DUMAI — Persoalan narkotika dan obat-obatan (narkoba) adalah persoalan dunia, karena sekarang ini hampir tidak ada negara manapun yang tidak ada peredaraan narkoba. Pemerintah Indonesia sendiri bahkan sudah menyatakan perang terhadap narkoba, khususnya Kota Dumai juga demikian.

Dalam pemberantasan narkoba semua orang atau masyarakat memiliki peran penting, tetapi peran perempuan dalam memberantas Narkoba ternyata sangatlah berpengaruh dan sangat penting khususnya didalam keluarga yang menjadi kunci untuk pemberantasan narkoba.

Sehingga dengan demikian anak-anak dari kecil, sejak dini harus dijaga bersama-sama untuk tidak terkena narkoba. Karena melalui keluarga lah yang menjadi pintu masuk, menjadi kunci untuk menjaga jangan sampai terkena dan terjerumus narkoba.” Keluarga menjadi inti untuk itu.”

Ungkapan ini disampaikan Ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendy dalam acara hearing/ dialog dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat / tokoh agama tentang peran wanita dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang dalam lingkungan keluarga dan masyarakat di Kota Dumai, Kamis ( 28/02) kemaren.

” Jadi peran keluarga sangatlah besar dalam memberantas Narkoba, berilah anak anak kita kegiatan yang positif agar mereka tidak terpengaruh oleh yang namanya Narkoba,” tegasnya.

Acara turut dihadiri Pj Sekda Kota Dumai H. Hamdan Kamal, Asisten 1 , Ketua BNN Dumai , Kasat Narkoba Polres Dumai, Wakil DPRD, Unsur Forkompinda, ratusan siswa SD, SMP dan SMA sekota Dumai, dan undangan lainnya di Hotel Comfort Dumai.

Apalagi berdasarkan paparan Kasat Narkoba Polres Dumai, AKP Novrianti, bahwa Dumai adalah pintu masuknya Narkoba karena tatanan Geografis yang dianggap strategis oleh pelaku. Meski sudah banyak pelaku narkoba yang tertangkap ternyata tidak memberi efek jera bagi pelaku lain.

Ini bukanlah sebuah prestasi yang harus dibanggakan namun ini suatu ancaman untuk generasi muda kedepan ,maka itu diminta semua pihak agar ikut berperan memerangi peredaran narkoba.

“Maka itu ibu ibu diminta pro aktif terhadap perkembangan anak anaknya dirumah. Kita harus melihat perkembangan tingkah lakunya secara terus menerus,” sebutnya

Jangan menjadi “Perempuan yang Apatis” terhadap narkoba, karena keluarga bisa hancur akibat terjerumus narkoba. Apalagi zaman sekarang anak anak dibawah umur sudah ada kedapatan menggunakan narkoba ,karena jenis narkoba ini sangat menarik anak anak itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>