DUMAI – Sebanyak 11 walikota dari delapan negara se-Asia Pasifik berkumpul dan berdiskusi tentang persoalan anak-anak di Surabaya dalam agenda Internasional Growing Up Urban Making Cities Safe and Sustanable for every child atau biasa disebut Kota Layak Anak oleh UNICEF (United Nations International Childrens Emergency Fund).

Kegiatan tersebut dilaksanakan 6-8 Mei 2018 di Hotel JW Marriot Surabaya Jawa Timur. Hadir pada kesempatan itu Walikota Dumai Drs H Zulkifli As MSi, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Jayapura, Walikota Surakarta, walikota Yangon Myanmar, Walikota Zambonga City Philipina, Kota Chiang Mai Thailand, Kota Shenzhen China, dari Cambodia, Korea, dan Vietnam mereka semua berkumpul membahas persoalan anak.

Acara ini dikemas dalam bentuk diskusi untuk membahas visi para walikota dalam membangun kota layak anak jangka panjang.

Ada empat topik yang dibahas dalam diskusi kota layak anak tersebut. Yaitu, mengukur investasi terhadap kepentingan anak dan remaja, perencanaan kota yang mampu merespon kebutuhan anak dengan cepat dan fokus terhadap kebutuhan anak, kebijakan tata kota penganggaran dan intervensi untuk anak dan remaja serta merumuskan, dan berkomitmen untuk memberikan solusi untuk mewujudkan hasil diskusi selama satu hari.

UNICEF hanya mengundang 11 wali kota dari 8 Negara se-Asia Pasifik. Termasuk Kota Dumai, Dumai di undang karena dinilai memiliki komitmen dan tata kelola kota dan perlindungan anak yang baik terbukti beberapa kaki meraih penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nasional.

Dalam pertemuan itu, UNICEF juga menyiapkan para ahli menjadi moderator untuk mengarahkan jalannya diskusi antar wali kota agar tujuan yang diinginkan tercapai. Perwakilan Kota se Asia Pasific diberi kesempatan untuk menyampaikan presentasi terkait strategi agar Kota Layak Anak terwujud termasuk walikota Dumai diberi kesempatan untuk berbicara masalah program prioritas agar program KLA berjalan sukses.

“Ini merupakan ajang bertukar ilmu dan berbagi untuk mencari solusi dari problem-problem yang dialami setiap kota tentang kondisi anak.” Kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka acara.

Lanjutnya, acara ini di inisiasi oleh UNICEF dan menjadi sebuah kebanggaan bagi kami karena Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah untuk diskusi masalah anak. Tambahnya.

Risma berharap, hasil diskusi ini, seluruh peserta diharapkan benar-benar berkomitmen untuk mewujudkan sekaligus menemukan solusi bagi kehidupan anak di kota.

Sementara Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi mengaku bangga bisa menjadi bagian dalam diskusi Internasional Growing Up Urban Making Cities Safe and Sustanable for every child yang ditaja oleh UNICEF di Surabaya.

“Pertemuan ini sangat penting karena UNICEF kerap melihat dan mendengar permasalahan anak di berbagai kota di dunia. Kehadiran kami disini sebagai komitmen kami untuk mensukseskan program Kota Layak Anak di Kota Dumai.” Kata Walikota.

Poin penting pertemuan ini berdiskusi, saling tukar ilmu dan berbagi pengalaman. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencari solusi dari problem-problem yang dialami setiap kota di Asia pasifik tentang kondisi anak di perkotaan.

“Hasil pertemuan ini nantinya akan kami implementasikan sebagai langkah untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang dapat menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Dan diskusi ini sangat penting karena akan menghasilkan kebijakan yang difokuskan pada kehidupan anak di masa depan,” Sebut Walikota.

Walikota juga berharap, pertemuan ini memiliki dampak positif bagi Kota Dumai khususnya dalam rangka mewujudkan Dumai menjadi Kota Layak Anak.

Dalam diskusi, walikota Dumai juga menyampaikan bahwa selain membangun infrastruktur, Pemerintah Kota Dumai juga fokus
membangun sumber daya manusia (SDM) agar menjadi penerus bangsa yang berpengetahuan, kompeten, dan terampil.(hms/dean)

DUMAI – Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE melakukan peninjauan dan monitoring secara langsung pelaksanaan UN (Ujian Nasional) Tahun 2018 untuk tingkat SD (Sekolah Dasar) di Kota Dumai yang mulai dilaksanakan pada hari Kamis (3/5/2018).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Walikota didampingi beberapa orang panitia dari Dinas Pendidikan Kota Dumai melakukan peninjauan yang diawali dari SDN 019, Kelurahan Bumi Ayu dan langsung ke SDN 022, Kelurahan Jaya Mukti.

Wakil Walikota Eko Suharjo, SE menuturkan, bahwa peninjauan ini, adalah untuk monitoring dan melihat secara langsung proses jalannya UN (Ujian Nasional) di tingkat SD (Sekolah Dasar) supaya berjalan dengan sebagaimana mestinya. Agar tidak mengganggu konsentrasi anak-anak dalam proses mengisi soal ujian, wawako hanya meninjau dari luar ruangan saja.

Harapan wawako, mudah-mudahan anak-anak bisa menjawab dan menyelesaikan soal-soal ujian serta bisa meraih nilai yang baik, disamping itu selain meninjau kegiatan proses Ujian Nasional, wawako juga meninjau lingkungan sekitar sekolah, ada salah satu bangunan yakni tangga naik disekolah SD 022 Kelurahan Jaya Mukti yang mana bangunan tersebut dinilai kurang nyaman bagi anak SD dimana tangga sedikit curam dan pemasangan keramik bertype licin hal ini agar manjadi perhatian bagi pihak sekolah serta Dinas yang terkait “tangga ini bahaya untuk anak SD”, ujar wawako. (hms).

DUMAI – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si beserta isteri Hj. Haslinas Zulkifli AS menyerahkan secara simbolis penyaluran dana bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Dumai kepada Fisabilillah di Kantor Baznas Jl. Jend. Soedirman Kota Dumai. Rabu (2/5/2018).

Adapun kategori penyaluran dana baznas tersebut adalah penyaluran bantuan 2 orang fisabilillah tahfidz qur’an, Fisabilillah korban bencana angin puting beliung kategori rusak berat, bantuan 2 orang guru hafidzh qur’an hafalan 30 juz, penyaluran pembinaan mu’alaf, penyaluran bantuan fisabilillah hafidzh qur’an 4 juz, penyaluran bantuan konsumtif dan penyaluran bantuan fisabilillah hafidz qur’an 8 juz.

Sambutan Ketua Baznas Isman Jaya mengatakan, penyaluran bantuan tersebut bersumber dari pungutan zakat dari berbagai elemen seperti, perusahaan, instansi pemerintah dan masyarakat kota dumai yang telah dikumpulkan oleh Baznas Kota Dumai, penyaluran bantuan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat para penghafal dan hafidz qur’an serta melestarikan budaya hafal qur’an ditengah masyarakat.

Kemudian untuk penyaluran bantuan pembinaan mu’alaf yaitu kegiatan pembinaan kepada para mu’alaf yang belum memahami mengenai fardu qifayah, pelaksanaan kegiatan fardu qifayah ini dilaksanakan oleh Baznas Kota Dumai setiap hari sabtu jam 2 siang. ujar Ketua Baznas.

Pada kesempatan tersebut Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS dalam sambutanya menyampaikan, ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas Kota Dumai, yang telah bersusah payah mengumpulkan dana bantuan tersebut, ” saya tahu pekerjaan mengumpulkan dana sumbangan Baznas ini tidak mudah, perlu adanya dukungan dari berbagai elemen untuk itu saya mohon agar bersama-sama khususnya umat muslim untuk membesarkan Baznas ini, sehingga bagi saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan perhatian dapat terbantu”. Ungkap wako.

Selain itu, wako mengharapkan Baznas tetap melaksanakan programnya yakni penyaluran dana bantuan modal usaha kecil, akan tetapi tetap dipantau perkembangannya hingga kehasil akhir berhasil atau tidaknya, kemudian benar-benar terseleksi dengan baik bagi si penerima bantuan, artinya bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan tersebut karena bantuan tersebut sifatnya cuma-cuma dan tetap berkelanjutan kepihak yang lain. Tutup Wako. (hms).

Dumai- Kegiatan tahunan Dumai Expo dan Panggung Seni Rakyat dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Dumai tahun 2018 di Taman Bukit Gelanggang Dumai secara resmi ditutup Rabu (2/5/18) malam kemarin.

Acara penutupan dilaksanakan Sekda Kota Dumai HM Nasir mewakili walikota Dumai. Forkopimda Dumai, kepala OPD di lingkungan Pemko Dumai, tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda Dumai serta undangan lainnya hadir dalam acara penutupan tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Dumai Ir HM Nasir MP menyebutkan, bahwa Dumai Expo merupakan suatu usaha untuk memajukan ekonomi kerakyatan dalam bentuk produk lokal dan kreatifitas masyarakat.

Selain itu juga sebagai media promosi dan komunikasi strategis tentang investasi dan potensi daerah serta sebagai ajang publikasi seni budaya dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kota Dumai.

Dijelaskan, dari Dumai Expo 2018 diharapkan dapat meningkatkan sumber daya alam dan menggugah pemberdayaan masyarakat yang berkeadilan dalam kerangka pembangunan daerah.

“Dengan adanya kegiatan ini kita dapat mempromosikan peluang usaha dibidang industri dan jasa yang ada di Kota Dumai. Karenanya, atas nama pemerintah Kota Dumai mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat Kota Dumai yang mendukung sepenuhnya kegiatan Dumai Expo yang diselenggarakan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, kedepan agar kegiatan Dumai Expo dan Panggung Seni Rakyat dapat dikemas lebih menarik lagi, sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Dumai.

“Semoga memberi nilai tambah yang tinggi serta harus kita manfaatkan semaksimal mungkin karena melalui event ini nantinya akan terbuka peluang untuk meningkatkan minat investasi, pemasaran produk-produk unggulan serta pemberdayaan Usaha Kecil Menengah,” katanya.

Sementara pada pembukaan Dumai Expo, Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi mengucapkan selamat datang kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan. “Mudah-mudahan, kehadirin kita semua memberikan makna lebih bagi kemaslahatan masyarakat secara umum,” katanya.

Menurut Walikota Dumai, kegiatan Dumai Expo dan Pnggung Seni Rakyat merupakan jamuan kedaerahan sebagai tanda rasa syukur atas Ridho Allah SWT, yang telah mengantarkan Dumai menjadi Kota Madya yang selanjutnya disebut kota berdasarkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Dumai.

“Kini Insya Allah akan kita wujudkan Visi dan Misinya. Ini semua terjadi karena jasa pendahulu daerah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Kota Dumai memberikan apresiasi dan rasa hormat tinggi kepada beliau-beliau para perintis, pelopor dan pejuang serta pendahulu daerah ini. Kini kita semua telah menikmati buah dari hasil perjuangan mereka, Alhamdulillah,” katanya.

Sementara Katua Panitia Dumai Expo dan Panggung Seni Rakyat sempena Hari Jadi ke-19 Kota Dumai Ir Hendri Sandra melaporkan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkembangkan rasa memiliki kota Dumai dalam upaya memperkuat perekonomian global.

Sedangkan peserta terdiri atas OPD di ingkungan Pemko Dumai, dunia usaha, UMKM Kota Dumai, dan pihak lain yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Penyelengaraan Pameran dan Event Organizer, para kalangan importer dan dunia usaha yang telah menyumbangkan segalanya untuk terselenggaranya acara ini, dan pihak-pihak lain yng tidak dapat saya sebutkan satu persatu serta seluruh peserta Dumai Expo 2018 serta Pagelaran Panggung Seni Rakyat dapat berlangsung sebagai mana kita saksikan pada malam hari ini,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, panitia Dumai Expo menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pihak yang turut berpartisipasi menyukseskan acara tersebut. Termasuk sejumlah tokoh dan pejuang kota Dumai juga diberikan penghargaan dan piagam.(hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai menyelenggarakan Upacara bersama dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 dilapangan upacara ex Kantor Walikota Jl. HR Soeberantas. Pada Rabu (02/05/2018).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS. M.Si, menyampaikan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.

Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia. Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.

Atas dasar pikiran di atas, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. Oleh karena itulah, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini mari kita satukan tekad untuk “Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan” dengan disertai niat yang ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan.

Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan. Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.

Di sisi yang lain kita berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya. Sebagaimana diakui oleh salah satu Asisten Direktur Jenderal UNESCO, yaitu Fransesco Bandarin, yang mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan. Kita terus menggali kekayaan budaya Indonesia, melestarikan, dan mengembangkannya demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar adikuasa di bidang kebudayaan. Itulah sebabnya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih sungguh-sungguh dan terencana. Sebagaimana kita ketahui, dalam tiga tahun terakhir pemerintah telah membangun dan memperkuat infrastruktur di hampirsemua penjuru tanah air. Walaupun belum sepenuhnya selesai, manfaatnya sudah dapat dinikmati, di antaranya semakin mempermudah kerja pendidikan dalam memperluas akses, walaupun pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus sigap merespons secara positif terhadap perubahan tata nilai, sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur tersebut. Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai denga kebutuhan.

Pemerintah telah bekerja tak kenal lelah, serta membangun dan memperkuat infrastruktur yang dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan, di antaranya betapa pesat perkembangan sarana-prasarana transportasi yang telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat. Jalan-jalan baru yang layak dan memadai telah mampu membuka akses wilayah Indonesia yang terpencil, tertinggal, dan terdepan sehingga terbebas dari isolasi dan saling terhubung. Demikian juga bendungan-bendungan baru yang dibangun dengan cepat dapat mengairi tanah pertanian dan menjadi sumber pembangkit listrik yang menjadikan desa-desa dan wilayah-wilayah lainnya hidup dengan penuh aktivitas pendidikan dan kebudayaan.

Meskipun terbatas, sesuai skala prioritas, bangunan-bangunan baru sekolah juga didirikan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Tak heran jika akhirnya anak-anak di pedalaman mulai merasakan nikmat belajar di sekolah yang memadai dan menyenangkan. Begitu pula saudara-saudara kita di perbatasan kini bisa dengan tegap menunjukkan tapal batas negara yang tidak hanya ditandai patok beton, besi, atau kayu ala kadarnya, tetapi bangunan indah dan memadai yang menjadikan mereka lebih bangga. Meskipun demikian, harus diakui dengan jujur bahwa hamparan yang luas luar biasa dari wilayah Indonesia menyebabkan belum semua wilayah tersentuh pembangunan insfrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan. Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

Bersamaan dengan pembangunan infrastuktur pendidikan dan kebudayaan, dilakukan juga penguatan sumber daya manusia (SDM) agar menjadi modal yang andal dan siap menghadapi perubahan zaman yang melaju kencang, kompleks, tak terduga, dan multiarah. Oleh karena itu, mulai tahun ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan SDM. Di sinilah peran dan tanggung jawab pendidikan dan kebudayaan akan semakin besar.

Dalam penguatan SDM tersebut terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas kita. Ikhtiar itu makin kuat menyusul ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang mengamanahkan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)..

Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.

Pada saat yang bersamaan, tantangan eksternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah peri kehidupan kita. Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan kita dalam beradaptasi dan bertindak gesit. Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Cara-cara yang baru perlu diciptakan dan dimanfaatkan.

Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita. Oleh karena itu, secara tulus ingin saya katakan bahwa tidak bisa tidak, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. Kita optimistis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya.

Selain jalur pendidikan formal yang telah berhasil mendidik lebih dari 40 Juta anak, pendidikan nonformal telah banyak memberikan andil dalam mencerdaskan bangsa. Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah ikhlas dan tulus berkontribusi tak kenal henti bagi usaha menguatkan pendidikan Indonesia serta memajukan kebudayaan Indonesia. Semoga kita semua dapat menyaksikan Indonesia sebagai bangsa adidaya ķebudaya dengan pendidikan yang kuat. (hms)