Dumai- Ketua Umum Pajero Indonesia One Jakarta (Pusat) R wahyu Haryadi mengukuhkan dan melantik Pengurus Pajero Indonesia One (PI-I) Chapter Putri Tujuh Dumai periode 2018-2020 yang diketuai oleh Artadinata Bas. Kegiatan bertempat diballroom Hotel Grand Zuri Dumai ini dihadiri langsung oleh Walikota Dumai H Zulkifli AS.

Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) Kota Dumai,  Perwakilan dari  PI waners Chapter Pekanbaru, perwakilan Komunitas baik roda empat dan roda dua dikota Dumai, keluarga besar PI One Chapter Putri Tujuh Kota Dumai. 

Wali Kota Dumai H Zulkifli AS dalam sambutannya berharap komunitas Otomotif ini dapat menjalin keakraban sekaligus mempererat tali silaturhami.

”Saya selaku pemerintah juga menyambut baik atas hadirnya Komunitas Pejero Indonesia One Chapter Putri Tujuh Dumai ini. Sebagai komunitas yang besar, saya mengharapkan kita semua bisa bersinergi dan memberikan kontribusi yang positif bagi kota Dumai tercinta ini,” harap  Zul AS .

Sementara Ketua Pajero Indonesia One Chapter Putri Tujuh Dumai (PI-I-P7) Artadinata Bas mengatakan, Pajero Ondonesia One (PI-I-P7) Dumai adalah Club Otomotif khusus para pemakai kendaraan Pajero Sport.(hms)

Dumai-  Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo SE melepas tim sepakbola Fossbi U-12 Dumai mengikuti turnamen sepakbola piala Menpora U-12 Zona Riau.

Fossbi U-12 yang diwakili oleh SSB Persekat Dumai dan Teduh FC dilepas di halaman gedung Pendopo Sri Bungatanjung Jalan Putri Tujuh Dumai, Jum’at (10/08/18).

Eko Suharjo berpesan agar anak-anak Dumai berani dan bersemangat menghadapi kompetisi. Dia juga berharap Kota Dumai bisa menjadi wakil Riau di tingkat nasional nanti.

“Anak-anak semua harus berani dan semangat meraih kemenangan, juga jaga kesehatan selama bertanding. Mudah-mudahan kita bisa jadi juara,” katanya.

Ketua Fossbi Dumai, Alimun didampingi sekretaris Hendra menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Kota Dumai melalui Dispora Dumai dan KONI Dumai yang telah mendukung dan memfasilitasi keberangkatan ke Pekanbaru.

“Alhamdulillah Pemko Dumai sangat mendukung kita, juga KONI Dumai. Saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.

Sementara itu head coach SSB Persekat Dumai, Isman Tahir Tampubolon optimis anak asuhnya dapat menembus putaran nasional. Apalagi diajang yang sama tahun lalu SSB Persekat mampu meraih posisi 4.

“Tahun lalu kita wakil tunggal dari Dumai. Kita mampu sampai semifinal, tahun ini kita targetkan bisa juara,” kenang Isman Tahir.

Presiden Teduh FC, Yusuf mengatakan keberangkatan timnya ke ajang provinsi ini adalah yang pertama kalinya. Ia berharap bisa memberikan kejutan dan bahkan mampu bersaing dengan tim-tim yang ada di seluruh Riau untuk berebut tiket ke putaran nasional.

SSB Persekat Dumai merupakan juara dalam ajang Menpora U-12 Zona Kota Dumai sedangkan Teduh FC peringkat dua. Kedua klub junior ini mewakili Kota Dumai dalam ajang yang sama di tingkat provinsi.

Pertandingan zona Riau berlangsung 11-12 Agustus di lapangan PTPN V, Jalan Rambutan Pekanbaru. SSB Persekat dan Teduh FC akan bersaing dengan 22 tim lainnya dari 12 kabupaten/kota se Provinsi Riau tiket ke putaran nasional Piala Menpora U-12 di Balikpapan pada 28 Agustus 2018 mendatang.(hms)

DUMAI – Wakil Wali Kota Dumai Eko Suharjo mengajak masyarakat mendukung perjuangan atlet asal Riau untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dalam Asian Games 2018.

Provinsi Riau turut berbangga karena terdapat 25 atlet ikut berlaga di Asian Games 2018 untuk berbagai cabang olahraga berlaga di ajang olahraga di negara Asia tersebut.

“Mari kita doakan atlet kita khususnya dan atlet Indonesia umumnya yang akan berlaga di asian games supaya berprestasi dan mengharumkan nama bangsa dan daerah,” kata Eko usai memimpin upacara Peringatan HUT Provinsi Riau ke- 61 di Dumai, Kamis.

Membacakan amanat Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Wawako menyampaikan sejumlah capaian Pemprov Riau di berbagai bidang dan mengklaim perekonomian terus meningkat.

“Peningkatan perekonomian seiring dengan program pembangunan dilaksanakan pemerintah, dan juga akan terus berupaya melakukan penguatan muatan lokal bagi generasi muda,” sebutnya.

Melalui peringatan hari jadi ini sejatinya memberi ruang bagi anak negeri untuk berpacu mewujudkan Riau yang makmur dan sejahtera. Sejalan dengan visi Riau 2025, yakni

“Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin di Asia Tenggara Tahun 2025”.Pelaksanaan upacara peringatan HUT Provinsi Riau di di Lapangan Kantor Bersama Pemerintah Kota Dumai, Jalan HR Soebrantas ini dihadiri pejabat sejumlah tamu undangan dari unsur forkopinda Dumai.

Dumai- Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMM) ke-102 tahun 2018 yang dipusatkan di Kampung Baru, Bukit Kapur, Dumai, Riau melaksanakan tujuh kegiatan fisik dan beberapa kegiatan non fisik. Untuk kegiatan fisik telah melaksanakan tujuh kegiatan yang sangat krusial karena menyangkut perekonomian masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian, perkebunan dan perdagangan.

Dandim 0320 Dumai Letkol Inf Horas Sitinjak SIp mengungkapkan ketujuh kegiatan fisik tersebut diantaranya, pengerasan Jalan Rajawali ukuran 2.311 m x 4 m x 0.10 m.

Selanjutnya pembangunan semenisasi jalan Rajawali RT 09 ukuran 140 m x 3 m, semenisasi Jalan Harapan Jaya RT 07 ukuran 227 m x 3 m, semenisasi Jalan Utama RT 07 ukuran 192 m x 3 m, semenisasi Jalan Jambu RT 08 ukuran 250 m x 3m, semenisasi jalan Rambutan I RT 08 ukuran 114 m x 3 m dan semenisasi jalan Air Besar RT 09 ukuran 135 m x 3 meter.

 

Dalam pelaksanakan kegiatan fisik dan non fisik melibatkan sebanyak 200 orang yang terdiri dari 15 orang staf satgas, tim asistensi dan penyuluhan sebanyak 25 orang, kelompok ssk sebanyak 110 orang, masyarakat antara 50 sampai 75 orang setiap hari.

 

Proses pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai sejak 10 Juli 2018 silam hingga 8 Agustus 2018.

 

Dumai- Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMM) ke-102 tahun 2018 yang dipusatkan di Kampung Baru, Bukit Kapur, Dumai, Riau melaksanakan tujuh kegiatan fisik dan beberapa kegiatan non fisik.

Untuk kegiatan fisik telah melaksanakan tujuh kegiatan yang sangat krusial karena menyangkut perekonomian masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian, perkebunan dan perdagangan.

Dandim 0320 Dumai Letkol Inf Horas Sitinjak SIp mengungkapkan ketujuh kegiatan fisik tersebut diantaranya, pengerasan Jalan Rajawali ukuran 2.311 m x 4 m x 0.10 m.

Selanjutnya pembangunan semenisasi jalan Rajawali RT 09 ukuran 140 m x 3 m, semenisasi Jalan Harapan Jaya RT 07 ukuran 227 m x 3 m, semenisasi Jalan Utama RT 07 ukuran 192 m x 3 m, semenisasi Jalan Jambu RT 08 ukuran 250 m x 3m, semenisasi jalan Rambutan I RT 08 ukuran 114 m x 3 m dan semenisasi jalan Air Besar RT 09 ukuran 135 m x 3 meter.

Dalam pelaksanakan kegiatan fisik dan non fisik melibatkan sebanyak 200 orang yang terdiri dari 15 orang staf satgas, tim asistensi dan penyuluhan sebanyak 25 orang, kelompok ssk sebanyak 110 orang, masyarakat antara 50 sampai 75 orang setiap hari.

Proses pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai sejak 10 Juli 2018 silam hingga 8 Agustus 2018.

“Mereka butuh akses jalan untuk angkut hasil tani berupa Karet dan Sawit. Maka kami pun prioritaskan jalan sebagai sasaran dalam TMMD tahun ini,”kata Dandim lagi usai penutupan kegiatan TMMD tahun 2018.

Seluruh kegiatan fisik telah tuntas 100 persen dan telah diserahterimakan kepada Pemko Dumai untuk proses perawatan lebih lanjut.

Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo usai mengikuiti kegiatan penutupan TMMD mengaku merasa puas dengan hasil dari kegiatan TMMD yang dilaksanakan oleh Dandim 0320 Dumai ini.

“Hasilnya sangat maksimal dan sangat dirasakan oleh masyarakat baik itu pembangunan fisik, pengadaan maupun program kesehatan yang sangat membantu masyarakat dan program pemerintah Kota Dumai yang konsisten akan masalah kesehatan ini,” ujar Eko.

Ditambahkan praktisi Partai Demokrat ini Pelaksanaan TMMD ini merupakan amanah undang-undang dan setiap tahun harus dilaksanakan guna membangun daerah-daerah pedesaan agar mereka juga merasakan pembangunan. Kami Pemko Dumai siap dan akan mendukung terus program ini dengan mengerahkan anggaran mel;alui APBD DUmai.(hms)

“Mereka butuh akses jalan untuk angkut hasil tani berupa Karet dan Sawit. Maka kami pun prioritaskan jalan sebagai sasaran dalam TMMD tahun ini,”kata Dandim lagi usai penutupan kegiatan TMMD tahun 2018.

 

Seluruh kegiatan fisik telah tuntas 100 persen dan telah diserahterimakan kepada Pemko Dumai untuk proses perawatan lebih lanjut.

Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo usai mengikuiti kegiatan penutupan TMMD mengaku merasa puas dengan hasil dari kegiatan TMMD yang dilaksanakan oleh Dandim 0320 Dumai ini.

 

“Hasilnya sangat maksimal dan sangat dirasakan oleh masyarakat baik itu pembangunan fisik, pengadaan maupun program kesehatan yang sangat membantu masyarakat dan program pemerintah Kota Dumai yang konsisten akan masalah kesehatan ini,” ujar Eko.

 

Ditambahkan praktisi Partai Demokrat ini Pelaksanaan TMMD ini merupakan amanah undang-undang dan setiap tahun harus dilaksanakan guna membangun daerah-daerah pedesaan agar mereka juga merasakan pembangunan. Kami Pemko Dumai siap dan akan mendukung terus program ini dengan mengerahkan anggaran mel;alui APBD DUmai.(hms)

Dumai – Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo siap bersinergi dengan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Dumai dalam upaya mendukung anak-anak bertalenta di Kota Dumai. Mereka butuh dukungan semua pihak untuk mengukir prestasi di berbagai bidang. Ada kebanggan bagi Kota Dumai yang punya sejumlah anak berprestasi.

“Momen ini juga jadi Peringatan Hari Anak Nasional 2018 tingkat Kota Dumai. Jadi momentum ini sangat pas untuk berikan apresiasi bagi anak-anak berprestasi,” ujar Eko dalam sambutannya pada APSAI Award 2018 di ballroom Grand Zuri Dumai, Selasa (07/08/2018).

Politikus Partai Demokrat menyebut bahwa pemerintah kota perlahan mewujudkan Kota Layak Anak. Pemerintah kota berupaya untuk mengevaluasi setiap tahun terhadap indikator Kota Layak Anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dumai, Dameria menyebut bahwa saat ini Kota Dumai adalah Kota Layak Anak tingkat Madya. Ia menyebut perlahan Kota Dumai menjadi Kota Layak Anak tingkat utama.

Dameria mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan ini adalah bentuk dukungan perusahaan untuk mewujudkan Dumai sebagai Kota Layak Anak. “Perlahan kita berusaha untuk memenuhi hak dan perlindungan anak,” tutupnya.(hms)

DUMAI- Wali Kota (Wako) Dumai H Zulkifli AS membuka secara resmi Seminar Alquran yang ditaja oleh Yayasan Mutiara Hati Kota Dumai. Seminar yang dilaksanakan di gedung Sri Bunga Tanjung Pendopo Dumai ini menghadirkan nara sumber Syafril Anwar dari Bekasi dengan hapalan 30 Juz.

Turut hadir ketua BKMT Kota Dumai Hj Haslinar Zul AS, Ketua MUI diwakili Sekretaris MUI kota Dumai Dekie A, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) kota Dumai H Amrizal, Ketua Yayasan Mutiara Hati Kota Dumai Mardhatillah, kepala Sekolah Lembaga Tahfidz Qur’an (LTQ) Mardiah serta ratusan peserta seminar.

Wali Kota Dumai H Zulkifli AS mengatakan, Alquran memberikan pencerahan bagi siapa yang membacanya, serta menawarkan keteduhan batin bagi mereka yang mengamalkannya. Dengan menghayati ayat-ayat Alquran, kita dapat mengungkap berbagai rahasia alam di muka bumi ini. Karena itulah, siapapun yang berinteraksi dengan Alquran dan menghati pesan-pesan yang terkandung didalamnya, akan meningkat keimanan dan ketaqwaannya.

”Untuk itulah, mempelajari dan memahami Alquran tidak mengenal batas umur dan siapapun, sehingga usaha pelestarian dan pembelajaran Alquran secara kontiniu tidak hanya terbatas pada seni baca, lagu dan tajwidnya saja, namun perlu pemahaman mendalam tentang isi yang terkandung didalamnya, yang selanjutnya diharapkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-jari. Keimanan dan ketaqwaan seorang insan tidak lepas dari tingkat pemahaman akan ilmu yang secara luas tertuang dalam kitab suci yang tiada bandingnya di dunia ini,” jelasnya.

Melihat begiti pentingnya Alquran dalam kehidupan ummat manusia, maka segala usaha yang dilakukan guna men-taddabur Alquran adalah penting bagi kita semua. Dewasa ini kata Zul AS, kita semua telah menyaksikan bahwa keinginan untuk mempelajari Alquran begitu kuat dalam jiwa para muslim.

Hal ini kata Zul AS, merupakan signal positif dalam memupuk generasi muda kita agar lebih dekat dan mencintai Alquran, sehingga diharapkan masyarakat yang hendak kita bangun nantinya , buka saja masyarakat yang makmur, namun juga masyarakat Madani yang kental dengan iman dan Taqwa.(hms)

Dumai- Sosialisasi Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai di Aula Camat Dumai Barat, Rabu (01/08/2018) kemarin.

Kabid Catatan Sipil Disdukcapil Dumai Muhammad Wazir SH dan Kabid Kependudukan, Rama Ikhwan sebagai narasumber dalam acara yang dihadiri Camat Dumai Barat Zulfahren dan sebanyak 153 Ketua RT yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Dumai Barat tersebut.

Menurut Muhammad Wazir target cangkupan persentase untuk kepengurusan akte secara nasional di Kota Dumai sebesar 85.25 persen namun pada realisasinya persentase cangkupan untuk akte kelahiran sebesar 96 persen atau berada di peringkat 7 nasional.

Penggalakan untuk mencapai persentasi 100 persen terus dilakukan dengan melakukan kerjasama-kerjasama kepada lembaga atau persatuan-persatuan yang ada di Kota Dumai yang juga peduli terhadap masalah GISA tersebut.

Muhammad Wazir juga menghimbau agar masyarakat juga mau melaporkan soal kematian dan perkawinan bagi yang non muslim. “Masyarakat jangan pernah anggap sepele tentang hal ini karna dikhawatirkan bisa menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” pintanya

Dalam sosialisasi tersebut, pihak Disdukcapil Kota Dumai membuka sesi interaksi ini berupa tanya jawab kepada perwakilan Disdukcapil oleh tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Kabid Kependudukan Rama Ikhwan menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan yang ada Disdukcapil Kota Dumai masih kurang memuaskan, terutama masalah KTP-El yang memang penanganannya agak terlambat.

“Seringkali pelayanan kami di Disdukcapil kurang baik karena adanya kendala ketidaktersediaan blanko KTP-Elektronik ataupun gangguan dari server ke pusat. Jadi dalam kesempatan ini kami mohon maaf,” ungkap Rama Ikhwan.

Sementara Camat Dumai Barat Zulfahren sangat mendukung terselenggaranya sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) tersebut. Sebab dengan dilaksanakannya sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat agar lebih proaktif dan memiliki kesadaran mengurus administrasi kependudukan.

“Kita mendukung program GISA ini, melalui ketua-ketua RT yang hadir dalam sosialiasi tadi dapat memberikan pemahaman pada warganya. Baik soal Akte Kelhiran, KTP, AKte Kematian dan dokumen perpindahan penduduk,” ujarnya.

Diakui Zulfahren, kesadaran warga Dumai Barat tentang Administrasi Kependudukan belumlah 100 persen. Banyak hal-hal yang masih menjadi kendala seperti, warga baru yang masuk ke wilayah Dumai Barat namun tidak melakukan perubahan dokumen kependudukan.

“Banyak warga pindah baik antar kecamatan maupun kabupaten/kota terkadang mereka enggan melakukan perekaman dan mengurus dokumen. Mereka pikir nantinya bakal pindah lagi karena status hanya menyewa rumah dan tidak menetap selamanya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Camat Dumai Barat optimis, kendala tersebut bisa diselesaikan. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya hingga ke tingkat RT agar ikut mensosialisasikan program kependudukan tersebut.(hms)


DUMAI – Wakil Wali Kota Dumai Eko Suharjo mengimbau masyarakat dan orangtua agar membawa anak ke posyandu dan puskesmas untuk mendapatkan vaksin imunisasi campak dan rubella, serta tidak terpancing isu belum diketahui kebenarannya.

“Masyarakat jangan terpancing isu yang belum diketahui kebenarannya terkait imunisasi measless pemberian vaksinasi rubela ini,” kata Eko Suharjo, Kamis (2/8/2018).

Menurutnya, program vaksin rubella dicanangkan pemerintah secara nasional ini bertujuan untuk mengantisipasi anak terkena penyakit campak dan rubella, dan mendorong orangtua agar anak memperoleh imunisasi MR.Rubella ini berdampak bagi kesehatan anak. Satu dampak terparah yakni menyebabkan cacat permanen.

Gejala yang terlihat saat terpapar rubella yakni tubuh demam hingga muncul ruam.”Program imunisasi ini untuk menambah kekebalan tubuh, agar anak tidak terpapar virus campak dan rubella,” sebutnya.

Pemerintah kota Dumai menggelar pencanangan kampanye pekan imunsisasi measless, di SMP Binsus Putri Tujuh, dan Dinas Kesehatan menargetkan 95 persen dari 86.555 anak Dumai diberikan suntikan vaksinasi rubela.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Faisal memastikan tidak ada kandungan berbahaya atau haram dalam vaksin Rubella ini, dan petugas akan datang ke rumah untuk persuasif agar orangtua mau memberi imunisasi anaknya.

Dinas Kesehatan Dumai akan berupaya agar anak mendapat vaksin karena usia 9 bulan hingga kurang 15 tahun rentan tertular campak. dan imunisasi MR dilakukan di sekolah, puskesmas atau posyandu.(hms)

DUMAI — Sebagaimana surat yang disampaikan Pemprov Riau pada kabupaten dan kota tertanggal 30 Juli 2018 lalu, Pemerintah Kota Dumai mengimbau pada seluruh ASN , instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta untuk mengenakan busana melayu lengkap mulai tanggal 1 sampai 9 Agustus 2018.

Kabag Humas Setdako Dumai Riski Kurniawan menyampaikan 6 poin yang disampaikan Pemprov Riau untuk pemerintah dan mengajak masyarakat menyemarakan Hari Jadi Provinsi Riau ke-61 tersebut.

Mengimbau masyarakat memasang bendera merah putih di halaman rumah maupun ruko dan bagi Kantor Pemerintah dan Instansi terkait di upayakan memasang umbul-umbul agar semarak.

Menindaklanjuti Surat dari Sekretariat Daerah Propinsi Riau Nomor : 003.1/UM/02.15
tentang Pelaksanaan Hari Jadi Propinsi Riau ke-61 Tahun 2018.

“Kepada seluruh ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Dumai mulai tanggal 1 s/d 9 Agustus 2018 menggunakan Busana Melayu Lengkap. Tidak hanya itu, ada beberapa poin yang menjadi perhatian bersama untuk dapat dilaksanakan sempena menyambut Hari Jadi Provinsi Riau.
“Selain menggunakan busana Melayu, pada tanggal 9 Agustus nanti akan dilaksanakan upacara Hari Jadi ke-61 Provinsi Riau dari tingkat Provinsi, Kabupaten sampai tingkat Kecamatan. Upacara tersebut tidak hanya untuk ASN dan PTT tetapi juga dengan
mengikutsertakan TNI/Kepolisian, tokoh masyarakat, OKP, organisasi profesi, organisasi wanita, mahasiswa dan pelajar”
jelasnya.

Diharapkan kepada seluruh pegawai ASN dan PTT dan masyarakat untuk ikut menyemarakkan Hari Jadi Provinsi Riau dan menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki kinerja.

Kepada seluruh pengurus masjid pada, Jumat (10/08) untuk melaksanakan khotbah jumat dengan tema sempena Hari Jadi Provinsi Riau ke-61 dan bagi umat kristiani agar dilaksanakan pada hari Minggu.(hms)

 

Dumai– Ditengah polemik vaksinasi maeless rubela, majelis ulama islam (MUI) Kota Dumai belum mengambil sikap terkait halal dan haramnya paksin rubela yang diadakan kementerian kesehatan.

Hadir dalam pencanangan kampanye pekan imunsisasi measless rubella di SMP Binsus Putri Tujuh, Rabu (01/08/2018) ketua MUI Kota Dumai Zakaria mengaku belum bisa mengambil sikap terkait vaksinasi tersebut.

“Kita sampai saat ini belum ada mendapatkan surat rujukan dari MUI pusat maupun MUI Provinsi Riau terkait vaksinasi ini,” ujar Zakaria.

Terkait vaksinasi ini yang katakanlah dari pusat belum ada. Dulu saat jemaah haji yang harus mendapatkan suntikan vaksin sebelum berangkat haji. Jadi kalau harus disuntik itu diboleh, ada keringananlah namun untuk vaksin ini kami belum dapat petunjuk jelasnya.

Sementara itu Pemerintah kota Dumai menggelar pencanangan kampanye pekan imunsisasi measless, di SMP Binsus Putri Tujuh yang dihadiri dan dibuka oleh wakil Walikota Dumai Eko Suharjo.

Dalam pencanangan ini Pemko Dumai melalui Dinas Kesehatan mencanangkan 95 persen dari 86.555 anak Dumai diberikan suntikan vaksinasi rubela agar terhindar dari penyakit campa rubela.

“Masyarakat jangan terpancing isu yang belum diketahui kebenarannya terkait imunisasi measless pemberian vaksinasi rubela ini,” ujar wakil Walikota Dumai Eko Suharjo singkat.

Sementara itu di Kota Dumai pemberian vaksinasi rubella bagi anak masi menjadi polemik. Ada beberapa sekolah menunda pemberian suntik rubela kepada anak didik untuk menunggu persetujuan orang tua para wali murid. (hms)