DUMAI–Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar.

         Hal ini dikatakan oleh Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, SE saat memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kantor Walikota Lama, Jalan HR Soebrantas, Kamis (2/4). “ Jadi saat ini, peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup kita,  cara bekerja kita  dan cara belajar kita,” sebutnya di depan peserta upacara.

         Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “ Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ujarnya

Bukan hanya itu, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. “ Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia,” katanya.

 Yakni melalui tri pusat pendidikan seperti di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. “ Selaras dengan itu, dalam konteks kebudayaan, posisi kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin kukuh dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Kongres Kebudayaan tahun 2018 ,” jelasnya didepan guru-guru, kepala sekolah dan tamu undangan.

Implementasinya diharapkannya semakin meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan pula dalam mengambil peran di tengah peradaban dunia. “ Penguatan karakter anak juga ditopang dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan,” ujarnya.

 Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu, lanjut Wawako, harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot. (adl/Diskominfo)