DUMAI – Pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Kota Dumai saat ini tengah dikebut pengerjaannya. Oktober ini ditargetkan rampung. Dan akhir tahun, gas sudah mengalir ke rumah masyarakat.

“Bulan ini pemasangan jaringan rumah tangga di Teluk Binjai ditargetkan rampung. Sedangkan di Jayamukti pada bulan Oktober. Desember sudah bisa mengalir ke rumah masyarakat,” ujar Walikota Dumai H. Zulkifli As Kamis (5/9) di sela meninjau pembangunan Jargas di Kelurahan Jaya Mukti dan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur.

Turut mendampingi walikota, Kadis DPM PTSP Hendri Sandra, Kadis Kominfo Fauzan, Camat Dumai Timur Irawan Sukma, Ketua Tim Pendukung Proyek Jargas PGN Pahala Baringbing dan Construction Manager PT Hutama Karya Chandra Sinaga.

Untuk diketahui, saat ini  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat  tengah membangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di Kota Dumai. Setelah tahun lalu di Kecamatan Dumai Kota, tahun ini dilanjutkan di Kecamatan Dumai Timur.

Walikota menyebutkan, tahun lalu Dumai mendapatkan alokasi 100 sambungan di Kecamatan Dumai Kota melalui program sayang ibu. Program dalam upaya mewujudkan diversifiksai energi itu masing-masing di Kelurahan Bintan sebanyak 50 sambungan dan Sukajadi sebanyak 50 sambungan.

Untuk tahun 2019 ini, sedang dikerjakan pembangunan jaringan di Kelurahan Jayamukti Kecamatan Dumai Timur sebanyak 3.810 sambungan. Saat yang sama juga tengah dikerjakan sebanyak 1.000 sambungan di Kelurahan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur.

Pada tahun 2020 mendatang, Dumai kembali mendapatkan alokasi sebanyak 5 ribu sambungan. Masing-masing Kelurahan Teluk Binjai sebanyak 1.500 sambungan, Tanjung Palas sebanyak 800 sambungan, Buluh Kasap 1.500 sambungan, Bukit Batrem 700 sambungan dan Dumai Kota sebanyak 500 sambungan.

Untuk sambungan rumah tangga ini, papar Zul As, tidak dipungut biaya atau gratis. Pembangunannya dibiayai APBN melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Manusia  “Kita bersyukur mendapatkan program ini. Kalau pasang sendiri atau mandiri, biayanya hampir tiga jutaan,” papar Walikota.

Ketua Tim Pendukung Proyek Jargas PGN Pahala Baringbing menyebutkan sambutan masyarakat terhadap program jargas ini sangat baik. “Memang ada yang menolak, tapi persentasenya sangat kecil. Dibawah 1 persen,” ujar Pahala.

Penolakan itu akibat minimnya pengetahuan masyarakat terhadap jaringan gas melalui pipa dan jenis gas yang akan dialirkan. “Jika nanti sudah banyak yang menikmati, saya yakin mereka akan tertarik. Namun jika nanti program pasang gratis ini selesai, mereka akan bayar biaya pasang seperti pelanggan umum,” ujar Pahala.

Menyinggung tentang dipilihnya kecamatan Dumai Timur sebagai lokasi pelaksana proyek, Pahala menyebut ada dua alasan utama. Penduduk yang padat dan dekat dengan jaringan pipa induk distribusi Dumai. Namun dalam jangka panjang, sesuai permintaan Walikota, akan menyentuh seluruh wilayah Kota Dumai.

Salah seorang warga Jalan Air Bersih Kelurahan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur, R Panjaitan mengaku gembira atas telah tersambungnya jaringan gas rumah tangga. “Kita sangat gembira dan senang. Kedepan agar tidak lagi susah mencari gas sebagai bahan bakar sebagaimana terjadi selama ini,” ujar Panjaitan. (Diskominfo).