/9/2019) yang berlangsung di Makodim Kota Dumai, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Dumai Timur.

Walikota Dumai juga diberikan kehormatan dengan mengalungkan rangkaian bunga pada Letkol Horas Sitinjak yang juga merupakan putra asli Dumai pertama memimpin TNI angkatan darat di Kota Dumai dan juga menyambut langsung pejabat Dandim 0320 Dumai yang baru.

“Selamat bertugas ditempat yang baru dan selamat atas promosi yang didapat Letkol Inf Horas Sitinjak. Mudah – mudahan semangkin sukses menjalankan tugas negara ditempat yang baru,” ujar Walikota Dunai H. Zulkifli AS.

Ditambahkannya, sudah banyak yang dilakukan Letkol Horas terhadap Dumai sebagai daerah kelahirannya dan banyak kesan yang didapat selama bergaul bersama beliau.

“Yang jelas setiap bekerja dirinya selalu total dan ikhlas. Meski banyak memiliki pasukan namun dalam melaksanakan tugas dirinya pasti turun kelapangan terutama dalam melaksanakan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Zulkifli AS.

Selain melaksanakan tugas utama kemiliteran Letkol Horas juga banyak melakukan sosialisasi dan pembinaan terhdap masyarakat Dumai. “Kami mewakili masyarakat Dumai, mengucapkan terimakasih atas pengabdian yang sudah dilakukan selama ini dan semoga berhasil di tempat tugas yang baru,” ujarnya.

Sementara itu kita juga berharap kepada pejabat Dandim yang baru agar dapat meneruskan kerja yang selama ini sudah dilaksanakan oleh Dandim sebelumnya dan membuat terobosan – terobosan baru agar Dumai lebik baik lagi,” pungkas Wako.

Hadir juga dalam acara pisah sambut ini, Danlanal Dumai Kolonel laut (P) Wahyu Dili, Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan, Danden rudal 004/Dumai Mayor Arh Roma, Kajari Dumai Mat Perang Yusuf, Ketua LAMR Dumai Datuk syahruddin, Perwira dan staff Kofim 0320 Dumai.(Diskominfo).

DUMAI – Ribuan umat Islam Kota Dumai mengikuti Istighosah di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Ahad (15/9). Kegiatan berisi zikir dan doa itu bertujuan memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau dan bencana asap yang melanda  Kota Dumai dan daerah lainnya segera berakhir.

Rencana awal, Pemko Dumai akan menggelar Sholat Istisqa atau sholat minta hujan. Namun karena syarat awal pelaksanaan Sholat Istisqa tidak terpenuhi, disepakati untuk diganti dengan Istighosah. Di sisi lain,  sebagian wilayah Kota Dumai sudah turun hujan.

Istighosah adalah meminta pertolongan agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana. Istighosah di Kota Dumai kali ini berisi do’a permintaan pada Allah SWT agar bencana asap yang melanda Kota Dumai segera berakhir.

Doa istighosah dipimpin oleh Iman Besar Masjid Al-Manan Mas Rohan. Sedangkan  tausiah diisi oleh Ustadz Nurul Hadi.

Walikota Dumai H. Zulkifi As yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah H. Syahrinaldi mengajak warga Kota Dumai untuk introspeksi diri atas perbuatan dan kekeliruan yang mungkin sudah dilakukan. “Hanya  Allah maha penolong dan kepadanya kita minta pertolongan agar musibah dan bencana ini segera berakhir,” ujar Syahrinaldi.

Syahrinaldi menyebut beberapa pekan terakhir Kota Dumai dilanda musibah kabut asap atau jerebu. Kondisi ini menyebabkan banyaknya warga yang terspapar ispa, anak-anak sekolah terpaksa diliburkan dan warga terpaksa mengurangi aktifitas di luar ruangan. Selain berdampak pada kesehatan juga berpengaruh pada perekonomian masyarakat.

“Kita, aparat TNI, Polri dan BPBD sudah berupaya maksimal. Di Dumai hanya sedikit titik api dan bisa diatasi. Ulah beberapa orang di daerah lain menyebabkan jutaan orang tersiksa. Upaya pemadaman terus dilakukan. Tapi memang tidak mudah untuk mengatasinya,” ujar mantan Camat Dumai Barat ini.

Selain melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan segenap potensi yang ada, usaha lain yang harus dilakukan adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT. “Setinggi apapun kita di Dunia ini tetap saja rendah di hadapan Allah. Kiranya kita perbanyak doa agar turun pertolonga Allah mengatasi musibah ini,” imbau Syahrinaldi.

Ustadz Nurul Hadi dalam tausiahnya mengatakan bencana kabut asap dan karhutla ini tidak terlepas dari maksiat dan dosa di sekeliling manusia. “Bencana itu murka Allah. Musibah itu tak terlepas dari 3 hal. Manusia inkar, manusia dholim dan perbuatan maksiat,” katanya.

Perbuatan membakar hutan dan lahan termasuk perbuatan maksiat. Akibat kebakaran itu menimbulkan asap menyebabkan orang lain sakit dan terganggu aktifitasnya. (Diskominfo).