DUMAI- Pemerintah Kota Dumai serius dalam meningkatkan taraf kesehatan bagi masyarakat Dumai. Dimana saat ini ada tujuh Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Dumai. Kampung KB ini menyebar di tujuh kelurahan yang ada di tujuh kecamatan. Dimana setiap kecamatan kini terdapat satu kampung KB

Seperti Kelurahan Laksamana, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ihsan dan Kelurahan Tanjung Palas, Kelurahan Bukit Timah, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Pelintung dan Kelurahan Tanjung Penyembal.

“Saat ini sudah ada tujuh kampung KB di Dumai,” terang Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai, Jurianto, Senin (30/4/2018).

Menurutnya, kampung KB ini hadir untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana. Kampung ini jadi upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga. Mereka bisa memberdayakan masyarakat dengan beragam sektor yang ada di setiap kampung KB.

Ada yang berusaha membangun sektor pariwisata hingga sektor pengembangan UMKM. Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo berharap adanya Kampung KB bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat bawah.

Ia berpesan para anggota kelompok kerja di setiap Kampung KB bisa memotivasi masyarakat. “Setiap kendala harus didiskusikan. Kita harus lihat potensi yang ada di tiap kampung KB,” paparnya.(hms)

Dumai- Proyek infrastruktur air bersih di Kota Dumai memasuki proses tender pada Juli 2018 mendatang. Target awal proses pembangunan fisik sudah berlangsung pada akhir tahun 2018 mendatang.

Proses pembangunan infrastruktur air bersih bakal menggandeng pihak swasta. Program ini bakal berpadu dengan program SPAM Regional (Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis).

Air Sungai Masjid menjadi air baku dalam pengolahan air bersih di Dumai.”Kita targetkan Juli sudah tender. Jadi akhir tahun ini pengerjaan infrastruktur air bersih sudah bisa dimulai,” terang Ketua Percepatan Air Bersih Kota Dumai, M Nasir, Minggu (29/4/2018).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih di Dumai tidak menggunakan anggaran pemerintah. Ada skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah Kota Dumai bisa menganggarkannya di APBD. Kondisi ini lantaran keterbatasan anggaran daerah.

Nasir menyebut awalnya pada tahun 2017 ada sembilan rekanan yang mendaftarkan diri. Enam di antaranya sudah mengajukan penawaran. Tiga di antara rekanan akhirnya terseleksi menjadi satu rekanan sebagai pemrakarsa yakni Adhi Karya-Adharo Tirta.

Rekanan yang menjadi pemrakarsa juga ikut dalam lelang terbuka pada Juli mendatang. Jelang proses lelang bakal ada proses DED pada Juni 2018. Proyek ini memasang target produksi air hingga 750 liter/detik pada 2023 mendatang.

Wali Kota Dumai, Zulkifli AS mengatakan bahwa hampir tiga tahun memimpin Dumai ada program unggulan pembangunan belum optimal. Ia mengaku secara perlahan dan bertahap menuntaskan satu persatu program unggulan yang ada.

Proyek air bersih jadi prioritas program unggulan di lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo.

“Kita coba tuntaskan satu persatu. Hal ini tentu butuh dukungan dari semua pihak,” terang Zul AS lewat sambutannya pada Pengukuhan Ikatan Keluarga Pasaman Dumai, Minggu (29/4/2018).

Proyek infrastruktur air bersih di Kota Dumai memasuki proses tender pada Juli 2018 mendatang. Target awal proses pembangunan fisik sudah berlangsung pada akhir tahun 2018 mendatang.

Proses pembangunan infrastruktur air bersih bakal menggandeng pihak swasta dan program ini bakal berpadu dengan program SPAM Regional (Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis).(hms)

Dumai-

Malam Resepsi Daerah, sekaligus Pembukaan Dumai Expo dan Panggung Seni Rakyat dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Dumai tahun 2018 dilaksanakan di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Jumat (27/4/18) malam kemarin.
Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dan istri, Sekda Kota Dumai HM Nasir, Ketua DPRD Kota Dumai dan anggota, Forkopimda Dumai, kepala OPD di lingkungan Pemko Dumai, tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda Dumai serta undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.
Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi mengucapkan selamat datang kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan. “Mudah-mudahan, kehadirin kita semua pada malam hari ini tidak hanya sebatas rutinitas tahunan, namun semoga memberikan makna lebih bagi kemaslahatan masyarakat secara umum,” katanya.
Malam Resepsi Daerah tersebut, kata waikota Dumai, merupakan jamuan kedaerahan sebagai tanda rasa syukur atas Ridho Allah SWT, yang telah mengantarkan Dumai menjadi Kota Madya yang selanjutnya disebut kota berdasarkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Dumai.
Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang dan berliku serta tidak kenal lelah dan menyerah, yakni bermula dari bagian kewedanaan Rupat hinggalah akhirnya lahir sebuah Kotamadya Dumai. “Kini Insya Allah akan kita wujudkan Visi dan Misinya. Ini semua terjadi karena jasa pendahulu daerah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Kota Dumai memberikan apresiasi dan rasa hormat tinggi kepada beliau-beliau para perintis, pelopor dan pejuang serta pendahulu daerah ini. Kini kita semua telah menikmati buah dari hasil perjuangan mereka, Alhamdulillah,” katanya.
Memperingati Hari Ulang Tahun Seacara filosofis bermakna retsosfektif yaitu dengan sebuah peringatan Hari Ulang Tahun, berupaya untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuh masa lalu adalah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi, menapaki masa kini dan masa depan, introsfektif artinya peringatan Hari Ulang Tahun dijadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri.
“Dengan demikian setiap etape perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsive dengan tantangan ke depan. Prosfektif artinya melalui perayaan Hari Ulang Tahun kita berupaya mendesai atau merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai nilai dan peristiwa di masa lalu,” terangnya.
Walaupun mungkin sedikit adaptasi dan deviasi, ujar Zul AS, namun secara substantive tidak merubah orientasi yang sudah ditetapkan. Secara konsisten Pembangunan Daerah selalu mengacu pada prinsip-prinsip yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan, pemerataan dan berkelanjutan.
Menurutnya, dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-19 Kota Dumai, Pemerintah Kota Dumai menyelanggarakan Dumai Expo yang tiasp tahun rutin diselenggarakan.
“Dumai Expo 2018 ini sedikit berbeda dengan perhelatan sebelumnya dimana diagendakan program talkshow, diskusi yang membahas topik-topik seputar perdagangsn, pariwisata, investasi dan layanan publik,” katanya.
Sehingga, selain berfungsi sebagai sarana promosi produk industri dan jasa serta menyambung siaturrahmi dalam rangka menghasikan transaksi bisnis dan memasarkan produk komoditi unggulan, Expo juga sebagai ajang penyamaan presepsi, pemecahan sebuah permasalahan dan konklusi terhadap langkah-langkah ysang perlu diambil demi kemajuan Kota Dumai kedepan.
“Selain itu juga kami harapkan akan terjadi kontrak dan terbukanya peluang investasi dan kerjasama antar pelaku usaha dan pengunjung pameran. Disamping itu, bagi jajaran Pemerintahan Daerah, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menginformasikan hal-hal berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ulasnya.
Ditambahkannya, kemeriahan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-19 Kota Dumai juga disemarakkan oleh panggung seni rakyat. Kesenian-kesenian yang akan ditampilkan juga merupakan pengejawantahan dari etnis dan suku-suku yang ada di Kota Dumai, disamping kesenian-kesenian lainnya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
“Kesenian rakyat ini, merupakan salah satu potensi yang patut untuk dikembangkan karena memiliki unsur budaya yang dapat mempengaruhi pola sikap dan pola tindak masyarakat. Dalam rangka pembinaan kesenian ini beserta pegembangannya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab para pelaku seni atau seniman dan masyarakat sesuai peran dan kedudukannya masing-masing,” jelasnya sembari menambahkan agar panggung seni rakyat mampu membina hubungan silaturrahmi selaku umat manusai dan tentunya juga untuk melestarikan seni budaya daerah, agar nilai-nilai budaya melayu tetap eksis bahkan berkembang hingga generasi berikutnya. Sehingga pembangunan fisik yang kita usahakan tanpa hent ini akan memiliki makna dan membumi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Penyelengaraan Pameran dan Event Organizer, para kalangan importer dan dunia usaha yang telah menyumbangkan segalanya untuk terselenggaranya acara ini, dan pihak-pihak lain yng tidak dpat saya sebutkan satu persatu serta seluruh peserta Dumai Expo 2018 serta Pagelaran Panggung Seni Rakyat dapat berlangsung sebagai mana kita saksikan pada malam hari ini,” paparnya.

(hms)

DUMAI – Usai melaksanakan ibadah sholat jum’at, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si bersama Ketua DPRD Dumai Gusri Efendi, dan didampingi Kadisdukcapil Suardi, Direktur RSUD Dumai dr. Saiful serta Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengunjungi bayi yang baru lahir tepat dihari jadi Kota Dumai ke 19 yang jatuh pada tanggal 27 April 2018, di RSUD Dumai Jl. Tanjung Jati. Jum’at (27/04/2018).

Secara simbolis Walikota Dumai
memberikan bingkisan berupa perlengkapan bayi kepada delapan orang tua yang beruntung tersebut, selain itu, wako juga menyerahkan akte kelahiran, Kartu Identitas Anak yang telah selesai administrasinya dan langsung tercatat di Disdukcapil Kota Dumai.

Direktur RSUD Dumai dr. Syaiful mengatakan, pemberian bingkisan dan akte kelahiran serta kartu identitas anak merupakan agenda rutin kegiatan setiap tahunnya yakni bertepatan dengan peringatan hari Jadi Kota Dumai. Dari delapan orang bayi yang lahir, tercatat ada dua orang bayi yang lahir tepat pada tanggal 27 April 2018 sama dengan HUT Kota Dumai.

Menanggapi kunjungan ini salah satu orangtua bayi mengaku terkejut dan terharu mendapat bingkisan dan ucapan selamat dari Walikota Dumai beserta rombongan “Saya terharu, dan tidak menyangka mendapat ucapan selamat dan diberi bingkisan. Saya mengucapkan terimakasih atas kunjungannya beserta dokumen kependudukan berupa Akte Kelahiran dan Kartu KIA serta bingkisan ini.””semuanya geratis” Katanya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Dumai mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Dumai kepada masyarakat, khusus dihari jadi Kota Dumai, maka seorang petugas Pemko Dumai diberbagai instansi terkait diperintahkan untuk memberi pelayanan prima dalam pengurusan akte kelahiran “jadi begitu bayi lahir petugas Rumah Sakit lansung mengurus akte kelahiran dan kartu KIA bayi tersebut, jadi bukan orang tua atau keluarganya lagi yang mengurus dan tanpa dipungut biaya” hal ini juga merupakan hubungan kerja sama antara RSUD dan Disdukcapil Kota Dumai. Ungkap wako. (hms).

Dumai-

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi menyerahkan santunan kematian untuk dua ahi waris peserta BPJS Ketenagakerjaan Dumai. Penyerahan santunan dilaksanakan di depan Stand BPJS Ketenagakerjaan di Dumai Expo Jumat (27/4/18) malam kemarin.
Penyerahan santunan tersebut sebagai bukti bahwa program Jaminan perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bukan isapan jempol semata. Jika peserta meninggal dunia pasti mendapat jaminan perlindungan dan ahli warisnya berhak menerima santunan kematian.
Ada pun ahli waris yang menerima santunan kematian tersebut diantaranya atas nama Yusmaini Afnita, isteri dari Alm Hendrison warga Jalan Kesuma Gang Petai Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur, nama perusahaan PT Socufindo Cabang Dumai dan meninggal dunia 5 Desember 2017 lalu.
Jumlah santunan yang diterima ahli waris sebesar Rp 35.153.980 terdiri atas Santunan Kematian Rp 24.000.000 ditambah Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 10.834.523 serta Santunan Jaminan Pensiun Berkala sebesar Rp 319.450.
Kemudian Herman, ahli waris dari alm Andriani nama perusahaan Dinas Lingkungan Hidup yang meninggal dunia 21 April 2018. Warga Jalan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur itu menerima santunan kematian sebesar Rp 24.000.000,- .
“Penyerahan santunan oleh walikota Dumai dilakanakan di depan stand BPJS Ketenagakerjaan Dumai yang bergabung dengan Stand Disnakertrans Kota di Dumai Expo ini,” kata Kepala Cabang (Kacab) BPJS Ketenagakerjaan Dumai Muhamamd Riadh, Jumat (27/4/18) malam kemarin.

(hms)

DUMAI – Melaluai Sambutan Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si, dalam rangka upacara memperingati “Hari Jadi ke-19 Kota Dumai Tahun 2018”. Bertempat dilapangan upacara Kantor Walikota Dumai Jl. Tuanku Thambusai Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur. (27/04/2018) adalah Suatu momen yang sangat penting sebagai refleksi “dari mana kota ini berasal, dan hendak kemana kota ini dibawa”.

Peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Dumai sebagaimana kita selenggarakan pada hari ini, adalah suatu momentum atau peristiwa yang sangat penting dan bersejarah bagi segenap lapisan masyarakat Kota Dumai. Hal ini ditandai dengan suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan menghiasi setiap sudut dan penjuru Kota. Sudah barang tentu, peringatan Hari Jadi ini mengembalikan memori kita kepada amal bakti dan jasa-jasa para pejuang otonomi Kota Dumai, sehingga kita merasakan makna kebebasan mengatur diri sendiri dalam bingkai otonomi, buah dari hasil kerja keras dan keuletan dari pendahulu kita tersebut.

Tepat pada 19 tahun yang lalu, maka tugas panjang yang memerlukan berbagai pengorbanan para pejuang dan pendiri Kota Dumai ini selesai sudah. Tugas kita bersama generasi masa kini untuk terus mensyukuri, memelihara dan melanjutkan apa yang telah dicapai tersebut. Kita menyadari bahwa sebanyak yang telah kita capai, maka akan lebih banyak lagi yang harus kita upayakan demi mencapai cita-cita pembagunan yang telah kita rencanakan. Jalan yang akan kita tempuh masih panjang, perjalanan untuk mencapai cita-cita masa depan yang gemilang itu, harus terus digesa dan tidak boleh berhenti, bak kalimah sakti dalam kebudayan Melayu,”Sekali Layar Terkembang, Surut Langkah Kita Berpantang”.

Perlu dipahami bersama bahwa prinsip pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah merupakan bagian integral dari kebijakan nasional, sehingga kebijakan daerah baik dalam bentuk peraturan daerah maupun kebijakan lainnya harus sejalan dengan prioritas dan tujuan nasional. Otonomi daerah pada intinya daerah diharapkan dapat memanfaatkan kearifan lokal, potensi, inovasi, daya saing dan kreativitas daerah dalam rangka menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Oleh karenanya, sangat bijak jika Hari Jadi yang setiap tahun kita laksanakan ini kita jadikan wahana refleksi untuk melakukan serangkaian evaluasi atas apa yang sudah kita laksanakan dalam berkontribusi memberikan warna dalam pembangunan Kota Dumai tercinta.

Secara fisik dan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kesempatan kerja bagi masyarakat, Kota Dumai memang telah jauh berkembang pesat sejak berdirinya 19 tahun yang lalu. Namun, itu semua perlu diimbangi oleh tingkat perkembangan di bidang sosial budaya yang memadai. Untuk itulah, kita menetapkan tema Hari Jadi ke-19 Kota Dumai, yakni “Sempena Hari Jadi Ke-XIX Kota Dumai Tahun 2018 Bersama Kita Mewujudkan Negeri Beradab, Negeri Santun, Negeri Harmonis Yang Berbudaya”. Karena kita meyadari, pembangunan fisik tanpa diimbangi dengan membangun masyarakat yang menjunjung tinggi adab, kesantunan dalam bertindak yang merupakan pola budaya yang tinggi dengan bersendikan nilai-nilai agamis, hanya akan menghasilkan pembangunan yang kurang memiliki makna.

Tema ini mengandung filosofi untuk mengajak segenap anak negeri, bahu membahu, bersatu padu dengan tidak membedakan asal usul, besar dan kecil, namun bersama-sama membangun negeri ini dengan tetap mengakar pada budaya leluhur yang telah terbukti berpihak pada kemanusiaan itu sendiri. Kesemuanya ini tentu berpangkal tolak dari generasi muda yang berpikiran maju sekaligus menjunjung tinggi nilai budaya.

Inilah gambaran komitmen kita bersama untuk menjadikan keragaman sebagai suatu harmoni untuk saling membahu dan bergandeng tangan membangun generasi yang sadar akan nilai kehidupan bersama, sadar akan kelebihan dan kekurangan diri, memiliki kemampuan dan kebiasaan yang baik, cerdas, serta mampu berpikir dan bertindak positif. Dengan harapan, mampu menghasilkan generasi yang kreatif dalam menghadapi tantangan arus budaya global melalui kearifan lokal, selalu mempunyai empati tinggi, memiliki kejujuran dan kesetiaan, tidak mengenal lelah, jauh dari rasa jenuh untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.

Kota Dumai tentunya dihadapkan pada berbagai persoalan, baik permasalahan ekonomi, politik dan sosial kemasyarakatan yang sangat kompleks. Namun demikian, kita juga harus menatap kedepan dan menjadikan Peringatan Hari Jadi ini sebagai momentum untuk lebih menyatukan visi dan persepsi, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan, sehingga menjadikan suatu penuntun dan kekuatan agar daerah ini lebih baik dan lebih maju. Dirgahayu ke-19 Kota Dumai. Semoga kota kita mampu mewujudkan segala apa yang kita cita-citakan serta sejajar dengan kota-kota maju lainnya di Indonesia.(hms).

Dumai- Walikota Dumai, Zulkifli AS mengaku bahwa kondisi anggaran pembangunan Kota Dumai semakin minim, dimana saat ini APBD murni Kota Dumai tahun 2018 hanya capai Rp 1,142 Triliun.

Pemerintah kota mengaku saat ini fokus pada program pembangunan yang jadi prioritas diantaranya pembangunan infrastruktur air bersih.

Pemerintah menggandeng pihak swasta untuk proyek ini. Direksi baru PDAM Tirta Dumai juga sudah terpilih dan siap mengelola air bersih untuk masyatakat.

“Kita juga sedang menggesa infastruktur jalan strategis dan penanganan banjir,” terangnya, Jum’at (27/4/2018).

Zul AS menyebut pemerintah kota sudah gelontorkan anggaran hingga Rp 159 Miliar di tahun 2017 untuk pembangunan infrastruktur publik.

Anggaran ini juga untuk membenahi perumahan masyarakat ekonomi lemah. Ia mengaku pemerintah berkomitmen untuk membangunan infrastruktur yang jadi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, sektor pendidikan anggaran pemerintah kota di tahun 2017 mencapai Rp 335 miliar. Sektor pendidikan dan kesehatan juga jadi prioritas pada program unggulan pembangunan Kota Dumai.

“Pemerintah kota secara bertahap berupaya merealisasikan program unggulan pembangunan,” paparnya.(hms)

DUMAI – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 7) RT 02 Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur mengadakan acara perpisahan atau pelepasan sebanyak 27 orang siswa dan siswi, yang dihadiri oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE, Anggota DPRD Petria Naspita, Camat Bukit Kapur Syamsir, S.Sos, Lurah Gurun Panjang Riswan, ketua komite SMAN 7, para ketua RT dan masyarakat sekitar. Pada Kamis (26/04/2018).

Selain menghadiri acara perpisahan atau pelepasan siswa dan siswi kelas XII SMAN 7 tersebut, ditandai dengan pembukaan tirai plang nama sekolah serta penandatanganan prasasti, Wakil Walikota Dumai juga melakukan peresmian penggunaan bangunan fisik ruang kelas yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala Sekolah SMAN 7 Halinis, S.Si dalam sambutannya mengatakan, acara perpisahan atau pelepasan siswa dan siswi SMAN 7 ini merupakan kali perdana dilakukan, SMAN 7 ini tergolong masih baru dan total jumlah keseluruhan siswa dan siswi 72 orang, mengikuti UNBK hingga lulus 27 orang.

Disamping itu, selain acara perpisahan kegiatan ini juga sekaligus acara peresmian penggunaan gedung kelas baru dimana sebelumnya ruang kelas siswa dan siswi SMA N 7 menggunakan ruang kelas yang dibangun oleh swadaya masyarakat, dia juga berpesan kepada siswa dan siswi kelas XII SMAN 7 yang dilepaskan, agar menjaga almamater dan nama baik sekolah dan tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, karena saat ini pendidikan itu sangat penting dalam meraih cita-cita serta mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Eko Suharjo, SE dalam sambutnya menyampaikan, dunia pendidikan adalah pelayanan wajib dasar yang mencerminkan modal utama kemajuan kita dimasa depan, jangan merasa cukup sampai disini, semangatlah belajar hingga keperguruan tinggi, tetapi semangat tersebut memang benar-benar tumbuh dari dalam diri, jangan cuma sekedar ikut-ikutan teman saja, pilihlah perguruan tinggi yang sesuai dengan Bakat dan kemampuan kita artinya adalah begitu selesai dijenjang perguruan tinggi ilmu yang kita peroleh nantinya benar-benar mampu menjamin kita diterima didunia kerja.ungkap wawako.

Masih dalam sambutanya, wawako mengatakan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas kerja sama dan rasa kekompakan sesama masyarakat serta perjuangan yang luar biasa sehingga berdiri sebuah sekolah SMAN 7, namun upaya ini tidak sia-sia Pemerintah Provinsi Riau telah memberi perhatianya sehingga terbangunya ruang kelas baru.

Diakhir pidatonya, mari kita jaga, kita rawat sekolah ini, sehingga nantinya SMAN 7 dapat bersaing layaknya SMAN lain di Kota Dumai, siapapun yang berkiprah akan mendapat berkah yang baik. Tutup wawako.(hms/ds).

Dumai- Wali Kota Dumai, Zulkifli AS menyebut bahwa pemerintah kota mendukung penuh pembangunan dua koramil baru di Kota Dumai. Koramil tersebut yakni Koramil Medang Kampai dan Koramil Sungai Sembilan.

Saat ini baru dua koramil berdiri di Dumai yakni Koramil Kota dan Koramil Bukit Kapur.

“InsyaAllah kami bakal beri dukungan pembangunan dua bangunan koramil yang baru,” terang Zul AS disela kunjungan kerja di Markas Kodim Dumai, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, pembangunan fisik koramil yang sudah rampung yakni Koramil Sungai Sembilan sementara pembangunan fisik bangunan Koramil Medang Kampai segera menyusul. Ada rencana usulan pembangunan fisik koramil pada tahun anggaran tahun 2019.

Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Sonny Aprianto menagpresiasi pembangunan dua koramil baru itu. Keberadannya membantu pengawasan aktifitas di kawasan pinggiran Kota Dumai.

Hal ini juga mengantisipasi aktifitas transit Narkoba yang kerap manfaatkan kawasan pinggiran.(hms)

Dumai- Menjadi salah satu organisasi perempuan yang aktif dalam menjalakan roda organisasi, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kota dumai menyelenggarakan kegiatan peringatan hari kartini tahun 2018 di gedung Sri Bunga Tannjung, Rabu (25/4/2018)
Kegiatan peringatan tersebut mengambil thema, semangat perempuan menjadi kartini yang berwawasan luas,koko relegius dan berjiwa kebangsaan.
Pada sambutan Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) kota Dumai Dewi Tunjung Sari mengatakan berharap ada kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki dimanapun berada sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Saat ini kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki belum imbang. Dimana posisi strategis masih didominasi oleh kaum adam, Kartini sekarang belum sepenuhnya menempati bidang-bidang strategis, namun kita sadari kesetaraan itu sudah mengarah ke arah sana,” ungkapnya Ketu GOW Dumai.
Kedepan kesetaraan gender antara perempuan dan laki laki benar-benar tidak ada perbedaan. Dan kaum perempuan hendaknya terus berpacu disegala bidang masing-masing agar bisa setara dengan kaum pria dan jangan hanya sekedar menuntut saja tanpa ada usaha yang jelas, harapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menyebutkan kalau Kartini adalah perempuan pahlawan bangsa yang sangat berjasa dan banyak membawa perubahan bagi kaun perempuan.
“Saya minta di Kota Dumai kaum perempuan harus berperan sama dengan laki-laki, namun jangan tinggalkan kodrat sebagai perempuan. Sebab visi dan misi Dumai menjadikan Masyarakat Dumai Makmur dan Madani” dapat terwujud dengan keterlibatan seluruh komponen termasuk kaum perempuan,” jelas Eko Suharjo.
Turut hadir dalam acara tersebut ketua PKK kota Dumai,ketua GOW kota Fumai, ketua DPRD yang diwakili oleh istri, Forkopimda dan kader GOW se kota Dumai. (hms/awai)