DUMAI – Walikota Dumai yang diwakili Oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai Ir.H.M. Nasir, MP membuka secara resmi Edukasi dan Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan, Industeri Jasa Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal di Kota Dumai. Selasa (31/07) Ballroom Hotel Comforta Jl. Jenderal Sudirman.

Dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK), wewenang dan tugas OJK adalah mengawasi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di sektor pasar modal, sektor industri keuangan non bank (seperti : asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiyaan, dll) dan mulai tahun 2014 juga akan mengawasi sektor perbankan (Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat).

Sambutan Kepala OJK Provinsi Riau Bapak Yusri menyampaikan kegiatan Edukasi dan Sosialisasi ini didasari oleh hasil survei OJK dan hasil survei Bank Dunia tahun 2013, Provinsi Riau dari dua belas Kab/Kota, setelah berbagai pertimbangan, Kota Dumai terpilih untuk dilaksanakanya kegiatan sosialisasi ini. Dikerenakan Kota Dumai merupakan daerah strategis dan pintu masuk menuju ke ibukota Provinsi Riau.

Pada tahun 2013 indeks literasi keuangan 21,84% dan indeks inklusi keuangan 59,74%. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman keuangan (well literate) dari 21,84 persen menjadi 29,66 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) dari 59,74 persen menjadi 67,82 persen.

Tahun 2016 OJK kembali melakukan survei untuk mengukur efektivitas implementasi SNLIK 2013 yang telah dilakukan dan memetakan kembali tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terkini. Survei tahun 2016 mencakup 9.680 responden di 34 provinsi yang tersebar di 64 kota/ kabupaten di Indonesia dengan mempertimbangkan gender, strata wilayah, umur, pengeluaran, pekerjaan, dan tingkat pendidikan.

Dengan hasil survei tersebut, OJK bersama IJK menyusun Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang didalamnya terdapat berbagai macam program strategis dan program inisiatif yang bertujuan untuk lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Kegiatan edukasi keuangan sejak tahun 2013 s.d. 2016 telah dilaksanakan di 144 kota dengan frekuensi sebanyak 289 kegiatan. Selain itu juga dalam rangka meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa, OJK juga telah menyusun dan meluncurkan buku seri literasi keuangan untuk jenjang pendidikan formal mulai tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Sedangkan, pelaksanaan program inklusi keuangan dilaksanakan dalam melalui program perluasan akses keuangan, seperti Laku Pandai, Jaring dan Laku Mikro, maupun melalui pengembangan produk mikro, seperti tabungan SimPel, asuransi mikro, reksadana mikro, yuk nabung saham dan nabung emas.

OJK sebagai anggota Dewan Nasional Keuangan Inklusif juga menyelenggarakan kegiatan inklusi keuangan dalam bentuk sinergi aksi bersama-sama kementerian/lembaga terkait, seperti pengembangan Sinergi Aksi Untuk Ekonomi Rakyat, Sinergi Aksi Mendorong Akses Keuangan Untuk Rakyat, Gerakan Nasional Menabung dan program penyaluran bansos secara non tunai.

Selanjutnya, Sambutan Walikota Dumai yang di sampaikan oleh Sekdako Dumai Ir.H.M. Nasir, MP menyampaikan, selaku Pemerintah Kota Dumai menyambut baik atas pelaksanaan kegiatan ini, dengan adanya kegiatan tersebut, kita semua baik peserta dapat mengetahui informasi penting sehingga kita dapat memilih dan memanfaatkan produk layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Eksklusivitas keuangan dapat memperlebar kesenjangan sosial, tidak mendukung penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan inefisiensi secara nasional.

Kemudian, kebutuhan akan perluasan akses keuangan menjadi hal yang tidak dapat ditunda lagi, oleh karena itu, pada tahun 2016 yang lalu, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menerbitkan Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Diharapkan dengan adanya peraturan ini dapat membantu Pemerintah mencapai target inklusi keuangan 75 persen pada akhir tahun 2019 nanti.

Peserta dihadiri oleh para pelaku pelayanan jasa keuangan perbankan, Dosen, Mahasiswa dan Pelajar, kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata serta foto bersama. (hms).


DUMAI – Peserta haji musim 2018 asal Kota Dumai sebanyak 182 orang telah diterbangkan ke Madinah melalui Bandara Hang Nadim Batam Provinsi Kepulauan Riau sekitar pukul 08.00 Wib dengan maskapai Saudi Arabia Airline, dilepas oleh Wali Kota Dumai Zulkifli As, Sabtu (28/7/2018).

Jemaah calon haji Dumai berangkat dalam kelompok terbang 9 Embarkasi Batam bergabung dengan peserta haji asal Kabupaten Kuansing, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Sebelumnya, jemaah calon haji Dumai tiba di Asrama Haji Batam pada Jumat (27/7/2018) diantar langsung wali kota dan rombongan dengan satu armada Kapal Ferry Dumai Line 8 dari Terminal Ferry Penumpang Pelindo Dumai sekitar pukul 07.30 Wib.

Wako Zulkifli mengimbau jemaah calon haji agar senantiasa menjaga kesehatan supaya dapat menjalani serangkaian kegiatan ibadah yang baik dan lancar serta mampu menjadi haji mabrur.Selain itu jamaah harus selalu bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah SWT sehingga dapat melaksanakan rukun islam ke lima ini.

“Agar seluruh jemaah terus menjaga kesabaran dan keiklasan selama beribadah, serta menjaga kekompakan dan saling tolong menolong, hingga mampu menjadi haji mandiri,” kata wali kota.

Dia meminta juga ketua rombongan dan regu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh JCH agar merasa diayomi, aman dan nyaman hingga kembali ke tanah air.

“Jaga kesehatan agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, semoga menjadi haji mabrur,” sebutnya.

JCH Kloter 9 Embarkasi Batam akan kembali ke tanah air pada 7 September 2018 pukul 01.18 Wib di bandara Hang Nadim Batam, dan di Mekkah akan menempati Mahtab 28 Sektor 06 Nomor Rumah 601.

Pelepasan jemaah haji Kloter 9 Embarkasi Batam ke Madinah dihadiri perwakilan Gubernur Kepulauan Riau, Bupati Kuansing Mursini, Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi dan Wakil Idrus serta sejumlah pejabat.

DUMAI – Wali Kota Dumai H Zulkifli AS, Jum’at (27/7/2018) secara resmi melepaskan 182 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Dumai yang tergabung dalam Kloter 9 di Terminal Pelabuhan Areal Pelindo Dumai. Sebelumnya, jumlah JCH Dumai 184, namun dikarenakan 2 JCH lainnya bergabung dengan Keloter 16, yang diberangkatkan 4 Agustus 2018.

Jemaah Calon Haji (JCH) Dumai ini menuju embarkasi Batam dengan menggunakan fery Dumai Line 8 melalui Terminal Pelabuhan Penumpang Pelindo I Dumai. Pelepasan JCH Dumai ini sendiri diwarnai rasa haru dari pihak keluarga yang turut mengantarkan di pelabuhan Dumai.

Pelepasan keberangkatan JCH asal Kota Dumai ini dihadiri anggota DPRD Dumai, Kepala Kementerian Agama Kota Dumai H Syafwan, Sejumlah Kepala Dinas, Badan, kantor, Asisten dilingkungan Pemko Dumai, dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Dumai, dan tokoh masyarakat Dumai lainnya.

Seperti biasa, sebelum naik ke atas kapal, para Jemaah Calon Haji (JCH) inipun mengikuti rangkaian kegiatan seremonial yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai diruang tunggu keberangkatan terminal Pelabuhan Pelindo I cabang Dumai.

Wali Kota Dumai H Zulkifli AS dalam kesempatan tersebut mengingatkan kepada para JCH kota Dumai untuk menjaga kesehatan agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik.

”Kepada Para JCH Kota Dumai, kiranya senantiasa untuk tetap menjaga kesehatan, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Banyak rangkaian ibadah yang akan dilaksanakan selama berada ditanah Suci mulai dari yang wajib hingga yang sunah. Untuk itu, jagalah kesehatan, sehingga mampu melaksanakan semua rangkaian ibadah”pesan orang nomor satu dikota Dumai ini.

Zul AS juga mendoakan, JCH Kota Dumai diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji sehingga menjadi Haji yang Mabrur dan semoga seluruh JCH mendapat perlindungan dari Allah selama berada di tanah suci dan kembali lagi ketanah air dengan selamat pula sehingga dapat kembali berkumpul dengan anak dan keluarga serta kerabat lainnya.

”Kepada JCH kiranya mendoakan Kota Dumai agar tetap dalam keadaan aman, nyaman dan kondusif,” ujar Zul AS. Sebelum menaiki kapal, para JCH menyalami seluruh undangan yang ada lalu seraya menuju kekapal yang akan menuju Batam.(hms)

DUMAI – Pertamina Refinery Unit II Dumai melakukan launching lima program CSR pada pilar kesehatan untuk masyarakat Ring 1 di Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur, Kamis (26/7/2018).

Kegiatan ditandai dengan seremonia pamberian bantuan Rp 642.662.000 melalui program CSR kesehatan, diantaranya adalah Program Posyandu Sehati, Program Penambahan Alat Kesehatan, Program Penyehatan Drainase, Program Bank Sampah, dan Program Parilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Disusul dengan kegiatan penyuluhan makanan sehat dan pelatihan kader Posyandu Sehati yang dipusatkan di aula Kantor Kecamatan Dumai Timur.

Pjs General Manager Pertamina RII Dumai Joko Pranoto mengungkapkan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab untuk memproduksi energi dalam bentuk minyak dan gas, Pertamina juga menjalani tanggung jawab sosial terhadap kelangsungan hidup masyarakat sekitar, salah satunya pada bidang kesehatan.

“Selain memastikan produksi bahan bakar tetap terjaga, kami juga perlu memastikan kelangsungan hidup masyarakat Ring I Partamina RU II dalam keadaan baik, terutama kesehatannya. Perwujudannya adalah berbagai program CSR kesehatan yang kami jalankan,” kata Joko.

Sementara, Unit Manager Communication & CSR RU II, Taufikurachman menjelaskan kelima program CSR kesehatan yang dijalankan di antaranya adalah Program Posyandu Sehati, Program Penambahan Alat Kesehatan, Program Penyehatan Drainase, Program Bank Sampah, dan Program Parilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS). Katanya

“Total dana masyarakat yang disalurkan dari lima program tersebut sebesar Rp 642.662.000 Programnya berwujud pamberdayaan, Infrastruktur maupun donasi. Namun kami pastikan manfaat semua program tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk kesehatan masyarakat,” terang Taufikurachman.

Sementara, Jr. Officer CSR Pertemina RU II, Kevin Kurnia menambahkan setidaknya ada 65 kader posyandu dan 120 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat langsung dari program Posyandu Sehati dan Pragram PHBS. Sedangkan secara keseluruhan program semua masyarskat di Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti merupakan penerima manfaat dari pogram-program yang
dijalankan.

“Harapannya program-program yang kami jalankan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Ring 1 dan dapat mewujudian masyarakat yang mandiri nantinya,” tutup Kevin.

Bantuan secara simbolis diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H Paisal SKM MARS di Aula Kantor Camat Dumai Timur.

Atas bantuan tersebut Paisal mengucapkan terimakasih kepada Pertamina RU II Dumai yang telah peduli dengan cara menyalurkan bantuan Kesehatan Masyarakat bagi Masyarakat Ring I.

Dikatakan Paisal, masih ada sasaran lain, di Dumai ada 10 Pusmesmas, 500 Posyandu dan masih butuh bantuan. “Saya berharap dengan adanya bantuan ini pelayanan di posyandu lebih optimal lagi,” harap Paisal.(hms)

Tarakan – Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE dan isteri Dewi Tunjung Sari hadir pada rangkaian acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2018 diawali dengan jamuan makan malam di kawasan Taman Berkampung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara, Selasa malam (24/7).

Sekitar 85 Walikota dari 98 Kota di Indonesia tampak hadir pada acara malam penyambutan sebelum esok harinya dilaksanakan hari puncak Apeksi ke XIII.

Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE beserta istri didampingi Kabag Pemerintahan dan rombongan di sambut meriah, disambut langsung oleh Walikota Tarakan Ir. Sofian Raga, M.Si, dalam penyambutan tersebut terlihat keduanya saling bertukar Cinderamata, dengan digelarnya karpet merah Wakil Walikota menuju jamuan makan malam.

Sembari menyantap hidangan, para peserta Apeksi di suguhi dengan musik tari dan budaya khas Kota Tarakan dilanjutkan dengan acara hiburan oleh artis ibu kota Siti Badriah di panggung Utama.

Acara bertajuk welcome dinner mengalami rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2018 yang berlangsung mulai Rabu (25/7) hingga Kamis (26/7).

Rencananya Rapat Kerja Nasional XIII dengan tema ” Penguatan Kerjasama Antar Daerah Dalam Mengoptimalkan Potensi Daerah” akan dimulai pukul 09.00 di Tarakan Plaza Hotel. (hms)

Dumai- Tiga kali dipanggil tak hadir, akhirnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai memutuskan turun ke PT Energi Sejahtera Mas (ESM) Lubukgaung Kecamatan Sungai Sembilan. Tindakan tersebut terpaksa dilakukan lantaran perusahaan terindikasi mengabaikan Disnakertrans Dumai.

“Kami bersama tim akan turun ke PT ESM Lubukgaung, sebab perusahaan tersebut sudah tiga kali dipanggil tak kunjung hadir,” tegas Kepala Disnakertrans Kota Dumai H Suwandi SH MHum melalui Kepala Bidang (Kabid) Perselisihan Industri dan Ketenagakerjaan Dumai Muhammad Fadhly SH Selasa (24/7/18).

Menurut Fadhy, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada PT ESM untuk segera menyerahkan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertantu (PKWT) ke kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Dumai.

Namun sayang, dengan alasan yang tidak jelas managemen PT ESM tsk kunjung hadir. Bahkan perusahaan yang bergerak di bidang industry pengolahan CPO dan turunannya itu tak memberi kabar sama sekali. “Kita merasa diabaikan, untuk itu kita bersama tim termasuk Satpol PP Pemko Dumai segera turun ke lokasi Industri di Lubukgaung,” tegas Fadhly.

Untuk diingat Disnakertrans Kota Dumai sudah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah perusahaan di Kota Dumai termasuk PT ESM dan PT Shil On Servise (SOS) Lubukgaung. Khusus kepada PT ESM sudah untuk ketiga kalinya surat panggilan dilayangkan, namun managemen perusahan tersebut tak kunjung hadir di kantor Disnakertrans.

“Ya seluruh perusahaan di kota Dumai telah kita panggil untuk menyerahkan pencatatan PKWT di perusahaan. Khusus PT ESM sudah tiga kali kami panggil namun tak digubris,” tambah Fadhly lagi.

Dijelaskan, pemanggilan terhadap perusahaan termasuk PT ESM mengacu kepada UU No 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan pasal 50, pasal 51 ayat (1) ayat (2 ) jo Kepmenakertrans RI No. Kep 100/MEN/VI/2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Menurut Fadhly PT ESM dan PT SOS serta sejumlah perusahan di kota Dumai diduga belum melaksanakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Permenakertrans No 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain.

Bahkan penerima pekerjaan dari PT ESM salah satunya PT SOS juga diduga belum mencatatkan perjanjian kerja kepada Disnakertrans Kota Dumai. “Hal ini jelas pelanggaran terhadap Permenakertrans No. 100/MEN/VI/2014 Bab VI pasal 13,” tegas Fadhly.

Akibat pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, ujar Fadhly, PT ESM dapat dikenakan sanksi SE Menakertrans RI NO. SE.04/MEN/VIII/2013 tentang pedoman pelaksanaan Permenakertrans RI No. 19 tahun 2012 tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan kepada perusahan lain pada BAB V ayat 1.

“Perusahaan sub kontraktor di PT ESM termasuk PT Sield On Service (SOS) kita minta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di areal perusanaan, karena telah melakukan pelanggaran pasal 13 Kepmenakertrans RI No 19 tahun 2012 Bab V ayat 2 poin b,” ungkap Fadhly, dan minta agar perwakilan perusahaan yang hadirdi kantor Disnakertrans Dumai yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

DUMAI- Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman ingin antara Politeknik Kelautan dan Perikanan bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan Kota Dumai bersinergi, ciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

Menurut Gubri, bagi lulusan SMK baik mereka yang ingin meneruskan ke jenjang lebih tinggi terlebih perekonomiannya kurang mampu, bisa menjadikan Politeknik Kelautan dan Perikanan di Dumai menjadi solusinya.

“Bagaimana antara SMK dan Politeknik ini disinerikan. Ini akan dibicarakan oleh dinas terkait bersama pihak sekolah dan Politekhnik,” kata Gubri yang akrab disiapa Andi Rachman, Selasa (24/7/18).

Orang nomor satu di Riau ini menilai, baik SMK Perikanan dan Politeknik mau pun Politeknik ini sama-sama memiliki potensi sebagai lembaga pendidikan. Namun alangkah lebih baik lagi jika antara sekolah kejuruan dan sekolah tinggi ini bisa saling bersinergi.

Sehingga standar yang harus dicapai anak didik di SMK ini untuk memasuki Politekhnik nantinya bisa dicapai.

“Sayang potensi yang ada di sini tak dilanjutkan ke pendidikan lebih lanjut, terutama SMK ini. Kan ada di Dumai ini sudah ada Politeknik yang mengadopsi pelajaran yang sama,” ujar Andi.

Adapun selama berkunjung ke kota minyak ini, Andi beserta sejumlah kepala dinas yang turut hadir melakukan kunjungan ke SMK Perikanan dan Politeknik Perikanan dan Kelautan.

Di Politeknik, Andi menyempatkan pertemuan civitas akademika beserta pelajar Politeknik Kelautan dan Perikanan Kota Dumai. Begitu juga di SMK yang berlokasi di Cendrawasih.

Kelurahan Laksamana, juga menyempatkan berbincang bersama guru dan pelajar di sana. Selain itu, Andi juga sempat mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Gatot Subroto.

Turut hadir Sekretaris Kota (Seko) Kota Dumai HM Nasir, Danlanal Dumai Yose Aldino, Kepala Dinas Pendidikan Riau Rudyanto, Kepala Dinas Perhubungan Riau M Taufiq OH, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau Rasyidin Siregar.(hms)

DUMAI – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kota Dumai mengusulkan bantuan dana Rp15 miliar ke Pemerintah RI untuk pengembangan objek wisata memiliki kepastian hukum status lahan.

Kepala Disparpora Dumai Fauzi Efrizal mengatakan, objek wisata yang sudah memiliki kepastian hukum status lahan adalah Pantai Marina Indah di Kelurahan Mundam.

“Pengembangan wisata dumai membutuhkan dukungan dana pusat karena keterbatasan anggaran daerah, dan tahun 2019 ini kita usulkan Rp15 miliar,” kata Fauzi kepada wartawan belum lama.

Disebutkan, pada 2018 ini, Dumai menerima kucuran dana alokasi khusus (DAK ) sebesar Rp1,1 miliar untuk pengembangan objek wisata Pantai Marina Puak Kelurahan Mumdam Kecamatan Medang Kampai.

Status lahan Pantai Marina Puak memiliki luas lahan 42 hektare, sedangkan beberapa objek wisata lain seperti Pantai Purnama, Hutan Wisata, Danau Bunga Tujuh dan lainnya masih milik swasta.

“Kita tetap upayakan beberapa objek wisata memiliki kepastian hukum status lahan dengan merangkul pemilik wisata swasta agar mau hibahkan lahan, seperti chevron dan lainnya,” sebutnya.

Dia berharap semoga tiap tahun bantuan dana dari pusat maupun provinsi mampu didapatkan mengingat keterbatasan anggaran daerah.Diketahui, Pantai Puak tahap awal ini telah berkontribusi pendapatan asli daerah sebesar Rp30 juta pertahun, dan melalui pengembangan dilakukan berharap penggunjung meningkat dan menambah PAD.

Sebelumnya, Wali Kota Dumai Zulkifli As telah melakukan peletakan batu pertama dan launching penetapan kawasan wisata Pantai Puak Teluk Makmur sebagai kawasan wisata berbasis budaya melayu.

Penetapan pantai puak sebagai kawasan wisata bertujuan untuk memacu perkembangan kepariwisataan dan menciptakan lokasi kunjungan rekreasi dan tempat hiburan keluarga.

“Pemerintah ingin memajukan sektor pariwisata, salah satu dengan menetapkan pantai puak di kelurahan teluk makmur ini sebagai kawasan wisata agar lebih diminati masyarakat,” kata wali kota.(hms)

DUMAI – Pekerjaan pelebaran dan penebalan aspal di Jalan Hasanuddin Kota Dumai senilai Rp1,9 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang ditarget selesai empat bulan kedepan.

Pejabat pembuat komitmen pada Dinas PUPR Dumai Reza Pahlevi mengatakan, proyek peningkatan infrastruktur jalan sistem overlay ini memiliki panjang 880 meter dan dibuat dua jalur.

“Tahap awal masih berlangsung pengupasan bahu jalan dan kita akan mengawasi pekerjaan ini agar mendapat hasil memuaskan,” kata Reza pada pers belum lama.

Dijelaskan, pekerjaan jalan berstatus dalam kota dengan lebar delapan meter ini sekaligus akan dibuat saluran drainase untuk lubang air agar tidak terjadi genangan dan mengurangi air di badan jalan.

Agar pekerjaan ini terlaksana sesuai ketentuan, plang proyek sudah dipasang, dan PUPR Dumai harapkan pekerjaan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan dibuat.

Sebelumnya, PUPR juga sudah memulai pembangunan Jalan M Soleh di Kelurahan Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan dengan pekerjaan beton, senilai Rp18 miliar bersumber dana alokasi khusus.

Kepala Dinas PUPR Dumai Muhammad Syahminan mengaku kegiatan fisik masih prioritas peningkatan infrastruktur jalan, dan total anggaran proyek lelang tahun 2018 ini sekitar Rp80 miliar di bidang bina marga, cipta karya dan sumber daya air.

“Dana proyek fisik di bina marga sekitar Rp30 miliar, dan cipta karya dengan sumber daya air berkisar belasan miliar rupiah, dan anggaran disesuaikan keuangan daerah,” sebutnya baru ini.

Dumai- Pemerintah Kota Dumai melaksanakan prosesi Walimatus Safar terhadap 184 jemaah calon haji Kota Dumai sebelum diberangkatkan ke embarkasi Batam pada Jum’at (27/7/2018).

Prosesi Walimatus Safar yang merupakan pelepasan para jemaah calon haji Dumai dengan melakukan tradisi tepuk tepung tawar ini dilaksanakan di Gedung Sri Bunga Tanjung, Senin (23/7/2018) yang langsung dipimpin oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As.

Wali Kota Dumai, Zulkifli AS dalam sambutannya berpesan agar para JCH asal Dumai menjaga kesehatan selama beribadah di tanah suci dan menjaga kebersamaan selama ditanah suci mekah baik sesama kloter maupun 2 jemaah haji lainnya yang terpaksa bergabung dengan kloter lainnya.

“Terus jaga kesehatan dan kekompakan selama menjalakan ibadah haji dan bangun komunikasi bersama jemaah haji lainnya. Para jemaah haji tidak perlu cemas bisa mengalami ganggung kesehatan karena selama akan didampingi tenaga medis yang akan memantau kondisi kesehatan para jemaah haji Dumai meski tenaga medisnya dari Kuansing dan itu sama saja,” ujar Zulkifli As.

“Jadi jangan khawatir, kami berharap seluruh JCH bisa jalani ibadah dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Walikota Dumai dalam kesempatan itu juga meminta para JCH asal Dumai bisa mendoakan agar Dumai mendapat berkah. “Doakan juga masyarakat Dumai, agar bisa ikut berangkat ke tanah suci,” paparnya.

Sementara itu perwakilan Kantor Kemenag Dumai, Zulkifli Hasibuan mengatakan bahwa para JCH sudah menjalani serangkaian persiapan jelang berangkat ke tanah suci. Mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji. Manasik haji berlangsung secara bertingkat hingga tingkat kota.

“Kami berpesan agar menjaga diri selama beribadah haji nanti. Perlu diketahui saat ini kondisi cuaca di tanah suci mencapi 42 derajat celcius dan ini harus disikapi oleh para JCH,”ujar Zulkifli Hasibuan.

Perbanyak minum air putih selama disana agar terhindar dari dehidrasi dan rutin memeriksa kesehatan ke tim medis kalau memang mengalami kendala kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Sementara itu JCH yang akan berangkat ke tanah suci berjumlah 184 orang dengan 85 JCH pria dan 95 wanita.

Jemaah termuda yakni Ziaul Jannah berusia 33 tahun dan JCH tertua yakni Siti Safinah yang berusia 78 tahun warga Sungai Sembilan yang merupakan ibu rumah tangga.

Jemaah haji Dumai akan diberangkatkan terpisah. Dimana 182 jemaah calon haji Dumai akan bergabung di kloter 9 bersama jemaah haji asal Kabupaten Kuansing yang akan berangkat ke embarkasi Batam pada 27 Juli 2018 mendatang dan 2 JCH tergabung dengan kloter 16 yang akan berangkat pada tanggal 28 Juli 2018.

Direncanakan para jamaah haji Dumai ini akan kembali ke tanah air pada 6 September 2018 setelah menjalani semua prosesi haji.(hms)