Dumai- Siapa yang tak tahu tentang permainan yang satu ini, bukan saja anak-anak yang gemar memainkannya, orang dewasa pun sangat menyukainya. Tak heran bila sering diadakan festival layang-layang di berbagai daerah.
Layang-layang atau layangan atau sebagian wilayah menyebutnya wau (di sebagaian wilayah Semenanjung Malaya) adalah merupakan lembaran berbahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan oleh pengendali. Selain sebagai mainan, layang-layang memiliki manfaat lain yang lebih berguna untuk manusia.
Layang-layang ini memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai pengangkatnya. Benda yang satu ini, dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, alat bantu memancing atau menjerat, bisa juga menjadi alat bantu penelitian ilmiah serta media energi alternatif. Pada kebiasaannya wau akan dimainkan oleh dua orang, iaitu seorang juru anjung yang memegang wau dan seorang jurutarik yang memegang tali. Apabila angin bertiup maka tali akan ditarik melawan arus angin dengan cara menghulur dan menarik talinya sehinggalah wau tersebut tinggi di udara. Kilauan cahaya matahari akan menambah cantik lagi wau yang dihias berwarna-warni dengan berbagai motive kreasi.
Gasing merupakan permainan tradisional orang-orang Melayu sejak dahulu lagi. Biasanya dimainkan selepas musim menuai. Permainan gasing dipertandingkan antara kampung. Gasing dibuat dari kayu bebaru, Kemuning, Merbau, rambai, atau durian. Kayu tersebut akan ditakik-takik dan dikikis sehingga menjadi bentuk gasing.Bermacam bentuk dan jenis gasing diantaranya gasing Piring yang selalu dimainkan oleh orang dewasa, sementara gasing jantung selalu dimainkan oleh anak-anak.
Sempena Hari Jadi Kota Dumai ke 19 tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai menggelar Festival Layang-layang dan gasing yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 7 -8 April 2018 di Wisata Pantai Purnama- Dumai.
Ketua Pelaksana kegiatan Nurzerwan yang juga sebagai Kabid Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegitan Festival layang- layang dan gasing ini diikuti sekitar hampi 200 Peserta baik dari kota Dumai maupun Peserta Kabupaten Bengkalis juga hadir. Kegiatan ini bersumber dari APBD Kota Dumai tahun 2018 dan bekerja sama dengan masyarakat kota Dumai khususnya Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat. Sementara dalam sambutannya Drs. Syaari Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini mari kita bersama melestarikan budaya permainan rakyat dan mengenalkannya ke genarasi karena di zaman milenial dan teknologi semakin canggih, banyak generasi – generasi yang tidak mengenal budaya dan permainan rakyat sebagai ajang silaturrahmi dan kompetisi.
Sementara Walikota Dumai yang dalam hal ini di wakili oleh Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, H Syamsudin menyampaikan dukungan dari pemerintah Kota Dumai terhadap kegiatan Permainan Rakyat baik layang – layang maupun permainan gasing, karena mengenalkan budaya kepada masyarakat sebagaimana tema dari Hari Jadi Kota Dumai ke 19 Tahun adalah Bersama Kita mewujudkan Negeri Beradab, Negeri santun, Negeri Harmonis yang berbudaya.
Harapannya untuk kedepannya kegiatan – kegiatan seperti ini tetap berlangsung dan semakin meriah sehingga dikenal dikhayak ramai. Pembukaan Festival Layang – layang dan gasing ini di tandai dengan pemukulam kompang dan menaikkan layang – layang ke udara.
Salah satu keunikan dari kegiatan Festival ini adalah peserta yang mengikuti mengenakan busana melayu, mulai dari Tanjak dan lain – lain , sehingga lebih menyemarakkan suasana yang berbudaya Melayu

. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>