Dumai – Walikota Dumai yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai H. Muhammad Nasir membuka secara resmi Uji Kompetensi Manajerial Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemerintah Kota Dumai Tahun 2017. Senin (04/12). Di Ballroom Malaka Lantai 2 Hotel Grand Zuri.
Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mempunyai peran sebagai penggerak utama dalam mewujudkan visi dan misi, tujuan organisasi Pemerintah, terciptanya Pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance) serta mewujudkan pelayanan publik yang baik, efisien, efektif dan berkualitas maka diperlukan adanya dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang Profesional, bertanggungjawab, adil, jujur dan kompeten dalam bidangnya sehingga Pegawai Negeri Sipil diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai kualifikasi kompetensi dan bidang ilmu yang dimilikinya. 
Merujuk hal tersebut, Pemerintah Daerah Kota Dumai melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Dumai menggelar kegiatan Uji Kompetensi Manajerial Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemerintah Kota Dumai Tahun 2017 yang diikuti 27 orang peserta untuk mengisi 12 jabatan yang ada.
Sementara itu sambutan Walikota Dumai yang disampaikam oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai H. Muhammad Nasir menyampaikan, uji Kompetensi Manajerial Jabatan Tinggi Pratama atau disebut dengan Assesment, ini berfungsi menempatkan pejabat yang benar-benar kualivite dalam bidangnya sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Manajerial Pegawai Negeri Sipil.
Hal ini dilakukan agar dapat diperoleh data atau informasi yang dapat dijadikan bukti yang menunjukkan apakah pemegang jabatan atau calon pemegang jabatan memenuhi atau tidak memenuhi kompetensi minimal yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas jabatan.
Selain itu juga, perlunya dibangun aparatur sipil negara yang memiliki integritas, profesional, netral bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu  menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan kesatuan serta mendukung visi dan misi Kota Dumai dalam mewujudkan masyarakat makmur dan madani, untuk itu diperlukan adanya penilaian kompetensi. 
Selain Sekretaris Daerah Kota Dumai hadir juga Kepala UPT Asesment dan Pembinaan Rohani Pegawai BKD Provinsi Riau Budi Fakhri, S.Psi, serta pejabat struktrural lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Dumai. (hms/ds)


DUMAI — Menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda dan prilaku seks bebas serta menyelamatkan generasi muda dari jurang kehancuran pemko Dumai menggelar pelatihan peningkatan Infaq kepemudaan, Senin (4/12). Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo secara resmi membuka pelatihan peningkatan Imtaq kepemudaan tersebut.

Pada sambutannya Eko Suharjo mengatakan permasalahan  kepemudaan saat ini sangat memprihatinkan. Penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda sudah meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku seks bebas pada generasi juga sudah menyentuh titik yang sangat memprihatinkan semua pihak.

“Jika kondisi  ini terus berlanjut maka generasi muda yang hebat, tangguh dan cerdas serta mampu mengambil tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara akan menjadi tinggal kenangan,” ujar  Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo.

Keunggulan wilayah berupa posisi strategis dengan segala potensinya harus dikelola secaramaksimal. Karenanya diperlukan pemuda yang unggul berkualitas dengan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang didukung kekuatan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi (imtaq).

Kata Wawako dengan landasan imtaq yang kuat pemerintah telah menetapkan program prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas melalui sektor pendidikan dan kesehatan pendidikan adalah media untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan generasi penerus, sementara bekal iman dan taqwa akan membentuk pemuda vang berkarakter serta sehat lahir dan batin.

Peran Dinas Pemuda dan Olahraga sangat penting dan strategis terutama dalam upaya bersama membentuk generasi penerus selain berkualitas. (hms)**