DUMAI – Dinas Perhubungan Kota Dumai serahkan pengelolaan penarikan retribusi parkir khusus terminal barang pada pihak ketiga mulai 1 Juli 2018, bertujuan efisiensi anggaran dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Dumai Asnar mengatakan, pemungutan retribusi parkir khusus menjadi kewenangan rekanan melalui proses pelelangan, dan ditargetkan Rp19 miliar pertahun setoran ke PAD.

“Rekanan hanya berwenang penarikan retribusi parkir khusus dan diminta tetap mempekerjakan puluhan tenaga honorer yang sudah bekerja di terminal barang,” kata Asnar pada pers baru ini.

Dia mengklaim pengalihan kewenangan penarikan retribusi parkir ini sudah melalui berbagai tahapan, di antaranya kajian teknis, pelelangan dan pendapat hukum kejaksaan.

Untuk tahap awal, Pemerintah Dumai memberikan kewenangan penarikan retribusi parkir selama enam bulan kepada rekanan pemenang, dan harus menyetor PAD setiap akhir bulan sekitar Rp1,6 miliar.

“Dinas perhubungan tetap jadi otoritas pengelola teminal barang, dan akhir 2018 akan dievaluasi, jika tidak disetor diawal maka kontrak akan diputus,” sebutnya.Untuk payung hukum,

Dishub sudah meminta legal opinion atau pendapat hukum kejaksaan negeri setempat dan mengacu pada peraturan wali kota terkait peralihan kewenangan parkir khusus ini.

Sementara Walikoota Dumai H. Zulkifli As mengaku menapresiasi terobosan baru yang dicanangkan oleh Dinas Perhubungan Dumai dalam menggali PAD Dumai ini.

“Kita sangat diuntungkan dengan diserahkannya pengelolaan terminal barang kepada pihak ke tiga. Selain tidak harus mengeluarkan gaji lagi, kita juga menerima uang kes dari pihak ketiga. Mereka akan membayar kepada kita didepan baru mulai melakukan pekerjaan dan memeungut restribusi disana,” uijar Walikota Dumai.

Ditambahkan Zul As untuk tenaga kerja honor Doinas perbuhungan yang bekerja disana akan tetap dipekerjakan tanpa ada pengurangan, hal itru sesuai dengan kesepakatan awal antara pihak ketiga dan Dinas Perhubungan.

Diharapkan dengan penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga ini tidak lagi terjadi kebopcoran-kebocoran PAD Dumai dari sektor restribusi terminal timbangan, harap Zul AS.(HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>