DUMAI – Walikota Dumai H Zulkifli As diwakili Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam H Syamsuddin ST memimpin rapat persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVI Kota Dumai Tahun 2019. Dari rapat tersebut diperoleh data, MTQ kali ini akan diikuti 187 peserta dari 7 kecamatan se- Kota Dumai.

Rapat yang digelar Selasa (30/7) di Ruang Rapat Lantai III Kantor Walikota Dumai itu membahas sejumlah agenda MTQ. Mulai dari kesiapan lokasi, rangkaian acara hingga pengamanan.

Rapat diikuti unsur Polres Kota Dumai, Kemenag, sejumlah OPD dilingkungan Pemko Dumai dan pihak terkait. Dari pertemuan tersebut, semua pihak sepekat untuk menyukseskan helat yang digelar di Taman Bukit Gelanggang mulai Kamis tanggal 1 Agustus hingga Ahad tanggal 4 Agustus 2019.

“Meski waktu sudah semakin dekat kita optimis akan berjalan lancar. Semua pihak terkait mari saling bahu-membahu sesuai tupoksi masing-masing untuk menyukseskan kegaitan MTQ ini,” ujar Syamsuddin saat memimpin rapat.

Dalam rapat itu, Syamsuddin juga mengingatkan agar panitia yang bertanggungjawab terhadap venue dan acara agar mempersiapkan venue acara dengan baik, sehingga para peserta maupun pengunjung merasa nyaman di sana.

“Disepakati untuk menambah lampu di venue utama MTQ di Bukit Gelanggang, penambahan meja dan kursi di beberapa venue. Sehari sebelum pembukaan kita harapkan tuntas. Begitu pula soal kebersihan dan keasrian di kawasan lokasi acara. Termasuk soal sarana parkir bagi pengunjung tidak ada pemungutan biaya parkir,” katanya.

Untuk lokasi lomba, Taman Bukit  Gelanggang diperuntukkan bagi cabang Tilawah, Tartil, Tilawah Anak2, Tilawah remaja dan Tilawah dewasa. MAN Dumai untuk cabang Kaligrafi dan MMQ. MTSN 01 Dumai untuk cabang Syarhil Quran dan Fahmil Quran. Sedangkan Mesjid Habiburahman untuk cabang Tahfidz Quran.

Untuk acara pembukaan, Dewan Kesenian Daerah akan menampilkan 50 penari dan 10 Penari Sambutan. Begitu juga penampilan beberapa Marching Band. “Pembukaan sudah disetting sesemarak mungkin tanpa mengesempingkan aspek religius acara tersebut,” sambungnya seraya mengajak masyarakat Kota Dumai untuk ikut menyemarakkan acara tersebut.

Data di panitia, jumlah peserta MTQ Ke XVI Tingkat Kota Dumai Tahun 2019 yakni, utusan Dumai Selatan 32 orang, utusan Dumai Kota 31 orang, utusan Dumai Timur 29 orang, utusan Dumai Barat 27 orang, utusan Bukit Kapur 25 orang, utusan Medang Kampai 23 orang dan utusan Sungai Sembilan 20 orang. Total 187 orang peserta.

“Semoga kegiatan MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) Ke XVI Tingkat Kota Dumai ini nantinya dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan kafilah yang mampu mewakili Kota Dumai dalam MTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019 mendatang,” harap Syamsuddin. (Diskominfo).

Walikota Dumai H Zulkifli As mengajak warga Kota Dumai untuk menggelorakan semangat mencintai keluarga. Karena keluarga merupakan awal pembentukan kepribadian anak.

Harapan itu disampaikan Walikota Dumai H Zulkifli As Pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Dumai Tahun 2019. Peringatan yang dipusatkan Balai Sri Bunga Tanjung, Senin (29/7) itu mengusung tema “Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak”. Hadir pada acara tersebut sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemko Dumai, Camat se-Kota Dumai, Kepala Sekolah, Ketua APSAI Ari Sutopo dan pengurus, Ketua GOW Dewi Tunjung Sari Suharjo, Ketua DWP Hj Asni, anak-anak sekolah, kepala puskesmas serta undangan.

“Gelorakan Semangat Mencintai Keluarga,”

DUMAI – Walikota Dumai H Zulkifli As mengajak warga Kota Dumai untuk menggelorakan semangat mencintai keluarga. Karena keluarga merupakan awal pembentukan kepribadian anak.

Harapan itu disampaikan Walikota Dumai H Zulkifli As Pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Dumai Tahun 2019. Peringatan yang dipusatkan Balai Sri Bunga Tanjung, Senin (29/7) itu mengusung tema “Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak”. Hadir pada acara tersebut sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemko Dumai, Camat se-Kota Dumai, Kepala Sekolah, Ketua APSAI Ari Sutopo dan pengurus, Ketua GOW Dewi Tunjung Sari Suharjo, Ketua DWP Hj Asni, anak-anak sekolah, kepala puskesmas serta undangan.

Menurut Walikota, perlu kesadaran keluarga untuk mengasuh anak dengan sebaik mungkin. Karena keluarga merupakan awal mula pembentukan kepribadian seorang anak. “Dengan semangat merayakan Hari Anak Nasional (HAN) mari terus menggelorakan semangat mencintai keluarga. Lewat keluarga yang baik akan tercipta bangsa dan negara yang baik pula,”ujar Walikota.

Zul AS merasa istimewa dan bangga berada diantara anak-anak yang hadir di acara tersebut. Yang menurutnya merupakan anak-anak berwajah ceria, penuh semangat dan optimisme menatap masa depan yang lebih baik.

“Bagi saya, kalian anak-anak luar biasa pentingnya. Karena ditangan kalianlah masa depan bangsa dan negara. Kalian adalah calon pemimpin bangsa yang akan menentukan pembangunan Kota Dumai selanjutnya,” sambung Zul As.

Karenanya, Walikota mengajak orang tua untuk memberikan perhatian penuh kepada anak. Bukan hanya dari segi materi semata. Juga dari segi rohani dengan menguatkan nilai-nilai agama didalam diri mereka.

“Pada kesempatan ini saya juga mengajak para orang tua untuk mengontrol dan mengawasi anak-anaknya dalam mengakses internet.  Kejahatan pornografi yang akhir-akhir ini terus menyasar anak dibawah umur,  salah satu faktor pemicunya adalah mudahnya akses internet dan lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya,” harap Zul As.

Menurut data KPAI, kasus pengaduan anak berdasarkan klaster anak perlindungan anak bidang pornografi dan cyber crime terus meningkat. Mulai dari korban kejahatan seksual online, anak pelaku kejahatan online, anak korban pornografi di medsos, anak pelaku kepemilikan media pornografi dan anak pelaku bullying di medsos.

“Saat ini anak-anak sangat rentan terpapar berbagai konten negatif seperti pornografi, game online yang bermuatan kekerasan dan pornografi, informasi hoaks, ujaran kebencian, berita hoaks dan lain-lain,” urai Zul As menambahkan.

Pada peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, Kota Dumai kembali mendapatkan kado istimewa. Yakni Penghargaan Predikat Kota Layak Anak Madya. Dengan demikian sudah 4 kali Kota Dumai meraih penghargaan tersebut. Penghargaan keempat yang diterima di Makassar tersebut diserahkan selanjutnya oleh Kadis PPPA Kota Dumai, Hj Dameria SKM MSi kepada Walikota Dumai H Zulkifli As. (Diskominfo).

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan agar kota ini tumbuh dan berkembang sebagai kota yang sehat, sejuk dan asri. Salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan bakau yang masih asri di sejumlah lokasi.

Hal ini dikemukakan PLT Sekretaris Daerah Kota Dumai H Hamdan Kamal saat dialog interaktif Peluncuran Program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu Provinsi Riau di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kota Dumai, Sabtu (27/7).

Peluncuran dihadiri Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementeriaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPEE KLHK) Tandya Tjahjana, Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut Haryanto Syafri, Senior Vice President Corporate Affairs PT CPI Wahyu Budiarto dan perwakilan Pemkab Bengkalis.

Program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Riau merupakan program kerjasama PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara, afiliasi dari the Nature Conservancy (YKAN TNC). Program ini merupakan upaya konservasi hutan mangrove dan ekosistemnya dengan memfokuskan pada faktor ekologi, sosial, dan ekonomi.

“Kota Dumai saat ini tengah berkembang pesat. Terutama di sektor industri. Untuk itu kami memandang penting dan komitmen menyembimbangkan perkembangan itu dengan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Hamdan Kamal.

Salah satu yang sangat penting adalah menjaga ekosistem pesisir sebagai sebuah kawasan multi dimensi dengan hutan bakaunya. Di satu sisi sebagai pencegah abrasi, tempat tumbuh kembangnya biota laut, paru-paru kota daan wisata.

“Kota Dumai memiliki panjang garis pantai sekitar 135 KM. Di sebahagian garis pantai tersebut, masih tumbuh mangrove berbagai jenis. Beberapa diantaranya langka di dunia. Kita akan terus dorong untuk terus dilestarikan dan dikembangkan,” katanya.

Peluncuran Program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Riau selain diisi dialog pentingnya pelestarian hutan bakau, juga diisi dengan penanaman pohon mangrove. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juli.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi menyebutkan bahwa Provinsi Riau memiliki ekosistem hutan mangrove seluas 143 ribu hektar. Ekosistem itu tersebar di wilayah Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Meranti, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir. Dengan kondisi ini, Riau berpotensi menjadi pusat riset dan pengembangan hutan mangrove di Pulau Sumatera.

Terkait program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu di Provinsi Riau, menurut Senior Vice President Corporate Affairs PT CPI Wahyu Budiarto, akan dilaksanakan di dua lokasi. Yakni Pangkalan Sesai, Kota Dumai, dan Teluk Pambang, Kabupaten Bengkalis.

“Saat ini, kami akan fokus pada studi desain rencana restorasi kawasan pesisir di Pangkalan Sesai dan Teluk Pambang. Hasil studi diharapkan selesai akhir tahun ini, sehingga implementasi program dapat dimulai tahun 2020,” kata Wahyu Budiarto.

Direktur BPEE KLHK Tandya Tjahjana menyebut KLHK sangat mendukung pengelolaan terpadu dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kondisi hutan mangrove di Indonesia.

“Restorasi ekosistem mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab semua pihak, termasuk pihak swasta. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi semua pihak yang membantu implementasi program ini,” kata Tandya.

Darwis Mohammad Saleh, salah seorang pegiat pelestarian mangove di Bandar Bakau Dumai, menyatakan bahwa penyelamatan kawasan mangrove harus diprioritaskan. Sebab, lanjut dia, hutan mangrove berperan sebagai benteng pertahanan kawasan pesisir.

Diperkirakan, 80 persen hasil ikan tangkap di dunia bergantung pada hutan mangrove, baik secara langsung maupun tidak. Akarnya yang rapat dan lingkungan vegetasi di sekitarnya berperan penting untuk menyaring air dari kotoran dan polutan lainnya untuk menghasilkan air bersih. (Diskominfo).

Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Kekuarga (PKK) Kota Dumai menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerakan (HKG) PKK ke-74 yang berlangsung Kamis (25/7/2019).

Ketua TP PKK Dumai Hj. Haslinar Zulkifli As, S.Sos M.si dan Wakil Ketua TP PKK Dumai Dewi Tunjung Sari Suharjo, Amd hadir bersama pengurus TP PKK Kota Dumai pada acara puncak yang berlangsung di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat

PADANG- Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Kekuarga (PKK) Kota Dumai menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerakan (HKG) PKK ke-74 yang berlangsung Kamis (25/7/2019).

Ketua TP PKK Dumai Hj. Haslinar Zulkifli As, S.Sos M.si dan Wakil Ketua TP PKK Dumai Dewi Tunjung Sari Suharjo, Amd hadir bersama pengurus TP PKK Kota Dumai pada acara puncak yang berlangsung di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat.

Kegiatan puncak peringatan HKG-PKK ke-47 tingkat nasional ini dibuka secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI yang sekaligus Ketua Dewan Pembina TP PKK Pusat Tjahjo Kumolo. Disamping itu hadir pula Ketua Umum TP PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

Dalam beberapa kesempatan ketua TP PKK Dumai Hj. Haslinar mengatakan HKG-PKK bukan sekedar kegiatan rutin tahunan dan seremonial semata.

“Kegiatan ini dapat menimbulkan gelora, membawa semangat baru, dan energi baru pada setiap gerak langkah PKK. Semangat yang bergelora itu harus senantiasa kita miliki. Karena tim PPK sebagai mitra kerja pemerintah harus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif,” ujar Hj. Haslinar.

“Kami siap membantu pemerintah Kota Dumai dalam menyukseskan program pemerintah. Sebagai organisasi sayap pemerintah kami tahu beban yang akan kami emban untuk membantu pemerintah guna menciptakan kesejahteraan masyarakat,” terang Hj. Haslinar.

Pada  puncak peringatan tersebut juga dirangkai dengan berbagai acara pokok yang melibatkan seluruh kader PKK dari seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Antara lain yaitu Pameran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), lomba program PKK, serta seminar nasional PKK.(Diskominfo).

*Kelurahan Bagan Keladi Bersaing di Lomba PHBS Tingkat Provinsi Riau

DUMAI – Tim Penilai Lomba Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Provinsi Riau, turun ke Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat, Kamis (25/7). Kunjungan terkait terpilihnya Kelurahan Bagan Keladi sebagai pemenang Lomba PHBS tingkat Kota Dumai dan berhak bersaing dengan 12 kabupaten/kota ke ajang serupa di Tingkat Provinsi Riau tahun 2019.

Tim Penilai PHBS Provinsi Riau yang turun melakukan penilaian langsung tersebut disambut Walikota Dumai H Zulkifli As diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Dumai Drs H Khairil Adli. Turut mendampingi, Kadinkes H Paisal SKM MARS,Camat Dumai Barat Zulfahren SSos, Sekcam Dumai Barat Nasib, Lurahgan Keladi Ahmad Syafawi, Kabid Kesmas Hj Rahmayani SKM beserta Kasi, Kepala Puskesmas se-Kota Dumai, tokoh masyarakat, kader PKK dan undangan lainnya.

“Walau menang bukan tujuan akhir, namun saya yakin Kota Dumai akan meraih hasil terbaik di tingkat provinsi. Yang harus jadi catatan penting bagi kita semua adalah bagaimana masyarakat menjadikan pola hidup bersih dan sehat sebagai kebutuhan,” ujar Adli sapaan Khairil Adli saat membuka secara resmi penilaian ini.

Keyakinan Adli kepada Kelurahan Bagan keladi meraih predikat terbaik dalam lomba PHBS tingkat Provinsi Riau tahun 2019, karena ia melihat selama ini peran masyarakat sangat mendukung. Sementara Pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait tetap melakukan pembinaan terintegrasi.

“Pemko Dumai akan terus melakukan pembinaan sehingga bisa meraih juara tingkat Provinsi Riau, bahkan tingkat nasional,” ujar Adli seraya berharap semua pihak terkait agar saling mendukung.

Ketua Tim Penilai Drs. Dedi Perlaungan menerangkan, penilaian dilaksanakan dengan 10 indikator penilaian PHBS. Yaitu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI ekslusif, menimbang bayi dan Balita dan menggunakan air bersih. “Selanjutnya, membiasakan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur setiap hari, dan
melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa lomba PHBS merupakan sarana bagi masyarakat untuk mewujudkan pola hidup bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan peran kerja sama dari masyarakat.”Kita semua yakin dan percaya, tanpa keikutsertaan dari masyarakat maka PHBS tidak akan terlaksana,” lanjut Dedi.

Ia pun menghimbau agar semua perilaku masyarakat yang ada di daerah ini dilakukan atas kesadaran penuh tentang arti penting pola hidup bersih. Sehingga anggota keluarga dapat memperhatikan pasokan gizi, makanan beraneka ragam dengan penuh keseimbangan dan lainnya.

Disela-sela kegiatan ini juga dilakukan penyerahan Profil Kelurahan yang diserahkan langsung oleh Lurah Bagan Keladi Ahmad Syafawi kepada tim penilai serta pemaparan frofil oleh lurah. “Kami sangat bersyukur bisa mewakili Kota Dumai ke lomba PHBS Tingkat Provinsi Riau. Doakan semoga bisa meraih prestasi terbaik,” ujar Syafawi.  (Diskominfo).

JAKARTA – Perjuangan Kota Dumai untuk mendapatkan kuota tambahan jaringan gas bumi untuk rumah tangga pada tahun 2020 membuahkan hasil. Dengan penambahan ini, jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang semula sebanyak 4.810 jaringan, pada tahun 2020 menjadi 9.810 jaringan atau bertambah sebanyak 5.000 sambungan.

Kepastian penambahan jaringan gas tersebut dikemukakan Walikota Dumai H. Zulkifli As yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Hendri Sandra, SE usai Rapat Koordinasi Kegiatan Penyusunan FEED-DEDC dan Dokumen UKL-UPL Pembangunan Jaringan gas Bumi untuk Rumah Tangga TA. 2020, di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Kamis (25/07/2019).

Ada 54 bupati dan walikota yang hadir pada pertemuan tersebut. Dan Kota Dumai termasuk salah satu kabupaten kota yang diprioritaskan mendapatkan tambahan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebagaimana yang telah diusulkan Pemerintah Kota Dumai. “Alhamdulillah bertambah jadi 9.800 jaringan gas bumi untuk rumah tangga dari rencana semula sebanyak 4.800 jaringan sampai tahun 2020,” ujar Hendri Sandra.

Penambahan ini, papar Hendri merupakan tindak lanjut usulan Pemerintah Kota Dumai kepada Kementrian ESDM. Menyusul telah rampungnya pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga ke 4.810 rumah tangga pada tanggal 26 Juni lalu. Pembangunan jaringan gas itu sendiri dibiayai melalui APBN tahun 2019.

“Nilai investasi untuk 4.810 jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang dibiayai melalui dana APBN sekitar Rp 43 miliar. Karenanya rumah tangga yang mendapatkan jaringan gas tidak dipungut biaya. Demikian juga untuk penambahan 5 ribu jaringan lagi,” papar Hendri.

Sebagai informasi, proyek jaringan gas bumi termasuk jaringan gas bumi untuk rumah tangga, masuk ke dalam proyek strategis nasional. Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia dengan tujuan mengurangi impor elpiji, mengurangi subsidi terhadap pemakaian elpiji dan memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar yang lebih hemat biaya.

Penggunaan bahan bakar gas bumi jauh lebih hemat dari elpiji. Harga rata-rata Rp 5.000 per meter kubik. Untuk keperluan rumah tangga diperkirakan 10 meter kubik per bulan atau sekitar Rp 50 ribuan saja. Penggunaan gas alam sangat aman, sebab tekanan gas dan esmisi gas buang sangat rendah.

Karenanya Pemerintah Kota Dumai sangat mengapresiasi pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan alokasi anggaran untuk jaringan rumah tangga melalui APBN. “Karenanya, sesuai pesan walikota, kami berharap masyarakat mendukung dan memanfaatkan kesempatan pemasangan jaringan secara gratis nantinya,” harap Hendri. (Diskominfo).

MAKASSAR – Penghargaan demi penghargaan terus ditorehkan Pemerintah Kota Dumai di bawah kepemimpinan H. Zulkifli As dan Eko Suharjo, SE. Baru saja meraih Pakarti Utama II Lomba KB Kes, bulan ini juga Kota Dumai meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Bagi Kota Dumai, ini merupakan penghargaan Kota Layak Anak ke-4 yang telah diraih semenjak lomba ini pertama kali diberlakukan.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Hotel Four Points, Makassar, Rabu (23/07/2019). Penghargaan diserahkan kepada Walikota Dumai yang diwakili Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai Hj. Jannatul Aliah, S.Pd.

Penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 dilakukan dalam empat tahap. Pertama adalah penilaian mandiri terhadap 24 indikator oleh masing-masing kabupaten/kota secara daring.

Selanjutnya, tim yang terdiri atas tim independen dan tim dari kementerian/lembaga terkait melakukan verifikasi administratif, verifikasi lapangan, hingga verifikasi final.

Menteri Yohana memberikan apresiasi kepada semua daerah, termasuk Kota Dumai, yang komit melakukan berbagai program perlindungan anak. Sehingga dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prediket Kota Layak Anak. “Selamat untuk para penerima penghargaan. Semoga tahun depan bisa lebih baik,” kata Yohana.

Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak terdiri atas lima predikat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kabupaten/Kota Layak Anak. Sebanyak  135 kabupaten/kota meraih predikat Pratama, 86 kabupaten/kota meraih predikat Madya, 23 kabupaten/kota meraih predikat Nindya dan 3 kabupaten/kota meraih predikat Utama.

“Penghargaan itu adalah komitmen negara untuk menjamin pelindungan anak, termasuk kewajiban pemerintah daerah untuk melaksanakan pelindungan anak,” tutur Yohana.

Menteri PPPA RI menginstruksikan kepada seluruh Pemerintah daerah guna mendukung program pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap anak dan pemenuhan hak-hak anak. Tiap tahun Kementerian PPA akan melakukan penilaian terhadap daerah dan bagi Kabupaten/Kota, kemudian akan diberikan penghargaan seperti saat ini.

Terkait upaya mewujudkan Kota Layak Anak, sebelumnya Walikota Dumai H. Zulkifl As mengatakan bahwa Pemerintah Kota Dumai terus menyiapkan fasilitas bagi tumbuh kembang anak. Termasuk melengkapi fasilitas anak dan meningkatkan sosialisasi agar ke depan tidak ada lagi kekerasan kepada anak.

“Pemenuhan hak anak akan terus kita upayakan melalui pembangunan berbagai fasilitas berbasis anak dengan partisipasi semua pihak,” kata Zulkifli As. (Diskominfo).

DUMAI – Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan mewakili Kota Dumai ke Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2019. Penilaian dilaksanakan Senin (22/7/2019) bersamaan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG – PKK) Ke-47 Tingkat Kota Dumai tahun 2019, bertempat di kantor Lurah Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan.

Kelurahan Basilam Baru sudah diputuskan menjadi kelurahan terbaik ditingkat Kota Dumai, selanjutnya akan diklarifikasi untuk lomba tingkat Provinsi Riau.

Peringatan dihadiri dan dibuka Walikota Dumai yang diwakili oleh Staf Ahli Setdako Dumai H. Syamsudin. Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh H. Syamsudin didampingi oleh Ketua Tim Penilai Provinsi Riau Prof. Ir. Kristopel Sipautar dan Ketua PKK Kota Dumai Hj. Haslinar Zulkifli As, S.Sos, M.Si beserta Forkompinda.

Ketua Penggerak PKK Kota Dumai Hj. Haslinar mengemukakan bahwa kegiatan BBGRM dan HKG-PKK bukan sekedar kegiatan rutin tahunan dan seremonial semata. “Lebih dari itu kegiatan ini dapat menimbulkan gelora, membawa semangat baru, dan energi baru pada setiap gerak langkah PKK. Semangat yang bergelora itu harus senantiasa kita miliki. Karena tim PPK sebagai mitra kerja pemerintah harus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif,” ujar Hj. Haslinar.

Saat ini, lanjut Haslinar, kita hidup di era demokrasi yang secara bersamaan diiringi juga arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Segala macam informasi dan berita tanpa sekat, sehingga berbagai informasi itu dengan mudah dapat masuk ke anggota keluarga.

“Karenanya saya mengharapkan agar Tim Penggerak PKK mau dan mampu menjaga keluarga-keluarga yang menjadi kelompok sasaran pembinaan sehingga keluarga menjadi benteng utama dan pertama bagi pertahanan keluarga. “ Sebut Hj. Haslinar.

Ketua Tim Penilai Provinsi Riau Prof. Ir. Kristopel Sipautar pada kesempatan tersebut menyebut bahwa gotong royong merupakan bagian budaya bangsa Indonesia semenjak dahulu kala. Namun saat ini mengalami penurunan kualitas, quantitas serta intensitas. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penilaian lomba kegiatan gotong royong masyarakat ini adalah untuk menstimulat, memotivasi, dan pelestarian nilai-nilai gotong royong ditingkat masyarakat.

“Kami sebagai tim penilai dari Provinsi Riau mengucapkan terima kasih dan apresiasi  setinggi-tingginya kepada masyarakat, dan Pemerintah Kota Dumai atas keramahtamahannya. Khususnya masyarakat Kelurahan Basilam Baru yang menerima kehadiran kami, untuk kami melaksanakan klarifikasi penilaian kegiatan BBGRM tingkat provinsi,” Ujar Kristopel.

Walikota Dumai yang diwakili Staf Ahli Setdako Dumai H. Syamsudin mengharapkan agar bergotong royong dapat melestarikan serta meningkatkan nilai-nilai kerjasama yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dalam upaya mewujudkan semangat kebersamaan dalam rangka melanjutkan masyarakat yang mandiri dan makmur madani.

Rangkaian kegiatan BBGRM dan HKG – PKK dilanjutkan dengan pembagian hadian lomba gotong-royong tingkat provinsi mau pun tingkat kota. Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Polres Dumai, Perwakilan Kodim 0320 Dumai, Perwakilan Lanal Dumai, Kapolsek Sungai Sembilan, Perwakilan Kantor Pengadilan Dumai, Ketua GOW Kota Dumai beserta anggota, Lurah se-Kecamatan Sungai Sembilan, Camat se-Kota Dumai, anggota penggerak PKK Kota Dumai, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (Lopes/Load/Diskominfo).