Dumai- Kasus AIDS di Kota Dumai sampai Oktober 2018 (sumber Dinas Kesehatan Kota Dumai red) berjumlah 418 kasus. Dari total 418 kasus, kasus HIV baru yakni pada usia produktif antara 24 sampai 44 tahun. Hal ini erat kaitannya dengan lelaki beresiko tinggi dengan mobilitas yang tinggi atau dikenal dengan istilah ”Man With Money, Mobile and Macho Environment” termasuk perkembangan lainnya adalah meningkatnya prevelensi HIV dari waktu ke waktu.

”Kasus HIV yang ada dikota Dumai tercatat sebesar 418 kasus dengan kontribusi terbesar berasal dari penularan transmisi seksual sebesar 368 kasus atau 86,5 % yang sebagian besar adalah dari kalangan generasi muda,” ujar kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Dumai Hj Nurbaiti sebagai Ketua pelaksana pada Seminar HIV/ AIDS sempena peringatan Hari Aids Sedunia yang ditaja oleh Dinas Kesehatan Kota Dumai bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Dumai Selasa (11/12/2018) digedung Sri Bunga Tanjung Pendopo jalan Putri Tujuh Dumai.
Seminar HIV/AIDS ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dan dihadiri oleh Plh Dinkes Dumai dr Saiful, seluruh Kepala Puskesmas sekota Dumai, pengurus Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Dumai, tim VCT Puskesmas sekota Dumai serta para peserta dari kader Kesehatan dan kader Posyandu.
Ketua pelaksana yang juga Kabid P2P Dinkes Dumai Hj Nurbaiti juga menyampaikan, Peringatan Hari Aids sedunia pada 1 Desember adlaah momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan epidemi HIV dan sekaligus mengajak semua kalangan untuk lebih giat dalam melakukan upaya penanggulangan AIDs yang penyebarannya tergolong cepat, memperkuat komitmen dan kepemilikan semua pihak dalam pengendalian HIV-AIDS dan menjadi perhatian utama semua sektor. Selain itu penyebarluasan informasi tentang HIV-AIDS kepad amasyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan HIV yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo mengatakan, upaya mengatasi epidemi HIV dan AIDS di negara ini hanya akan berhasil bila semua kompponen masyarakat bersatu dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS dengan didukung oleh Komitmen yang tinggi dan kepemimpinan yang baik dari Pemerintah. ”Dukungan dunia usaha seperti perusahaan-perusahaan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS secara keseluruhan sangatlah penting. Melalui upaya-upaya pencegahan HIV dan AIDS ditempat kerja diperusahaan diharapkan dapat mencegah kerugian akibat dampak HIV dan AIDS pada dunia usaha itu sendiri, sekaligus memutus salah satu mata rantai penularan HIV pada kalangan pekerja yang merupakan bagian dari mata rantai penularan di masyarakat luas,” ujar Eko Suharjo.
Termasuk peran penting kader Posyandu yang ada dikota Dumai.Oleh karena itu kata Wawako Dumai ini, sangat perlu para kader Posyandu dan kader Kesehatan ini dibekal dengan pengetahuan dan layanan, sehingga mampu melindungi dirinya dan melindungi orang lain terhadap resiko resiko penularan HIV AIDS.
Seminar ini merupakan upaya upaya yang dilakukan untuk meminimalisir angka penular juga dengan harapan Penyakit ini dapat kita basmi. Masyarakat perlu untuk tau secara mendalam apakah HIV AIDS serta IMS apa sajakah yang menyebabkan penderita terjangkit Penyakit ini, serta cara cara penularan dan penyebab penularan, juga cara cara mencegah terjangkitnya penyakit ini,” terang ketua KPA Kota Dumai.(hms)