DUMAI – Pemerintah Kota Dumai tengah menyiapkan ribuan hektar lahan abadi mandiri untuk pertanian dan perikanan di Kecamatan Sungai Sembilan, dan sudah diusulkan dalam rancangan tata ruang wilayah.

“Kita siapkan lahan pertanian seluas 10 ribu hektar, dan lahan untuk perikanan seluas 800 hektare, atau total lahan 10.800 hektar,” kata Wali Kota Dumai Zulkifli As belum lama.

Dikatakan, penyiapan lahan di Kecamatan Sungai Sembilan karena wilayah ini memiliki luas areal cukup besar, dan bahkan hampir separoh Kota Dumai.
Melalui pencanangan lahan tersebut, instansi terkait yaitu dinas pertanian dan ketahanan pangan harus menyikapi dengan baik, karena Dumai berstatus kota, namun potensi pertanian cukup besar.
“Potensi pertanian cukup besar, dan bahkan petaninya berprestasi hingga tingkat nasional,” sebut Zulkifli.
Dijelaskan, potensi pertanian tidak sama dengan bidang perikanan, sehingga perlu dilakukan terobosan agar berprestasi seperti sektor pertanian.
Salah satu keberhasilan sektor pertanian dan perikanan, ialah program bantuan sapi bergulir mencapai ratusan ekor tiap tahun, dan tanaman cabai sudah mampu swasembada hingga memasok kebutuhan untuk ke daerah luar, seperti Duri, Bengkalis, Rohil dan Pekanbaru.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dumai Hadiyono menyebutkan, siap untuk mengelola lahan yang direncanakan pemerintah tersebut, dan saat ini di Dumai terdapat 480 kelompok tani.
Menurutnya, sebagian besar petani saat ini menumpang pada lahan dikuasai pihak lain, dan melalui lahan abadi mandiri nanti dapat membuat para petani lebih mapan dengan kepemilikan lahan yang jelas.
Sedangkan di sisi penerapan teknologi pada pertanian, berbagai bantuan terus disalurkan dengan dibarengi pembinaan pengoperasian peralatan, bibit ternak maupun padi, jagung, cabai dan lainnya.
“Berbagai bantuan terus diberikan pemerintah ke petani, seperti alat pengolah lahan, pupuk, alat pengairan dan bibit, diharap bisa memotivasi petani agar fokus dalam bekerja,” sebut Hadiyono.(hms)

DUMAI – Sampah dan sedimentasi di parit sepanjang Jalan Sultan Syarif Kasim Dumai menjadi penyebab banjir. Walikota Dumai mengerahkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi dan sampah dari dalam parit di sepanjang Jalan Sultan Syarif Kasim Dumai, Selasa (6/11/2018).

Goro dipimpin langsung Walikota Dumai, hadir Kepala Dinas PU, Camat Dumai Kota, Lurah Dumai Kota, Pegawai Kebersihan dari dinas terkait dan operator alat berat.
Di sela-sela Gotong Royong, walikota meninjau sedimentasi dan sampah yang menyumbat drainase di sepanjang Jalan SS Kasim Dumai.
“Air yang seharusnya bisa langsung mengalir menuju laut, terhambat karena tumpukan sampah dan sedimentasi. Akibatnya air meluap dan menggenangi jalan di Jalan Sultan Syarif Kasim dan rumah warga di sekitarnya apabila hujan deras,” kata Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi.

Walikota juga mengatakan bahwa pengangkatan sedimentasi dengan eskavator untuk mendalamkan parit, membersihkan sampah agar fungsi drainase dapat berfungsi dengan baik mengantarkan air hingga ke pembuangan akhir.
Pada kesempatn itu, Walikota juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya imbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Saya juga mengimbau masyarakat agar rutin melaksanakan goro. Goro bisa di mulai dari rumah sendiri,” pungkasnya.(hms)

DUMAI – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Dumai menyatakan, hasil polling dilakukan baru ini, diperoleh data 90 persen lebih warga menginginkan air bersih, dan pengelola meyakinkan bahwa air bersih akan segera terealisasi.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Dumai Riau Satria menjelaskan, progres penyelesaian air bersih saat ini terus menunjukkan kemajuan, dan salah satu upaya dilakukan pemerintah ialah sistem kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU).
KPBU ini dilakukan karena diketahui APBD Dumai tidak mampu memfasilitasi air bersih, sehingga menggandeng pihak ketiga untuk dapat mewujudkan impian masyarakat tersebut.
“Pemerintah menyusun tiga program air bersih, yaitu SPAM Durolis, PDAM dan KPBU AM, dan ada yang sudah berjalan, yaitu pdam sumur bor difasilitasi pemerintah untuk wilayah pinggiran yang tidak dijangkau oleh pipa infrastruktur air bersih,” kata Riau.

Dikatakan, hingga kini tahapan KPBU sudah sampai pada penyusunan kelayakan oleh calon pemrakarsa, dan jika diterima maka, penetapan calon pemrakarsa tadi menjadi pemrakarsa KPBU AM Kota Dumai.

Wali Kota Dumai Zulkifli As menjelaskan, progres KPBU AM terus berjalan, dan sudah dibentuk tim yang akan menuntaskan penyelesaian KPBU AM agar segera dikerjakan oleh investor.
“Saya sudah meminta tim dan instansi terkait agar hal ini segera dituntaskan, dan alhamdulillah progresnya sudah bagus, kemungkinan awal tahun 2019 sudah dimulai pembangunan tahap awal,” kata wali kota.

Ditambahkan, polling sudah dilakukan secara acak dan bebas, dan didapati 90 persen lebih warga Dumai berminat untuk KPBU AM, oleh sebab itu para investor yakin untuk bisa menuntaskan dan mewujudkan air minum di Dumai.
“Ini pekerjaan berat dan butuh dana tidak sedikit, namun pemerintah tetap berupaya menuntaskan program air bersih dengan pihak ketiga, diharap seluruh warga segera dapat menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari hari,” sebutnya.

Untuk percepatan KPBU AM, dibentuk tim khusus yang memproses perencanaan teknis, hukum dan kemudahan investor mendapat fasilitas pelayanan maksimal. Dengan demikian pekerjaan fisik untuk KPBU AM nantinya segera bisa dimulai, sebutnya. (hms)
DUMAI – Serapan belanja daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Dumai Tahun 2018 hingga periode triwulan ke 3 telah mencapai 60 persen dari total anggaran.

Wali Kota Dumai Zulkifli As optimis serapan APBD Dumai bisa maksimal hingga akhir tahun nanti, mengingat masih ada sejumlah kegiatan belum jalan dan dalam tahapan proses.

“Saat ini serapan anggaran sudah mencapai 60 persen dan itu wajar dan cukup melihat indikator penyerapan anggaran yang sudah ada,” kata wali kota baru ini pada pers.

Dikatakan, hingga kini pelaksanaan serapan anggaran tidak ada kendala berarti, namun semuanya dalam tahap proses hingga Oktober, dan sudah bisa dijalankan sesuai perencanaan.Sedangkan sisa 40 persen serapan anggaran sebahagian besar berasal dari kegiatan fisik dan kemajuannya sudah melalui tahapan proses dan sudah bisa dikerjakan.

“Semua kegiatan masih dalam proses dan bisa dikerjakan, kita optimis sampai 15 desember nanti semuanya selesai dan serapan anggaran bisa maksimal,” sebut Zulkifli.

Sebelumnya, terkait penolakan RAPBD Perubahan 2018, Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir menyebut bahwa program pembangunan daerah tetap dijalankan dengan menggunakan peraturan kepala daerah.

Penggunaan Perkada ini, untuk mensiasati ditolaknya RAPBD P 2018 Kota Dumai dan sebagai landasan dalam penggunaan anggaran daerah agar program kerja pelayanan publik tetap berjalan.

“Kita akan gunakan peraturan kepala daerah, namun tentunya tidak semua kegiatan dalam anggaran perubahan dapat dijalankan,” kata Sekda Nasir.
Menurutnya, Perkada merupakan solusi pemerintah dalam penggunaan anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik meski tidak semua pengajuan anggaran bisa terlaksana.

Sebab, dengan peraturan kepala daerah hanya bisa untuk kegiatan prioritas yang lebih menyentuh publik dalam pelayanan dan kegiatan membutuhkan dana besar.

Penolakan RAPBD 2018 Kota Dumai, lanjutnya, karena keterlambatan dua hari dalam pengajuan ke pemerintah, namun dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan publik dan roda pemerintahan. (hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai pada tahun ini mengklaim sudah swasembada cabai, khususnya untuk jenis cabai merah berkat penggalakan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

Hal itu disampaikan Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi usai membuka acara Peringatan Hari Pangan Nasional tingkat Kota Dumai Tahun 2018 di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai, Kamis (1/11/2018).

Menurut Walikota, cabai merupakan salah satu komoditas perhatian pemerintah tahun ini.
“Cabai merupakan salah satu komoditas perhatian pemerintah, Alhamdulillah tahun ini Dumai berhasil swasembada cabai,” kata Wako H Zulkifli AS.
Pemko Dumai akan terus mensuport para petani di Dumai khususnya petani cabai agar mampu meningkatkan hasil pertaniannya.
Selain itu, besarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan bidang pertanian, dapat terlihat dari bantuan pemerintah yang diserahkan kepada seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kota Dumai.
Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan. Salah satu programnya adalah Peningkatan Kesejahteraan Petani dalam bentuk Kegiatan Peningkatan Sistem Insentif dan Disinsentif bagi Petani/Kelompok Tani.
Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura yang ditujukan untuk petani/kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan dan kesejateraannya. Terbukti sejak 2016, luas lahan tanam dan peningkatan produksi tanaman terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai Hadiyono mengatakan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai jumlah lahan yang digunakan oleh petani cabai sekitar 150 hektar.
“Lahan tersebut dikelola 40 kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Bukit Kapur dan di Kecamatan Medang Kampai,” kata Hadiyono.
Lanjutnya, hasil produksi cabai dalam sepekan mencapai 4 hingga 6 ton per-hektarnya.
“Alhamdulillah, kebutuhan cabai warga Dumai seluruhnya bisa terpenuhi petani lokal. Bahkan para petani juga mengirim hasil panen ke luar daerah seperti Pekanbaru, Bagan Batu, Bengkalis, Duri, Rohil, Batam dan daera lainnya,” papar Hadiyono.(hms)

Dumai- Wali Kota Dumai H Zulkifli AS mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 ini merupakan momentum menguatkan peran petani pada pembangunan pertanian berbasis spesifik lokasi. Hal tersebut selaras dengan tema HPS “Optimalisasi Sumberdaya Lokal Menuju Kemandirian Pangan”. Tema ini sangat strategis mengingat begitu banyaknya jenis-jenis sumberdaya pangan lokal yang bisa dikembangkan dalam pemenuhan kebutuhan pangan kita semua, baik tanaman pangan maupun hortikultura.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Dumai pada Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-38 Tingkat Kota Dumai dilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Kamis (1/11/2018). Dalam kesempatan tersebut Walikota Dumai mengatakan, selain pengembangan dalam skala besar, juga bisa dikembangkan skala rumah tangga, seperti daerah kita termasuk daerah perkotaan, pemanfaatan lahan pekarangan dapat dikembangkan melalui upaya pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan manfaat lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
”Upaya ini dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan keluarga seperti aneka sayuran, buah, serta budidaya ternak dan ikan sebagai tambahan untuk ketersediaan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein bagi keluarga pada suatu lokasi kawasan perumahan/warga yang saling berdekatan. Dengan demikian akan dapat terbentuk sebuah kawasan yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dalam kawasan tersebut dan optimalisasi lahan pekarangan sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga dalam penyediaan pangan, apalagi dengan kondisi terjadinya kenaikan harga pangan di pasaran, dengan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga tidak akan berpengaruh dalam penyediaan pangan yang cukup, bergizi, seimbang dan aman terpenuhi”jelas Zul AS.
Lebih lanjut dikatakan, dilihat dari perkembangan penduduk secara Nasional umumnya dan Kota Dumai khususnya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Sehingga kebutuhan terhadap pangan, air dan energi sangat dominan. Kebutuhan pangan pada saat ini baru 5–15 % tersedia dari dalam dan sisanya merupakan pasokan dari luar daerah melalui jalur distribusi.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu dikota Dumai ini juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan mulai dari petugas/ penyuluh PNS dan Non PNS, kepada para pelaku usaha baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dan semoga kedepan akan lebih baik lagi.
Dalam pembangunan pertanian imbuh Zul AS, selain pemerintah, peran serta masyarakat tani atau kelembagaan tani sangat diperlukan. Dengan adanya Kelembagaan KTNA sebagai wadah musyawarah petani-nelayan dan merupakan mitra pemerintah dalam mensukseskan pembangunan di sektor pertanian-perikanan. Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukungan nyata baik dari pemerintah maupun masyarakat tani selaku pelaku utama maupun pihak lainnya.(hms)