Dumai – Menyambut aspirasi masyarakat dalam memantau kemajuan pemulihan gambut 2018, Badan Restorasi Gambut menggelar kegiatan Kick Off Restorasi Gambut bersama masyarakat Kecamatan Medang Kampai, Kamis (20/09/2018) siang.
Kegiatan itu bertujuan untuk memfasilitasi keinginan masyarakat dalam partisipasi dan diskusi umum memantau kemajuan kegiatan pemulihan gambut sampai dengan 2018 di daerah Dumai khususnya dan provinsi Riau secara umum. Sejalan dengan pembentukan Badan Restorasi Gambut RI pada tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Provinsi Riau juga berkomitmen untuk mendukung kegiatan Badan Restorasi Gambut RI.
Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia, Nazir Fuad menyampaikan, sebagai salah satu dari tujuh Provinsi prioritas restorasi gambut, Pemerintah Provinsi Riau telah menandatangani nota kesepahaman dengan BRG, nomor NK.3/BRG/BRG/7/2017 tentang perencanaan dan pelaksanaan Restorasi Gambut di Provinsi Riau pada tanggal 14 Juli 2018 lalu di Pekanbaru.
“Pada tahun 2017, telah dilaksanakan pembangunan sumur bor sebanyak 400 buah di Kota Dumai sendiri, pada tahun 2017 telah dibangun sebanyak 41 sekat kanal di Kecamatan Medang Kampai, yakni di Desa Mundam, Pelintung, dan Teluk Makmur dalam pemulihan lahan gambut khususnya di Kota Dumai,” ujarnya.
Tahun anggaran 2018 ini lanjutnya, anggaran kegiatan fisik restorasi gambut adalah sebesar Rp 34.227.585.000. Jumlah tersebut dialokasikan untuk mendukung kegiatan restorasi gambut di Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Kota Dumai.
“Untuk Kota Dumai sendiri, alokasi dana sebesar Rp 1.575.416.000 untuk pembangunan 47 sekat kanal dan dana sebesar Rp 800.000.000 untuk kegiatan revitalisasi sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, total anggaran untuk kegiatan fisik restorasi 2018 untuk Kota Dumai pada T.A. 2018 adalah sebesar Rp 2.375.416.000,” urainya.
Meski demikian Kepala BRG RI, restorasi gambut yang sudah terlaksana sampai sejauh ini di Dumai dan provinsi Riau adalah berkat dukungan dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan seluruh kegiatan restorasi gambut di Provinsi Riau sepenuhnya melibatkan kelompok masyarakat.
“Masyarakat menjadi ujung tombak kegiatan restorasi gambut di tingkat lapangan, dan berperan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan gambut. Agar tidak terjadi kebakaran lahan gambut, melalui kegiatan ini kita menekan dua hal yaitu pembahasan lahan dan revitalisasi sosial-ekonomi masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menambahkan, dengan keberadaan Badan Restorasi Gambut ini dapat memberikan dampak positif dalam memulihkan lahan gambut yang rusak di Kota Dumai melalui program-program yang melibatkan langsung masyarakat itu sendiri.
“Kota Dumai terdapat beberapa wilayah lahan gambut, dengan adanya BRG RI yang merangkul kelompok masyarakat untuk bersama-sama memulihkan lahan gambut yang telah rusak, dan terhindar dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan” tutur Wawako Dumai.
Wawako juga menambahkan, melalui program-program BRG ini diharapkan juga meningkatkan mutu ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan gambut untuk peningkatan ekonomi masyarakat itu sendiri.(Ry)

T#g:Camat Medang KampaiDumai RiauMasyarakat Kota DumaiPemko Dumai

KOMENTAR PEMBACA

Copyright © 2012 – 2018 xnewss.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>