Dumai- Peringatan Tahun Baru Hijriyah atau yang lebih dikenal dengan tahun baru Islam 1 Muharam, merupakan kalender tetap bagi ummat Islam khususnya di negara kita. Berbeda dengan peringatan tahun baru lainnya yang penuh dengan kesan penghamburan dan pesta pora yang berlebihan, peringatan 1 Muharram selalu diisi dengan kegiatan yang bersifat rohani, sebagai ajang mendekatkan diri kepada sang Khaliq melalui muhashabah sehingga diharapkan kita dapat berbuat yang lebih baik lagi baik sebagai makhluq maupun sebagai pribadi pengemban kemaslahatan ummat.

”Melalui peringatan 1 Muharram ini juga saya mengajak, mari tingkatkan amal ibadah kita dengan senantiasa mengembangkan wawasan keagamaan secara menyeluruh. Hal ini sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat guna mengantisipasi pengaruh budaya negatif sehingga jelaslah mana yang haq dan mana yang batil,” ujar Walikota Dumai H Zulikifli AS pada peringatan Hari Besar Islam yakni 1 Muharam 1440 H dilakasanakan di Masjid Habiburrahman Dumai Akhir pekan sekaligus bersilaturahmi bersama Jemaah Haji Dumai dengan dengan penceramah Ustaz HM Nasir Ansori MA dari Kota Medan.
Adapun kaitannya dengan Kota Dumai kata Zul AS, pembangunan yang saat ini tengah kita gesa baik itu bidang spiritual, terlebih lagi bidang material, sangat memerlukan kearifan kita dalam menyikapinya, memerlukan dukungan luas masyarakat sehingga setiap program dan kegiatan yang diusung memberikan dampak positif sebagaimana yang kita harapkan bersama.
Untuk itulah, sebagai pemegang amanah “Rahmatallil’alamin” diharapkan keberadaan kita kaum muslimin dan muslimat baik secara pribadi maupun bersama-sama dapat selalu tampil sebagai pelopor dan motivator bagi kemajuan masyarakat, memiliki ide-ide cemerlang dan mampu menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat banyak serta tetap di-shaf terdepan menjaga situasi dan kondisi yang kondusif demi perkembangan Kota Dumai kini dan nanti.
Pada momen yang berbahagia ini juga digelar silaturrahmi atas Kepulangan Jamaah Haji Kota Dumai yang telah selamat kembali ke tanah air tercinta ini. ”Mari kita bersama bermunajat kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan Rahmat dan NikmatNya kepada Jamaah Haji Kota Dumai, yang telah diberikan kekuatan fisik dan mental dalam melaksanakan Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah Al Mukarramah”imbuh Zul AS seraya berharap Jemaah Haji mampu memberikan kontribusi serta memperkuat sendi-sendi kehidupan beragama ummat Islam di Kota Dumai ini.
Dikatakan, pengalaman spiritual yang telah didapat selama melakukan perjalanan suci ke Baitullah mudah-mudahan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memberikan pengaruh bagi masyarakat sekitar yang pada akhirnya juga berdampak bagi gemilangnya syiar Islam di Kota yang kita cintai ini.
Walikota Dumai menyampaikan apa yang dianjurkan imam Al-Ghazali dalam menyambut hadirnya tahun baru hijriah yakni Pertama; kosongkan fikiran, hati dan jiwa dari sifat-sifat dan tingkah laku yang tercela, Kedua; mari kita isi fikiran, hati, jiwa dan perbuatan dengan amaliyah yang disyariatkan kepada kita, Terakhir; mari kita aplikasikan semua ilmu pengetahuan agama yang ada di diri kita masing-masing kedalam perbuatan nyata.
”Karena amal tanpa ilmu adalah sia-sia belaka, sementara ilmu tanpa amal ibarat pohon rindang yang tidak berbuah,” demikian Walikota Dumai H Zulkifli AS.

Dumai- Lomba Burung Berkicau Walikota Dumai Cup I sempena Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018 Diskopar bekerjasama dengan Dumai Team di lapangan eks kantor Walikota lama Jalan HR Soebrantas Dumai berlangsung meriah. Peserta tidak hanya dari Kota Dumai, tetapi juga dari luar daerah Dumai seperti Duri Kabupaten Bengkalis, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Pekanbaru, Siak, Perawang dan tuan rumah Kota Dumai. Komba Kicau Burung ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo.

Turut hadir Pembina Dumai team Kicau Mania AKBP Restika P Nainggolan yang juga Kapolres Dumai, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai Fauzi Efrizal, Dandim 0320 Dumai, anggota DPRD Kota Dumai juga pembina Kicau Mania Yukhrotul Ahyuni, Kadis Dukcapil Dumai Suardy, utusan Lanal Dumai dan undangan lainnya.
”Untuk Lomba Kicau Burung yang dilaksanakan sempena Hari Olahraga Nasional tahun 2018 ini berlangsung meriah dan diikuti dari sejumlah kabupaten/kota di Riau bahkan dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kita berharap kegiatan even Pariwisata ini dapat berlangsung rutin setiap tahunnya,” ujar Pembina kegiatan Lomba burung berkicau AKBP Restika P Nainggolan.
Perlombaan Kicau Burung Walikota Cup I ini memperlombakan beberapa kategori yaitu urung Murai Batu Kacer Walikota, Murai Batu Kecer, Love Bird Dewasa Wawako, Murai Batu Kacer, Love Bird Dewasa Ketua DPRD, Murai batu ekor hitam Kacer, Love Bird Dewasa, Love Bird Paud (A) Love Bird Paud (B) , Kenari, CH Polos dan Kapas Tembak kelas Sekda serta Kenari Love Bird dewasa bebas Aksi, Love Bird Paud, CH Polos, Kapas Tembak dan Pleci kelas Kadis.
”Untuk hadiah selain mendapatlan uang tunai, sertifikat juga tropy dan berbagai hadiah menarik lainnya yang disediakan panitia berbentuk door prize dengan hadiah utama Sepeda motor untuk peserta,” imbuhnya.
Sementara itu Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo mengatakan, Pemerintah Kota Dumai menyambut baik pelaksanaan kegiatan Iven Pariwisata Lomba Burung Berkicau dalam rangka memeriahkan Haornas 2018. ”Kegiatan Burung Berkicau ini juga di harapkan dapat mempromosikan Kota Dumai, apalagi untuk pesertanya dari berbagai daerah di Riau,” ujar Eko. (hms)

DUMAI – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Dumai Eri Nafrizal menyebut pemerintah menyetujui penerimaan 162 formasi calon pegawai negeri sipil Tahun 2018 untuk kebutuhan Pemko Dumai.

Penerimaan CPNS ini sebelumnya diusulkan sebanyak 800 formasi untuk mengisi berbagai posisi di lingkungan organisasi perangkat daerah Kota Dumai.
“Pembukaan cpns sebagian besar untuk mengisi tenaga pendidikan, kesehatan dan teknis dengan jumlah kurang dari 200 formasi,” kata Eri kepada pers baru ini.
Dijelaskan, formasi CPNS diantaranya tenaga pendidikan mencapai 120 formasi, Tenaga teknis 26 formasi dan tenaga kesehatan hanya 16 formasi, dan jumlah ini diakui jauh dari usulan awal.
Jumlah penerimaan calon abdi pemerintah pelayan masyarakat ini disesuaikan dengan anggaran belanja pegawai, dan pendaftaran dilakukan serentak seluruh Indonesia pada 19 September 2018.
Dalam proses pengajuan CPNS ini, dilakukan Pemko Dumai dalam dua tahap, usulan melalui e Formasi 600 formasi CPNS, namun Kemenpan RB meminta ada revisi sesuai skala prioritas.
Revisi diminta yaitu tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan yang mendukung infrastruktur, kemudian perhitungan dan pertimbangan dalam pengajuan formasi sesuai kemampuan anggaran belanja pegawai.
“Tahap keduanya kami usulkan kembali 200 formasi sesuai kemampuan anggaran daerah,” sebutnya.
Informasi tambahan, pendaftaran CPNS 2018 dijadwalkan dibuka pada 19 September 2018, hanya dilakukan di situs Sscn.bkn.go.id.Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan kebutuhan formasi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2018 tenaga pendidikan, yaitu sebanyak 122.454 formasi untuk instansi pemerintah pusat dan daerah.(hms)

DUMAI – Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir menyebut angka anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun 2019 diprediksi sama seperti 2018 yaitu sekitar Rp1,1 triliun.

Tim anggaran pemerintah daerah Pemko Dumai sudah membahas rencana APBD 2019 dan diperkirakan angkanya tidak mengalami kenaikan, dan prioritas pembangunan tetap pada peningkatan infrastruktur dan bidang fokus lain seperti pendidikan dan kesehatan.
“Diprediksi anggaran tahun depan tidak ada kenaikan dan bisa saja sama dengan 2018,” kata Sekda Nasir pada pers belum lama.
Dikatakan, penyebab kemungkinan tidak ada kenaikan anggaran tahun 2019 ini belum dapat dipastikan, dan Pemerintah Dumai juga akan menggulirkan penyusunan ABPB Perubahan 2018.
Kondisi anggaran pembangunan tidak meningkat ini diakui juga Wali Kota Dumai Zulkifli As, namun pemerintah tetap akan fokus pada program pembangunan prioritas yaitu peningkatan kondisi jalan dan penanganan banjir.
“Pemerintah prioritaskan pengendalian banjir dan peningkatan infrastruktur jalan,” kata Zulkifli.
Diakui dia, Pemerintah Dumai sejak pertengahan tahun 2018 sudah menggesa pembangunan infrastruktur publik, dan komitmen upayakan pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan.
Anggaran daerah juga diperuntukkan untuk membenahi perumahan masyarakat ekonomi lemah dan pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Dumai – Menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, Pemerintah Kota Dumai menggelar tausiah dan doa bersama, Senin(10/09/2018) pagi di Mesjid Habiburahman Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
Kegiatan tausiah dan doa bersama itu juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama dan jamaah haji yang baru saja usai melaksanakan ibadah di tanah suci.
Dalam kegiatan yang mengusung tema Dengan menyambut Tahun Baru Islam 1440 H, kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah untuk kemakmuran Negeri tercinta dan menjadikan Kota Dumai Baldatun Toyyibatun Warobbun Gofur dalam Cucuran Rahmat Allah SWT, masyarakat Makmur Madani dan Berbudaya Melayu.
Turut hadir Walikota Dumai H. Zulkifli As. M. Si, Sekda Kota Dumai M Nasir, Wakapolres Dumai Kompol Yudi Palmi DJ SIK, unsur Forkopimda, KOPD Kota Dumai, para Kadis dan Pegawai Kantor/Dinas Kota Dumai, Tokoh Agama dan masyarakat Kota Dumai.
Para jamaah mendengarkan tausiah H. M. Nasir Ansori. MA dari Kota Medan Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yang memberikan pencerahan hingga ditutup dengan doa bersama seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) yang hadir dalam menyambut tahun baru islam 1440 Hijriah.(hms)

DUMAI – Wali Kota Dumai Zulkifli As berharap 182 jemaah haji pulang ke tanah air dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Jemaah haji yang sudah pulang ke tanah air semoga menjadi haji mabrur dan kembali berkumpul dengan keluarga, dan diharap mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata wali kota, Senin.
Disebutkan, kontribusi diharapkan kepada jemaah yang sudah menyelesaikan ibadah di Tanah Suci Mekkah ini adalah mewujudkan Dumai kota religius untuk kemakmuran masyarakat Dumai.
Diketahui, 182 jamaah haji Dumai tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Batam tiba dengan selamat di Dumai pada Jumat (7/9) sekitar pukul 15.00 Wib di Terminal Fery Pelabuhan Dumai.
Kedatangan jemaah haji disambut Wali Kota Dumai Zulkilfi As didampingi Sekretaris Daerah Muhammad Nasir bersama sejumlah pejabat daerah di pelabuhan Dumai setelah menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Sekupang Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Kota Dumai Zakaria mengatakan, jamaah haji dipulangkan dengan menggunakan kapal fery dari pelabuhan Sekupang Batam, dan dilepas Wakil Wali Kota Dumai Eko Suharjo.
Sebelumnya, jamaah haji Dumai Kloter 9 Embarkasi Batam mendarat di Bandara Hang Nadim Batam Jumat (7/8) pukul 02.00 Wib dini hari, dan pukul 07.00 Wib langsung diberangkatkan ke Dumai.
“Semua jamaah haji kembali dengan selamat, dan dua jamaah kita masuk dalam kloter 16 akan tiba di tanah air pada 14 September 2018 nanti,” sebut Zakaria. (hms)
Dumai – Guna menjaga saluran distribusi LPG 3 kg bersubsidi kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) MOR I bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai, Senin (10/09/2018) pagi, kembali menyelenggarakan sidak sekaligus sosialisasi ke pengusaha kuliner non mikro terkait penyalahgunaan LPG bersubsidi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pengusaha kuliner non mikro yang masih menggunakan LPG 3 Kg dalam menjalankan usahanya untuk beralih ke LPG Non Subsidi.
Kegiatan sidak dan sosialisasi ditinjau langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, Zaenal Abidin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai, Zulkarnaen, dan Sales Executive LPG V Pertamina, Adi Bagus Haqqi.
Pada sidak yang dilaksanakan itu, ditemukan beberapa tempat kuliner yang masih kedapatan menggunakan LPG 3 Kg dalam kegiatan operasional usahanya. Untuk itu, Pertamina MOR I bersama Disperindag memberikan edukasi kepada pengusaha kuliner tersebut untuk beralih menggunakan LPG non subsidi. Hal ini diharapkan supaya LPG 3 Kg dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Disperindag juga akan memberikan tindakan tegas kepada pengusaha yang masih menggunakan LPG 3 Kg dan menegaskan akan mencabut ijin usaha apabila tempat kuliner tersebut dikemudian hari masih menggunakan LPG bersubsidi.
Menurut Sales Executive LPG V Pertamina, Adi Bagus Haqqi, kegiatan sidak ini bertujuan untuk mengedukasi penggunaan LPG subsidi kepada masyarakat khususnya pengusaha kuliner non mikro. “Diharapkan setelah adanya sidak, dapat mengedukasi pengusaha non mikro untuk tidak lagi menggunakan LPG subsidi,” ujar Adi.
Melalui sidak yang rutin dilaksanakan Pertamina dan Disperindag, diharapkan dapat menjaga distribusi LPG 3 Kg agar disalurkan sesuai dengan peruntukannya. “Kami harap, kegiatan ini dapat memberikan efek jera bagi masyarakat mampu agar tidak menggunakan LPG bersubsidi, sehingga saluran distribusi LPG 3 Kg dapat terjaga dengan baik,” tutup Adi.
Dalam kesempatan yang sama, juga diberikan sosialisasi mengenai kegiatan tukar tabung LPG 3 Kg menjadi Bright Gas 5,5 Kg di Agen LPG Non Subsidi Pertamina yang ada di Kota Dumai, dengan menukarkan dua tabung kosong LPG 3 Kg menjadi satu tabung Bright Gas 5,5 Kg dengan cukup menambahkan Rp 67 ribu untuk isi tabung diluar ongkos kirim. Total terdapat enam agen yang menjadi lokasi penukaran tabung, yakni PT Nur Sembilan, PT Dwi Rokan Sakti, PT Indah Pusaka Mandiri, PT Samudera Mandari Dumai, PT Cahaya Jaya Perkasa, dan PT Zulkarnain Jaya Abadi.
Perlu diketahui bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga miskin dengan pendapatan kurang dari Rp1,5 juta per bulan dan usaha mikro. Bila ada keluhan pelayanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi kontak pertamina 1-500-000.
Dumai– Ditengah polemik vaksinasi maeless rubela, majelis ulama islam (MUI) Kota Dumai belum mengambil sikap terkait halal dan haramnya paksin rubela yang diadakan kementerian kesehatan.
Hadir dalam pencanangan kampanye pekan imunsisasi measless rubella di SMP Binsus Putri Tujuh, Rabu (01/08/2018) ketua MUI Kota Dumai Zakaria mengaku belum bisa mengambil sikap terkait vaksinasi tersebut.
“Kita sampai saat ini belum ada mendapatkan surat rujukan dari MUI pusat maupun MUI Provinsi Riau terkait vaksinasi ini,” ujar Zakaria.
Terkait vaksinasi ini yang katakanlah dari pusat belum ada. Dulu saat jemaah haji yang harus mendapatkan suntikan vaksin sebelum berangkat haji. Jadi kalau harus disuntik itu diboleh, ada keringananlah namun untuk vaksin ini kami belum dapat petunjuk jelasnya.
Sementara itu Pemerintah kota Dumai menggelar pencanangan kampanye pekan imunsisasi measless, di SMP Binsus Putri Tujuh yang dihadiri dan dibuka oleh wakil Walikota Dumai Eko Suharjo. Dalam pencanangan ini Pemko Dumai melalui Dinas Kesehatan mencanangkan 95 persen dari 86.555 anak Dumai diberikan suntikan vaksinasi rubela agar terhindar dari penyakit campa rubela.
“Masyarakat jangan terpancing isu yang belum diketahui kebenarannya terkait imunisasi measless pemberian vaksinasi rubela ini,” ujar wakil Walikota Dumai Eko Suharjo singkat.
Sementara itu di Kota Dumai pemberian vaksinasi rubella bagi anak masi menjadi polemik. Ada beberapa sekolah menunda pemberian suntik rubela kepada anak didik untuk menunggu persetujuan orang tua para wali murid.(hms)
DUMAI– Sebanyak 182 Jemaah Haji Kota Dumai yang tergabung kedalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Batam tiba dengan selamat di Dumai Jumat (7/9/2018) Pukul 15.00 WIB.
Kedatangan jemaah haji disambut langsung Walikota Dumai H Zulkilfi AS didampingi Istri, Sekda Dumai HM Nasir, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Dumai di Pelabuhan Internasional Pelindo I Cabang Dumai.
Jemaah haji tiba pukul 15.00 WIB dipelabuhan pelindo Dumai setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari pelabuhan Sekupang Batam yang diberangkatkan pada pukul 07.00 WIB.
Kepulangan jemaah haji dari Batam dilepas oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo. Setibanya di Kota Dumai, suasana tampak begitu haru, terlihat dari ekspresi wajah para jamaah haji yang senang bisa sampai kampung halaman dengan selamat.
Air mata tak terbendung ketika jemaah haji melihat sanak family yang telah menantikan kedatangan mereka di dermaga pelabuhan pelindo Dumai.
“Selamat datang dan kembali ke tanah air kepada para Jamaah Haji Kota Dumai. Semoga sepulangnya dari melaksanakan ibadah Haji seluruh jemaah haji menjadi haji yang mabrur dan dapat kembali bertemu dengan keluarga dan sanak famili,” kata Walikota.
Walikota berharap, jemaah haji yang telah menjadi Haji dan Hajjah dapat memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Kota Dumai menuju kota Dumai yang religius untuk kemakmuran masyarakat Dumai.
Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Kementetian Agama Kota Dumai Drs H Zakaria mengatakan, dari Batam Jemaah Haji diberangkatkan menggunakan Fery Dumai Line. Jemaah Haji Kota Dumai mendarat di Bandara Hang Nadim Batam Jumat (7/8/2018) Pukul 02.00 WIB dini hari. Pukul 07.00 WIB Jemaah Haji langsung diberangkatkan ke Dumai.
“Alhamdulillah, semua jemaah haji Dumai kembali dengan selamat,” kata Zakaria.
Terakhir, Zakaria menjelaskan bahwa JH Kota Dumai terbagi menjadi dua kloter, pertama masuk kloter 9 sebanyak 182 orang tiba Jumat (7/9/2018) dan 2 JH masuk di dalam kloter 16 akan tiba di tanah air pada 14 September 2018 mendatang.
“Mereka juga pulang ke tanah air melalui Embarkasi Batam bersama para JH asal Kalimantan Barat, Kota Pekanbaru dan Jambi. Semoga seluruh JH sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.

Dumai- Memasuki bulan September 2018 realisasi pembangunan fisik di Kota Dumai sudah mencapai 60 persen.

Hal ini membuktikan bahwa anjloknya nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat tidak mengganggu proyek fisik di Kota Dumai.
Wali Kota Dumai, Zulkifli AS mengklaim, percepatan fisik saat ini sudah di atas 60 persen.
“Saat ini sudah memasuki bulan September. Percepatan saat ini membuat kami optimis proyek fisik rampung sesuai jadwal,” ujar Zul AS Jumat (7/9/2018).
Menurutnya, tekanan Dolar Amerika terhadap nilai tukar rupiah tidak mempengaruhi proyek fisik di Kota Dumai.
Ia memastikan proyek fisik tidak mengalami kendala, untuk proyek fisik ini mayoritas menggunakan mateial dalam negeri.(hms)