DUMAI – Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir menilai kondisi air menggenangi sejumlah kawasan dan ruas jalan umum dampak hujan deras akibat kerusakan sejumlah pintu air, dan mengimbau warga untuk giatkan gotong royong atasi banjir.

Rusaknya sejumlah pintu air untuk pengendalian banjir ini menyebabkan pemukiman masyarakat tergenang banjir dan air lambat mengalir ke sungai, dan Nasir mengajak warga agar melakukan pembersihan selokan.

“Mengatasi banjir ini selain tanggungjawab pemerintah, juga perlu peran aktif masyarakat dalam membersihkan parit atau selokan dari penyumbatan akibat tumpukan sampah,” kata Sekda Nasir pada pers, Senin.
Disebutkan, pembersihan parit tersumbat untuk melancarkan jalan air tergenang menuju pintu air tembus ke sungai terdekat, sehingga air menggenangi kawasan atau ruas jalan dapat menyusut.
Pengendalian genangan air terjadi dalam beberapa hari ini, pemerintah mengerahkan alat berat untuk mengangkat sampah atau benda yang menghambat jalan air di lokasi parit terjadi penyumbatan.
“Kondisi parit tersumbat menghambat aliran air tidak bisa dilakukan secara manual atau tenaga manusia, dan kita akan mengerahkan alat berat,” sebutnya.
Alat berat dikerahkan juga untuk memecahkan jembatan akses keluar masuk yang dibuat pemilik rumah toko jika dinilai menjadi salah satu penyebab air terhambat alirannya.
Saat ini Dumai dilanda musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan ditambah kondisi air laut naik ke daratan atau banjir bah, sehingga membuat debit air meningkat di daratan.
“Instansi terkait sudah diminta untuk membuka semua pintu air yang tembus ke sungai agar genangan air bisa bisa berkurang,” demikian Sekda Nasir. (hms)