DUMAI – Dengan berakhirnya rangkaian Forum Strategi II dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg Sekolah Staff dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke 56 tahun pelajaran 2018 di Kota Dumai.
Malam tadi, Selasa (24/4/2018) malam di Lounge Anggrek Hotel Grand Zuri Dumai. Para Pasis Digrek Seskoal angkatan ke 56 melaksanakan kegiatan Executive Summary kepada seluruh Forum Forkompimda Kota Dumai.
Beragam pemaparan yang disampaikan melalui Ketua Jurusan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan 56, Mayor laut (P) Rivo De Haviland menyebutkan bahwa Kota Dumai merupakan kawasan strategis dengan letak dan kondisi Geografis sebagai jalur laut internasional yang cukup padat.
Menghubungkan lalu lintas komoditi perdagangan dunia yang mau tidak mau harus menjadi pertimbangan dalam menjamin keamanan laut yang bebas dari berbagai ancaman, baik militer maupun non militer.
Sebagai kota yang memiliki kawasan perairan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kota Dumai telah terjalin sinergitas yang baik antar instansi baik dalam pembangunan daerah maupun upaya menjaga daerah kedaulatan NKRI.
Namun begitu perlu adanya beberapa perbaikan baik itu soal perbaikan fungsi pelabuhan, pemberdayagunaan industri strategis nasional yang madih minim dalam pemanfaatan untuk mendukung pertahanan negara.
Serta dalam pemanfaatan potensi SDA dan SBD perlu adanya sinkronisasi antara RTRW Dumai dengan rencana pembangunan wilayah pertahanan.
“Sehingga pembangunan sarana dan prasarana di daerah harus berkesinambungan sesuai dengan rencana strategis,” paparnya.
Selain itu kesadaran bela negara di Kota Dumai sudah terpelihara dengan baik, hal ini sebagai modal utama dalam penyelenggaraan pertahanan negara.
“Hasil pemaparan ini merupakan rangkuman dari penelitian dan peninjauan langsung ke lapangan dalam rangkaian kegiatan kuliah kerja kami selama di Kota Dumai,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE merasa sangat terhormat Kota Dumai menjadi salah satu objek kawasan penelitian. Sebagai kota pelabuhan dengan jalur transportasi laut internasional, tentu saja ada beberapa persialan yang dihadapi. Terutama masuk nya barang-barang ilegal dari luar negeri hingga menjadi jalur masuk nya narkoba ke Indonesia.
“Hal ini tentu saja menjadi perhatian kita bersama, dengan adanya penyampaian Executive Summary Pasis Seskoal ini bisa jadi bahan evaluasi kami dalam memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di Kota Dumai,” kata Wawako.
Selain itu ia juga berharap dikemudian hari Kota Dumai memiliki Lantamal, “Siapa tau Kota Dumai nanti bisa punya Lantamal, kan bapak-bapak Seskoal ini calon pemimpin komando nya,” tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino, Ketua Rombongan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan 56, Kolonel Laut (KH) Drs. Asep Wawan W. M.H, serta seluruh Unsur Forkopimda Kota Dumai, berakhir dengan saling bertukar cinderamata.
Seperti yang diketahui, Kegiatan Forum Strategi II dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Seskoal Angkatan Ke-56 TP 2018 yang diikuti 27 orang Pasis dan 6 orang Perwira Pembimbing bertujuan membekali para Pasis Sekoal agar dapat mengumpulkan data tentang potensi sumber daya nasional aspek maritim disuatu wilayah dengan melaksanakan penelitian dan peninjauan langsung ke lapangan.
Untuk itu para Pasis sebagai calon pemimpin TNI/TNI AL dimasa mendatang, agar mampu mengambil keputusan terbaik dengan berbagai permasalahan yang dihadapi, khususnya dalam konteks strategi pertahanan negara di laut.
Sebagai tujuan akhir dalam kegiatan ini adalah para Pasis nantinya akan mampu merumuskan postur dan struktur kekuatan TNI Angkatan Laut serta perkiraan resiko dalam mendukung konsepsi strategi pertahanan Negara di Laut.

(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>