DUMAI- Dalam menjalankan tugas selama satu bulan lebih dalam memadamkan hutan dan lahan di Provinsi Riau, seratus orang prajurit Yon Armed 10 Divisi 1 Kostrad Mabes TNI AD dikembalikan ke satuannya, Sabtu (20/4) pagi. Pelepasan 100 prajurit Yon Armed yang berlangsung di Bandara Pinang Kampai, Dumai

Dalam acara pelepasan itu langsung dipimpin oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As dengan dihadiri oleh Kasiops Korem 031/Wirabima, Kolonel Inf Patar Sitorus, Kolonel laut (P) Wahyu Dili, Kepala BPBD Provisi Riau, Edwar Sanger, Dandim 0320/Dumai, Letkol Inf Horas Sitinjak dan Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan.

“Salam hangat dari bapak Gubernur Riau dan Danrem pada pasukan Yon Armed dan terimakasih sudah berbakti di Provinsi Riau ini terutama dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Walikota Dumai Zulkifli As.

Beliau sangat menyadari dengan kekurangan pelayanan selama ini di Riau. “ Terima kasih apa yang sudah dilakukan selama ini. Semoga apa yang sudah dilakukan menjadi ladang amal bagi kita semua,” sebutnya.

“Tidak hanya memadamkan api berbagai edukasi seperti bahaya kebakaran hutan dan lahan serta edukasi lainnya sangat berharga bagi masyarakat Riau dan semoga apa yang diberikan sangat bermanfaat,” tambah Wako.

Mudah-mudahan, lanjutnya, tahun depan tidak lagi terjadi kebakaran di Riau sehingga prajurit tidak perlu lagi ke Riau berjibaku memadamkan api meski kami sangat merindukan prajurit TNI yang sangat dekat dengan masyarakat dan saling membahu dalam upaya memadamkan kebakaran.

Sementara itu Kasiops Korem 031/Wirabima, Kolonel (Inf) Patar Sitorus mengatakan kalau pemulangan pasukan ini selain karena sudah habis masa tugas, kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah dapat dikendalikan.

“Selama di Riau mereka bertugas memadamkan api dan proses pendinginan kebakaran hutan dan lahan 4 wilayah yakni Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti,”kata Kolonel Patar Sitorus.

Secara keseluruhan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah dapat dikendalikan sehingga mereka sudah bisa kembali ke satuan mereka kembali.

“Mereka datang 100 orang dan kembali 100 orang dengan kondisi sehat. Dan alhamdulilah kedekatan mereka dengan masyarakat dapat memberikan edukasi yang bisa diterima selain bertugas melakukan pemadaman,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger mengaku kalau di Riau masih terdapat titik asap namun semua dalam kendali kita.

“Hingga saat ini luas lahan di Riau yang terbakar mencapai tiga ribu hektar dan sudah bisa kita kendalikan. Saat ini upaya pendinginan masih terus berlangsung oleh tim gabungan pemadaman,” kata Edwar.(adl/Diskominfo)