DUMAI – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Dumai Erinasrizal menyerahkan kepada Panselnas CPNS 2018 terkait sistem ranking dalam kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna Pengesahan RAPBD Dumai 2019 di Kantor DPRD Dumai Kamis (22/11/2018).
“Kami tidak tahu perihal sistem ranking dalam kelulusan para peserta. Terkait sistem ranking dalam kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 Kota Dumai kami serahkan kepada Panselnas CPNS 2018,” katanya.
Lanjutnya, perankingan itu diserahkan kepada Panselnas. Nanti pihaknya akan membahas dengan Panselnas terkait kelulusan peserta SKD dalam CPNS 2018.
BKPP Kota Dumai sudah mendapat edaran tentang Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Nomor 61 Tahun 2018 mengenai aturan baru untuk sistem ranking dalam SKD.
Peserta yang tidak lolos SKD masih memiliki peluang untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan sejumlah syarat. Satu di antaranya mereka yang meraih skor total Minimal 255 bisa melanjutkan tes SKB CPNS 2018.
Mereka yang lolos passing grade dalam SKD CPNS 2018 di Dumai hanya 61 dari 3729 peserta yang ikut ujian. Mereka yang tidak lolos passing grade mencapai 3.668 peserta.
Diberitakan sebelumnya, SKD CPNS 2018 telah dilaksanakan 10 -15 November di STIA Lancang Kuning Dumai.
SKD dilaksanakan dengam sistem Computer Assisted Test (CAT) selama 90 menit. Dengan materi Test Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).(hms)

DUMAI – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Dumai gencar melaksanakan Operasi Yustisi untuk menertibkan warga Dumai yang belum memiliki KTP.

Penertiban ini untuk menciptakan Kamtibmas. Terbukti dalam sepekan, Satpol PP Dumai berhasil mengamankan 137 orang yang tidak memiliki KTP dan lupa membawa KTP saat berpergian ke luar rumah.
Operasi Yustisi tidak hanya menyasar warga yang melintas di jalan raya, juga dilakukan di rumah kosan dan tempat hiburan. Mereka yang terjaring langsung disidangkan dan didenda sesuai putusan PN.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Dumai RH Bambang Wardoyo, Rabu (21/11/2018).

Lanjutnya, operasi Yustisi merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah (Perda) Kota Dumai Nomor 6 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Operasi Yustisi kita laksanakan sepekan mulai Senin (12/11/2018) sampai Jumat (16/11/2018) lalu,” tambahnya.

Operasi ini melibatkan instansi terkait seperti Disdukcapil, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, TNI/Polri dan Instansi terkait lainnya.

Terakhir, Bambang mengatakan bahwa bagi warga Dumai yang belum memiliki identitas kependudukan agar segera mengurusnya di Kantor Pencatatan Sipil Kota Dumai.(hms)

DUMAI – Wali Kota Dumai Zulkifli As membuka pendidikan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor dan surat keterangan kecakapan-60 mil diadakan Persatuan Pengusaha Pelayaran Rakyat, Senin.

Dalam sambutan, wako menyambut baik kegiatan ini karena setiap awak kapal atau nelayan perlu kecakapan dan pemahaman dalam keselamatan pelayaran.

“Dumai sebagai kota dikenal kepelabuhanan dan perairan, melalui diklat ini diharap nelayan dapat memahami prosedur keselamatan pelayaran,” kata wali kota di Gedung Daerah Pendopo Sri Bunga Tanjung.
Disebutkan, dalam kegiatan diklat ini diharap juga dapat membentuk sumber daya manusia kelautan yang berkualitas sehingga nelayan Dumai menjadi tenaga yang profesional.
Nelayan yang sebagian besar waktu dihabiskan di laut harus menguasai standar keselamatan, agar ketika ada insiden bisa langsung melakukan antisipasi dan penyelamatan.
“Diklat diberikan secara gratis ini juga untuk mendukung program dari kementerian perhubungan, karena itu peserta agar dapat mengikuti dengan baik dan serius,” sebut Zul As.
Ketua Panitia David Saro mengatakan, kegiatan diklat ini mengacu edaran Dirjen Perhubungan Laut dan bekerjasama dengan Kesyahbandaran, Poltek Pelayaran Sumatera Barat, Poltek Perikanan Dumai dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.

Peserta sebanyak 400 orang merupakan nelayan dan awak kapal yang sehari hari menjalani aktivitas melaut, berasal dari berbagai daerah, Dumai, Bengkalis, Selatpanjang Meranti dan Rokan Hilir.
“Setiap peserta akan menerima sertifikat sebagai dasar penerbitan buku pelaut, dan program ini merupakan kegiatan bantuan dari kemenhub untuk kemudahan awak kapal dan nelayan,” kata David.
Kegiatan diklat ini direncanakan selama empat hari dengan pemateri dari Poltek Pelayaran Sumbar, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Dumai dan tim dokter serta tenaga pengajar.
Hadir juga dalam pembukaan diklat ini, Kepala KSOP Dumai Sanggam Marihot, Palaksa Lanal Letkol Syaiful, Perwakilan Kapolres, Dandim, Bea Cukai, Dinas Perikanan Dumai, Ketua INSA dan lainnya.(hms)

Dumai- Memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Dinas Kesehatan Kota Dumai melaksanakan kegiatan Senam Massal serta berbagai perlombaan. Senam dan Perlombaan diikuti seluruh Kader Kesehatan diseluruh wilayah Puskesmas se Kota Dumai termasuk dari Dinas Kesehatan Kota Dumai bertempat di lapangan eks Kantor Walikota jalan HR Soebrantas ini dibuka langsung oleh Walikota Dumai melalui kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H Paisal SKM MARs.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H Paisal mengatakan, kegiatan senam massal seluruh kader Kesehatan, termasuk kader Posyandu ini dalam rangka memeriahkan HKN tahun 2018 sekaligus untuk menjalin silaturahmi jajaran dinas kesehatan. Dikatakan, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). hal tersebut didasarkan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait.
Dengan mendorong program Indonesia sehat melalui pendekatan Keluarga dan Germas katanya lagi, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masya masyarakat yang setinggi tingginya, sehingga tercipta masyarakat yang produktif serta dapat berperan aktif dalam pembangunan Nasional.
Paisal mengajak seluruh insan kesehatan khususnya jajaran Dinas Kesehatan Kota Dumai agar menjadikan Peringatan HKN ke 54 tahun 2018 ini sebagai momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan spembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana keberhasilan sektor kesejatan dalam melibatkan semua Unsur, lintas Sektor dalam melaksanakan pembangunan kesehatan.
Sementara itu Kasi Promkes Dinkeas Martalena menambahkan, pada semarak HKN tahun 2018, selain senam massal ada beberapa kegiatan lomba yang dilaksanakan yakni lomba bawa kelereng menggunakan sendok, lomba memasukkan air secara berantai serta lomba yel-yel kader Kesehatan.(hms)

DUMAI – Taruna dan Taruni Satuan Latihan (Satlak) Praktek Jalayudha Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 berhasil memukau warga Dumai saat melaksanakan Kirab Kota, Kamis (15/11/2018).

Masyarakat memadati jalanan untuk menyaksikan pertunjukan Kirab Kota Drum Band Akademi Angkatan Laut (AAL) yang tengah menyelesaikan tugas akhir.

Kirab Kota dilepas oleh Pjs Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai.

Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika di depan Mako Lanal Dumai dengan rute perjalanan Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Jendral Sudirman, Jalan HR Subrantas dan berakhir di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Dumai.
Di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Drum Band Akademi Angkatan Laut (AAL) menampilkan berbagai atraksi disaksikan ribuan warga Dumai.
Hadir wakil walikota Dumai Eko Suharjo SE didampingi Pjs Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai.

Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika, Komandan Satgas Perwira Pelaksana Latihan Jala Yudha 2018 Letkol Laut (P) Filda Malari, dan Forkopimda. Wawako secara resmi membuka acara Kirab Kota.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Satuan Latihan (Satlak) Praktek Jalayudha Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018.
Sebanyak 122 Taruna Tarunawati AAL datang ke Dumai menggunakan KRI Abdul Halim Perdanakusuma nomor lambung 355 dan KRI Teluk Banten nomor lambung 516 dari Surabaya. Mereka tiba di Dumai pada 12 November lalu dan akan kembali besok 16 November 2018.
Wakil walikota Dumai Eko Suharjo dalam sambutannya mengatakan, dirinya merasa bahagia bisa menyaksikan Kirab Kota Taruna dan Taruni AAL.
“Saya senang dan bahagia bisa menyaksikan langsung Kirab Kota Taruna dan Taruni AAL. Kegiatan ini sangat meriah dan menghibur masyarakat Dumai,” katanya.
Lanjutnya, tentunya merasa bangga karena Dumai terpilih menjadi pusat pelatihan pelayaran Jalayudha bagi 122 Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 64 Tahun 2018.
“Saya berharap, apa yang menjadi tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
“Ini hendaknya menjadi motovasi bagi generasi muda Dumai untuk mau berjuang lebih keras agar bisa masuk dalam akademi angkatan laut yang pasti akan membangakan Kota Dumai dan juga bagi mereka dan keluarga,” pungkas Wawako.
DUMAI – Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 berhasil memukau warga Dumai saat melaksanakan Pagelaran Seni di Taman Bukit Gelanggang Jalan HR Subrantas Dumai, Rabu (14/11/2018) malam.
Pagelaran seni dihadiri Pjs Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE dan Kepala OPD di lingkungan Pemko Dumai, Komandan Satgas Perwira Pelaksana Latihan Jala Yudha 2018 Letkol Laut (P) Filda Malari, Forkopimda dan undangan lainnya.
Pantauan dilapangan, ribuan warga Dumai memadati Taman Bukit Gelanggang untuk menyaksikan pertunjukan Pagelaran Seni oleh Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Satuan Latihan (Satlak) Praktek Jalayudha Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 di Kota Dumai 12 – 16 November 2018.
Sebelum ke Dumai, para Taruna menempuh perjalanan dari Surabaya dan Lampung, selanjutnya ke Dumai. Dari Dumai para Taruna akan menuju Ranai, Palembang dan kembali ke Surabaya. Mereka akan menempuh perjalanan selama 30 hari dengan menggunakan KRI Abdul Halim Perdanakusuma nomor lambung 355 dan KRI Teluk Banten nomor lambung 516.
122 Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut unjuk kebolehannya pada acara pagelaran seni, seperti menampilkan tarian daerah, menyanyi, memainkan alat musik tradisional, kabaret dan kegiatan lainnya.
Komandan Satgas Perwira Pelaksana Latihan Jala Yudha 2018 Letkol Laut (P) Filda Malari menjelaskan, pagelaran seni bertujuan untuk mempromosikan keberadaan taruna AAL agar pemuda pemudi memiliki animo besar untuk bergabung dengan AL.
Dijelaskannya, Satuan Latihan (Satlak) Praktek Jalayudha Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 merupakan latihan tingkat akhir selama menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Laut.
“Mereka akan dilantik pada Juli 2019 mendatang. Ini latihan terakhir untuk mengaplikasikan seluruh ilmu yang didapat selama menjadi siswa di Akademi AL,” tambahnya
Dan selama di kapal perang, para Taruna/Taruni akan melaksanakan berbagai peran. Mereka akan bertugas sebagai asisten perwira jaga darat dan jaga laut serta memahami peran, fungsi dan tanggung jawab departemen sesuai korps masing-masing.
Sementara, Wakil Walikota Dumai merasa bangga melihat pertunjukan Akademi Taruna AAL melalui kegiatan pagelaran seni.
“Selamat datang ke Kota Dumai. Saya atas nama Pemko Dumai menyambut gembira kedatangan Taruna AAL Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018.” Kata wawako
Lanjutnya, Kami merasa bangga karena Dumai terpilih menjadi Pusat Pelatihan Pelayaran Jalayudha bagi 122 Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 64 Tahun 2018.
“Saya berharap, apa yang menjadi tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.(hms)

DUMAI – Untuk mencegah, melindungi, dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai mengadakan kegiatan penyusunan rencana kontinjensi penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) di Pelabuhan Laut Dumai.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE, Rabu (14/11/2018) di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI.

Acara dihadiri Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI dr. Asdikin Iman Hidayat Dachlan, Kepala Dinas Kesehatan Dumai H Paisal SKM MARS, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai, H. Efrizon SKM dan undangan lainnya.

Ketua panitia Suprapto SKM MSi mengatakan tujuan kegiatan ini untuk penyusunan kontinjensi penanggulangan KKM di Dumai yaitu tersedianya dokumen Rencana Kontijensi sebagai pedoman dalam melakukan aksi dan tersedianya Instrumen kesiapsiagaan deteksi dini dan respon cepat dalam hal penanggulangan KKM.
Dijelaskannya, manfaat penyusunan kontinjensi penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat untuk penanggulangan KKM dan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya KKM di Pelabuhan Laut Dumai.
Acara ini dikuti 70 orang peserta terdiri dari pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai dan dari instasi terkait serta dari perusahaan yang ada di Dumai.
Sementara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai H Efrizon SKM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan kita dalam menanggulangi kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini memberikan dukungan legalitas serta pedoman dalam respon cepat untuk menanggulangi KKM di Pelabuhan Laut Kota Dumai. Dimana dalam rencana kontijensi direncanakan kegiatan untuk menghadapi suatu peristiwa KKM.
Kegiatan penyusunan rencana kontijensi dimulai dari penilaian potensi risiko KKM yang dapat masuk/keluar pintu masuk pelabuhan sehingga penyusunan Rencana Kontijensi ini dapat memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat jika terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat.
Terakhir Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE mengatakan setiap Kabupaten/Kota diwajibkan mempunyai kesiapsiagaan dalam penanggulangan KKM yang berpotensi wabah.
“Berbagai macam penyakit dan virus dapat masuk dari manapun. Oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan kejadian tersebut,” kata wawako.
Oleh karenanya Pemko Dumai mendukung dilaksanakannya kegiatan ini sebab penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat menjadi hal yang yang sangat penting.

Pertemuan ini sangat besar manfaatnya, karena para peserta akan memberikan pikiran bagi perkembangan kesehatan masyarakat. Wawako juga berharap pertemuan ini menghasilkan sesuatu yang berguna bagi keberlangsungan kesehatan masyarakat terutama dalam penanggulangan kedaruratannya di Kota Dumai.
Maka dari itu, wawako mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini sampai selesai agar apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya kegiatan ini dapat tercapai.
Dan menurutnya pembangunan kesehatan masyarakat harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat terwujud peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(hms)

DUMAI – Upah Minimum Kota (UMK) Dumai tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 3,1 juta. UMK tersebut ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Dumai baru-baru ini.

Rapat penetapan UMK Dumai dihadiri seluruh anggota dewan pengupahan yang berasal dari serikat pekerja, serikat buruh, Apindo dan Kadin Dumai.
Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS mengatakan, hasil penetapan UMK Dumai 2019 akan segera disampaikan kepada Gubernur Riau.
“Penetapan UMK 2019 mengacu kepada Peraturan Gubernur Riau dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan,” katanya, Selasa (13/11/2018).
Menurutnya, besaran UMK Dumai tahun 2019 mengalami peningkatan dibanding UMK 2018 dan yang jelas bahwa penetapan UMK Dumai telah melalui kajian-kajian dan survei oleh tim DPK.
“Kenaikan ini wajar, sesuai dengan kondisi perekonomian Kota Dumai saat ini yang pasti penetapan besaran UMK Dumai tahun 2019 ini sudah sesuai mekanisme yang ada,” terangnya.
UMK Dumai naik sekitar Rp 251 ribu dari UMK 2018 atau sekitar 8,03 persen. UMK 2018 Rp 2.866.655 naik menjadi Rp 3.118.453. Besaran UMK berlaku efektif pada Januari 2019 mendatang.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2019 sebesar Rp 2.6 juta Jumlah ini meningkat dari UMP Riau tahun 2018 yang berkisar Rp 2.4 juta.(hms)

DUMAI – Sebanyak 35 orang warga Dumai terjaring Operasi Yustisi Kependudukan. Mereka langsung disidangkan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Dumai karena tidak dapat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada saat razia di Jalan Jendral Sudirman Dumai, Senin (12/11/2018).

Operasi Yustisi dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai yang melibatkan aparat Polri, TNI, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Dumai.
Kepala Satpol PP Dumai RH Bambang Wardoyo SH mengatakan, operasi hari pertama menyasar warga yang melintas di Jalan Jendral Sudirman Dumai.
“Hari pertama Operasi Yustisi dipusatkan di Jalan Jendral Sudirman Dumai, mulai Pukul 09.00 WIB sampai dengan Pukul 11.00 WIB. Operasi ini dilakukan untuk tertib Administrasi,” kata Bambang Wardoyo.

Lanjutnya, dalam operasi tersebut, sebanyak 35 orang terjaring razia, terdiri dari 27 pria dan 8 orang wanita. Masing-masing dikenakan denda maksimal Rp 50.000. Denda yang dikenakan sesuai putusan PN.
“Dari 35 orang yang terjaring razia, mayoritas lupa membawa KTP, sebagian mengaku belum memiliki KTP elektronik. Jumlah denda yang terkumpul di hari pertama sebanyak Rp 975.000. Uang tersebut langsung disetor ke kas negara,” terangnya.
Masih kata Bambang, operasi ini dilaksanakan selama satu minggu mulai Senin (12/11/2018) sampai Jumat (16/11/2018).
“Bagi warga yang igin berpergian jangan lupa membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP),” pesannya.
Terakhir Bambang mengatakan bahwa operasi ini untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai, Nomor 6 Tahun 2007, tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Terakhir, Bambang mengatakan, bagi warga Dumai yang belum memiliki identitas kependudukan agar segera mengurusnya di Kantor Pencatatan Sipil Kota Dumai.(hms)

DUMAI – Pjs Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika didampingi Forkopimda Dumai menyambut kedatangan Satuan Latihan (Satlak) Praktek Jalayudha Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018 di dermaga A Pelindo I Cabang Dumai, Senin (12/11/2018).

Sebanyak 122 Taruna AAL Tingkat IV diangkut menggunakan dua kapal perang, masing-masing KRI Teluk Banten dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma. Mereka tiba di Dumai sekitar Pukul 07.30 WIB.
Setelah penyambutan oleh Pjs Danlanal Dumai di dermaga A Pelindo I Cabang Dumai acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama walikota Dumai H Zulkifli AS di gedung media center Jalan Putri Tujuh Dumai dilanjutkan makan siang bersama.
Pada kesempatan itu walikota menyempatkan diri menyampaikan profil dan visi misi Kota Dumai serta berdialog langsung bersama para peserta Latihan Praktek Pelayaran Jalayudha Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 64 Tahun 2018 yang juga dihadiri Pjs Danlanal Dumai beserta jajarannya.
Kedatangan Taruna AAL ke Dumai guna melaksanakan latihan praktek pelayaran Jalayudha.
Sebelum ke Dumai, para Taruna menempuh perjalanan dari Surabaya dan Lampung, selanjutnya ke Dumai. Dari Dumai para Taruna akan menuju Ranai, Palembang dan kembali ke Surabaya, mereka akan menempuh perjalanan selama 30 hari dengan menggunakan KRI Abdul Halim Perdanakusuma nomor lambung 355 dan KRI Teluk Banten nomor lambung 516.
Komandan Satgas Perwira Pelaksana Latihan Jala Yudha 2018 Letkol Laut (P) Filda Malari menjelaskan, latihan ini merupakan latihan tingkat akhir selama menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Laut, para Taruna/Taruni akan melaksanakan berbagai peran di kapal perang termasuk menyelesaikan buku tugas AAL.
Lanjutnya, selama perjalanan mereka akan bertugas sebagai asisten perwira jaga darat dan jaga laut serta memahami peran, fungsi dan tanggung jawab departemen sesuai korps masing-masing.
Sedangkan untuk Taruna Korps Marinir diharapkan mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam latihan raid amfibi dan latihan taktik operasi darat.
“Kunjungan Taruna ke Dumai ini perjalanan etape kedua setelah dari Lampung. Di Dumai, kegiatan akan dilaksanakan sampai 16 November 2018,” katanya.
Selama di Dumai, Taruna AAL akan melaksanakan kunjungan kehormatan ke pemerintahan, mengunjungi objek wisata, dan melaksanakan kegiatan sosialisasi, mengunjungi beberapa sekolah di Dumai, Kirab kota dengan pertunjukan Drumband dan kegiatan lainnya.
Sementara, Walikota Dumai H Zulkifli AS menyambut gembira kedatangan para Taruna AAL di Kota Dumai.
“Selamat datang ke Kota Dumai. Saya atas nama Pemko Dumai menyambut gembira kedatangan Taruna AAL Tingkat IV Angkatan ke-64 Tahun 2018,” kata wako.
Lanjutnya, Kami merasa bangga karena Dumai terpilih menjadi pusat pelatihan pelayaran Jalayudha bagi 122 Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 64 Tahun 2018.
“Saya berharap, apa yang menjadi tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah Kota Dumai akan mensuport kegiatan para Taruna AAL di Kota Dumai,” paparnya.(hms)