Dumai- Antisipasi terus merebaknya Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Dumai, akhirnya, Kamis (19/7/2018) sore Pemerintah Kota (Pemko) Dumai perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap akibat Karlahut.

Rapat penetapan perpanjangan status siaga itu dipimpin Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE di ruang rapat media center Jalan Putri Tujuh Dumai. Rapat itu juga dihadiri Dandim 0320/Dumai Letkol (Inf) Horas Sitinjak selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla di Kota Dumai, Wakapolres Kompol Yudhi, Kepala BPBD Dumai Tengku Ismed, Camat Sungai Sembilan, Camat Medang Kampai dan undangan lainnya.Wawako Dumai, Eko Suharjo SE mengatakan walaupun karlahut masih dalam kendali, tapi luas lahan yang terbakar terus meningkat, makanya perlu upaya-upaya tindak lanjut l untuk mencegah bencana kabut asap.

“Tindakan pencegahan yang kita lakujan adalah menandatangani perpanjangan status siaga darurat bencana kabut asap akibat karhutla sampai 6 Setember 2018 atau 50 hari kedepan terhitung hari ini (Kamis,red),” ujar Eko.Lebih jauh Eko juga menyampaikan, anggaran yang ada saat ini sangat terbatas. “Oleh karena itu Pemko Dumai mengharapkan kepedulian masyarakat dan perusahaan yang ada di Kota Dumai untuk bersama-sama mencegah Karhutla agar Dumai bebas dari bencana kabut asap,” ucap Eko.

Jad dengan ditetapkannya perpanjangan status siaga darurat itu maka anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD melalui BPBD Dumai dapat digunakan untuk upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kabut asap akibat karhutla.

Kepala BPBD Dumai Tengku Ismed menambahkan anggaran untuk status siaga sekitar Rp 500 juta dan sebagian sudah digunakan paska ditetapkan status siaga darurat Februari 2018 lalu. “Sesuai aturan anggaran bisa digunakan untuk biaya konsumsi dan BBM.” terangnya

Sementara itu Dandim 0320/Dumai Letkol (Inf) Horas Sitinjak menyatakan, keterbatasan alat pemadam menjadi kendala tim pemadam dilapangan. “Kami berharap perusahaan di Dumai mau membantu upaya pencegahan bencana kabut asap akibat kebakaran lahan,”ujar Dandim

Dandim juga menyampaikan, Waterbombing juga terus dilakukan untuk memadamkan api di permukaan. “Namun kami tetap membutuhkan pompa mini striker untuk proses pendinginan lahan yang terbakar. Sebab kebakaran lahan gambut bara api berada dibawah tanah harus dilakukan pendinginan agar api benar-benar padam,” ucapnya.

Sedangkan upaya lainnya yaitu membuat kanal blocking guna mencegah meluasnya api. “Kami juga membuat kanal blocking guna mencegah meluasnya Karhutla.” ungkapnya.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>