Dumai – Sebanyak tiga puluh jamaah haji Kota Dumai dengan embarkasi Pekanbaru kloter 20 akan berangkat ke Tanah Suci dalam beberapa hari mendatang.

Sebelum keberangkatan ke Kota Pekanbaru, para jamaah haji dilepas secara simbolis oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE ba’da Shubuh di Masjid Baiturahman, Dumai. Selasa  (23/7/2019).

Eko Suharjo dalam sambutannya mengatakan, “Atas nama pemerintah Kota Dumai, kami berpesan jagalah kesehatan selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci, supaya ibadahnya lancar dan untuk masalah administrasi kami akan sangat membantu.” Ujar Wakil Walikota.

Eko Suharjo pun mendoakan para jamaah semoga menjadi haji yang mambrur. Dan sampai  bertemu lagi insyaallah di bulan agustus.(Law/Diskominfo).

Dumai – Walikota Dumai yang diwakili oleh Plt. Staf Ahli Setdako Dumai Bambang Hardianto, SH menghadiri Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 Tahun 2019, bertempat di Kantor Kajaksaan Negeri Kota Dumai. Senin (22/07/2019).

Pada kesempatan ini, Bambang Hardianto berpesan agar terus menegakkan hukum dengan adil, bijak dan benar agar terus memperkuat kepercayaan masyarakat dalam bidang Hukum.

”Tekad dan upaya terus menerus terutama untuk menegakkan hukum dengan adil, bijak dan benar agar supremasi hukum dapat tegak terwujud mewarnai segenap nafas kehidupan bangsa dengan penuh kesadaran, akhir-akhir ini saya melihat cukup memuaskan, seiring semakin besarnya ekspektasi, harapan dan tuntutan masyarakat atas dipenuhinya hak mereka untuk memperoleh keadilan dan kebenaran.” Ujarnya Bambang.

Dan diakhir sambutannya beliau berharap agar aparat penegak hukum terus meningkatkan ilmu untuk kepahaman mengenai hukum yang sedang di tangani dan di hadapi.

“Untuk itu harapan saya, insan Adhyaksa mengerti makna semua masalah yang sedang ditangani dan dihadapi. Memiliki pula kualitas profesionalisme yang tinggi dimana didalamnya orang tidak semata hanya mengandalkan pemikiran dan pengetahuan yang luas disamping analisa yang kritis dan mendalam serta kreatifitas inovasi dan gagasan saja, namun harus juga berpijak pada kejernihan nurani yang menghargai dan menempatkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan sebagai keutamaan”. Jelasnya Bambang.

Tampak hadir di acara tersebut Ketua DPRD Kota Dumai Gusri Efendi , Kepala Diskominfo Kota Dumai Drs. Mhd. Fauzan, Kajari Dumai Mat Perang Yusuf, SH, MH, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Y.H, Kapolres Dumai AKBP Restika Nainggolan, Pasimin Dandim 0320/Dumai Kapten Inf Bambang, Ketua LAM, Ketua KPU, dan tamu undangan lainnya.(Diskominfo).

Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan mewakili Kota Dumai ke Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2019. Penilaian dilaksanakan Senin (22/7/2019) bersamaan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG – PKK) Ke-47 Tingkat Kota Dumai tahun 2019, bertempat di kantor Lurah Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan.

Link video kegiatan : https://www.youtube.com/watch?v=ixDH2QavuQM

Palembang – Jum’at (19/07/2019). Tiga negara, Indonesia – Malaysia – Thailand, bertemu membahas sejumlah agenda di Palembang – Sumatera Selatan dalam forum “11th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Transport Infrastructure and ICT Connectivity”. Pertemuan selama 2 hari, 19-20 Juli 2019 itu, salah satunya membahas rencanapengoperasian Roro Dumai – Melaka yang akan direalisaikan tahun depan.

Rute Roro Dumai – Malaka ini merupakan salah satu Project yang diusulkan dalam MTWG dan salah satu proyek prioritas dalam The Master Plan on ASEAN Connectivity dan Brunei Action Plan.

“Pengoperasian roro Dumai – Malaka kedepan akan memberikan dampak pada perkembangan Kota Dumai. Khususnya bidang ekonomi sebagai dampak semakin lancarnya angkutan penumpang maupun barang antar tiga negara melalui Kota Dumai,” ujar Walikota Dumai H. Zulkifli As yang hadir pada pertemuan tersebut. Selain Walikota, juga turut serta dalam delegasi Kota Dumai tersebut Kadis Perhubungan Asnar dan Kadis Perdagangan Zulkarnaen.

Karenanya, kata Walikota, Pemerintah Kota Dumai memberikan dukungan penuh. Selain sudah menjadi program bersama antar 3 (tiga) negara dan direncanakan sejak lama, pengoperasian tersebut memberi dampak positif bagi Kota Dumai.

“Sisi positifnya, selain semakin terbuka arus barang diharapkan meningkatkan pariwisata. Dengan berbagai terobosan nantinya kita harapkan wistawan tidak hanya menjadikan Kota Dumai sebagai tempat singgah semata. Kita akan dorong produk – produk yang bisa dikembangkan memenuhi kebutuhan sejumlah negara tetangga,” katanya.

Terkait fasilitas roro, Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan dan intansi terkait tengah menyiapkan sarana dan prasarana dari sisi laut serta prosedur lainnya dari sisi darat seperti Bea cukai dan Imigrasi.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Capt. Wisnu Handoko menyebutkan acara yang dihadiri tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand itu memang secara khusus membahas transportasi dan akan ditingkatkan dengan bekerjasama di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan konektivitas antarnegara di Asia Tenggara sebagaimana hasil pertemuan 3rd Task Force Melaka-Dumai RoRo Ferry Operation Meeting yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, April 2019 yang lalu.

“Setelah  ini akan dimatangkan dan dibawa ke tingkat pimpinan kedua negara untuk bisa segera direalisasikan. Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia pada akhir tahun 2019 ini,” ungkap Wisnu yang sebelumnya juga sudah meninjau kesiapan roro Dumai. (Diskominfo)

Dumai – Jum’at (19/07/2019). Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Komisi Penanggulangan AIDS dalam Menekan Laju Epidemi HIV/AIDS di Kota Dumai, bertempat di Hotel Grand Zuri, pukul 08.00 WIB.

Didalam sambutannya Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE menyebutkan penularan HIV/AIDS di Kota Dumai cukup tinggi, dan meliputi berbagai lapisan masyarakat.

“Berdasarkan data yang diperoleh menyebutkan hingga bulan Juni 2019 jumlah penderita HIV/AIDS di Dumai sebanyak 442 orang. Dari jumlah itu 296 orang masih hidup. Penderita HIV/AIDS tersebut berada di tujuh kecamatan di Kota Dumai, untuk meminimalisir dan menghapuskan penyebaran HIV/AIDS di Kota Dumai perlu kerjasama, keseriusan dan kerjasama lintas sektoral.” Jelasnya Eko Suharjo.

Kemudian Wakil Walikota Dumai mengharapkan,“Edukasi didalam memberi pemahaman terhadap penanggulangan dan penularan HIV/AIDS harus dilakukan secara serius dan terus menerus, dengan melibatkan semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama,” pungkasnya diakhir penutup sambutan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Dumai Nurbaiti, SKM, M.Si, ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai dalam menghadapi para pengidap HIV/AIDS. “Kita lakukan pendampingan oleh kelompok dukungan sebaya dan orang yang hidup dengan Orang Derita HIV/ AIDS (ODHA). Lalu, ada juga pembinaan dalam bentuk Dumai Support Grup, yang menjadi wadah diskusi sesama pengidap.” Tambahnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris KPA Provinsi Riau Dokter Sri Ayu Ningsih menyebutkan bahwa pengidap HIV/AIDS di Kota Dumai setiap tahun alami peningkatan, sehingga harus jadi perhatian serius. “Mengejutkan lagi ternyata sebagian penderita HIV dan AIDS didominasi ibu rumah tangga setelah wiraswasta dan pekerja seks komersial.” Sebut Sri Ayu. (Diskominfo).