DUMAI – Dulu, lantunan ayat-ayat Al Qur’an terdengar disetiap sudut rumah, musholla dan disetiap masjid yang ada. Namun kini lantunan itu sudah mulai menghilang bahkan nyaris tak terdengar.

“Yang saya dengar saat ini bukan lantunan Ayat-Ayat Allah, akan tetapi lantunan musik dan bunyi kendaraan lalu lalang disana-sini,” ujar Kasat Pol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo, SH, saat menyampaikan kata sambutannya di Masjid Nurul Jannah, Kelurahan Bangsal Aceh, malam Kamis (10/4).

Oleh karenanya, beliau berharap melalui Program Maghrib mengaji yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Dumai, dapat membangun masyarakat yang Qur’ani . “Tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi saja akan tetapi bisa mengejar keberhasilan ukhrowi,” katanya.

Kalau ditelisik lebih dalam lagi, lanjutnya, kebiasaan mengaji yang terus menerus memberikan dampak yang luar biasa. “Kita akan lebih peka terhadap sifat ke-Tuhanan atau tauhid,” sebutnya.

Bukan hanya itu saja, kebiasaan mengaji secara terus menerus dan dihayati dengan sepenuh hati. “Dapat memperkuat struktur otak dan mampu meningkatkan kemampuan mengingat dengan menggunakan daya nalar,” jelasnya.

Dan terakhir, dengan gemar mengaji dapat memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah. “Sebenarnya masih banyak lagi manfaat kita membaca Al Qur’an dan menghayati Ayat Ayat Allah,” terangnya lagi. (adl/Diskominfo).