DUMAI – Puluhan tenda bazar UKM Dumai Expo Sempena Hari Jadi Kota Dumai ke 19 yang berdiri di Taman Bukit Gelanggang Jalan Jendral Sudirman Kota Dumai dibongkar paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp) Kota Dumai didampingi aparat kepolisian dan TNI, Kamis (19/4/2018).
Tenda itu dibongkar petugas lantaran didirikan tanpa izin dari instansi terkait.
“Tenda – tenda kerucut yang didirikan di Taman Bukit Gelanggang dibongkar petugas lantaran didirikan tanpa izin dari instansi terkait,” kata Kepala Satpol PP Kota Dumai RH Bambang Wardoyo SH saat dikonfirmasi.
Menurut Kasat Pol PP, pembongkaran berdasarkan permintaan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai.
“Pembongkaran berdasarkan permintaan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai. Suratnya kami terima pada Kamis (19/4/2018). Setelah menerima surat tersebut, Satpol PP sebagai instansi penegak Perda langsung melakukan penertiban dengan cara membongkar tenda-tenda tersebut,” tambahnya.
Agar penertiban ini berjalan lancar, Satpol PP melibatkan aparat dari TNI dan Polri untuk mendampingi sehingga pembongkaran berjalan dengan lancar tanpa ada perlawanan sebab tenda tersebut didirikan tanpa izin.
Masih kata Bambang Wardoyo, berdasarkan surat dari DPMPTSP Kota Dumai, yang memegang izin untuk mendirikan tenda bazar UKM adalah PT Mahudun selaku pemenang tender sebagai IO (Ivent Organizer) Dumai Expo 2018. Sementara pengelola tenda yang saat ini berdiri di taman bukit gelanggang tidak mengantongi izin.
Namun Bambang enggan menyebutkan siapa pengelola yang telah mendirikan tenda kerucut tersebut.
“Kami hanya menjalankan perintah, terkait siapa pengelolanya bisa ditanyakan langsung keoada instansi terkait,” tutupnya.
Terpisah Kepala DPMPTSP Kota Dumai Hendri Sandra SE membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat ke Satpol PP Dumai agar membongkar tenda yang didirikan tanpa izin.
“Benar, kami telah melayangkan surat tersebut. Dan meminta Satpol PP membongkar tenda yang didirikan tanpa izin, ” kata Hendri.
Ditanya siapa pengelolanya, Hendri enggan mengatakannya. “Yang pasti pemenang tender Dumai Expo adalah PT Mahudun, sehingga yang berhak mendirikan tenda bazar, UKM dan lainnya adalah perusahaan yang telah ditunjuk sebagai IO Dumai Expo sempena hari jadi Kota Dumai ke 19 Tahun 2018 kecuali sudah mendapat persetujuan dari pemenang,” tukasnya.

(hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai dapat bantuan mobil perpustakaan keliling dari Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan Nasional RI, Kamis (19/4/2018). Bantuan ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat Dumai.
Mobil perpustakaan keliling yang diserahkan oleh kepala pusat pengembangan pustakawan Nasional Opung Sumiati diterima langsung walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dumai, Suriyanto, SP di kantor eks walikota Jalan HR Sorbrantas Dumai.
Walikota Dumai menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan mobil perpustakaan keliling.
“Mobil ini akan kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan minta baca masyarakat Dumai,” kata Walikota.
Menurut wako, program perpustakaan keliling di Kota Dumai selama ini telah berjalan dengan baik. Dimana tiap-tiap kelurahan secara bergantian mendapat giliran sebagai tujuan perpustakaan keliling. Termasuk ke sekolah – sekolah SD dan SMP.
“Saya berharap semakin tingginya minat baca masyarakat dapat meningkatkan SDM masyarakat Dumai menuju Smart City,” harap wako.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dumai, Suriyanto, SP mengatakan, bantuan ini usulan dari Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai yang telah diusulkan pada 2017 lalu.
“Alhamdulillah usulan kita diterima dan mendapat bantuan mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional tujuannya untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta mewujudkan Dumai sebagai Smart City,” kata Suriyanto.
“Selain mobil perpustakaan keliling, kita juga dapat bantuan 800 eksemplar buku dengan 400 judul. Proyektor, LCD TV, Laptop dan alat pemancar WiFi, total bantuan mencapai Rp 500 juta,” tambah Suriyanto.
Hingga saat ini total mobil perpustakaan keliling yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dumai sebanyak 4 unit, mobil tersebut sudah melayani 15 Kelurahan termasuk pelajar SD dan SMP.
Terakhir, Kepala pusat pengembangan pustakawan Nasional Opung Sumiati mengatakan, mobil perpustakaan kekiling bantuan Pemerintah Pusat melalui Perpustakaan Nasional RI yang dibeli menggunakan anggaran APBN 2017.
“Harapan kami mobil ini dijaga dengan baik dan dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Dumai,” tukasnya

. (hms)

Dumai-

Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) dilaksanakan setiap bulan bertujuan agar semua aparatur pemerintah professional serta siap dan tanggap terhadap semua persoalan di daerah maupun bangsa dan Negara.
“Tingkatkan kualitas kerja, HKN April tahun 2018 harus mampu meningkatkan tidak saja disiplin, etos kerja, serta meningkatkan semangat kesadaran hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Walikota Dumai H Zulkifli AS MSi pada peringatan HKN April tahun 2018 di halaman eks kantor walikota Dumai, Kamis (19/4/18) keamrin.
Dalam kaitannya dengan kota Dumai, kata Zul AS, demikian walikota Dumai dipanggil akrab, perlu diingat bahwa di bulan April tahun 2018 terdapat hari dimana 19 tahun lalu kota Dumai berdiri.
“Saya menekankan kita tidak lagi hanya membicarakan permasalahan disiplin aparatur, baik disiplin kerja, waktu maupun etos kerja. Sudah saatknya kita bicarakan peningkatan kualitas kerja, profesionalitas aparatur yang mampu bekerja keras dan cerdas yang tergambar dalam pola pikir dan pola tindakan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” katanya.
Ditambahkan Walikota Dumai, kota Dumai adalah milik bersama, bukan milik segelintir segmen, apalagi milik pemerintah. Untuk itu, perhelatan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Dumai ke 19 dipusatkan di kecamatan dan keurahan.
“Tujuannya tiada lain agar masyarakat merasa memiliki kota ini. Hari jadi ini adalah hari jadi milik masyarakat semuanya, dan masyarakat terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam segala bidang dalam menyukseskan program-program pro rakyat yang sedang kita usahakan,” tuturnya.

(hms)

Dumai-

Nampaknya warung internet (Warnet) sudah bukan barang langka lagi dan sudah dapat ditemukan hingga ke peolosok Kota Dumai. Ironisnya tak jarang pula buka sampai 24 jam.
Mengetahui itu, Walikota Dumai Drs H Zukifli AS MSi gerah juga dan minta Satpol PP Pemko Dumai bertindak tegas untuk menutup usaha warnet jika pada masyarakat yang lebih banyak memberikan mudharat dari pada manfaat.
“Saya menginstruksikan Satpol PP untuk menertertibkan usaha warnet yang buka sampai 24 jam sehingga merugikan generasi muda,” pinta Zul AS.
Menurutnya, usaha warnet semakin menjamur saja di kota Dumai. Apalagi terindikasi banyak warnet yang belum mengantongi izin. Untuk itu Wako Dumai minta Satpol PP Pemko Dumai untuk melakukan pengawasan dan menutup warnet yang meyalahi ketentuan.
Selain tidak mengantongi izin, kata Zul AS, diduga kuat masih banyak warnet di kotaDumai yang buka hingga dini hari. Untuk itu diminta jajaran Satpol PP Pemko Dumai untuk melakukan pengecekan.
“Terkait jam operasional kita sudah minta Satpol PP untuk turun ke lapangan. Jika kedapatan ada warnet yang buka melebihi batas agar ditindak tegas jangan dibiarkan,” pintanya sembari menambahkan bahwa pengawasan sangat penting untuk menyelamatkan moral generasi penerus bangsa.
“Sebab, banyak kita lihat anak-anak sekolah leluasa mengupload situs-situs yang tidak wajar tanpa adanya pengawasan baik dari orang tua maupun pengelola warnet itu sendiri,” kata Walikota
Keterangan yang berhasil dihimpun di Dumai menyebutkan, ketentuan pengelolaan warnet di kota Dumai harus sesuai Perwako nomor 24 tahun 2010 tentang penyelenggaraan warung internet (Warnet). Sebelumnya Warnet yang ada di Dumai sudah didata yakni sebanyak 164 usaha. Hanya saja keberadaan Warnet terus bertambah, bahkan sudah terisi hingga ke peloson Kota Dumai
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai Hendri Sandra SE mengatakan, kewenangan pengurusan izin usaha warnet diatur sesuai dengan luasan tempat usaha. Sebab untuk KPT kewenanganya untuk mengeluarkan izin bagi usaha warnet dengan luas diatas 50 meter persegi. Sedangkan pihak kecamatan dibawahnya.
“Berdasarkan Juklak pengaturan kewenangan pengurusan izin usaha warnet itu dari data yang ada KPT hanya menangani satu warnet yang luasanya di atas 50 meter persegi di Jalan Sukajadi. Selebihnya merupakan kewenangan pihak kecamatan.
Sementara Kepala Satpol PP Pemko Dumai Raden Bambang Wardoyo mengaku selalu melakukan pengawasan terhadap aktifitas warnet di Dumai. “Kita selalu melakukan pengawasan, dan melarang anak anak masuk ke dalam warnet,” katanya secara terpisah

. (hms)

DUMAI – Walikota Dumai Drs Zulkifli As Msi jadi Inspektur Upacara (Irup) apel Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja ke 68 dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 58 tahun 2018, pada Kamis (19/4/2018) pagi di Halaman Kantor Bersama Kota Dumai.
HUT Satpol PP dan Satlinmas pada tahun ini mengangkat tema “Satpol PP dan Satlinmas Siap Mengawal Pilkada Serentak 2018”. Hal ini berkaitan dengan dua agenda besar nasional yang akan digelar pada tahun 2018, yakni pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) dan tahapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden tahun 2019 yang juga digelar bersamaan.
Dalam sambutannya, Walikota Dumai menyampaikan amanat dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo bahwa Satpol PP dan Satlinmas harus lebih siaga di tahun politik ini. Sebagai perangkat daerah, Satpol PP dan Satlinmas, akan ikut terlibat langsung mengawal pesta demokrasi, terutama Pilkada. Keterlibatan Satpol PP dan Satlinmas, memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga. Karena itu ia meminta, Satpol PP dan Satlinmas lebih meningkatkan lagi kesiapsiagaannya.
“Sesuai aturan Satpol PP dan Satlinmas mempunyai tugas pokok antara lain, membantu menjaga ketentraman penyelenggaraan pemilu dan Pilkada baik sebelum, atau pada saat pemungutan maupun setelah pelaksanaan pemilihan,” kata Zul As.
Tugas pokok lainnya ikut membantu dalam konteks tugas sosial. Terutama di tahun politik ini, dinamika politik akan meningkat. Potensi gangguan keamanan juga akan ikut menguat. Diharapkan Satpol PP dan Satlinmas lebih meningkatkan upaya deteksi dini. Sehingga potensi gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat bisa diantisipasi.
“Hal ini guna membuat masyarakat merasa aman dan nyaman serta merasa dilindungi,” tambahnya.
Dalam menjalankan tugas menjaga dan melindungi masyarakat, Satpol PP dan Satlinmas harus tetap berpedoman pada Peraturan Mendagri No 54 tahun 2011 tentang Standar Operasional Prosedur Satpol PP. Sementara bagi Satlinmas, berpedoman pada Permendagri No 10 tahun 2009 tentang Penugasan Satlinmas dalam Menangani Ketenteraman, Ketertiban dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilu.
“Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, hendaknya kita semua saling bersinergi antar instansi terkait seperti KPUD, Bawaslu, TNI, Polri dan Kesbangpol lebih diintensifkan. Tentunya dengan mengutamakan kepentingan umum dan memperhatikan hirarki,” pungkasnya.

(hms)

Dumai- Memperingati hari ibu nasional Gabungan organisasi wanita (GOW) Kota Dumai, Rabu (18/4/2018) menggelar seminar pengelolaan keuangan rumah tangga muslimah dengan menghadirkan narasumber Hj.Erlinda Husein,SE.Ak. Seminar dilaksanakan di gedung Sri Bunga Tanjung.
Dalam kegiatan acara seminar pengelolaan keuangan rumah tangga muslimah ini di buka langsung oleh Ketua GOW kota Dumai Dewi tunjung sari yang sekaligus istri dari Wakil Walikota dumai.
Ketua GOW kota Dumai Dewi Tunjung Sari mengatakan momentum hari ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kita semua, kita lihat kembali berbagai upaya yang kita lakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.
“Kami mengajak semua perempuan untuk maju terus, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan berkualitas, sehingga bersama laki-laki mejadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa,” ujarnya Ketua GOW Dumai
Untuk saat ini peran perempuan sebagai wujud perhatian dalam membela tanah air ialah ikut serta bersama kaum laki-laki dan mempunyai hak yang sama dalam membangun, sesuai dengan tema PHI tahun ini yaitu “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.
“Ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Instansi OPD yang telah melibatkan kaum perempuan seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), TP PKK dan Darma Wanita Persatuan khususnya Kota Dumai dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersifat pembangunan,” ujar Dewi.
” Smoga seminar ini bermanfaat agar ibu-ibu dapat mengelola keuangan lebih baik lagi di dalam rumah tangga,” harapnya.(hms/awi).

Dumai – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS. M.Si membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kecamatan Bukit Kapur. Senin malam (16/04/2018). Di Jl. Agenda Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur.

Di awali dengan pembacaan ayat suci al-qur’an, senarai demi senarai rangkaian kegiatan acarapun berlangsung hidmat hingga ditandainya dengan pemukulan gong oleh Walikota Dumai. Turut hadir pada acara tersebut Dansat Radar Letkol (Lek) Candra Kirana Wirabakti, Ketua TP.PKK Kota Dumai Hj. Haslinar Zulkifli AS, anggota DPRD Dumai Supriyanto, Camat Bukit Kapur Syamsir, S.Sos, Kepala Kantor KUA Kecamatan Bukit Kapur Taufik, S.Ag dan seluruh Lurah Kecamatan Bukit Kapur.

Laporan ketua panitia pelaksana yang disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Bukit Kapur Bustamam, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kecamatan Bukit Kapur diikuti oleh seluruh masyarakat khususnya anak-anak dan remaja yang mewakili kelurahan masing-masing dengan rincian peserta, Kelurahan Bukit Nenas 10 orang, Kelurahan Bagan Besar 10 orang, Kelurahan Bukit Kayu Kapur 11 orang, Kelurahan Gurun Panjang 9 orang dan Kelurahan Kampung Baru 9 orang hingga total keseluruhan peserta 49 orang.

Cabang perlombaan 1. Murrotal/tartil anak putra dan putri, 2. Tillawah anak putra dan putri, 3. Tillawah remaja putra dan putri, 4. Tillawah Dewasa putra dan putri, 5. Tahfiz Qur’an satu juz putra dan putri. Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ini menggunakan anggaran APBD Kota Dumai DPA Kecamatan Bukit Kapur.

Camat Bukit Kapur Syamsir, S.Sos dalam sambutanya mengatakan, tujuan dilaksanakanya kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ini adalah untuk mencari tilawah-tilawah berprestasi yang akan mewakili ketingkat kota serta mendukung program Pemerintah Kota Dumai mewujudkan masyarakat madani, selain itu juga mengantisivasi masalah kenakalan remaja agar remaja kita khususnya Kota Dumai terhindar dari hal-hal yang negatif dan merugikan kita semua, kemudian mendidik anak-anak dan remaja kita senantiasa gemar membaca al-qur’an serta mempelajari al-qur’an.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS. M.Si dalam pidatonya menyampaikan, Alhamdulillah serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, berperan serta sehingga dapat melaksanakan hajat yang besar ini yaitu Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

Tentunya apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Bukit Kapur yang mana perhelatan STQ ini merupakan salah satu yang memperlihatkan suatu komitmen dalam mewujudkan program Pemerintah Kota Dumai.

Bicara soal membangun, mental sumber daya manusia (SDM) juga harus diperhatikan sebagai dasar pondasi penguatan dalam kehidupan kita, yang paling penting dasar penguatan dalam menjalani kehidupan kita adalah agama jangan nantinya bidang-bidang lain berhasil dibangun akan tetapi dibidang agama tertinggal itu akan sia-sia dan jangan sampai terjadi, karena agama itu penting dalam kehidupan kita. Ungkap Wako.

Dari waktu ke waktu dunia mengalami perkembangan yang cepat diberbagai bidang, dimana perubahan kehidupan pada aspek sosial, ekonomi dan politik yang sangat terasa perubahanya, maka dari itu kita juga perlu meningkatkan kualitas dibidang spritual tentunya dibidang keagamaan, salah satunya upaya peningkatan dibidang keagamaan yakni melalui kegiatan STQ ini.

Melalui moment Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ini saya berharap agar nantinya tetap tertanam nilai-nilai gemar baca qur’an dan mencintai al-quran serta budaya maghrib mengaji agar tetap terjaga dalam kehidupan sehari hari, kemudian kepada para orang tua saya mengajak, mari kita tanamkan nilai-nilai budaya maghrib mengaji, mari kita jaga anak-anak dan remaja kita, generasi muda kita, awasi dan beri perhatian lebih sehingga terhindar dari hal-hal yang berpengaruh buruk dampaknya, karena anak-anak dan remaja kita, generasi muda merupakan aset berharga sebagai generasi penerus yang akan merubah zaman menjadi lebih baik. Tutup Wako. (hms/ds).

DUMAI – Walikota Dumai, Drs Zulkifli As Msi membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kualitas dan Peran Perempuan Sebagai Kepala Keluarga yang dirahasiakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai, pada Selasa (17/4/2018) di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai.
Dalam sambutannya Walikota Dumai menyampaikan adapun tujuan dari dilaksanakan nya kegiatan workshop tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai untuk membantu membuka wawasan dan memberi motivasi serta dukungan kepada para perempuan sebagai kepala keluarga ataupun perempuan sebagai pencari nafkah yang berkualitas.
“Besar harapan saya kedepannya dengan diadakan kegiatan ini bisa membentuk para perempuan yang berkarakter dan mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi pembangunan bangsa ini khususnya Kota Dumai,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, perlu diingatkan bahwa dalam melakukan aktivitas untuk mendukung program pemberdayaan kaum perempuan ini Walikota menekankan kepada semua elemen masyarakat khususnya kaum perempuan Kota Dumai Untuk tetap menjaga kodratnya sebagai perempuan yang memang sudah digariskan untuk mengurus rumah tangga mendidik anak-anak dan sebagai Suri rumah tangga bagi suami.
“Hal ini bermakna bukankah kita membatasi namun menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan posisi masing-masing,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut juga dimaksudkan dalam rangka mencapai target Indonesia Sejahtera tahun 2025 dan generasi emas tahun 2045. Pemerintah menargetkan masyarakat Indonesia Sejahtera yaitu tercukupinya sandang, pangan, dan rasa aman.
Untuk mewujudkan harapan tersebut perlu penanganan persiapan kebijakan yang sistematis, termasuk sistematis dalam pengolahan sumber daya manusia berkualitas melalui pencapaian pembangunan ketahanan keluarga.
Sumber daya manusia Indonesia yang tinggi baik perempuan maupun laki-laki, anak perempuan maupun anak laki-laki, diharapkan mampu berdaya saing dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi dan informasi.
Untuk itu Prioritas pembangunan nasional yang dimuat di dalam Nawacita dan rencana pembangunan nasional jangka menengah adalah pembangunan sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai, Dameria menyampaikan bahwa adanya perempuan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah, mengelola rumah tangga, dan mengambil keputusan dalam keluarga, yang keberadaannya tidak sepenuhnya diakui. Baik dalam sistem hukum yang berlaku maupun dalam sosial masyarakat serta kedudukan perempuan dalam masyarakat dan perannya dalam membangun perlu terus untuk meningkatkan partisipasi dalam memberi sumbangan yang sebesar-besarnya bagi pembangunan bangsa dengan kodrat dan bakat serta martabatnya sebagai perempuan.
“Bahwa di Kota Dumai terdapat sekitar lebih kurang 9 Ribu lebih jiwa yang menjadi kepala keluarga adalah seorang perempuan,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar seratus orang perempuan perwakilan seluruh kelurahan yang ada di Kota Dumai, yang berperan sebagai kepala keluarga. Kegiatan ini diikuti baik perempuan sebagai orang tua tunggal maupun perempuan sebagai tukang punggung keluarga.
“Dari kegiatan ini kami berharap perempuan dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh, berkarakter, memiliki wawasan dan keterampilan, guna keberlangsungan ketahanan keluarga,” pungkasnya.

(hms)

DUMAI- Walikota Dumai H. Zulkifli As melantik Pengurus LPTQ Kota Dumai Periode 2018-2021 pada Senin (16/4/2018) di Masjid Raya Almanan Dumai Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur.

“LPTQ saya anggap paling perlu dan mempunyai arti yang sangat penting sekali terutama upaya kita semua untuk menggembleng para Qori dan Qori’ah dalam mempelajari seni baca Alqur’an,” terangnya.

Selain itu, lembaga ini juga berfungsi untuk melestarikan dan mencari cara-cara terbaik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan petunjuk Kitab Suci Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan kita sehari-hari.

“Dalam kaitan dengan proses perobahan dinamika kehidupan pada masa akhir zaman ini, dimana kecanggihan teknologi informasi nyata-nyata bukan hanya memberikan manfaat, namun banyak pula mudhoratnya, maka usaha yang dilakukan oleh LPTQ dalam memasyarakatkan Al Qur’an dilingkungan masyarakat Islam harus terus kita dukung,”tuturnya.

Wako mengatakan LPTQ sebagai salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam hal ini harus melakukan kegiatannya sejak dari bawah, bahkan perlu didorong dari kelompok terkecil yaitu keluarga. “Tradisi mengaji selepas maghrib harus senantiasa dilestarikan dengan menggunakan metode yang disesuaikan dengan perkembangan metode pendidikan dan pengajaran dalam berbagai tingkat usia,” ujarnya.

Dirinya menekankan masalah melestarikan tradisi mengaji yang telah melembaga dalam masyarakat, karena menurut pengamatannya kebiasaan tersebut tidak lagi semeriah dibanding masa-masa yang lalu.” Lebih-lebih diperkotaan keadaannya telah sama-sama kita rasakan,” terangnya.

Ia mengatakan para pengurus terpilih hendaklah memahami tupoksinya masing-masing, sebagaimana yang dijabarkan dalam Keputusan Walikota Dumai Nomor 297/ADM-KESRA/2018 Tentang Pembentukan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kota Dumai Periode 2018-2021. “Hal ini penting mengingat segala bentuk tugas, fungsi dan tanggungjawab masing-masing pengurus telah dijabarkan dengan jelas melalui Keputusan tersebut,” tutupnya.(hms)

Dumai- Walikota Dumai H. Zulkifli As secara resmi merilis Command Center sebagai pusat informasi layanan publik di Kota Dumai. Perilisan Command center ini berlangsung di komplek perkantoran eks Walikota Dumai Jalan HR. Soebrantas, Kamis (26/04/2018).

Dengan dirilisnya Command center ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan lebih kepada masyarakat Dumai dan kinerja aparat Pemerintahan di Kota Dumai dapat langsung diawasi oleh masyarakat dan lebih terbuka lagi.

Walikota Dumai h. Zulkifli As dalam sambutannya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh bagian informasi dan komunikasi (Infokom) Sekretariat Pemerintah Kota Dumai.

“Command center ini merupakan hadiah dihari ulang tahun kota Dumai yang ke-19 ini. Dengan bertambah dewasanya Kota Dumai diharapkan Dumai akan lebih maju lagi dan masyarakatnya akan lebih sejahtera,” kata Walikota Dumai.

Dikatakan orang nomor satu Kota Dumai ini, “Dengan keberadaan Command center ini nantinya diharapkan dapat mengaplikasi apa yang ingin kita wujudkan sejak 2015 yang lalu yakni menjadikan kota Dumai sebagai kota Smart City,”.

Apa yang telah di lakukan merupakan semangat bagaimana kita bekerja lebih baik dan lebih keras lagi. Dengan memanfaatkan command center hendaknya dapat memberi pelayanan yang lebih baik lagi.

“Semua OPD dan badan harus menggunakan aplikasi ini dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Meski kita sadari dengan kemajuan teknologi seperti ini setidaknya kita harus memiliki tenaga ahli namun saat ini kita sudah ada 10 tenaga konsultan untuk mengembangkan aplikasi ini,” ujarnya.

Dengan hari jadi Kota Dumai ini mari kita menyukseskan program ini dan tidak ada alasan OPD, Badan dan instansi pemerintah lainnya untuk tidak memanfaatkan command center ini. Kita sudah harus terbuka terutama dalam pelayanan publik, imbau Zul As.

Sebagai pusat layanan informasi publik di Kota Dumai, saat ini di Comand center sudah terdapat 20 aplikasi dari 50 aplikasi yang sudah disortir oleh tim Kominfo Kota Dumai. Dimana 12 diantaranya sudah bisa di aplisiasi ke pemerintah pusat.

Aplikasi Smart city yang sudah diwacanakan oleh pemerintah Kota Dumai menjadi salah satu aplikasi yang ikut diperkenalkan dalam rilis ini. Dimana dalam aplikasi yang bisa digunakan masyarakat melalui aplikasi mobile ini, masyarakat bisa memberikan laporan tentang apa saja yang mereka temukan dan nantinya setiap laporan yang ada seperti berserakannya sampah maka pengelola command center akan langsung menyampaikan laporan tersebut kepada dinas OPD terkait.(hms)**