Dumai- Untuk merumuskan program pembangunan kota Dumai 2019 mendatang, Sekretaris Daerah Kota Dumai H Muhammad Nasir membuka Forum Perangkat Daerah (OPD) Kota Dumai tahun 2018 di gedung Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai, Senin (13/3).
Forum Perangkat Daerah yang sedianya dihadiri pimpinan DPRD Dumai hingga akhir pembukaan tidak kelihatan, lain itu hadir kepala Bappeda M Syafii dan Kepala OPD dilingkungan Pemko Dumai.
Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun tersebut bertu juan meningkatkan penyusunan rencana kerja pembangunan daerah Kota Dumai yang prioritas, sinergi dan akuntabel di tahun 2019.
Kata Setda menambahkan sebelum dilakukan forum OPD pada hari ini, sebelumnya telah dilakukan musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan sebagai tindaklanjut musrembang maka diadakan dilakukan pembahasan tingkat Forum OPD.
Dijelaskan, bahwa proses penyusunan rencana kerja pemban gunan daerah merupakan suatu proses partisipatif yang dimulai dari musyawarah tingkat RT, dilanjutkan dengan Musrenbang Kelura han, Musrenbang Kecamatan, Forum OPD dan Musrenbang RKPD Kota Dumai yang dilaksanakan secara bertahap.
Lanjut Setda, Forum OPD tahun 2018 merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pem bangunan hasil Musrenbang kecamatan dengan OPD.
Pada forum OPD ini nantinya akan dibahas rancangan renja OPD pemerintah kota Dumai yang mempunyai unsur pelayanan dengan menggunakan prioritas program dan kegiatan yang dihasilkan dari Musrenbang tingkat kecamatan pada beberapa bulan lalusebagai bahan untuk menyempurnakan rancangan awal renja OPD 2019.
Lanjutnya, Tujuan penting dalam kegiatan ini adalah mensink ronkan prioritas kegiatan pembangunan dari tujuh kecamatan se- kota Dumai dengan renja satker yang ada di Dumai.
“Saya mengharapkan kepada setiap kepala OPD bahwa, pelaksa naan forum OPD selama tiga hari dapat dijadikan sebagai wadah penyusunan RKPD pada tahun 2019,”katanya lagi.
Forum OPD ini merupakan salah satu instrumen penting dalam alur mekanisme perencanaan pembangunan daerah dalam penyusunan prioritas anggaran 2019 yang memberikan kewenangan kepada perang kat daerah dalam menentukan bentuk dan jenis penyelenggaraan tupoksi berdasarkan kebutuhan partisipasi masyarakat dan aspirasi pemangku kepentingan lain.

Dumai- Walikota Dumai H Zulkifli As meninjau Posko Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Kota Dumai, Senin (5/3/2018) di depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Jalan Puteri Tujuh.
Walikota Dumai disambut oleh Kepala BPBD Kota Dumai, Tengku Izmet dan Pasiops Kodim 0320/Dumai, Kapten Inf Yusli. Guna memastikan kondisi Karlahut yang terjadi di Kota Dumai.
Kepala BPBD Kota Dumai, T Izmet menjelaskan bahwa saat ini tidak ada ditemukan titik api baru, namun hanya saja masih terus dilakukan pendinginan di dua lokasi kebakaran lahan dan hutan terparah di Kota Dumai yakni Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Dumai Barat.
“Meskipun begitu kami terus mengoptimalkan patroli dan sosialisasi bersama seluruh instansi terkait,” jelasnya.
Luas lahan yang terbakar saat ini di Kota Dumai seluas 109,25 Ha, sementara untuk kekuatan personil sebanyak 444 orang dari seluruh instansi terkait.
Wako menambahkan berdasarkan SK kenaikan status siaga bencana kabut asap per tanggal 20 Februari 2018, ditunjuk Dansatgas Siaga Bencana Kabut Asap adalah Dandim 0320/Dumai, Letkol Inf Horas Sitinjak.
Diharapkan kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, dan mengurangi aktifitas di luar jika tidak mendesak terkeculi pada saat bekerja. “Terutama bagi anak-anak dan seluruh siswa sekolah, kami juga sudah menghimbau kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan aktivitas di luar kelas,”kata wako.
Danrem 031 Wirabima, Kolonel Inf Sonny Afrianto mengunjungi Posko Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Kota Dumai, Senin (5/3/2017) yang disambut walikota Dumai.
Danrem berharap tindakan hukum terhadap pelaku pembakaran dapat ditegakkan dengan baik. Serta seluruh pasukan yang ada di wilayah kerja Kodim 0320/Dumai untuk terus bekerja keras dengan instansi terkait dalam menanggulangi Karlahut dan bencana kabut asap.
Dirinya juga mendorong agar seluruh personil terus laksanakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.(hms)**

DUMAI – Danrem 031/Wirabima Kolonel Inf Sonny Afrianto meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai. Pemantauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter BNPB Riau, Senin (5/3/2018).
Kunjungan Danrem 031/WB didampingi Kepala BPBD Provinsi Riau Edward Sanger dan jajarannya. Rombongan tiba di bandara pinang kampai Dumai pukul 13.15 wib disambut langsung Walikota Dumai Drs H Zulkifli As M.Si, Dandim 0320/Dumai Letkol (inf) Horas Sitinjak, Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, Kepala BPBD Dumai Tengku Ismed dan yang lainnya.
Dari bandara Danrem istirahat sejenak djruang VIP bandara lebih kudang 15 menit, dari situ rombongan langsung meninjau posko siaga bencana kabut asap yang didirikan di depan kantor BPBD Jalan Putri Tujuh Dumai.
Pada kesempatan itu Danrem meminta laporam Dandim Dumai terkait jumlah lahan yang terbakar dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Dandim Dumai Letkol (inf) Horas Sitinja dalam laporannya mengatakan bahwa luas lahan yang terbakar sejak 5 Februari 2018 sampai hari ini berjumlah 109 hekar. Lahan tersebut diduga di bakar secara sengaja dan 20 persennya diduga terbakar akibat puntung rokok.
“Pihak kepolisian telah menangkap tiga tersangka dan saat ini dalam proses pemeriksaan dikantor polisi, yang satu oang lagi di lepas karena tidak cukup barang bukti,” kata Dandim.
Terkait kendala yang kami hadapi dilapangan adalah medan yang sulit dijangkau oleh tim pemadam karhutla karena kebakaran jauh di dalam hutan. Kendala lain adalah sulitnya mendapatkan sumber air untuk digunakan memadamkan api. Ke depan Pemerintah Kota Dumai akan membuat kanal dan embung.
Sementara Danrem 031/Wirabima Kolonel Inf Sonny Afrianto menegaskan, pelaku pembakar hutan dan lahan harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya
” Harus ada tindakan hukum yang tegas kepada pelaku pembakar hutan dan lahan sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.
Lanjutnya, hampir 100 persen karlahut disebabkan oleh manusia. Maka dari itu saya mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama mencegah bencana kabut asap akibat kahutla. Jika melihat titik api agar segera melaporkannya kepada instansi terkait.
“Sebentar lagi akan dilaksanakan Seagame, jangan sampai tamu dari berbagai negara di hadiahi hasap, akan mempermalukan Indonesia di mata Dunia, untuk itu, kepada seluruh satgas pemadam api agar terus meningkatkan pengawasan dilapangan serta mengoptimalkan proses pemadaman melalui darat maupun lewat udara, ” ajaknya.
Terakhir Danrem mendorong agar seluruh personil terus laksanakan patroli dan sosialisasi. “Diharapkan kerjasama dari masyarakat juga, agar bisa turut melaporkan dan mengawasi apabila melihat dan menemukan pelaku pembakaran hutan dan lahan,” katanya.
Selanjutnya Kepala BPBD Provinsi Riau, Edward Sanger menyampaikan bahwa hasil pemantauan dari udara memang masih ada beberapa titik yang berasap namun kondisinya sudah mulai membaik.
“Pantauan kami melalui udara kondisinya mulai membaik, ada beberapa titik yang masih berasap dan kami minta agarbterua dilakukan proses pendinginan agar api benar – benar padam,” katanya.
Lanjutnya, pihaknya juga sudah menyerahkan penambahan beberapa alat pemadaman ministriker untuk menjangkau lokasi yang jauh didalam hutan. Bantuan itu diserahkan kepada BPBD Dumai.
“Kami berharap apabila kondisi di lapangan semakin parah agar segera berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Riau agar kami dapat segera mengirimkan helikopter untum melakukan water bombing, berbagai upaya harus kita lakukan untuk mencegah bencana kabut asap, jika tidak bisa lewat darat kita lakukan lewat udara,” pungkasnya.

(hms/awi)

Dumai- Pemerintah Kota Dumai menggandeng pihak swasta untuk membangun sistem penyediaan air minum atau SPAM Kota Dumai.
Mereka berencana menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk membangun infrastruktur dan distribusi air bersih.
Kerjasama ini lantaran pemerintah kota punya anggaran terbatas membangun SPAM. Ada sembilan perusahaan yang menawarkan diri. Ada satu perusahaan yang akhirnya meraih poin tertinggi. Proses pembangunan SPAM bakal bekerjasama dengan Adhi Karya-Adharo Tirta
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dumai, Riau Satria menyebut bahwa proses persiapan jaringan pipa sudah berlangsung sejak 2008.
Butuh sistem pipa yang mengalirkan air dengan kapasitas produksi 750 liter/detik. Proses pembangunan juga melanjutkan pembangunan pipa distribusi yang ada sejak 10 tahun lalu.
“Kondisi pipa tentu dipersiapkan dengan kapasitas yang ada. Sehingga bisa menyalurkan air ke sambungan rumah,” terang pria disapa Rio, Jum’at (2/3/2018).
Kepala Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Bambang Sudiatmo mengakui bahwa APBN tidak sanggup membangun seluruh SPAM di daerah.
Pemerintah daerah pun bisa menggandeng badan usaha untuk ikut membangun infrastruktur air minum.
Bambang mengingatkan bahwa studi kelayakan harus menyeluruh. Ia menegaskan agar pemerintah kota bisa melihat seluruh aspek kelayakan.
“Jadi studi kelayakan yang dilakukan pihak badan usaha harus melengkap delapan aspek yang ada,” tegasnya.
Proses pembangunan infrastruktur sistem penyediaan air minum atau SPAM di Kota Dumai berlangsung pada tahun 2019.
Rencana Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai baru tahap prastudi kelayakan. Proses percepatan sistem penyediaan air minum sudah berlangsung mulai September 2017.
Ada sembilan perusahaan yang mengajukan diri untuk membangunan sistem penyediaan air minum atau SPAM bagi masyarakat.
Satu perusahaan yakni Adhi Karya- Adharo Tirta akhirnya melakukan pra studi kelayakan SPAM kapasitas 450 liter/detik.
Tim Percepatan Sistem Penyediaan Air Minum Dumai memantau tahapan tersebut. “Jadi sebagai pemrakarsa Adhi Karya-Adharo Tirta yang melakukan prastudi kelayakan,” ujar Walikota Dumai, Zulkifli AS, Jum’at (2/3/2018).
Menurutnya, untuk pembangunan SPAM ada skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah Kota Dumai tidak sanggup menganggarkannya pada APBD.
Zul AS mengaku anggaran daerah terbatas. Politikus Partai Nasdem mengaku masyarakat Dumai sudah tak sabar menanti air bersih mengalir.
Ia meminta masyarakat mengerti masih banyak tahapan dan proses untuk membangun SPAM. “Ada tahapan demi tahapan yang mesti dilalui. Sebab masyarakat sudah lama mendambakan air bersih mengalir di Dumai,” paparnya.
Air bersih baru mengalir secara optimal pada tahun 2023 di Kota Dumai. Sesuai Hasil PraStudi Kelayakan Konsultan Konsorsium Adhi Karya-Adharo Tirta penyaluran air bersih mencapai kapasitas produksi 750 liter/detik pada tahun itu. Jumlah ini melebihi kebutuhan air saat itu yang hanya 693 liter/detik.
Kapasitas produksi air bersih pada tahun 2019 baru mencapai 50 liter/detik. Jumlah ini belum mencukupi kebutuhan sebanyak 57 liter/detik.
Perlahan produksi air bersih mencapai 400 liter/detik pada tahun 2021. Air bersih ternyata belum bisa menjangkau tujuh kecematan di Kota Dumai.
Saat pembangunannya rampung baru lima kecamatan yang teraliri air bersih. Kelimanya yakni Dumai Kota, Dumai Barat, Dumai Selatan, Bukit Kapur dan Dumai Timur.
Pada program percepatan kapasitas produksi baru 50 liter/detik di tahun 2019. Pihak konsultan memprediksi proses pembangunan sistem penyediaan air minum atau SPAM Kota rampung dalam enam bulan.
Sistem ini baru melayani tiga kelurahan yakni Pangkalan Sesai, Purnama dan Simpang Tetap Darul Ihsan. Mereka berencana memproduksi air bersih dengan air baku dari Sungai Mesjid.
“Untuk tahap awal memang yang dekat sumber air baku. Tapi kita minta mengalir sampai ke kota,” terang Walikota Dumai, Zulkifli AS, Jum’at (2/3/2018).
Menurutnya, program ini bakal berpadu dengan program SPAM Regional (Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis). Program ini bakal bersama mencapai target produksi air hingga 750 liter/detik. Proses pembangunan secara bertahap hingga tahun 2023.
Zul AS menyebut bahwa proses pembangunan lokasi prosuksi air akan berlangsung paling cepat tahun 2018. Proses pembangunan sistem distribusi berlangsung bertahap hingga tahun 2023.
“Setelah beroperasi nanti air yang diolah bakal dikelola PDAM Tirta Dumai,” terangnya

.(hms)**


Dumai- Kendati harus berjalan kaki dengan kondisi badan jalan berlumpur di Kelurahan Batu Teritip, Sungai Sembilan, walikota Dumai gembira melihat keberhasilan masyarakat dalam pertanian.

Walikota Dumai Drs. H Zulkifli AS bersana forkompinda, Kadis Ketahanan Pangan, Camat Sungai Sembilan dan Lurah Batu Teritip melakukan panen raya padi di Sungai Sepit RT 09 Kelurahan Batu Teritip, Kamis (01/03/2018).

Tidak hanya melakukan panen raya padi, tetapi wako didampingi Wakil Ketua DPRD Dumai H Zainal Effendi menyerap aspirasi masyarakat perbatasan antara Rokanhilir dan Dumai.

Banyak masukan yang disampaikan masyarakat ke pemerintah baik berupa pembangunan maupun pertanian. “Semuanya itu. Masukan sangat penting untuk dibahas ditingkat pemerintahan dan DPRD,” ujar wako.

Program pertanian dalam rangka meningkatkan swasembada pangan Kota Dumai sekaligus meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petani, Pemerintah Kota Dumai Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus mengupayakan agar program program tersebut terus terwujud.

Panen raya padi salah satu binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai dengan luas lahan sekitar 600 hektar.

Adapun jenis padi yang ditanam masyarakat didaerah tersebut adalah jenis padi lokal, padi lahan kering dan padi pulut, menurut para petani hasil panen raya padi tahun ini cukup memuaskan walaupun dipertengahan masa panen sempat terkena serangan hama, musim kemarau dan air laut pasang tinggi, sehingga sebahagian lahan padi terkena air asin yang mengakibatkan rusak pada batang.

“Saya senang berada disini, alhamdulillah sambutan masyarakatnya pun penuh kekeluargaan, “tutur wako.

Mengenai hasil panen raya padi ini sudah bagus, kendala-kendala yang terjadi merupakan hal biasa, jika seandainya hasil panen belum mencapai yang di harapkan petani jangan cepat kecewa karena semua telah diatur oleh yang maha kuasa, namun untuk kedepanya mari kita perbaiki bersama, mudah-mudahan ada sulusi baik dari Pemerintah maupun dari para petani.

Usai panen raya padi, masyarakat Sungai Sepit RT 09 menjamu Walikota Dumai dan rombongan makan siang bersama disalah satu rumah warga, dengan hidangan nasi yang berasal dari padi hasil tanaman masyarakat Sungai Sepit yang telah diolah.

Selain Walikota Dumai turut hadir wakil ketua DPRD Zainal Abidin, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadiyono, Kakan Pade Suryanto, Camat Sungai Sembilan Zulkarnaen dan Lurah Batu Teritip. (hms/awi)