DUMAI – Direktur RSUD Dumai dr Ferianto menyebut, saat ini managemen tengah mempersiapkan rumah sakit menjadi tempat pendidikan bagi calon dokter dan disiplin ilmu pengetahuan umum lain, karena dinilai sudah memenuhi penilaian. Di antaranya dari Kopertis Riau, status tipe B dan peningkatan infrastruktur, kelengkapan alat medis dan fasilitas pendukung lain.

“RS pendidikan ini untuk tingkat provinsi riau, meliputi tempat belajar calon dokter, para medis, penelitian, pelayanan pendidikan kedokteran, dokter gigi dan kesehatan multiprofesi lain,” kata Ferianto baru ini pada pers.
DIjelaskan, peningkatan di RSUD rujukan di Provinsi Riau ini agar mendapat kepuasan masyarakat, dan nanti RS pendidikan akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab, dan sejumlah pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Riau.
Status tipe B, lanjutnya, adalah syarat mutlak rumah sakit pendidikan dan Dumai adalah satu satunya rumah sakit kabupaten/kota di Riau, yang dinyatakan lulus dengan predikat paripurna oleh Kemenkes.
“Akhir 2018 ini diharap kita sudah dapat menyelenggarakan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan,” sebutnya.
Dalam pelayanan medis, total jumlah ketenagaan sekitar 650 tenaga profesional, didukung 25 instalasi mulai dari IGD, kebidanan, kandungan, hemodialisa, farmasi, anastesi, ICU dan lain sebagainya.
Kemudian, terdapat 30 kepala ruangan yang bertugas menyelenggarakan berbagai kegiatan pekerjaan ditujukan untuk keperluan rumah sakit, sedangkan untuk perawatan medis ada 61 dokter dan spesialis, terdiri atas 34 dokter spesialis, 25 dokter umum dan 2 dokter gigi, ditambah juga 320 perawat dan 100 tenaga kebidanan.(hms)