Dumai-

Malam Resepsi Daerah, sekaligus Pembukaan Dumai Expo dan Panggung Seni Rakyat dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Dumai tahun 2018 dilaksanakan di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Jumat (27/4/18) malam kemarin.
Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dan istri, Sekda Kota Dumai HM Nasir, Ketua DPRD Kota Dumai dan anggota, Forkopimda Dumai, kepala OPD di lingkungan Pemko Dumai, tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda Dumai serta undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.
Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi mengucapkan selamat datang kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan. “Mudah-mudahan, kehadirin kita semua pada malam hari ini tidak hanya sebatas rutinitas tahunan, namun semoga memberikan makna lebih bagi kemaslahatan masyarakat secara umum,” katanya.
Malam Resepsi Daerah tersebut, kata waikota Dumai, merupakan jamuan kedaerahan sebagai tanda rasa syukur atas Ridho Allah SWT, yang telah mengantarkan Dumai menjadi Kota Madya yang selanjutnya disebut kota berdasarkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Dumai.
Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang dan berliku serta tidak kenal lelah dan menyerah, yakni bermula dari bagian kewedanaan Rupat hinggalah akhirnya lahir sebuah Kotamadya Dumai. “Kini Insya Allah akan kita wujudkan Visi dan Misinya. Ini semua terjadi karena jasa pendahulu daerah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Kota Dumai memberikan apresiasi dan rasa hormat tinggi kepada beliau-beliau para perintis, pelopor dan pejuang serta pendahulu daerah ini. Kini kita semua telah menikmati buah dari hasil perjuangan mereka, Alhamdulillah,” katanya.
Memperingati Hari Ulang Tahun Seacara filosofis bermakna retsosfektif yaitu dengan sebuah peringatan Hari Ulang Tahun, berupaya untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuh masa lalu adalah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi, menapaki masa kini dan masa depan, introsfektif artinya peringatan Hari Ulang Tahun dijadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri.
“Dengan demikian setiap etape perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsive dengan tantangan ke depan. Prosfektif artinya melalui perayaan Hari Ulang Tahun kita berupaya mendesai atau merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai nilai dan peristiwa di masa lalu,” terangnya.
Walaupun mungkin sedikit adaptasi dan deviasi, ujar Zul AS, namun secara substantive tidak merubah orientasi yang sudah ditetapkan. Secara konsisten Pembangunan Daerah selalu mengacu pada prinsip-prinsip yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan, pemerataan dan berkelanjutan.
Menurutnya, dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-19 Kota Dumai, Pemerintah Kota Dumai menyelanggarakan Dumai Expo yang tiasp tahun rutin diselenggarakan.
“Dumai Expo 2018 ini sedikit berbeda dengan perhelatan sebelumnya dimana diagendakan program talkshow, diskusi yang membahas topik-topik seputar perdagangsn, pariwisata, investasi dan layanan publik,” katanya.
Sehingga, selain berfungsi sebagai sarana promosi produk industri dan jasa serta menyambung siaturrahmi dalam rangka menghasikan transaksi bisnis dan memasarkan produk komoditi unggulan, Expo juga sebagai ajang penyamaan presepsi, pemecahan sebuah permasalahan dan konklusi terhadap langkah-langkah ysang perlu diambil demi kemajuan Kota Dumai kedepan.
“Selain itu juga kami harapkan akan terjadi kontrak dan terbukanya peluang investasi dan kerjasama antar pelaku usaha dan pengunjung pameran. Disamping itu, bagi jajaran Pemerintahan Daerah, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menginformasikan hal-hal berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ulasnya.
Ditambahkannya, kemeriahan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-19 Kota Dumai juga disemarakkan oleh panggung seni rakyat. Kesenian-kesenian yang akan ditampilkan juga merupakan pengejawantahan dari etnis dan suku-suku yang ada di Kota Dumai, disamping kesenian-kesenian lainnya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
“Kesenian rakyat ini, merupakan salah satu potensi yang patut untuk dikembangkan karena memiliki unsur budaya yang dapat mempengaruhi pola sikap dan pola tindak masyarakat. Dalam rangka pembinaan kesenian ini beserta pegembangannya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab para pelaku seni atau seniman dan masyarakat sesuai peran dan kedudukannya masing-masing,” jelasnya sembari menambahkan agar panggung seni rakyat mampu membina hubungan silaturrahmi selaku umat manusai dan tentunya juga untuk melestarikan seni budaya daerah, agar nilai-nilai budaya melayu tetap eksis bahkan berkembang hingga generasi berikutnya. Sehingga pembangunan fisik yang kita usahakan tanpa hent ini akan memiliki makna dan membumi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Penyelengaraan Pameran dan Event Organizer, para kalangan importer dan dunia usaha yang telah menyumbangkan segalanya untuk terselenggaranya acara ini, dan pihak-pihak lain yng tidak dpat saya sebutkan satu persatu serta seluruh peserta Dumai Expo 2018 serta Pagelaran Panggung Seni Rakyat dapat berlangsung sebagai mana kita saksikan pada malam hari ini,” paparnya.

(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>