DUMAI—Patroli yang diadakan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Dumai, Senin Malam (6/5) ternyata sepuluh warung internet (warnet) tetap beroperasi di saat malam Ramadhan. Padahal sesuai ketentuan yang berlaku, batas buka usaha warnet dari jam sepuluh pagi sampai jam dua siang selama bulan puasa ini.

“ Kami patroli tadi malam, ternyata masih banyak warnet yang beroperasi. Kalau dihitung-hitung ada sepuluh usaha warnet yang kedapatan beroperasi tadi malam. Seperti warnet yang terletak di Jalan Janur Kuning, di Jalan Pertanian, di Jalan Kusuma dan warnet di Jalan Ombak,” ujar Kasat Pol PP Kota Dumai, H Bambang Wardoyo, SH.

Lantas, didalam warnet tersebut banyak ditemukan anak-anak muda sedang berselancar di dunia maya dan menikmati game on line. “ Kami datang mereka pun langsung bubar dengan sendirinya.  Pengelola warnet pun kami peringati dan langsung menutup warnetnya dengan segera,” jelas Bambang

Jumlah personil Sat Pol PP yang beranggotakan enam orang saja, juga menyisir tempat hiburan yang ada di Kota Dumai seperti pub, panti pijat, karoke, gelper, diskotik dan bilyar. “ Ternyata mereka patuh dengan ketentuan yang berlaku. Artinya tidak ditemukan tempat hiburan yang beroperasi tadi malam,” ujarnya kepada infopublik.dumaikota.go.id.

Patroli ini, terus terang saja akan terus diadakan setiap hari. “ Setelah sholat Tarawih, kita akan terus memantau. Dan kami pun butuh laporan masyarakat dalam menegakkan ketentuan dan seruan bersama ini,” sebutnya.

Kalau untuk patroli didaerah-daerah pinggiran atau jauh dari pusat Kota Dumai. “  Kita perlu kesigapan Kasi Trantib Kelurahan dan laporan-laporan mereka. Kalau tidak bisa ditertibkan oleh kelurahan, kami siap menertibkannya. Calling saja saya,” kata Kasat lagi. (adl/Diskominfo)    

DUMAI—Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai, H. Bambang Wardoyo, SH menegaskan  kepada pengelola tempat-tempat hiburan yang ada di Kota Dumai diminta agar tutup beroperasi selama Bulan Suci Ramadhan 1440 H.

“ Kalau buka juga akan saya tutup paksa. Jadi yang namanya diskotik, karoke, pub, panti pijat,  gelper, dan bilyard  selama bulan suci ini harus tutup beroperasi. Tanpa terkecuali dan tanpa banyak alasan apapun,” tegasnya.

Sedangkan, kalau untuk usaha warung internet, sebutnya, diminta agar tidak membuka usahanya dimalam hari selama bulan suci ini.” Kalau siang hari, batasnya hanya Jam sepuluh pagi sampai jam dua siang,” jelasnya kepada infopublik.dumaikota.go.id, Senin (6/5).

Dan untuk usaha salon, sesuai ketentuan yang berlaku, agar membuka usahanya sampai jam lima sore. “  Dan tidak boleh dijadikan tempat lain seperti panti pijat atau tempat karoke,” ujarnya.

Hal ini sesuai seruan bersama, antara Walikota Dumai, Kapolres Dumai, Komandan Kodim 0320 Dumai, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Dumai dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Dumai.

“ Surat seruan ini sudah kita sebarkan dan kita tempel dititik tertentu termasuk dirumah makan serta kedai kopi,” jelasnya lagi. (adl/Diskominfo)

DUMAI- Tekad memberantas dan mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai menjadi komitmen semua pihak. Baik itu dari masyarakat, instansi swasta terkait, TNI- Polri dan Pemerintah Kota Dumai. Melalui tekad tersebut, dibentuklah Satuan Tugas (Satgas) Karlahut Mandiri Tangguh Bersatu (MTB) di Kecamatan Sungai Sembilan.

Satgas MTB ini langsung dikukuhkan oleh Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, Jumat (3/5) di Kantor Camat Sungai Sembilan. Dimana satgas ini merupakan inisiatif dan kepedulian PT Ruas Utama Jaya (RUJ), Polri, TNI dan masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Dumai.

 Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo dalam sambutannya mengatakan permasalahan kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, dengan dibentuknya Satgas Karlahut MTB, maka Pemerintah Kota Dumai sangat mengapresiasikannya.

” Pemerintah Kota Dumai berterimakasih atas inisiatif terbentuk satgas ini dan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai. Kita juga berharap wacana seperti ini menjadi contoh bagi perusahan lainnya untuk peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai,” jelas Eko Raharjo

Sementara itu, Kepala Unit HTI PT RUJ didampingi Humas Heat PT RUJ Zulkifli Amran menyampaikan, latar belakang tercetusnya Satgas Karlahut MTB ini berangkat dari kerap terjadi kebakaran yang setiap tahun terus saja melanda Kota Dumai.

“Bekerjasama dan berdiskusi dengan Polri, TNI dan masyarakat akhirnya terbentuk lah Satgas ini dengan sasaran mengatasi Karhutla di Kota Dumai. Alhamdulillah, satu tahun belakang titik api sedikitnya sudah mulai berkurang di Kota Dumai,” ujarnya.

Kepala Unit HTI PT RUJ itu menjelaskan, bahwasanya perusahaan berkomitmen dan mendukung program Pemerintah dalam mencegah terhadap kebakaran yang terjadi di Kota Dumai. “  Salah satunya melaksanakan pelatihan kepada petugas pemadam kebakaran,” jelasnya

“Kedepannya, kita siap berkolaborasi dengan Pemerintah untuk mendukung wacana dalam mencegah Karhutla, sehingga Kota Dumai bebas dari titik api dan kabut asap. Amin,” tegasnya lagi.(Diskominfo)

DUMAI—Asisten III Sekdako Dumai, H Khairil Adli mengakui saat ini masih ada dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Dumai yang masih memakai Narkoba. Hal ini dikatakan beliau saat menyampaikan kata sambutan dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Anti Narkoba di Hotel Grand Zuri, Jumat (3/5).

               “ Saya akui masih ada PNS di Kota Dumai yang memakai Narkoba, walaupun tidak banyak. Tapi masih ada. Bahkan sudah diantar ke pesantren untuk rehabilitasi, tapi masih juga memakai lagi, “ ujarnya.

               Untuk itu, Ia berharap kepada instansi terkait untuk menutup pintu-pintu masuk Narkoba dari berbagai arah. “ Karena Narkoba adalah musuh kita bersama, sudah saatnya daerah yang kita cintai ini bersih dari peredaraan Narkoba,” jelasnya didepan peserta rapat.

               Terutama didaerah pesisir pantai. “ Ini perlu kita awasi bersama. Saya bangga dengan adanya Kapal Roll On-Roll Off (Roro) , karena dengan adanya Roro, aktifitas perekonomian kita meningkat. Tapi disatu sisi, dengan adanya Roro di tempat kita, kemungkinan barang-barang tersebut bisa masuk melalui armada itu,” ujarnya.

               Jangan sampai, sebutnya, dengan adanya peredaraan Narkoba di daerah ini. “ Dumai dikatakan orang luar tempatnya sarang Narkoba. Oleh karena itu, sebelum dikatakan orang, mari kita tingkatkan sinergi kita untuk memberantas barang haram tersebut. Kita harus mampu untuk mencegahnya,” tegasnya.   

            Dalam Rapat tersebut, dihadiri Seketaris Dinas Kesehatan, dr Syaiful, Kabag Hukum, Dede Mirza, SH, Kadis PPPA Dameria, SKM, Msi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainya. Rapat tersebut, dikomondoi Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Dumai, Thamrin Parulian, SH beserta staf. (adl/Diskominfo)

Sehubungan dengan telah dilaksakannya sayembara “Design Gapura Masuk Kota Dumai” dengan Tema “Dumai yang Makmur dan Madani” sempena memperingati Hari Jadi Kota Dumai ke-20 tahun 2019. Walikota Dumai, Cq Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai telah mendapatkan pemenang Lomba Design sebagaimana dimaksud dengan nama-nama pemenang sebagai berikut :

DUMAI–Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar.

         Hal ini dikatakan oleh Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, SE saat memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kantor Walikota Lama, Jalan HR Soebrantas, Kamis (2/4). “ Jadi saat ini, peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup kita,  cara bekerja kita  dan cara belajar kita,” sebutnya di depan peserta upacara.

         Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “ Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ujarnya

Bukan hanya itu, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. “ Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia,” katanya.

 Yakni melalui tri pusat pendidikan seperti di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. “ Selaras dengan itu, dalam konteks kebudayaan, posisi kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin kukuh dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Kongres Kebudayaan tahun 2018 ,” jelasnya didepan guru-guru, kepala sekolah dan tamu undangan.

Implementasinya diharapkannya semakin meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan pula dalam mengambil peran di tengah peradaban dunia. “ Penguatan karakter anak juga ditopang dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan,” ujarnya.

 Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu, lanjut Wawako, harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot. (adl/Diskominfo)