Dumai- Pemerintah Kota Dumai mengapresiasi Program Pelita Pendididikan Tanoto Foundation. Saat ini lembaga tersebut sudah mendampingi 24 sekolah di Kota Dumai. Mereka melakukan pendampingan di 16 sekolah dasar/MI dan delapan SMP/MTs.

Wali Kota Dumai, Zulkifli AS menilai program ini membantu upaya peningkatakan kualitas pendidikan di Kota Dumai. Ia menyebut sektor pendidikan menjadi prioritas di Kota Dumai. Sebab pemerintah sangat peduli dengan peningkatan mutu pendidikan. 

Politikus Partai Nasdem ini menilai bahwa pembangunan sumber daya manusia atau SDM adalah hal utama dalam pembangunan suatu daerah. Ia menyebut butuh dukungan semua pihak dalam peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini seiring peningkatakan SDM di Kota Dumai.

“Kami berharap kerjasama ini terus terjalin. Sebab peningkatakan kualitas pendidikan butuh dukungan semua pihak,” ujarnya dalam Sosialisasi Program Pelita Pendidikan dari Tanoto Foundation di Gedung Sri Bunga Tanjung, Kota Dumai, Selasa (18/9/2018)

Menurutnya, upaya peningkatakan kualitas pendidikan mesti dirasakan oleh peserta didik di sekolah. Perubahan ini memerlukan proses yang mesti ada dukungan dari segala lini. Ia berharap nantinya jumlah sekolah yang dapat pendampingan bertambah.

Government Liaison and Planning dari Tanoto Foundation, Rudi Sopiana,  mengatakan bahwa ada 32 fasilitator daerah yang berasal dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Mereka sudah berlatih dan menjalankan fungsinya sebagai pendamping Program Pelita Pendidikan di sekolah mitra.

Mereka merupakan ujung tombak pelaksanaan program pelita pendidikan di sekolah mitra Tanoto Foundation. Forum KKG dan MGMP merupakan wadah para fasilitator dan furu dalam belajar bersama. Mereka belajar melalui praktik dan bahan pelatihan yang ada.

“Kami berharap semua guru bisa menikmati ilmu baru dalam mengajar di sekolah nanti, usai jalani pelatihan,” ulasnya.

Tanoto Foundation melalui program Pelita Pendidikan akan memperluas dukungan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia. Mereka bakal mengembangkan model praktik di ratusan sekolah di lima provinsi dalam lima tahun mendatang. 

Saat ini tim Pelita Pendidikan Tanoto Foundation juga tengah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan LPTK mitra terkait. Mereka berkomunikasi terkait rencana implementasi program yang akan
diluncurkan pada 28 September 2018 mendatang di Jakarta.

Dumai- Walikota Dumai H Zulkifli AS dan Sekda Dumai M.Nasir tinjau proyek pembangunan ruang baru di RSUD Dumai, Jalan Tanjung Jati, Senin (17/9/2018).

Kunjungan yang bersifat pengendalian ini bertujuan untuk mengantisipasi masalah-masalah yanga akan timbul kedepan selama proses pembangunan.
Dijelaskan oleh sekda Dumai M.Nasir proses pembuatan pondasi yang menggunakan sistem bor pile ini memerlukan pengawasan dan pengendalian yang intens.
“Pondasi kita ini menggunakan sistem bor pile jadi perlu ada pengawasan yang intens,” jelasnya.
Sekda Dumaj ini juga menjelaskan, faktor cuaca juga merupakan salah satu hambatan di lapangan dalam melakukan proses pengendalian.
“Cuaca juga menjadi hambatan kita dalam melakukan proses pengendalian di lapangan,” ujarnya.
Namun ia mengatakan bahwa itu semua sudah diantisipasi agar pekerjaan dan mutu hasil kerja tidak berubah karna ada hambatan tersebut.
“Kita sudah antisipasi hal-hal seperti ini terutama untuk menjamin mutu agar tak berubah,” tambahnya.
Pembangunan yang memakan dana lebih kurang 20 miliar ini juga diharapkan agar cepat selesai supaya dapat menunjang aktifitas serta kesibukan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai.(hms)
Dumai- Puluhan masyarakat Dumai terjaring razia tim Yustisi karena tidak memiliki dan tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Razia digelar Senin (17/09/2018) pagi di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di depan bank BNI. Terlihat petugas gabungan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Disdukcapil, sejumlah OPD, Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan pengadilan negeri Dumai.
Setiap pengendara yang melintas dilakukan pemeriksaan KTP dan hasilnya puluhan masyarakat Dumai terjaring razia karena tidak memiliki KTP dan ada juga yang memiliki KTP namun tidak membawanya.
Kepala satuan polisi pamong praja (Kakan Satpol PP Dumai) Bambang Wardoyo kepada mengatakan razia ini rutin dilakukan untuk memastikan masyarakat Dumai memiliki KTP dan tertib administrasi.
“Razia KTP ini 2 kali kita lakukan dalam satu tahun guna memastikan masyarakat Dumai tertib administrasi serta mengatasi urbanisasi di Kota Dumai ini,” kata Bambang.
Dikataknnya razia kali ini kita tidak hanya fokus di jalan-jalan saja namun nanti kita juga akan menyasar kos kosan yang ada di Dumai.
“Setiap masyarakat yang terjaring razia karena tidak memiliki KTP dan tidak membawa KTP maka akan kita bawa ke kantor Satpol PP guna mengikuti persidangan. Setiap pelangaran akan dikenai sanksi sebesar Rp.50 ribu,” pungkasnya.(hms)

Dumai- Koperasi Ponpes Al Amin Kecamatan Dumai Barat berhasil meraih koperasi terbaik sekota Dumai pada puncak peringatan hari Koperasi tahun 2018 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai, Senin (17/9/2018) dilapangan eks kantor Walikota lama Jalan HR Soebrantas Dumai. Upacara Puncak HUT Koperasi ini dipimpin langsung oleh Walikota Dumai H zulkifli AS.

Walikota Dumai, H Zulkifli AS mengatakan, sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, maka koperasi memiliki peran yang strategis. Pertumbuhan ekonomi bisa saja tercapai, tapi belum tentu terjadi pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Solusi yang tepat untuk melakukan pemerataan pendapatan adalah melalui koperasi.
“Untuk melakukan reformasi total koperasi Kementerian Kopersi dan UKM melakukan 3 langkah strategis yakni pertama re-orientasi koperasi; Reorientasi koperasi mengorientasikan pemberdayaan koperasi pada kualitasnya, buka lagi pada kuantitas koperasi.
Kedua, rehabilitasi koperasi dimulai dengan membuat database koperasi di seluruh Indonesia sebagai dasar untuk pembenahan koperasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah dan seluruh gerakan koperasi diminta agar mendorong koperasi melakukan RAT, sehingga semua koperasi menjadi sehat.
Ketiga, pengembangan koperasi, Pemerintah terus menerus melakukan pembinaan untuk pengembangan koperasi, sehingga sudah ada koperasi yang omzetnya puluhan triliun, koperasi yang sudah masuk bursa efek, bahkan sekarang sudah ada koperasi yang telah membeli saham Bank BRI Syariah,” ujar Zul AS.
Untuk itu Walikota Dumai berharap agar terjadi sinergi positif antara upaya yang dilakukan oleh Gerakan Koperasi dan Pemerintah, sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan perannya dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

DUMAI- Tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat beraktivitas diluar rumah, puluhan masyarakat Kota Dumai terjaring dalam razia Tim Yustisi, Senin (17/9/2018) pagi di Jalan Jenderal Sudirman.

Razia kartu identitas kali ini dipusatkan di depan Hotel Grandzuri dengan prioritas razia pada pengendara sepeda motor yang melintasi jalan umum tersebut. Alhasil, hingga berita ini dirilis sekitar 40 masyarakat terjaring razia dengan alasan tidak membawa dan memiliki kartu identitasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai, Bambang Wardoyo mengatakan, sesuai dengan hasil rapat yustisi beberapa waktu lalu dan razia ini akan rutin dilakukan untuk memastikan masyarakat Dumai memiliki KTP dan tertib administrasi.

“Razia KTP ini 2 kali kita lakukan dalam satu tahun guna memastikan masyarakat Dumai tertib administrasi serta mengatasi urbanisasi di Kota Dumai ini,” kata Bambang.

Bambang menyebutkan, razia kali ini Tim Yustisi tidak hanya fokus di jalan-jalan saja namun nanti akan mendatangi kos kosan, Salon, Karaoke dan Hiburan malam yang ada di Dumai untuk dilakukan pemeriksaan identitas. Razia ini akan berlangsung dari 17-21 September 2018 mendatang.

“Setiap masyarakat yang terjaring razia karena tidak memiliki KTP dan tidak membawa KTP maka akan kita bawa ke kantor Satpol PP guna mengikuti persidangan. Setiap pelangaran akan dikenai sanksi sebesar Rp.50 ribu,” pungkasnya.(hms)

Dumai- Apel peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2018 yang berlangsung di Kantor Bersama, Jalan HR Soebrantas pada Senin (17/09/2018) dipimpin Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As.

Dalam sambutannya, Walikota mengatakan, Peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan momentum yang tepat bagi insan perhubungan untuk merenungkan kembali kinerja dan beberapa peristiwa yang terjadi di sektor perhubungan serta menyatukan persepsi dan tekad untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadikan momentum Harhubnas tahun ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zul As.
Oleh karena itu, tema Hari Perhubungan Nasional tahun ini adalah “Gayub Rukun Bangun Bangsa” yang bermakna bahwa seluruh elemen sektor perhubungan bersinergi membangun konektifitas guna mewujudkan transportasi yang handal dan berkeselamatan.
Menurut Walikota, hal lain yang perlu menjadi refleksi adalah pentingnya konsistensi pada spektrum keselamatan dan pelayanan. Meskipun efisiensi dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan, akan tetapi dalam mengelola efisiensi tersebut tidak boleh mengabaikan kualitas keselamatan dan pelayanan perhubungan.
“Seperti kita ketahui bersama, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan POLEKSOSBUD dan HANKAM,” tuturnya.
Oleh karenanya, kata Walikota, seluruh SDM insan perhubungan dituntut kembali memperkuat komitmen dan dedikasi untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja tuntas, karena hal ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kepada seluruh insan perhubungan Kota Dumai saya mengucapkan Selamat Hari Perhubungan Nasional, mari kita bekerja dengan lebih bersemangat untuk melayani masyarakat,” tukas Zul As seraya menyebutkan, dengan bekerja keras dilandasi semangat pengabdian yang ikhlas serta senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan Allah SWT, Insya Allah, kita akan dapat mewujudkan perhubungan sebagai wahana untuk mensejahterakan bangsa dan negara.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, Asnar, SP menambahkan, selain apel bersama, Insan Perhubungan Kota Dumai juga menyelenggarakan beberapa kegiatan bakti sosial, seperti, Donor Darah dan juga Anjangsana ke beberapa Panti Asuhan yang ada di Kota Dumai.
“Sesuai arahan pak Wali, di momen Harhubnas 2018 kita akan terus berusaha dan berupaya untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat, khususnya di sektor Perhubungan,” ujar Asnar.
Tampak hadir dalam apel bersama, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi, Sekda Kota Dumai Nasir, unsur Forkompimda, seluruh insan Perhubungan dan peserta upacara dari TNI / Polri, Satpol PP, ASN, Mahasiswa, Siswa dan Pelajar yang ada di Kota Dumai.

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pariwisata Kota Dumai tahun ini mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar lebih untuk pengembangan kawasan wisata pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Dumai Fauzi Efrizal.

“Tahun ini kita mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan kawasan wisata pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai bantuan yang diberikan sebesar Rp 1 Miliar lebih,” katanya, Senin (16/7/2018).

Lanjutnya, dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pariwisata RI Tahun 2018.

“Bantuan akan di gunakan untuk pengembangan kawasan wisata pantai teluk makmur seperti membuat toilet dan ruang ganti sekitar Rp 160 juta, pembuatan gazebo Rp 317 juta, pembuatan lampu taman Rp 143 juta, pembangunan panggung kesenian Rp 470 juta dan lainnya,” terang Fauzi.

Menurutnya, untuk pengembangan kepariwisata di wilayah Kota Dumai tidak bisa tergantung pada ABPD, untuk itu kami melakukan lobi langsung ke Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. “Alhamdulillah tahun ini kita dibantu Rp 1 Milyar. Dan kita akan terus melakukan lobi agar Dumai kembali mendapatkan bantuan dari APBN,” harapnya.

Fauzi juga berharap, pembenahan kawasan wisata pantai teluk makmur mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Dumai, masih kata Fauzi, jumlah kunjungan wisatawan ke pantai teluk makmur terus mengalami peningkatan.

“Tingkat kunjungan wisatawan ke pantai teluk makmur mengalami peningkatan, pada libur lebaran idul fitri Tahun 2018 tingkat kunjungan mencapai 42 ribu orang dan pada hari week end Sabtu dan Minggu mancapai 1300 orang. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten di Riau seperti Kabupaten Bengkalis, Rohil, Kabupaten Siak dan lainnya,” terangnya.

Kawasan pantai teluk makmur seluas 42 hektar telah diresmikan walikota Dumai baru-baru ini. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama pada bangunan panggung kesenian.

Terakhir Kepala Dinas Pariwisata Dumai mengatakan, Peresmian pantai teluk makmur juga untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, saat ini pendapatan mencapai Rp 30 juta pertahun.

Selain itu juga ubtuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, menciptakan lapangan pekerjaan baru, melestarikan budaya melayu serta mengenalkan kawasan wisata Pantai Teluk Makmur kepada masyarakat guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Dumai.

Dumai – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menggelar deklarasi Pemilu dan Pilpres Damai 2019, Kamis, (13/09/2018) pagi. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Walikota Lama di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
Dalam sambutannya, Ketua KPUD Dumai Darwis, SAg menuturkan, Pemilu serentak baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019. Karena itu, semua pihak diajak untuk menjaga supaya Pemilu ini berjalan damai, aman dan tertib.
Dikatakan, hingga saat ini belum ada masukan atau respon dari masyarakat terkait 413 bacaleg yang telah terdaftar pada KUPD Dumai. Menurutnya, hal itu menandakan para Bacaleg Kota Dumai masih dalam Kolidornya.
Ia juga mengajak semua masyarakat Dumai untuk berperan serta menciptakan suasana sejak dalam pelaksanaan Pemilu 2019 agar Kota Dumai tetap dalam kaadan Kondusif.
“Kepada para caleg untuk tidak berkampanye yang dapat memancing keributan maupun keresahan di masyarakat Kota Dumai dan tidak melakukan kampanye money politik,” ingatnya.
Sementara itu Wakapolres Dumai, Kompol Yudhi Palmi mengucapkan syukur atas digelarnya deklrasi damai tersebut. Pihaknya juga berterima kasih kepada Walikota Dumai yang telah berkenan memfasilitasi Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Kota Dumai.
“Sikap bersama yang tertuang dalam naskah Ikrar Berintregritas dan Damai mengandung makna bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka, akan tetapi jauh lebih memiliki makna untuk mempertegas sikap peserta Pemilu legislatif dan Presiden 2019,” ujarnya.
Dengan dipimpin Walikota Dumai Zul As, seluruh pimpinan partai politik dan Bacaleg membacakan lima poin Deklarasi Damai. Salah satunya adalah, seluruh Calon Legislatif Kota Dumai pada Pemilu 2019, siap melaksanakan Pemilu secara jujur, adil, santun, bermartabat, persaudaraan dan kebersamaan.(hms)
Dumai – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menggelar deklarasi Pemilu dan Pilpres Damai 2019, Kamis, (13/09/2018) pagi. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Walikota Lama di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Ketua KPUD Dumai Darwis, SAg menuturkan, Pemilu serentak baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019. Karena itu, semua pihak diajak untuk menjaga supaya Pemilu ini berjalan damai, aman dan tertib.

Dikatakan, hingga saat ini belum ada masukan atau respon dari masyarakat terkait 413 bacaleg yang telah terdaftar pada KUPD Dumai. Menurutnya, hal itu menandakan para Bacaleg Kota Dumai masih dalam Kolidornya.

Ia juga mengajak semua masyarakat Dumai untuk berperan serta menciptakan suasana sejak dalam pelaksanaan Pemilu 2019 agar Kota Dumai tetap dalam kaadan Kondusif.

“Kepada para caleg untuk tidak berkampanye yang dapat memancing keributan maupun keresahan di masyarakat Kota Dumai dan tidak melakukan kampanye money politik,” ingatnya.

Sementara itu Wakapolres Dumai, Kompol Yudhi Palmi mengucapkan syukur atas digelarnya deklrasi damai tersebut. Pihaknya juga berterima kasih kepada Walikota Dumai yang telah berkenan memfasilitasi Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Kota Dumai.

“Sikap bersama yang tertuang dalam naskah Ikrar Berintregritas dan Damai mengandung makna bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka, akan tetapi jauh lebih memiliki makna untuk mempertegas sikap peserta Pemilu legislatif dan Presiden 2019,” ujarnya.

Dengan dipimpin Walikota Dumai Zul As, seluruh pimpinan partai politik dan Bacaleg membacakan lima poin Deklarasi Damai. Salah satunya adalah, seluruh Calon Legislatif Kota Dumai pada Pemilu 2019, siap melaksanakan Pemilu secara jujur, adil, santun, bermartabat, persaudaraan dan kebersamaan.

DUMAI – Walikota Dumai, H Zulkifli AS didampingi Asisten II Setdako Dumai Syahrinaldi hadiri Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lancang Kuning dalam rangka Wisuda XI 2018 Sarjana (S1) di Ball Room Hotel Comforta Jalan Sudirman Dumai, Rabu (12/9/2018).

Sidang senat terbuka Wisuda XI diawali dengan penghentakan tongkat kebesaran Senat Perguruan Tinggi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pengheningan cipta, pembacaan ayat suci Alquran dilanjutkan pembacaan SK dan laporan Ketua STIA Lancang Kuning Dumai, Nahar Effendi ditutup dengan penyerahan ijazah serta pemindahan jambul kepada 138 wisudawan.

Walikota mengatakan menyandang gelar sarjana merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi akademik tentang keahlian yang dimiliki seseorang dan sekaligus penghargaan akademis bagi wisudawan.

“Dunia pendidikan merupakan alam yang mampu membentuk individu-individu yang tangguh secara intelektualitas dimana penguasaan salah satu bidang keilmuan ini nantinya memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan kemajuan diri pribadi,” katanya.

Dihadapan mahasiswa dan undangan yang hadir, Walikota menegaskan kemajuan dan kemakmuran suatu daerah berbanding lurus dengan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Hal ini mudah dimengerti dimana dalam memutar roda pembangunan disegala bidang diperlukan sumber daya yang memadai, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Terangnya

Walikota juga menyampaikan dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan dan stratifikasi manusia dalam interaksi masyarakat, dimana orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam stratifikasi masyarakat.

Untuk itu, Walikota berharap, para mahasiswa yang telah diwisuda dapat menyumbangkan dharma baktinya bagi Kota Dumai sebagai wujud nyata implementasi ilmu pengetahuan yang saudara timba selama ini.

“Terapkanlah ilmu yang selama ini diperoleh di jenjang akademisi ke kancah dunia kemasyarakatan dan kehidupan sehari-hari. Janganlah merasa puas hanya sampai disini, rintislah masa depan anda kearah yang lebih baik. Rengkuhlah semuanya semasa usia masih muda dan selagi hayat masih dikandung badan karena menuntut ilmu itu tiada batasnya,” pesannya.

Wisuda 138 Mahasiswa
Sementara Ketua STIA Lancang Kuning Dumai, Dr Nahar Effendi mengatakan dalam wisuda XI ini, STIA Lancang Kuning mewisuda sebanyak 138 sarjanan (S1).

Nahar berpesan, agar mahasiswa mampu terus menjaga nama baik STIA Lancang Kuning Dumai dan mampu menjadi kebanggaan sekolah dengan menjadi tenaga kerja yang jujur, amanah dan dipercaya.