Dumai – Sebagaimana kita ketahui, seiring perkembangan zaman penggunaan teknologi khususnya teknologi informasi komunikasi (TIK) pada instansi pemerintah saat ini berkembang sangat pesat menuju Good Governance dan juga sedang bertransformasi menuju implementasi E-Government.

Dengan adanya perkembangan teknologi, maka pertukaran data atau pun informasi saat ini sangatlah mudah. Namun, dibalik kemudahan yang didapat dari perkembangan TIK ini, terdapat pula salah satu tantangan dalam penerapan E-Government yaitu keamanan informasi. Informasi dan dokumen elektronik yang dipertukarkan dalam proses E-Government pada hakekatnya berisi informasi yang perlu diberi jaminan keamanan, sehingga informasi tersebut tidak mudah dimanipulasi, dirusak, atau disalahgunakan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Dumai, MHD. Fauzan ketika diwawancara di ruang kantornya, Senin (15/07/2019).

“Dibulan ini, Tim Assesment dari Dinas Kominfo Provinsi Riau akan datang ke Kota Dumai dalam rangka melakukan assesment terhadap kesiapan pemerintahan Kota Dumai dalam rangka penerapan aplikasi E-Office, aplikasi surat menyurat yang dibuat oleh Diskominfo Provinsi Riau. Kota Dumai adalah kota ke-2 setelah Kabupaten Kampar, dalam rangka Pilot Project aplikasi ini.” Ujar MHD. Fauzan.

Mengenai hal ini, diharapkan kedepannya Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Riau dalam rangka surat menyurat tidak lagi menggunakan kertas, Bupati dan Walikota berkirim surat dengan Gubernur hanya melalui handphone atau komputer saja.

“Dengan adanya aplikasi tersebut diatas dapat mengurangi penggunaan kertas (paper less). Memang masih tetap akan ada penggunaan kertas, untuk beberapa dokumen yang harus di cetak ulang seperti SPJ , tetapi kebanyakan surat disimpan di data base atau di data center masing-masing.” Tambah Kadiskominfo Kota Dumai.

“Dan saat ini Kota Dumai sudah mempunyai Data center (DC) untuk menyimpan arsip / dokumen pribadi.” Ungkap kadis diakhir wawancara. (Lopes/Diskominfo)