DUMAI—Untuk meningkatkan daerah sadar wisata, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Pemko Dumai sebesar Rp.600 juta. Dana sebesar itu dipergunakan untuk mengadakan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia.

“Jadi, uang sebesar itu nantinya untuk mengadakan pelatihan-pelatihan kepariwisataan Sumber Daya Manusia,” jelas Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai, H. Fauzi Efrizal, S.Sos, M. Si kepada infopublik.dumaikota.go.id, Jum’at (19/4).

Nantinya, setelah lebaran usai,  Diskopar Kota Dumai akan mengadakan Pelatihan kepada seluruh personil tour travel dan hotel-hotel yang ada di Kota Dumai. “Tujuannya, bagaimana setelah pelatihan tersebut, mereka sadar akan wisata di Kota Dumai dan selalu ramah menyambut turis-turis yang datang ke Kota kita,” sebutnya.

Bukan hanya itu,  dengan adanya pelatihan tersebut, mudah-mudahan arus wisata di Kota Dumai akan meningkat dari tahun ke tahun. “ Dan menurut data dari Imigrasi Kota Dumai, data arus wisatawan  Manca Negara yang datang ke kota kita selalu meningkat,” ujarnya.

Menurut data, Jumlah Wisatawan Domestik yang datang ke Kota Dumai pada tahun 2018 sebanyak 33.572 orang  yang sebelumnya pada tahun 2017 hanya sebanyak 32.825 orang.

“Sedangkan data turis manca negara yang masuk  pada tahun 2018 ke Kota Dumai sebanyak 12.908 orang yang sebelumnya pada tahun 2017 sebanyak 12.515 orang. Sedangkan untuk tahun 2019, data belum masuk,” tambahnya lagi. (adl/adhl/Diskominfo).

Dumai – Asisten III Setdako Dumai Drs H Khairil Adli secara simbolis menyerahkan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada 373 tenaga kerja (naker) non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau tenaga honor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai di Media Center, Selasa (16/4).

Dengan terdaftarnya sebanyak 373 Naker non ASN di Lingkungan Dinkes Dumai jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maka secara otomatis mereka mendapat jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

 Dalam acara tersebut, H Kharil Adli menyambut baik program BPJS Ketenagakerjaan, bahkan beliau mengupayakan akan mendaftarkan seluruh naker non ASN atau tenaga honor di lingkungan Pemko Dumai menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini program nasional, kita terus mendukung. Insya Allah tahun 2020 seluruh tenagakerja Non ASN atau honor di 32 OPD lingkungan Pemko Dumai akan diupayakan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dan program ini akan kita sesuaikan juga dengan dana APBD,” sebutnya.

Kepala Dinkes Dumai H Paisal SKM MSi menyebutkan bahwa mendaftarkan tenaga kerja Non ASN di lingkungan Dinkes Dumai sudah diprogramkan setahun lalu, namun baru terealisasi April 2019.” Karena Pekerja non ASN di lingkungan Dinkes Dumai rentan mengalami kecelakaan kerja. Khususnya supir ambulans di Puskesmas dan RSUD,” ujarnya

Namun dengan telah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan otomatis sudah mendapat perlindungan sosial. “Mereka sudah terlindungi, sehingga  saya harap ada semangat buat mereka bekerja,” katanya.

Dalam acara itu juga dihadiri Dirut RSUD Dumai dr Ferianto dan Kepala Puskesmas se-Kota Dumai. Acara itu juga  mengadakan MOU antara Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas se-Kota Dumai.(alw/Diskominfo).

DUMAI—Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu yang jatuh pada tanggal 17 April 2019, Polisi Resort (Polres) Kota Dumai  melaksanakam Focus Group Discussion (FGD) tentang Peran Serta Masyarakat dan Stake Holder Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 Yang Aman  dan Damai di Aula Polres Dumai, Senin (15/04/2019).

Kapolres Dumai AKBP Restika NP mengajak  FGD ini sebagai penyejuk suasana, karena itu Polres Dumai undang tokoh-tokoh masyarakat, adat, pemuda dan agama. “Agar bisa menyampaikan ke masyarakat ikut menyejukan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan jika Kepolisian pada pemilu  ini tetap akan bersikap netral sesuai arahan kapolri. ”Dan untuk proses pengamanan selama pemilu kita telah mengerahkan  personil untuk mengawal ekstra ketat agar pemilu berjalan aman dan lancar dimasing-masing TPS,” ujarnya.

Disamping itu Kapolres juga menghimbau agar masyarakat  menggunakan hak pilih pada Rabu 17 April dengan mendatangi TPS  jangan sampai golput.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0320 Dumai, Letkol (inf) Horas Sijintak, Dandim menyebutkan bahwa Masyarakat Dumai adalah pemilih yang cerdas, karena sudah  dua kali  melaksanakan pileg. “Sejauh ini aman ,sukses dan lancar tanpa terjadi  perpecahan antara kita,” harapnya.

 “Siapapun yang terpilih yakinlah itu yang terbaik karena sebelum dilakukan pemilihan, pilihan itu telah ditentukkan Sang Maha Kuasa,” ujarnya.

Menurut Ketua KPU Kota Dumai, Darwis, mengatakan  sosialisasi terkait data ini sejak jauh hari sudah dilakukan secara maksimal. “Namun kesadaran masyarakat untuk melapor masih kurang, hal inilah yang menjadi dilema KPU sementara jumlah kertas suara diberikan sesuai DPT ditambah dua persen,” sebutnya didepan Staff Ahli Pemko, H. Amiruddin, PPK,PPS ,KPPS , tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Selanjutnya Ketua Bawaslu, Zulfan, mengingatkan seluruh KPPS bahkan PTPS agar cermat dalam pemberian kertas suara,jangan sampai salah.Apabila salah  berpotensi akan dilakukan Pemunggutan suara ulang (PSU) karena jumlah kertas suara sesuai dengan DPT. “Jangan  sampai  PSU terjadi di TPS  tempat kita bertugas karena membutuhkan waktu lagi,” katanya (alw/Diskominfo).

DUMAI—Proses pelaksanaan proyek air bersih terus digesa oleh Pemko Dumai, berbagai upaya dan penelitian terus dilaksanakan. Pada  akhirnya Direktur PDAM PT. Tirta Dumai Bersemai dengan Direktur PT Dumai Tirta Persada, meneken perjanjian kerja sama pengelolahan proyek air bersih di Hotel  Grand Dhika, Jakarta, Senin (15/4).

Dalam kata sambutannya, Walikota Dumai, H Zulkifli As mengatakan, dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan bisa  meningkatkan pelayanan air minum masyarakat di Kota Dumai karena pelayanan air minum merupakan hal yang sudah lama didambakan oleh masyarakat Kota Dumai. “Karena kondisi air tanah didaerah Dumai yang sebagian besar tidak layak untuk dikonsumsi,” sebutnya didepan para tamu undangan.

Sehingga dengan adanya Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ini, ujarnya, masyarakat Kota Dumai segera akan mendapatkan hak asasinya atas akses terhadap air minum. Karena saat ini pelayanan air minum melalui PDAM di Kota Dumai sangat rendah tidak sampai 1%. “Hasil dari audit kinerja BPKP terhadap PDAM Kota Dumai juga dalam kondisi kurang baik,” ujar Wako.

Dengan kondisi IPA yang tidak optimal jaringan transmisinya dan jaringan distribusi eksisting mengalami tingkat kebocoran tinggi sehingga PDAM tidak dapat meningkatkan pelayanan dan mengalami kerugian dalam pengoperasian.

Untuk itu Pemko Dumai mencoba pembangunan SPAM dengan pola KPBU, agar kebutuhan yang sangat tinggi dapat  terlayani, selain kebutuhan domestik yang besar  kebutuhan non domestik (industri dan niaga) juga sangat besar karena  di Kota Dumai terdapat dua kawasan industri dan satu kawasan Pelabuhan Pelindo.

Pelaksanaan KPBU SPAM Kota Dumai diharapkan mampu memenuhi pelayanan sebesar 35% (sesuai dengan rencana penyerapan di Dokumen FS) dari perkiraan jumlah penduduk Kota Dumai di tahun 2023 pada wilayah pelayanan KPBU.

Besaran tarif dari kerjasama ini adalah Rp. 5.535,-,/M3, harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain dikarena kualitas air  baku Sungai Mesjid yang kurang bagus yaitu dengan rendahnya PH, sekitar 3-4 dan dengan warna sangat tinggi  dan fluktuatif antara 100 sd 1200 Pt Co.

Harga ini sebenarnya lebih rendah dari harga produksi PDAM saat itu  mencapai Rp 7.000 – 8.000 /M3. PDAM akan tetap mampu membeli air curah dari badan usaha tersebut  karena mengingat saat ini tarif dasar dari PDAM saat ini adalah Rp 8000.

Untuk itu, beliau mengucapkan terimakasih kepada konsorsium PT. Adhi Karya dan PT. Adarodengan, karena dengan perhitungan yang jeli telah berani berinvestasi dengan melihat potensi yang ada dan mau bekerjasama dengan PDAM Tirta Dumai Bersemai.

Ketua Panitia Pengadaan KPBU sekaligus merangkap Seketaris Tim KPBU SPAM Kota Dumai, Riau Satrya Alamsyah mengatakan. ”Nantinya Sumber air baku yang dikelola berasal dari air Sungai Mesjid karena kandungan tingkat pH rendah yaitu pH 5,8 ,” sebutnya kepada infopublik.dumaikota.go.id melalui hp seluler .

Pelaksanaan KPBU SPAM Kota Dumai, lanjut Riau, diharapkan mampu memenuhi pelayanan sebesar 35%, sesuai dengan rencana penyerapan di Dokumen FS, dari perkiraan jumlah penduduk Kota Dumai di tahun 2023 pada wilayah pelayanan KPBU. “Sedangkan rencana target pelayanan air minum keseluruhan Kota Dumai pada tahun 2023 yaitu akan dituntaskan sebesar 50%,” katanya mengakhiri.

Dalam acara tersebut, tampak hadir Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Deputi  Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Deputi Bappenas Bidang Sarana dan Prasarana, Staf Ahli Mentri PUPR Bidang Investasi, Staf Ahli Mentri PUPR Bidang Investasi, Ketua BPPSPAM, PJ. Sekda Kota Dumai, H Hamdan Kamal dan utusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Dumai. (adl/adhl/Diskominfo).

DUMAI – Walikota Dumai H. Zulkifli As membunyikan Sirine pertanda dimulainya Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Kecamatan Dumai Kota yang berlokasi di SMK Perikanan Jl. Cendrawasih. Sabtu (13/04).

Camat Dumai Kota, Agus Gunawan, S.Sos menyampaikan dalam sambutannya, ucapan terima kasih kepada masyarakat dan elemen terkait, sehingga terselenggara STQ di Kecamatan Dumai Kota Tahun 2019 ini.

“Kepada dewan hakim, bisa secara profesional dalam memberi penilaian kepada peserta STQ tingkat Kecamatan Dumai Kota ini.” tambahnya.

Di dalam sambutannya, Walikota Dumai H. Zulkifli As berharap masyarakat Kota Dumai untuk lebih giat lagi didalam upaya membumikan Al Quran.

“Semakin hari semakin kita tahu makna dari STQ yang kita adakan rutin di setiap tahunnya, tujuannya adalah bagaimana Al-Quran ini bisa membumi di Kota Dumai. Dan juga membangun kebiasaan bagi anak anak kita untuk rajin dalam membaca Al-Quran dengan lebih mantap serta menjiwai dari setiap bacaannya, dan yang paling utama adalah dapat mengamalkannya didalam kehidupan sehari-hari.” paparnya Zulkifli As.

Turut hadir pada pembukaan STQ Lurah, Unsur Forkopimda, Kemenag Kota Dumai, KUA Kota Dumai, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya. (jfr/diskominfo).

DUMAI – Untuk membentuk karakter anak, selain dengan pendidikan agama, banyak motode yang harus digunakan, salah satunya dengan metode parenting.

Yakni suatu metode pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di dalam keluarga dan sumber-sumber yang tersedia sekitar lingkungan.

Hal ini dikatakan Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, SE, dalam acara Sosialisasi Parenting Mendidik Anak Sesuai Tumbuh Kembang Tahun 2019 yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai (13/4).

“Oleh karena itu, saya sangat mendukung sosialisasi ini,” sebutnya didepan tamu undangan.

Beliau mengatakan, membiarkan anak tumbuh dan berkembang secara normal sesuai dengan tahapan usianya tanpa dibebani kewajiban yang berlebihan merupakan metode parenting terbaik yang bisa diterapkan kepada anak-anak.

“Asal penerapannya disesuaikan dengan kondisi psikologis dan masa usia si buah hati,” katanya di dalam Aula Disdikbud.(ipd/Diskominfo).

DUMAI- Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai canangkan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis Siang (11/4). Dalam pencangan itu, Pengadilan Negeri Dumai bertekad  memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sampai ke akar-akar.

Kepala Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA Dumai, Hendri Tobing SH MH dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pengadilan Negeri Dumai berkomitmen dalam melaksanakan program untuk mendorong terjadinya perubahan yang signifikan dalam memberikan keadilan, pelayanan dan bebas KKN.

“Perubahan itu diawali dengan mengaktualisasikan pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di seluruh unit kerja Kota Dumai,” ujar Hendri.

Menurutnya, pencanangan zona integritas Pengadilan Negeri Dumai sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2015 dan Peraturan Menteri PAN RB nomor 52 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi dan melayani.

“Oleh sebab itu dengan pencanangan zona integritas ini diharapkan terdapat perubahan dan perbaikan nyata sebagai landasan kokoh demi terwujudnya performa kinerja Pengadilan Negeri Dumai yang unggul. Semangat berintegritas, kerja keras, kerja cerdas dan solidaritas dari seluruh stakeholder merupakan suatu langkah awal yang baik untuk merealisasikan program ini,” harapnya.

Sementara itu Walikota Dumai Drs H Zulkifli As menambahkan, mendukung pencanangan Zona Integritas guna membangun Wilayah Bebas dari Korupsi dan wilayah Birokrasi bersih Melayani.

“Kita berharap dengan pencanangan pembangunan zona integritas ini dapat menjauhkan Pengadilan Negeri Dumai dari Nepotisme yang mengganggu wibawa dan mutu serta kualitas penegak hukum dalam memberantas korupsi,” ucap Wako.

Dalam pencangan zona integritas ini hadir Walikota Dumai, Drs H Zulkifli As, Kapolres Dumai, AKBP Restika Pardamean Nainggolan, Danlanal Dumai, Letkol (P) Wahyu Dili Yudha Hardianto, Dandim 0320/Dumai, Kejari dan unsur Forkopimda lainnya. Kegiatan pencanangan zona integritas ditutup dengan penandatanganan piagam dan pembacaan ikrar menuju WBK dan WBBM.(adh/Diskominfo).

DUMAI– Sebagai bentuk dukungan dan  dorongan kepada masyarakat, kali ini Perusahaan PT Pertamina RU II  Dumai kembali menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR)  kepada Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan )  Bukit Mekar Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan, Kamis (11/04).

Manager Pertamina RU II Dumai, Nandang Kurnaedi, langsung memberikan bantuan tersebut kepada Ketua Gapoktan, Nasib. Dalam acara itu dihadiri Walikota Dumai Zulkifli As, Sekcam Dumai Selatan , Lurah Bukit Datuk, siswa dan jajaran Pertamina RU II Dumai.

Nandang Kurnaedi mengatakan bantuan ini sebagai bentuk perhatian Pertamina kepada Gapoktan Bukit Mekar yang telah berhasil memanfaatkan lahan tidur Pertamina menjadi lahan yang  bermanfaat bahkan berkontirbusi  bagi masyarakat dari berbagai bidang seperti pertanian , lele dan sebagainya.

” Lahan produktif adalah lahan tidur yang manfaatnya dapat membangkitkan ekonomi  para Gapoktan disini ,saya apresiasi  Gapoktan Bukit Mekar dengan memanfaatkan luas lahan  lebih kurang 15 Hektare .” ujarnya.

Kali ini, Pertamina RU II resmikan program yang merupakan sarana untuk mengakomodasi minat warga khususnya Kelurahan Bukit Datuk dalam bercocok tanam dan budidaya ikan.

“Program pemberdayaan yang kami laksanakan menggandeng Kelompok Tani Binaan Bukit Mekar ini telah dijalankan sejak 2016. Tiap tahunnya kami rumuskan pula tema program yang berbeda-beda sebagai upaya memperkaya pengetahuan para anggota kelompok di bidang pertanian dan perikanan”, kata Nandang.

Nandang menjelaskan program ini diawali dengan tema zero waste farming dengan bentuk kegiatan bercocok tanam yang dilanjutkan dengan pemanfaatan limbah pertanian menjadi kompos menggunakan dekomposter. Pada tahun kedua, Pertamina RU II dan Kelompok Tani Bukit Mekar mulai mengembangkan program pertanian yang terintegrasi dengan perikanan melalui budi daya ikan lele. Aspek integrasi terletak pada sumber air penyiraman tani yang diambil dari kolam ikan lele.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2018 mulai diimplementasikan teknik pertanian semi modern dengan penyiraman menggunakan sprinkler dan juga pertanian hidroponik.

“Pada setiap program TJSL yang dijalankan, kami pun telah merumuskan roadmap dengan harapan program dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Di tahun 2019 ini, program yang kami jalankan bersama dengan Kelompok Tani Bukit Mekar adalah pembentukan Kampung Eduwisata Pertanian Hortikultura dan Perikanan Terpadu”, ungkap Nandang.

Lebih lanjut dijelaskan salah satu wahana yang dapat dinikmati warga masyarakat di bakal lokasi eduwisata ini adalah kolam pancing. Sembari menunggu rampungnya kawasan Eduwisata, masyarakat umum dapat mulai datang ke kawasan yang berlokasi di belakang MAN 1 RT 01 Kelurahan Bukit Datuk untuk menyalurkan hobi memancing yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani melalui biaya memancing dan belanja di kantin yang dikelola kelompok.

“Kami apresiasi semangat anggota kelompok dalam mensukseskan program ini. Harapannya, setelah nanti diresmikan Kawasan Eduwisata ini dapat menjadi alternatif kegiatan positif masyarakat khususnya pelajar dan keluarga,” tambah Nandang.

Bahkan rencananya para gapoktan akan diberi pelatihan atau pembinaan untuk memantapkan pengelolaan lahan ini.

Sementara Walikota Dumai Zulkifli As berencana lahan milik pertamina yang dikelola oleh gapoktan  Bukit Mekar akan dijadikan salahsatu  Destinasi wisata kota Dumai ,dimana masyarakat bisa berkunjung ke sini menikmati hasil pertanian atau melihat lihat pertanian disini.

Untuk perencanaan tentu harus dilakukan secara bertahap, semoga saja Pertamina terus memberi perhatian kepada Gapoktan Bukit Mekar untuk pengembangan mengingat keterbatasan dana yang dimiliki oleh Pemerintah.

Ditemui pada kesempatan yang sama Nasib (46 tahun) Ketua Kelompok Tani Bukit Mekar menyatakan ide pembuatan kolam pancing ini sendiri merupakan hasil diskusi Pertamina dan kelompok tani mengingat masih minimnya lokasi wisata pancing yang terdapat di kota Dumai. Dengan kolam berukuran 15 M x 35 M dengan kedalaman 1.5 M, Nasib meyakini akan banyak penggiat kegiatan pancing yang akan tertarik hadir untuk memancing Nila, Patin atau Gurame di kolam yang dikelola kelompok yang memiliki anggota 15 orang ini.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami bisa dapat uang tambahan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan kolam ikan lele pernah waktu itu panen sampai 200 kilo. Semoga kolam ikan ini pun bisa ramai pengunjung,” kata Nasib.(alwi/Diskominfo).

DUMAI – Dulu, lantunan ayat-ayat Al Qur’an terdengar disetiap sudut rumah, musholla dan disetiap masjid yang ada. Namun kini lantunan itu sudah mulai menghilang bahkan nyaris tak terdengar.

“Yang saya dengar saat ini bukan lantunan Ayat-Ayat Allah, akan tetapi lantunan musik dan bunyi kendaraan lalu lalang disana-sini,” ujar Kasat Pol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo, SH, saat menyampaikan kata sambutannya di Masjid Nurul Jannah, Kelurahan Bangsal Aceh, malam Kamis (10/4).

Oleh karenanya, beliau berharap melalui Program Maghrib mengaji yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Dumai, dapat membangun masyarakat yang Qur’ani . “Tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi saja akan tetapi bisa mengejar keberhasilan ukhrowi,” katanya.

Kalau ditelisik lebih dalam lagi, lanjutnya, kebiasaan mengaji yang terus menerus memberikan dampak yang luar biasa. “Kita akan lebih peka terhadap sifat ke-Tuhanan atau tauhid,” sebutnya.

Bukan hanya itu saja, kebiasaan mengaji secara terus menerus dan dihayati dengan sepenuh hati. “Dapat memperkuat struktur otak dan mampu meningkatkan kemampuan mengingat dengan menggunakan daya nalar,” jelasnya.

Dan terakhir, dengan gemar mengaji dapat memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah. “Sebenarnya masih banyak lagi manfaat kita membaca Al Qur’an dan menghayati Ayat Ayat Allah,” terangnya lagi. (adl/Diskominfo).

DUMAI—Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan untuk meningkatkan ketahanan bayi dari serangan berbagai penyakit, diminta kepada Rumah Sakit dan Klinik  tidak menyediakan susu formula.

Hal ini dikatakan Deputi KB KR BKKBN  Dr Ir Dwi Listyawardani, M.Sc saat menyampaikan acara Pencanangan Momentum Bhakti Sosial IBI KB Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2019 di Kota Dumai, Rabu (10/04). “Jadi saya minta rumah sakit dan klinik tidak menyediakan susu formula untuk bayi,” sebutnya didepan para tamu undangan yang hadir.

Kalau dikasih susu formula, tentunya daya tahan bayi terhadap penyakit akan menurun. “Jadi berikanlah buah hati kita air susu ibu. Jangan lagi susu formula. Susu formula cukuplah untuk si ibu saja. Kalau si bayi diberi susu formula, tentu nilai gizinya sedikit,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini baru lima persen ibu yang baru melahirkan  mau menyusukan bayinya. “Selebihnya si ibu memakai susu formula untuk si buah hatinya,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Dumai, H Zulkifli As mengatakan untuk Membangun sumber daya manusia yang berkwalitas. “ Haruslah dimulai sejak kandungan agar nantinya tercipta sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja,” sebutnya.

Di awal acara sambutan oleh Ketua Panitia sekaligus Ketua Koalisi Kependudukkan Indonesia (KKI) Kota Dumai Hj Haslinar mengatakan “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mempercayakan kegiatan ini diselenggarakan di Kota Dumai, berikan applause,” tambah Haslinar.

Tampak hadir pada kegiatan ini Ibu Gubernur Riau Ny. Syamsuar, Ibu Wakil Gubernur Riau Ny.Edi Natar N, Ketua IBI Provinsi Riau, Kepala Dinas kependudukkan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai, Kepala Dinas Kominfo Kota Dumai M. Fauzan, Forkopimda dan tamu undangan lainnya. (adl/Diskominfo).