Dumai- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Dumai menyalurkan Zakat Produktif dan konsumtif kepada para mustahik di Kota Dumai sebesar Rp683.100.000, Jumat (12/10/2018).

Penyerahan Zakat dipusatkan di masjid Habiburrahman, Jalan Soebrantas Dumai ini disampaikan langsung oleh Walikota Dumai H Zulkifli AS bersama Ketua Baznas diwakili Wakil ketua Baznas Dumai H Ishak Effendi bersama ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar serta didampingi utusan Kemenag Dumai.
Pendistribusian Zakat ini, dihadiri para Unit pengumpulan Zakat (UPZ) baik dari utusan pala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dilingkungan Pemerintah Kota Dumai dan sejumlah pengurus Baznas Kota Dumai Ishak Effendi dan Khairul Amri, H Rasyid Ridho dan lainnya.
Ketua Baznas Kota Dumai Isman Jaya Nasution melalui Wakil ketua H Ishak Efendi dalam sambutannya mengatakan, penyaluran zakat tahap II tahun 2018 dengan rincian untuk Konsumtif sebanyak 45 orang dengan jumlah dana Rp.121.500.000 selama enam bulan, untuk guru TPQ disalurkan untuk 57 orang guru dengan dana Rp. 102.600.000, bantuan untuk masjid 2 buah dengan dana Rp20 juta.
”Jadi, total dana penyaluran zakat tahap II Rp.683.100.0000 dan telah diserahkan kepada mustahik yang berhak menerima”ujar H Ishak.
Dikatakan, salah satu program Baznas adalah 70 persen zakat fakir miskin itu adalah untuk Produktif. ”Kami juga punya pendamping 4 orang dilapangan, yang siap mendampingi orang sudah dibantu. Jadi bagi mustahik yang benar-benar giat berusaha, kami akan bantu sampai jadi,” jelasnya.
Wakil Ketua Baznas Kota Dumai Ishak Effendi berpesan, kiranya para mustahik yang menerima bantuan untuk bersungguh sungguh mengelola uang didistribusikan melalui Baznas ini. ”Kita berharap, program 50 KK yang telah dibuat ini berhasil dan dapat diwujudkan. Disamping itu, ucapan terima kasih kepada UPZ yang setiap bulan rela membayarkan zakat melalui Baznas,” ujarnya.
Sementara itu Walikota Dumai H Zulkifli AS menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas Kota Dumai, yang telah bersusah payah mengumpulkan dana bantuan tersebut. Dikatakan, pekerjaan mengumpulkan dana sumbangan Baznas memang tidaklah mudah dan diperlukan dukungan dari berbagai elemen.(hms)

Dumai- Sekretaris daerah kota (Setdako) Dumai mengakui rusaknya sejumlah pintu air di Kota Dumai yang selama ini menjadi satu dari beberapa strategi pemerintah Kota Dumai dalam meminimalisir banjir.

Akibat rusaknya pintu-pintu air tersebut sejumah pemukiman masyarakat tergenang dan kondisi air juga lambat mengalir ke sungai-sungai saat air sungai surut sehingga menumpuk ke pemukiman masyarakat.

“Saya kita sudah melakukan pemantauan dan banyak kita temukan pintu-pintu air yang mengalami kerusakan karena kurangnya perawatan dari instansi terkait yang bertanggungjawab terhadap keberadaan pintu air tersebut,” ujar Sekdako Dumai H. Muhammad Nasir, Selasa (12/10/2018).
Dikatakan Sekda melihat kondisi itu kita juga sudah memerintahkan Dinas PUPR terutama bagian SDA untuk membuka semua pintu air yang ada dan alhamdulillah air sudah mulai mengalir ke sungai-sungai dan air yang ada dipemukiman masyarakat berangsur berkurang.
“Saat ini Dumai memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan bersamaan musim pasang air laut juga naik membuat jumlah air meningkat ditambah rusaknya sejumlah pintu air sehingga menyulitkan air darat bersumber dari hujan mengalir ke laut, namun semuanya sudah kita atasi,” tambah Sekda.
Sekda Kota Dumai, Jum’at (12/10/2018) memantau sejumlah titik banjir di Kota Dumai. Mantan Kadis PUPR tersebut terlihat langsung melihat lokasi dan turun ke air serta melakukan pemetaan guna mencari penyebab tergenangnya air dipemukiman warga. (hms)

Dumai- Sebagai wujud kepedulain kepada ribuan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Pemerintah Kota Dumai membuka posko bencana penggalangan dana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Hal itu diketahui melalui rapat persiapan penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Dumai HM Nasir MP didampingi Asisten III H Khairil Adli, Kepala Dinas Sosial Dumai Hasan Basri dan SKPD terkait di media center Jalan Putri Tujuh Dumai, Selasa (9/10/2018)
Sekda mengatakan, rapat ini sebagai persiapan penggalangan dana bagi ribuan korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.
“Posko bencana kita pusatkan di Kantor Dinas Sosial Jalan Janur Kuning, Kecamatan Jaya Mukti, Kota Dumai.” kata Sekda.

Sekda juga mengajak seluruh perusahaan dan lembaga lainnya di Kota Dumai untuk bersama-sama meringankan beban korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.
“Selain OPD di lingkungan Pemko Dumai, kami akan ajak perusahaan dan lembaga lainnya di Dumai untuk bersama-sama mengumpulkan bantuan. Sumbangan akan dikumpulkan di posko bencana yang ada di Dinas Sosial Kota Dumai.” Paparnya.

Sekda menambahkan, bantuan bisa berupa uang tunai, pakaian, dan Sembako. Bantuan bisa diserahkan langsung ke sekretariat posko bencana di kantor Dinas Sosial, Jalan Janur Kuning Kelurahan Jaya Mukti Kota Dumai.
Terakhir Sekda mengatakan, penggalangan bantuan harus terakomodir dengan baik, karena uluran tangan semua pihak sangatlah dibutuhkan para korban gempa dan tsunami.
Setelah terkumpul, dana dan bantuan dalam bentuk lain seperti pakaian dan sembako akan dikirim ke posko bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah di Provinsi Riau.
“Adapun untuk pengiriman hasil dari penggalangan, akan dikirim melalui posko bencana yang ada di Provinsi Riau ke Sulteng agar bantuan yang didonasikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” terangnya.
Sekda menargetkan, penggalangan dana, pakaian dan sembako akan digelar selama seminggu. “Kami akan bergerak cepat karena saudara-saudara kita yang ada di Sulteng sangat mengharapkan bantuan ini.” pungkasnya.(hms)
Dumai- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan Kota Dumai menghimbau pangkalan LPG yang menjual elpiji 3 kg harus sesuai Harga Eceran Terendah (HET) yaitu Rp18.000 per-tabung.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Dumai H Zulkarnaen Senin (8/10/2018).

“Kami menghimbau pangkalan di Dumai agar menjual elpiji 3 kg sesuai Harga Eceran Terendah (HET) Rp18.000 per-tabung,” kata Zulkarnaen.
Imbauan ini, lanjutnya, disampaikan menyusul banyaknya laporan warga yang membeli elpiji 3 kg di atas HET.
“Jika kedapatan ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kg di atas HET akan diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional kepada pemilik pangkalan,” tegasnya
Menurut Zulkarnaen tidak ada alasan bagi pangkalan menjual gas 3 kg di atas HET per-tabung. Jika masyarakat menemukan ada pangkalan yang menjual di atas HET segera melapor ke Dinas Perdagangan.
Dan dari pantuan di lapangan saat ini, tidak ada kelangkaan gas 3 kg. Terbukti, beberapa pangkalan yang ditemui memiliki stok elpiji 3 kg mencukupi dalam operasi lapangan baru-baru ini.
“Untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg kami menghimbau masyarakat ekonomi menengah ke atas dan usaha maju agar tidak menggunakan elpiji 3 kg. Pasalnya, gas bersubsidi itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat menengah bawah,” terangnya.
Terakhir Zulkarnaen mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau proses pendistribusian elpiji 3 kg.
“Kami bersama instansi terkait akan terus memantau pendistribusian elpiji 3 kg agar tepat sasaran dan dijual sesuai HET,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, guna mengantisipasi kelangkaan LPG bersubsidi, PT Pertamina (Persero) MOR I bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Dumai baru-baru ini melakukan Sidak sekaligus sosialisasi ke pengusaha kuliner non mikro terkait penyalahgunaan LPG bersubsidi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pengusaha kuliner non mikro yang masih menggunakan LPG 3 kg dalam menjalankan usahanya untuk beralih ke LPG non subsidi.
Sidak diikuti Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, H Zainal Abidin, Kepala Disperindag Kota Dumai, H Zulkarnaen, dan Sales Executive LPG V Pertamina, Adi Bagus Haqqi dan lainnya.(hms)

DUMAI – Sebanyak 15 orang atlit panahan di bawah naungan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Dumai diberangkatkan ke Rengat pada Kamis (4/10/2018) malam, untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Panahan yang diadakan oleh Perpani Riau 5 – 7 Oktober 2018.

Atlit Perpani Dumai akan bertanding dengan 200 atlit panahan dari 11 pengurus kabupaten/kota Perpani yang ada di Riau.
Agustiawan, ST ketua Perpani Dumai mengungkapkan kebahagiaannya melihat semangat para atlit yang akan ikut bertanding dalam kejuaraan panahan ini.
“Meskipun sempat vakum dalam beberapa tahun ini, melalui kepengurusan peralihan ini, Perpani Dumai berharap dapat melahirkan atlit-atlit panahan yang berprestasi bukan hanya di tingkat Kota Dumai tapi juga di tingkat Provinsi Riau maupun nasional,” kata Agustiawan Jumat (5/10/2018).
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KONI Dumai dan perusahaan-perusahaan yang telah mensupport kontingen Panahan Dumai sehingga dapat mengikuti Kejurprov tahun ini.
Ia berharap support tersebut dapat menambah motivasi para atlit untuk dapat mempersembahkan prestasi terbaiknya dalam mengharumkan nama Kota Dumai melalui olahraga panahan ini.
Dijelaskannya, pada Kejurprov II Panahan tahun ini, Perpani Dumai menurunkan atlit-atlitnya pada nomor-nomor bergengsi seperti Div Nasional Eksekutif 30m, Div Nasional U-13 15m, Div Nasional U-16 25m, Div FITA Compound 50m, Div Nasional 50-40-30m, Div Bare Bow 25m dan Div Compound Eksekutif 40m.
“Kejurprov II Panahan kali ini selain dimaksud untuk menjadi ajang kompetisi antar atlit panahan yang ada di Riau, juga menjadi sarana mencari atlit panahan yang akan mewakili Riau pada ajang Kejurnas Panahan tahun ini yang rencananya akan dilaksanakan di Bali atau Jawa Barat,” terangnya.

Terakhir Agustiawan berharap Kejurprov dapat menjadi sarana untuk lebih memasyarakatkan olahraga khususnya memanah.
“Semoga melalui Kejurprov ini dapat menjadi sarana untuk lebih memasyarakatkan olahraga ini.” Harapnya.(hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) akan memulai ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 pada 10 sampai 15 November 2018 mendatang di Kampus STIA Lancang Kuning Dumai.

Jadwal SKD dimajukan tiga hari dari jadwal semula yang pelaksanaan awalnya 13 sampai 17 November 2018.
“Semula SKD dijadwalkan 13 sampai 17 November 2018. Tapi SKD CPNS 2018 dimajukan menjadi tanggal 10 sampai 15 November 2018,” kata Kabag Humas Setdako Dumai Riski Kurniawan Senin (5/11/2018).
“Tanggal tersebut sesuai dengan pengumuman Walikota Dumai Nomor 150/BKPP/2018 tentang pelamar yang dinyatalan lulus administrasi penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Dumai 2018 ujian dimulai 10 sampai dengan 15 November 2018 di Kampus STIA Lancang Kuning Dumai,” kata Kabag Humas.

“SKD dilaksanakan dengam sistem Computer Assisted Test (CAT) selama 90 menit. Dengan materi Test Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),” tambah Riski.

Sebelumnya BKPP telah memverifikasi pelamar yang mendaftar pada lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan hasil seleksi administrasi 4.147 pelamar dinyatakan memenuhi syarat dan lulus seleksi administrasi CPNS Kota Dumai.
Pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS Kota Dumai dapat dilihat melalui website bkpp.dumaikota.go.id.

Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk masing-masing peserta juga akan diumumkan melalui website http://bkpp.dumaikota.go.id atau https://sscn.bkn.go.id.

Pendaftaran ulang sudah dilaksanakan Selasa (23/10/2018) sampai dengan Kamis (25/10/2018) lalu.
Bagi pelamar yang tidak melakukan pendaftaran ulang maka dinyatakan mengundurkan diri dan tidak diperkenankan mengikuti tes SKD.(hms)
DUMAI – Dua keluarga korban kebakaran rumah di Jalan Janur Kuning Kecamatan Dumai Timur menerima bantuan dari Pemerintah Kota Dumai dalam bentuk bahan pangan, selimut dan peralatan harian.
Bantuan langsung diserahkan Wali Kota Dumai Zulkifli As ini diharapkan dapat mengurangi beban penderitaan korban dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari hari.
“Korban harus tetap semangat dalam melanjutkan hari hari ke depan dan diharap jangan larut dalam kesedihan,” kata wali kota usai memberikan bantuan, Selasa (2/10/2018).
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu (29/9) malam, dan dua keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal, dan tentunya masih menanti uluran bantuan dari berbagai pihak.
Penyerahan bantuan ini, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai Afri Lagan berupa barang kebutuhan sehari hari bagi kedua KK yang jadi korban kebakaran dan berharap bisa sabar dan tabah.
Seorang korban, Yusniar (73) menyampaikan terimakasih pada Pemerintah Kota Dumai atas bantuan diberikan yang sangat membantu, karena memang dibutuhkan akibat semua harta benda terbakar, dan hanya menyisakan pakaian di badan.
“Kami sudah menempati rumah ini sejak 2001 dan 18 tahun berjualan di lokasi terbakar, dan saat ini terpaksa tinggal di gudang sebelah rumah yang terbakar,” sebutnya.(hms)