Dumai- Pangkalan TNI AL Dumai memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk dan ribuan bungkus rokok ilegal dari Malaysia yang terdiri dari 829 kotak miras dan 350 tim rokok ilegal.

Barang bukti tersebut merupakan hasil tangkapan Lanal Dumai 2017 sampai dengan 2018 dalam rangka memberantas barang-barang ilegal lewat laut.
Barang-barang tersebut diselundupkan dari Malaysia menggunakan dua unit speed boat tanpa nama, tanpa ABK yang berhasil ditangkap di Perairan Sungai Siak. Dan dua unit Kapal Motor masing-masing KM Alini GT 5 dan KM Fasri GT 3 juga tanpa ABK yang diamankan di Perairan Sungai Enok dalam Inhil.
Kegiatan pemusnahan dilaksanakan di lapangan Mako Lanal Dumai Jalan Yosudarso Jumat (19/10/2018).
Pemusnahan ribuan botol miras dan ribuan bungkus rokok ilegal dipimpin langsung Danlanal Dumai Kolenel Laut (E) Yose Aldino disaksikan Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Polres Dumai, Pengadilan Negeri Dumai, Bea dan Cukai Dumai, Kodim 0320 Dumai dan undangan lainnya.
Danlanal Dumai Kolenel Laut (E) Yose Aldino menyampaikan bahwa ribuan botol miras berbagai merk dan ribuan bungkus rokok ilegal ini dimusnahkan setelah melaksanakan koordinasi dengan PN Dumai.
“Pemusnahan ini dilaksanakan setelah melaksanakan koordinasi dengan PN Dumai,” kata Danlanal
Lanjutnya, pemusnahan juga dilaksanakan karena ribuan botol miras dan ribuan bungkus rokok ilegal tersebut pada saat kapal ditemukan tanpa Nahkoda dan tanpa ABK. “Kami sudah melakukan pencarian namun sampai saat ini belum tertangkap atau belum ditemukan,” tambahnya.
Masih kata Danlanal, terhadap kapal dan muatan sudah diumumkan di media cetak selama tiga hari berturut-turut, namun sampai saat ini belum ada yang merasa memiliki.
“Karena muatan miras tanpa dokumen dan merupakan barang yang dilarang beredar di masyarakat dan muatan rokok juga tanpa dokumen maka sudah sewajarnya muatan kapal tersebut dimusnahkan,” tegasnya.
Sementara itu Walikota Dumai H. Zulkifli As sangat mengapresiasi kinerja Lanal Dumai dalam menjaga laut Dumai dan Riau khususnya dari aksi kejahatan dan kegiatan ilegal.
“Kita sangat mengapresiasi kinerja Lanal Dumai yang sudah berkali-kali menggagalkan upaya penyeludupan minuman keras, rokok, pakaian bekas dan lainnya yang dilakukan di secara ilegal,” kata Zul As.
Kita berharap masyarakat atau nelayan beekerjasama dengan memberikan informasi setiap kejahatan yang terjadi agar cepat ditindaklanjuti.
“Selamat atas kinerja yang dilakikan Lanal Dumai dan diharapkan kedepan lebih baik lagi serta terus bekerja dalam menjaga kedaulatan laut kita dari segala tindak kejahatan,” ujar Zul as usai menghadiri pemusnahan tersebut.
Pantauan di lapangan, pemusnahan ribuan botol miras dan ribuan bungkus rokok yang diselundupkan dari Malaysia dilakukan dengan cara digilas dengan alat berat.
Pemusnahan ini juga dilaksanakan secara langsung atau video conferens di jajaran Koarmada I, antara lain Lanal Dumai, Lanal Batam, dan Lanal Tanjung Balai Karimun yang dipimpin oleh Pangkoarmada I di Batam.(hms)

Dumai- Guna memenuhi kebutuhan air kepada warga, pengelola program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dihimbau untuk dapat mengajukan proposal bantuan perbaikan jika ada terjadi kerusakan. Hal itu diungkapkan oleh Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukinan Rakyat (PUPR) Dumai.

Dalam mekanismenya hal itu akan memakan waktu, namun demikian perbaikan fasilitas Pamsimas meski dilakukan apabila terjadi kerusakan. Pihak pengelola dapat mengajukan surat permohonan secara resmi berupa proposal pengajuan bantuan perbaikan.
“Dana perbaikan dan perawatan Pamsimas itu ada, namun anggarannya di pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga kalau ada Pamsimas yang rusak dan perlu perbaikan dapat ajukan permohonan bantuan secara tertulis,” jelas Kabid Cipta Karya PUPR Dumai, Riau Satria.
Melalui dari dasar pengajuan proposal permohonan bantuan tersebut, pihaknya akan teruskan ke pusat agar bantuan tersebut terealisasi dan keberadaan Pamsimas kembali memenuhi kebutuhan air dan sanitasi masyarakat dapat berjalan sebagaimana meskinya.
“Untuk tahun ini kita mengajukan permohonan bantuan perbaikan Pamsimas yang ada di Kelurahan Lubuk Gaung dan Kelurahan Bukit Timah sesuai dengan proposal yang mereka buat dan alhamdulillah keduanya dapat bantuan perbaikan dari pemerintah pusat sebesar Rp150 juta untuk biaya perbaikan dan semuanya sudah dikerjakan,” ungkap pria yang akrab disapa Rio ini.
Lanjut Rio menjelaskan, pihaknya sadari untuk keberadaan fasilitas jaringan Pamsimas tidak lepas dari keruasakan terutama mesin penyedot air yang berada dibawah tanah. Itu sangat rawan kerusakan seperti konsleting dan mereka siap membantu memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan biaya perbaikan.
“Namun kita menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan perawatan dan perbaikan dari dana swakelola yang ada. Perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk rasa memiliki dan tidak hanya bertumpu dengan bantuan pemerintah. Kalau memang kerusakan membutuhkan dana besar silahkan ajukan permohonan dan pasti akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.(hms)

Dumai- Dumai dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pertemuan Pramuka se Riau atau Raimuna Daerah Riau tahun 2018 yang akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Muda Kirana Kota Dumai 28 Oktober sampai 3 Nopember 2018.

Raimuna Daerah Riau 2018 rencananya akan dihadiri dan dibuka langsung Gubernur Riau hal itu disampaikan Ketua Kwarcab Pramuka Dumai Drs H Amiruddin MM MBA Selasa (18/9/2018).

“Alhamdulillah, tahun ini Dumai dipercaya menjadi tuan rumah Raimuna 2018 akan dihadiri dan dibuka langsung Gubernur Riau,” kata Amiruddin.

Raimuna akan diikuti sekitar 1.000 peserta dari perwakilan Kwarcab Pramuka se Riau. “Masing-masing perwakilan Kwarcab Pramuka se Riau mengirimkan 100 anggota Pramuka Penegak dan Penggalang, total peserta sebanyak 1.000 orang,” tambahnya.

Masih kata Amiruddin, untuk mensukseskan Raimuna, kami pengurus Kwarcab Pramuka Dumai tengah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti penataan Buper Muda Kirana, MCK, Musholla, dan sarana lainnya.

Amiruddin berharap seluruh masyatakat mendukung kegiatan tersebut agar dapat berjalan lancar dan sukses, sebab Dumai baru pertama kali menjadi tuan rumah Raimuna Pramuka Riau 2018.

Penunjukan Dumai sebagai tuan rumah tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi kita khususnya bagi Kwarcab Pramuka Dumai maka dari itu kegiatan ini harus sama-sama kita sukseskan.

Terkait agenda yang akan dilaksanakan pada kegiatam Raimuna 2018 diantaranya lomba menembak, panjat tebing, kunjungn wisata, kunjungan ke kawasan industri Dumai dan lainnya.

Terakhir Amiruddin berharap, Raimuna 2018 dapat meningkatkan silaturahmi antar anggota Pramuka se Riau juga sebagai upaya mengenalkan Buper Muda Kirana Kota Dumai sehingga kedepan Dumai dapat dipercaya kembali menjadi tuan rumah kegiatan yang lebih besar lagi. (hms)

Dumai- Bantuan kepada pengungsi korban banjir diwilayah kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota, kota Dumai terus mendapat perhatian. Sebelumnya dari Bhayangkari Ranting Polsek Dumai mengunjungi dan memberi bantuan, kali ini Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) H Dameria beserta dari Dinas Sosial Pemko Dumai mengunjungi Posko Banjir di kelurahan Bintan kecamatan Dumai Kota.

Dalam kunjungan tersebut, Hj Haslinar bersama rombongan yang juga didampingi Camat Dumai kota Agus Gunawan, Lurah Dumai Kota dan lainnya secara langsung menyerahkan bantuan kepada korban pengungsian. Meski bantuan tidak seberapa jika dibandingkan dengan rumah yang mereka tinggali sementara akibat banjir, namun para pengungsi merasa senang dan bahagia telah dikunjungi dan diberi bantuan.

”Alhamdulillah, ada buk Walikota Dumai dan rombongan dari Pemko Dumai yang melihat langsung kondisi kami dan juga memberikan bantuan. Semoga apa yang diberi ini bermanfaat dan kondisi banjir di tempat kami khususnya di wilayah Bintan dan kota Dumai umumnya bisa cepat surut dan normal seperti biasa,” ujar salah seorang pengungsi di Posko di kelurahan Bintan Kecamatan Dumai kota yang mendapat kunjungan tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP PKK) kota Dumai Hj Haslinar Zul As dalam kesempatan tersebut mengataka, kedatangannya ke Posko Banjir guna untuk melihat langsung bagaimana kondisi. ”Alhamdulillah, untuk pengungsi posko Kantor Lurah Bintan sudah ditangani secara baik, baik oleh Camat Dumai Kota dan Lurah Dumai Kota dan pihak terkait lainnya. Artinya, masalah ini cepat mendapat respon,” ujarnya Rabu (17/10/2018) usai meninjau Posko pada Selasa (16/10/2018).

Zul As menambahkan, saat ini selain sembako, kebutuhan lain yang juga diperlukan pengungsi seperti anak-anak adalah buku serta alat tulis mereka yang terendam banjir.
Semenatara itu Camat Dumai Kota Agus Gunawan mengatakan, sejauh ini berbagai upaya terus dilakukan, termasuk memperhatikan para pengungsi di kantor lurah Bintan yang dijadikan posko banjir.(hms)
DUMAI – Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir menilai kondisi air menggenangi sejumlah kawasan dan ruas jalan umum dampak hujan deras akibat kerusakan sejumlah pintu air, dan mengimbau warga untuk giatkan gotong royong atasi banjir.

Rusaknya sejumlah pintu air untuk pengendalian banjir ini menyebabkan pemukiman masyarakat tergenang banjir dan air lambat mengalir ke sungai, dan Nasir mengajak warga agar melakukan pembersihan selokan.

“Mengatasi banjir ini selain tanggungjawab pemerintah, juga perlu peran aktif masyarakat dalam membersihkan parit atau selokan dari penyumbatan akibat tumpukan sampah,” kata Sekda Nasir pada pers, Senin.
Disebutkan, pembersihan parit tersumbat untuk melancarkan jalan air tergenang menuju pintu air tembus ke sungai terdekat, sehingga air menggenangi kawasan atau ruas jalan dapat menyusut.
Pengendalian genangan air terjadi dalam beberapa hari ini, pemerintah mengerahkan alat berat untuk mengangkat sampah atau benda yang menghambat jalan air di lokasi parit terjadi penyumbatan.
“Kondisi parit tersumbat menghambat aliran air tidak bisa dilakukan secara manual atau tenaga manusia, dan kita akan mengerahkan alat berat,” sebutnya.
Alat berat dikerahkan juga untuk memecahkan jembatan akses keluar masuk yang dibuat pemilik rumah toko jika dinilai menjadi salah satu penyebab air terhambat alirannya.
Saat ini Dumai dilanda musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan ditambah kondisi air laut naik ke daratan atau banjir bah, sehingga membuat debit air meningkat di daratan.
“Instansi terkait sudah diminta untuk membuka semua pintu air yang tembus ke sungai agar genangan air bisa bisa berkurang,” demikian Sekda Nasir. (hms)

Dumai- Capaian program Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Dumai masih sangat rendah, padahal program ini sudah berlangsung sejak Agustus lalu.

Hingga saat ini program tersebut baru menjangkau 4.093 anak atau sekitar 4,81 persen jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 86.555 anak atau 95 persen.
Untuk itu, Pemko Dumai melalui Bagian ADM Kesra menggelar kampanye dan introduksi imunisasi MR di gedung Pendopo Kota Dumai, Selasa (16/10/2018).
Pesertanya adalah perwakilan sekolah, organisasi masyarakat dan tokoh agama di Kota Dumai. Hadir Kepala Dinas Kesehatan Dumai H Paisal SKM MARS, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sekjen MUI Provinsi Riau, Ketua PMD Dumai, Asyari, Perwakilan FPI Dumai dan undangan lainnya.

“Kegiatan ini tujuannya mengajak masyarakat agar membawa anaknya untuk mendapat vaksin MR,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Riau Muhammad Ridwan yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, program imunisasi MR mestinya rampung pada akhir September 2018. Namun program ini rencananya diperpanjang hingga 31 Oktober 2018 mendatang. Ia menyebut waktu untuk mencapai target hanya 15 hari.
“Jadi kami imbau agar masyarakat bisa membawa anaknya untuk memperoleh vaksin MR,” paparnya
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Dumai H Paisal SKM MARS menegaskan pihaknya masih menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil yang ditetapkannya fatwa MUI bahwa vaksin tersebut halal.
“Namun untuk masyarakat yang tetap ingin mendapatkan imunisasi MR tersebut bisa datang ke Puskesmas.” tambahnya.

Dijelaskan Paisal, mengacu pada Fatwa MUI Nomor 4/2016 terkait hukum mengenai imunisasi, imunisasi pada dasarnya dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit tertentu dengan syarat harus menggunakan vaksin yang halal.
Keputusan penundaan pemberian vaksin MR menyusul adanya sikap penolakan terhadap vaksin MR dari berbagai daerah lantaran vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI Pusat.(hms)

Dumai- Menyiasati ditolaknya Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) pemerintah Kota Dumai akan menggunakan Peraturan Kepada Daerah (Perkada) sebagai landasan dalam menggunakan anggaran daerah guna menjalani proses pembangunan dan pelayanan terhadap publik.

Namun demikian tidak semua kegiatan yang sudah direncanakan pada RAPBD dapat dipenuhi dan dijalankan dengan penolakan RAPBD yang kita ajukan.
“Perkada menjadi solusi kita untuk menggunakan anggaran guna menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik namun tidak semua pengajuan anggaran yang ada bisah tertampung. Hanya kegiatan prioritas yang menyentuh publik dalam pelayanan dan kegiatan yang membutuhkan dana besar yang akan diakomodir,” kata sekretaris daerah kota Dumai H. Muhammad Nasir.
Kita sudah berkoordinasi dengan kementrian terkait penolakan RAPBD ini dan Perkada menjadi solusi terkait penolakan yang kita ajukan.
Penolakan RAPBD kita karena kita telat 2 hari dalam mengajukan RAPBD ke pemerintah namun dipastikan tidao akan mengganggu pelayanan publik dan roda pemerintahan, tambah Nasir.
“Sesuai dengan aturan yang ada kegiatan mendesak bisa diarahkan dengan Perkada seperti pembayaran BPJS, Jamkesda, dan kegiatan kegiatan yang sumber anggarannya dari pusat seperti DAK dan Bankeu selain kegiatan pelayanan publik,” terang Nasir.
Sementara pada RAPBD 2018 Pemko Dumai tidao mengajukan jumlah yang besar dari APBD Murni 2018 yang mana pengajuan anggaran perubahan hanya sekitar Rp5 Miliar.
“Jadi masyarakat jangan takut, meski ada penolakan RAPBD kita prosea pembangunan dan khususnya pelayanan publik masih dapat terus berlangsung,” pungkas Nasir.(hms)

Dumai- Sekretaris Daerah (Sekda) Dumai Ir HM Nasir MP didampingi Wakil Ketua DPRD Dumai H Zainal Abidin SH meninjau langsung korban banjir di tenda pengungsian Kelurahan Bumi Ayu Selasa (16/10/2018) sore.

Ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Bumi Ayu menjadi korban banjir. Rumah mereka terendam air akibat meluapnya air sungai Dumai akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat lalu.
Sebanyak 27 KK tinggal di tenda darurat yang didirikan BPBD Dumai, korban lainnya memilih tinggal di rumah keluarga dan kerabat dekatnya.
Sekda Dumai Ir HM Nasir MP didampingi Wakil Ketua DPRD Dumai H Zainal Abidin SH langsung mengunjungi korban banjir di tenda darurat. Dirinya melihat langsung kondisi korban yang mengungsi di tenda darurat dan berdialog langsung dengan warga.
Sekda mengungkapkan bahwa dirinya sengaja mengunjungi tenda pengungsian untuk memastikan para pengungsi mendapatkan layanan yang semestinya.
Sekda juga berharap BPBD dan Dinas Sosial Kota Dumai bisa maksimal untuk memberikan layanan kepada para pengungsi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan air bersih.
Menurut Sekda, hujan deras dengan intensitas cukup lama mengakibatkan banjir, khususnya di Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan.
Akibat banjir ratusan rumah di Kelurahan Bumi Ayu terendam air dengan kedalaman hingga 1 meter.
“Untuk membantu warga yang terkena banjir kita sudah siapkan dua tenda dari BPBD Dumai dan satu tenda dari Dinas Sosial. Pemko Dumai melalui Dinas Sosial dan BPBD Dumai juga telah mensuplai makanan dan minuman serta air bersih untuk warga yang mengungsi di tenda pengungsian,” sebut Sekda
Pantauan di lapangan, Sekda didampingi Wakil Ketua DPRD Dumai Zainal Abidin dan Lurah Bumi Ayu juga meninjau rumah-rumah warga yang terendan banjir.
Instansi terkait terus melakukan pendataan terhadap korban banjir. Sebab hujan dengan intensitas sedang hingga deras masih melanda Kota Dumai hingga Selasa sore sekitar Pukul 16.20 WIB.(hms)

DUMAI – Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi didampingi Sekretaris Daerah Kota Dumai Ir HM Nasir, MP, MH, MT memimpin langsung gotong royong (Goro) membersihkan drainase di sepanjang Jalan Cempedak Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota, Sabtu (13/10/2018) akhir pekan kemarin.

Jalan tersebut dipilih karena menjadi lokasi terparah dilanda banjir akibat tingginya curah hujan dan meluapnya air laut akibat pasang keling. Banjir menggenangi badan jalan hingga betis orang dewasa. Tidak hanya di Jalan Cempedak, Goro juga dilakukan sampai ke gang-gang di sepanjng jalan tersebut.
Pantauan di lapangan, banjir juga diperparah dengan tersumbatnya sejumlah selokan akibat sampah dan sedimentasi.
Dua unit alat berat diturunkan dalam kegiatan ini, satu unit eskavator untuk mengangkat sedimen dan satu unit buldoser untuk mengeruk sampah dari dalam drainase, mobil truck untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan puluhan petugas dari Dinas Perkim dan PUPR Pemko Dumai dibantu masyarakat sekitar.
“Banjir diperparah dengan tersumbatnya sejumlah selokan akibat sampah dan sedimentasi. Saya berharap Goro ini dapat mengatasi banjir,” kata Sekda.

Pada hari ini, tambah Sekda, semua sampah dan sedimen diangkat menggunakan alat berat agar aliran air lancar. Dan terbukti setelah dilaksanakan Goro, jalannya air jadi lancar dan genangan air cepat surut.
Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya imbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Saya juga mengimbau masyarakat agar rutin melaksanakan Goro, khususnya Goro membersihkan saluran drainase agar saat terjadi hujan deras Dumai tidak kebanjiran,” imbaunya.

Terkait banjir dua hari belakangan ini, Sekda menyebutkan, salah satu penyebab banjir karena hujan deras bersamaan dengan terjadinya pasang air laut atau yang dikenal dengan pasang keling.

“Banjir juga disebabkan pasang keling. Curah hujan tinggi di tambah pasang air laut mengakibatkan air meluap dan terjadi banjir,” pungkasnya.

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi pada kesempatan itu mengajak seluruh lapisan masyaraat Kota Dumai bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong royong.
“Untuk mencegah terjadinya banjir di musim hujan, saya mengajak seluruh lapisan masyaraat Kota Dumai bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong royong,” ajak walikota.

“Curah hujan belakangan hari ini sangat tinggi, maka dari itu mari kita tingkatkan semangat gotong royong guna mengantisipasi banjir,” tambahnya.

Masih kata walikota, gotong royong bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri seperti membersihkan drainase dari sedimen atau endapan lumpur dan mengangkat sampah dari dalam drainase agar tidak menyumbat aliran air.
Parit yang tersumbat dapat menghambat aliran air menuju ke pembuangan akhir akibatnya air hujan menggenang dan banjir.(hms)
Dumai- Walikota Dumai H Zulkifli AS menghadiri pisah sambut Camat Dumai Kota dari pejabat lama Tanwir Azhar Efendi kepada Camat Dumai kota yang baru Agus Gunawan. Kegiatan pisah sambut ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Dumai Hj Haslinar Zul AS, Kapolsek Dumai Kota Iptu Hardiyanto MSi, Danramil Kota, para lurah sekecamatan Dumai kota, LPMK, para ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Diacara pisah sambut tersebut, mantan Camat Dumai kota Tanwir Azhar Efendi yang saat ini menjabat sebagai Camat Sungai Sembilan ini menandatangani dan melakukan serah terima seluruh asset kecamatan Dumai kota kepada Camat Dumai Kota baru Agus Gunawan yang disaksikan langsung oleh Walikota Dumai H Zulkifli AS.
Walikota Dumai H Zulkifli AS mengatakan, kalau peran camat Sangat penting dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan wilayah, sebab Camat adalah orang yang berada di front terdepan, berhadapan langsung dengan masyarakat dan yang melihat langsung kondisi rill di wilayahnya.
Selain merupakan ring terluar Pemerintah dalam menumbuhkembang partisipasi masyarakat dalam pelyanan, peranan tidak tidak pentingnya adalah dalam membantu penyelenggara administrasi kependudukan seperti memonitoring keluar masuknya penduduk dalam wilayah yang menetap atau tinggal sementara, memberikan informasi tentang perubahan kepemilikan lahan dan bangunan dan lain sebagainya.
Dikatakan, penduduk di kecamatan Dumai kota ini cukup heterogen, masyarakat yang berbilang suku, hidup rukun dalam suatu kerangka tatanan kehidupan yang toleran. ”Disinilah peran camat sangat signifikan. Camat dan lurah dibawahnya, dengan dibantu oleh kasi-kasi kecamaatan dan kelurahan dapat lebih mendorong dan menjadikan masyarakat dibawah binaannya berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup dan perekonomian, sebagai fasilitator dalam menampung semua aspirasi masyarakatnya dalam menjadikan masyarakat lebih proaktif, yang pada gilirannya mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendorong laju pembangunan,” pesan Walikota Dumai.
Untuk itu kata Zul AS, Camat dituntut mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi dan dilandasi dengan rasa tanggungjawab tanpa memikirkan keuntungan pribadi yang diperoleh dari jabatannya itu.
Atas dasar itulah kata Walikota Dumai, Pemerintah kota Dumai akan terus menerus dan berkesinambungan mengadakan evaluasi dan penilaian kepada pejabat yang telah diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas sesuai tupoksi dari instansinya masing-masing. Evaluasi dan penilaian yang kita lakukan merupakan salah satu barometer karir pegawai Negeri sipil berdasarkan prestasi dan kemampuan kerja yang disingkronkan dengan formasi yang tersedia, sehingga diharapkan setiap unit kerja mampu melaksanakan tugasnya dengan berdayayaguna, berhasilguna dan berkesinambungan dengan didukung oleh aparatur Pemerintah yang profesional dibidangnya. ”Saya yakin dan percaya, permasalahan permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat secara kolektif akan dapat kita selesaikan,” katanya.
Kepada Camat Dumai Kota kiranya dapat bekerjasama dengan Pemerintah dan masyarakat dikecamatan ini, koordinasi antar instansi agar terus dilakukan terutama dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan yang diambil tidak terjadi benturan benturan.

Sebagai seorang pimpinan, saudara diharapkan, dapat menjadi panutan bagi para staf dan masyarakat. Tunjukkanlah kepada mereka contoh contoh dan keteladanan yang baik, janganlah permasalahan yang bersifat pribadi mempengaruhi pelaksanaan tugas sehari-hari. Karena hal tersebut memiliki dampak renegatf bagi kinerja aparatur pemerintah.(hms)