DUMAI – Prajurit Den Arhanud Rudal 004 Dumai menggelar syukuran secara sederhana, Jum’at (24/11/2017) dalam rangka Hari Jadi ke-71 Arhanud dan Hari Jadi ke-27 Den Arhanud Rudal 004 Dumai.

Tampak hadir dalam acara tersebut oleh walikota Dumai H. Zulkifli As, Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan, keluarga besar Den Arhanud Rudal 004 Dumai, purnawirawan Korps Arhanud di wilayah Kota Dumai, Kasdim 0320 Dumai, Dan Sat Radar Dumai dan sejumlah undangan lainnya.

Walikota Dumai H. Zulkifli As pada sambutannya mengatakan atas nama Pemerintahan kota Dumai dan selaku pribadi dengan bangga mengucapkan Dirgahayu ke-71 Arhanud dan Dirgahayu ke-27 Datasemen Arhanud Rudal 004 kepada semua anggota dan keluarga besar korps arhanud rudal Dumai.

” Menapaki usia yang semakin bertambah ini mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana untuk mengevaluasi diri terhadap apa yang telah kita perbuat untuk korps arhanud sesuai bidang tugas masing-masing. Selanjutnya mari kita intropeksi diri terhadap kekurangan yang ada untuk dapat kita redam dalam menghadapi tugas-tugas di masa mendatang yang tidak semakin ringan,” kata Walikota Dumai.

Sementara itu Komandan Den Arhanud Rudal 004 Dumai mengatakan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi pertemuan keluarga besar Den Arhanud Rudal 004 untuk selalu bersyukur kepada sang pencipta yang telah melindungi kita semua dalam tugas atau pun hal yang lainnya, ungkap Den arhanud Rudal 004 Dumai

“Sesuai arahan Komandan Pusat Senjata Arhanud, Brigjen TNI Nurchahyanto berpesan agar prajurit makin profesional dan dekat dengan rakyat. Apalagi alutsista Den Arhanud semakin modern. Sehingga berdampak pada kesiapan operasional satuan arhanud.” ujar Den Rudal 004 Dumai.

Ditambahkannya ” Saat ini ada enam satuan sudah divalidasi, satu di antaranya adalah Den Arhanud Rudal 004/Rapier. Kini menjadi Den Arhanud Rudal 004. Sesuai arahan Komandan Pusat Senjata Arhanud, Brigjen TNI Nurchahyanto prajurit diharapkan makin profesional dan dekat dengan rakyat.” pungkasnya.

Peringatan Dirgahayu ke-71 Arhanud dan Dirgahayu ke-27 Datasemen Arhanud Rudal 004 diwarnai dengan prosesi potong tumpeng sebagai rasa syukur  dan peresmian penggunaan 13 alat Armada Tempur Arhanud 004 Dumai dan sekaligus pemotongan pita oleh Walikota Dumai dan dilanjutkan dengan pemecahan kendi dan diikuti penyirmanan alat tempur oleh Den Arhanud Rudal 004 Dumai, Den Sat Radar, Kapolres Dumai, Kasdim 0320 Dumai.(hms/awi)

Wako : Peluang Pertanian Dumai Masih Besar

Dumai – Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 tingkat Kota Dumai tahun 2017, Pemerintah Kota Dumai menyerahkan bantuan alat pertanian, sapi dan kambing kepada kelompok tani di Kota Dumai yang pendanaannya bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Dumai.

Peringatan HPS di Kota Dumai dilaksanakan secara sederhana yang dipusatkan di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Kamis (23/11/2017).


Pada sambutannya walikota Dumai H.Zulkifli AS berharap besar kepada para petani untuk terus mengembangkan ilmu nya guna mendongkrak dunia pertanian di Kota Dumai.

“Petani harus mau belajar cara bercocok tanam, berternak sapi dan cara bertani yang baik dan benar disegala bidang agar bisah berhasil dalam profesinya dan mengangkat ekonomi keluarga,” ujar Walikota Dumai.

“Generasi muda juga harus kita siapkan menjadi regenerasi siap dalam meneruskan pengembangan pertanian. Kebutuhan beras di Kota Dumai sebanyak 30.000 ton/tahun, sementara petani lokal baru mampu memenuhi sebanyak 5-15% saja. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak peluang kita menjadi petani guna memenuhi kebutuhan salah satu bahan pokok tersebut,” kata Zulkifli As.


Salah satu permasalahan kita juga masalah ketersediaan lahan, karena lahan di Kota Dumai kebanyakan merupakan kawasan hutan. Meski demikian petani sering melakukan pinjam pakai, yang paling penting para petani harus semangat. Saya harap dengan bantuan yang diberikan ini menambah hasil pertanian, mempermudah kerja para kelompok tani, serta menambah semangat, urai Zul As.


Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Riau , Ir. Darmansyah menyampaikan bahwa peringatan HPS ini diharapakan menjadi momentum bagi kita semua untuk memenuhi hak asasi manusia dalam hal pangan, diharapkan kepada generasi muda mampu dan mau bertani dengan beragam peralatan yang sudah modern juga canggih.

“Diharapkan juga TP-PKK dapat mendorong para ibu-ibu rumah tangga membudidayakan minimal tiga polibek saja kebutuhan pokoknya di rumah, sehingga tidak ada lagi keresahan apabila ada kenaikan harga bahan pokok. Provinsi Riau sebagai daerah konsumen masih kekurangan pangan sebanyak 70%, kebutuhan beras di Provinsi Riau sebanyak 666.000 ton/tahun, sementara kita baru bisa memenuhi sebanyak 247.200 ton/tahun.

Hadir dalam kegiatan ini  Asisten I Walikota Dumai Hamdan Kamal, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Hadiyono, Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, Kasdim 0320/Dumai Mayor Arh Sudiyono, Ketua TP-PKK Kota Dumai Haslinar Zulkifli AS. (hms/ds).

Dumai- Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Dumai Bersama pemerintah Kota Dumai Rabu (22/11) menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan tanggapan dan jawaban kepalada daerah terhadap pandangan umum Fraksi DPRD Kota Dumai terhadap penjelasan walikota Dumai pada rancangan peraturan daerah tentang APBD Kota Dumai tahun anggaran 2018 dan penetapan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) kota dumai 2018.

Ada 19 item propemperda  yang diajukan oleh Pemerintah Kota Dumai untuk dilakukan penetapan oleh DPRD Kota Dumai dalam rapat paripurna ini.

 

“Perlu merumuskan perencanaan Propemperda untuk tahun 2018 ini karna mengingat Perda sangat penting dalam penyelenggaraan otonomi daerah agar dapat dibentuk secara sistematis, terarah dan terencana berdasarkan skala prioritas yang disusun berdasarkan metode dan parameter tertentu serta dijiwai oleh visi dan misi pemerintah daerah Kota Dumai,” ujar Walikota Dumai Drs.H.Zulkifli AS pada sambutannya menjelaskan.

Propemperda tahun 2018 yang diusulkan pemerintahan kota dumai untuk dilakukan penetapan Ranperda yakni anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019, perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018, Pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017.

Tidak hanya berbicara masalah anggaran Pemko Dumai juga mengajukan program pencegahan dan penanggulan HIV dan AIDS, menara komunikasi, kepariwisataan, masjid paripurna, pemekaran Kelurahan dalam wilayah kota Dumai, penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu dan penyertaan modal pemerintah daerah pada perusahaan daerah air minum Tirta Dumai Bersemai.

Sejumlah perubahan peraturan daerah (Perda) sebelumnya juga diajukan untuk dilakukan penetapan yakni perubahan atas peraturan daerah Kota Dumai nomor 6 tahun 2011 tentang pajak air tanah, Perubahan atas Perda Kota Dumai nomor 7 tahan 2011 tentang pajak hiburan, perubahan perda Kota Dumai nomor 8 tahun 2011 tentang pajak hotel, perubahan kedua atas perda kota nomor 10 tahun 2011 tentang pajak penerangan jalan, Perubahan Perda Kota Dumai nomor 17 tahun 2011 tentang retribusi pemerintahan alat pemadam kebakaran. 

Perubahan Perda kota Dumai nomor 2 tahun 2012 tentang pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan.l, perubahan perda nomor 12 tahun 2002 tentang penyelenggaraan ketertiban umum, perubahan perda nomor 8 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah kota dumai tahun 2016- 2021 serta perubahan perda Kota Dumai nomor 12 tahun 2016 tentang penbentukan dan susunan perangkat daerah Kota Dumai.

” Propemperda yang disusun ini telah melalui mekanisme,tahapan dan metode serta melibatkan kalangan tenaga ahli dan organisasi profesi sehingga diharapkan telah memenuhi esensi penyusunan Propemperda tahun anggaran 2018 untuk melakukan penetapan,” pungkasnya Zulkifli As.

Sekda Kota Dumai H. Muhammad Nasir, Wakil ketua DPRD Kota Dumai Zainal Abidin, Sekretaris dewan Ferdason, Ketua fraksi dan anggota DPRD Dumai, serta unsur Forkopimda dan kepala OPD dilingkungan pemerintah Kota Dumai.(hms/awi)

Dumai- Meningkatkan kualitas tenaga administrator yang terampil dan cakap untuk melaksanakan administrasi dalam pemerintahan secara elektronik, pemerintah Kota Dumai Rabu (22/11/2017) melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas pemerintah berbasis elektronik (e-Government) di lingkungan pemerinta Kota Dumai.

Dengan pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga tenaga administrasi yang dapat melaksanakan fungsi pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, efektif dan efesien melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang meliputi penggunaan jejaring informasi berikut perangkat dan sistemnya, pengolahan data statistik telematika.

Walikota Dumai H. Zulkifli As dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 2 Pemerintahan Syamsudin mengatakan  konteks reformasi birokrasi dan manajemen modern, keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dari proses manajemen merupakan suatu keharusan. Sebuah pemerintahan akan semakin tidak dipercaya oleh publik ketika tertinggal dengan prinsip-prinsip mewujudkan pemerintah dan kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta dipercaya rakyat (Good Governance and Clean Government) dalam mengopersasikan berbagai kebijakan.

“Atas dasar pemikiran itulah, pemerintah tidak henti-hentinya melakukan pembenahan disegala bidang, melakukan penelitian dan pengembangan, selalu menganalisa setiap permasalahan yang terjadi untuk kemudian dicarikan dan diimplementasikan solusi terbaiknya sambil terus mengadakan evaluasi dalam rangka mencapai kesempurnaan suatu system dan kebijakan.

Disamping itu, ketersediaan sumberdaya aparatur juga terus menjadi perhatian besar, karena system yang baik baru akan dapat berjalan dengan sempurna jika dikendalikan oleh sumber daya manusia yang capable dan memiliki kompetensi tinggi,” kata Syamsudin.

Untuk itulah, pelatihan-pelatihan dalam rangka mempertegas kemampuan aparatur merupakan salah satu usaha kita dalam mencapai kondisi ideal, yakni system yang efektif dan didukung oleh administrator yang terampil dan cakap.

“Untuk mewujudkan Good Governance and Clean Government yang didukung oleh kinerja pelaksanaan E-Government pada pemerintah Kota Dumai, maka sudah selayaknya administrasi dalam pemerintahan secara elektronik dapat dipahami, dimengerti dan diimplementasikan sesegaera mungkin,” lanjut Samsudin.

Ditambahkan Syamsudin dalam penyelenggaraan pemerintahan di era digitalistik sekarang, kita tidak lagi bisa melepaskan diri dari teknologi informasi, justru teknologi ini kita gunakan untuk meningkatkan peran kehadiran pemerintah ditengah masyarakat yang semakin aspiratif, partisipatif, sekaligus kritis. Konsep E-Government yang nantinya diterjemahkan kedalam berbagai aplikasi dirasa semakin sangat kita butuhkan. Hal ini mengakibatkan perlu adanya dukungan teknologi informasi untuk pelayanan publik,  pengembangan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Dumai, peningkatan infrastruktur teknologi informasi.

Untuk itulah, petugas administrator yang menangani hal ini perlu untuk bekerja dengan baik dan tepat, tentunya sesuai dengan aturan-aturan yang telah digariskan. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan  Transaksi Elektronik, kemudian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kegiatan pelatihan ini sangat penting oleh karenanya saya menekankan kepada seluruh peserta untuk mengikuti acara ini dengan serius dan khidmad, sehingga materi yang nantinya disajikan oleh narasumber dapat diserap dengan baik untuk kemudian diimplementasikan di OPD masing-masing,” pungkas Syamsuddin. (de/hms)

DUMAI– Ketua Panitia Penyelenggaran MTQ Provinsi Riau terus melakukan pematangan persiapan, dan untuk pembangunan astaka senilai Rp1,4 miliar tersebut setakat ini progresnya sudah mencapai sekitar 50 persen.

Menjelang pelaksanaan MTQ yang akan diselenggarakan pada 9 Desember mendatang pembangunan astaka dipastikan rampung walaupun saat ini dalam kondisi cuaca ekstrim.

Panitia membenahi sejumlah titik penyelenggaran ajang tahunan tersebut. Mereka mulai membenahi satu persatu venue MTQ yang tahun ini berpusat di Dumai. Satu di antaranya adalah Taman Bukit Gelanggang dan Lapangan Kantor Bersama Pemerintah Kota Dumai di Jalan Soebrantas.

Pantauan terliha pekerja menggesa pembangunan Astaka MTQ yang Permanen di Taman Bukit Gelanggang. Ada juga pekerja yang menggesa penggantian Paving Block di lapangan Kantor Bersama Pemerintah Kota Dumai. Sejumlah titik jalan yang jadi rute Pawai Ta’aruf MTQ juga mulai dalam perbaikan.

“Kita sedang gesa persiapan MTQ untuk menyambut para Khafilah dari seluruh kabupaten/kota,” ujar Ketua Umum MTQ Provinsi Riau 2017 di Dumai, Muhammad Nasir.

Ia menyebut satu jalan dalam perbaikan adalah Jalan Budi Kemuliaan. Jalan ini dalam proses rigid. Prosesnya sudah mencapai 50 persen.(hms)**

DUMAI – Walikota Dumai H Zulkifli AS mengingatkan kepada seluruh lurah dan camat untuk berhati-hati dalam mengeluarkan surat. Sebab kasus pertanahan ini sangat seksi, sebab jika muncul kasus yang kena itu bukan pihak penjual dan pembeli tetapi kelurahan dan kecamatan.

Masalah tanah sangat konflik, karena di atas nya banyak kepentingan apalagi merupakan aset trategis nasional. Sebab, luas tanah tidak akan bertambah ukurannya sementara  jumlah penduduk terus meningkat. 

Saat ini status pertanahan di Dumai belum berjalan dengan baik, kendati berbagai upaya sudah dilakukan.

       

“Dumai saat ini terbentang berbagai persoalan pertanahan sebab hanya 24 persen yang statusnya yang jelas sedangkan selebihnya 76 persen merupakan kawasan hutan. Untuk status Kota, Dumai terbilang tak layak, sebab dimana-mana kawasan hutan. Hal ini menjadi susah bagi pemerintah untuk menata. Jangan sekali kali memberikan legalitas pada kawasan hutan, karena implikasinya sangat besar,” Kata Walikoa Dumai

      

“Apalagi saat ini kendalanya RTRW belum ada, makanya menjadi kesulitan bagi pemerintah untuk menyelesaikan. Pak camat dan lurah harus berkoordinasi dengan RT dan jangan jadikan RT hanya membawa tali saja saat pengukuran lahan” himbau Zulkifli As.

       

Kegiatan rapat koordinasi dan konsolidasi data konflik pertanahan dalam rangka pemutakhiran data administrasi pertanahan adapun kaitannya dengan Kota Dumai, permasalahan pertanahan yang masih harus diselesaikan salah satunya adalah tentang sengketa tanah yakni hal-hal yang meliputi perebutan hak atas kepemilikan tanah yang jelas maupun yang tidak jelas.

      

Sengketa tanah ini sering terjadi karena ada kepentingan dan hak. Sengketa tanah sering terjadi karena adanya banyak benturan kepentingan antara pihak-pihak yang berkepentingan. Sadar akan pentingnya tanah untuk tempat tinggal atau kebutuhan lainnya, menyebabkan tanah yang tidak jelas kepemilikannya pun masih ada yang diperebutkan. Hal ini terjadi karena masyarakat semakin sadar akan kepentingan dan haknya, selain itu juga, harga tanah yang semakin meningkat menjadikan salah satu faktor mengapa konflik pertanahan sering muncul ke permukaan dalam kehidupan masyarakat.

        

Dalam kaitannya dengan penyelesaian permasalahan pertanahan tadi, Pemerintah Kota dan pihak-pihak terkait telah melakukan langkah-langkah konkrit guna menyatukan persepsi yang tentunya berdasar pada peraturan perundangan yang berlaku. Salah satunya adalah dengan seringnya melakukan penyuluhan, sosialisasi dan pengenalan lebih dekat tentang ketentuan pertanahan seperti halnya rapat Koordinasi dan Konsolidasi Data Konflik Pertanahan Dalam Rangka Pemutakhiran Data administrasi Pertanahan yang diselenggarakan oleh Bagian Administrasi Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Dumai.(hms/deto)

Dumai- Pemerintah Kota Dumai melalui  Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (BKBPPA) kota Dumai menggelar workshop penerapan disiplin positif dalam mencegah kekerasan di Kota Dumai, Senin (20/11).

Walikota Dumai H. Zulkifli AS secara resmi membuka workshop yang berlangsung selama 2 hari dengan diikuti oleh sejumlah guru dan aparatur sipil negara (ASN). Workshop kali ini menghadiri mentor dari kementrian perlindungan perempuan dan anak.

Pada sambutannya walikota Dumai menyatakan menyambut baik kegiatan kali ini dengan harapan menghasilkan output yang baik dan dapat diterapkan.

“Perlindungan anak dan perempuan merupakan masalah konkrit sekali dan real adanya dihadapan kita. Mudah mudahan  ini menjadi salah satu upaya kita menciptakan disiplin kepada generasi muda kita dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

“Meski kita ketahui untuk Kota Dumai kita sudah mendapatkan sejumlah penghargaan dan sudah memiliki forum anak yang sudah memiliki organisasi namun hal tersebut tidak menjadi alasan kita untuk tidak berbuat karena nyata dihadapan kita kekerasan itu masih ada,” tamba Walikota Dumai.

“Saya termasuk orang yang paling risau dengan generasi kita saat ini, dengan fasilitas pembangunan manusia seperti pendidikan dan kesehatan yang besar kita anggarkan namun apa yang kita lihat saat ini dimana generasi kita semangkin hancur. Menghisap lem, berkumpul melakukan tawuran dan balap liar menjadi sisi buruk generasi muda kita saat ini,” tambah orang nomor satu di Kota Dumai ini.

Membangun disiplin anak di sekolah dengan apa yang dilakukan oleh guru terkadang juga mendapat kendala dari orang tua murid yang tidak terima perlakuan yang diterima anaknya setelah mengdengar laporan sepihak dari anak. Ini kendala kita hingga membuat guru terkadang apatis terhadap anak tersebut.

“Intinya pembangunan disiplin khusunya pada generasi muda kita adalah tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya aparat hukum dan guru, pemerintah lingkungan dan khususnya orang tua harus ikut bersama karena keluarga merupakan wilayah terdekat dalam pembinaan anak dalam menangkal kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Zul As.

“Tumbuhkan kembali semangat gotong royong, khasanah, nilai kehidupan yang kita punya serta rasa hormat agar kehidupan kita akan lebih baik dan tenang,” harap walikota Dumai.(hms/dto)

Dumai- Pemerintah Kota Dumai bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai dan masyarakat Kelurahan Datuk Laksamana, Kecamatan Dumai Kota melaksanakan penanaman 500 bibit magrove disekitar kawasan pemukiman warga Kelurahan Datuk Laksamana.
Selain bertujuan untuk menahan abrasi air laut dan memanfaatkan tanaman sebagai sumber oksigen, penanaman magrove ini juga dilakukan untuk menyukseskan program pemerintah Kota Dumai yang berencana menjadikan kawasan ini sebagai kawasan kampung wisata bahari Kota Dumai.
Diharapkan dengan keberadaan kampung wisata kali ini akan menjadikan keberadaan Kelurahan Datuk Laksamana sebagai kampung dalam sebagai lokasi peredaran narkoba akan menghilang dengan program yang dilakukan ini. Penanaman pohon magrove ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka peringatan hari Armada tahun 2017.
Walikota Dumai H. Zulkifli As dalam sambutannya mengucap Alhamdulillah masih ada yang peduli dengan lingkungan karena padan zaman sekarang lebih banyak yang memotong daripada menanam.
Makanya dengan adanya penanaman ini memberikan nilai positif bagi masyarakat. Karena banyaknya pohon lingkungan menjadi indah dan udara bersih. “Jadi, kegiatan ini diharapkan tidak berakhir sampai di sini saja tetapi terus berkelanjutan dengan menjaga kelestariannya,” ujarnya.
“Kita juga menghimbau kepada maayarakat untuk menyempatkan waktu menanam pohon minimal satu rumah satu pohon. Selain untuk memperindah lingkungan keberadaan pohon ini akan menjadi sumber oksigen untuk kebutuhan manusia dan menyerap segala racun sebagaimana fungsinya.
Sememtara itu Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino menjelaskan kedepan Lanal Dumai mengaku terkesima melihat kondisi kampung wisata, dan untuk kedepan bersama-sama pemerintah dan unsur TNI dan Polri membuat program wisata.
Ini dilakukan karena merasa  bertanggungjawab sebab lingkungan ini  berada di daerah saya. Penanaman mangrove ini merupakan langkah awal sumbangsih Lanal pada masyarakat sekitar.
Dengan kegiatan ini diharapkan imej negatif kawasan ini dapat dimeminimalisir.  “Kita akan buat program baru untuk masyarakat setempat agar lahir generasi yang baik dan bertanggungjawab. Penanaman pohon mangrove ini dapat menahan gempuran gelombang air laut serta menjaga daerah dari abrasi pantai.
Ini juga bisa menjadi tempat pemijahan berbagai jenis ikan, binatang laut dan tumbuhan lainnya, jika tanaman mangrove kelak tumbuh besar,” ujarnya.(hms)**

Dumai -Kota Dumai sebagai daerah yang telah ditetapkan menjadi daerah kluster oleochemical, Kota Dumai memiliki 4 kawasan industri stategis seperti Kawasan industri Pelintung, Lubuk Gaung, Dock Yard dan Bukit Kapur.

Sebagai pintu gerbang Riau Daratan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka di pesisir Pantai Timur Pulau Sumatera, Kota Dumai juga memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, budaya, belanja, pendidikan, kesehatan, agro dan wisata kuliner.

Karena selain memiliki berbagai potensi stategis, Kota Dumai juga memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi terutama bagi turis-turis manca negara (asing) dan lokal yang datang berkunjung di Kota Dumai.

Seiring dengan perkembangan pariwisata, usaha di bidang makanan-minuman juga berkembang pesat. Pada awalnya makanan hanya menjadi salah satu pelengkap kegiatan wisata. Namun kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk wisata khusus yang disebut dengan istilah wisata kuliner mengingat makanan juga diakui sebagai ekspresif identitas dan budaya.

Seperti halnya objek-objek wisata lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri, wisata kuliner ini pun memiliki magnet yang kuat yang dapat menarik orang atau wisatawan untuk berkunjung, terlebih di lokasi dengan nuansanya yang menarik dan berbeda dari yang lain.

Kafe Kuliner Nelayan

Sebelumnya banyak beredar di media sosial suatu tempat yang terbilang masih baru untuk dikunjungi yakni “ Kafe Kuliner Nelayan “, terletak di Jalan Nelayan Laut ujung Kelurahan Pangkalan Sesai Kecamatan Dumai Barat. Lokasi ini tidak asing lagi bagi masyarakat Dumai bahkan diluar kota Dumai sendiri, karena lokasi ini cukup terkenal dengan Wisata Alam Mangroove (Bandar Bakau).

Dijembatan permanen yang sudah tidak terpakai lagi kini disulap menjadi Kafe dengan nuansa yang unik diatas air laut. Walaupun tidak sempat berbincang-bincang dengan pengelolanya namun menurut warga setempat kehadiran kafe kuliner ini sangat baik karena dermaga yang tadinya mulai hancur tak terpakai kini dikemas sedemikian rupa hingga menarik perhatian pengunjung.

Salah satu keunikan di lokasi ini adalah selain tetap menampilkan nuansa bahari dengan penerangan lampu berwarna – warni terlebih dimalam hari,pengunjung bisa menikmati sajian makanan dan minuman.

Kedepannya karena saat ini masih dalam tahapan pembenahan begitu juga dengan perizinan, lokasi ini akan menyajikan makanan khas laut (seafood), disamping itu bagi yang hobi memancing laut dilokasi ini juga bisa menjadi referensi karena setiap hari ada para nelayan yang menjala udang yang bisa dijual ke pemancing disekitar dermaga.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata kota Dumai H.Fauzi Efrizal,S.Sos,Msi melalui Umulia Eska Partika selaku Kepala Seksi Promosi Dan Pengembangan Pariwisata kepada monitorriau.com menggunakan sambungan selular menyambut positif keberadan Kafe Kuliner Nelayan ini.

Karena wisata alam yang ada di Kota Dumai ini sangat banyak hanya saja bagaimana cara untuk mengembangkan dan mengelolanya dengan baik. Tentu saja tidak terlepas dari partisipasi dari pemerintah dan masyarakat, karena jika ada unsur sadar wisata dari masyarakat itu sendiri maka akan menunjang perekonomian masyarakat.

“Terkait dengan promosi wisata segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, baik itu alam, kuliner dan lainnya yang ada di Kota Dumai apalagi pengelolaannya masih perorangan atau kelompok silahkan informasikan ke Pemerintah Kota, kita sangat mendukung terlebih dalam pengembangan Pariwisata Kota Dumai,” pungkasnya. (*) Toy**

DUMAI – Sekretaris Daerah Kota Dumai Ir H M Nasir, MP MH MT meninjau tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Sidorejo Kecamatan Dumai Barat, Rabu (15/11/2017) sore kemarin.

Sekda memantau kinerja para pegawai kebersihan yang menangani masalah sampah. Peninjauan ini dilakukan Sekda bersama Kadis Pekerjaan Umum atau PUPR H Syahminan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dumai Satrio Wibowo, Kepala Satpol PP Dumai RH Bambang Wardoyo SH.

Kondisi TPS yang berlokasi persis di pinggir Jalan Sidorejo sangat memprihatinkan. Selain banyak tumpukan sampah, tidak sedikit sampah yang berserakan di badan jalan.

Satu unit eskapator dan empat unit mobil pengangkut sampah di siapkan untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“TPS di Jalan Sidorejo memang sudah tidak layak. TPS yang ada tidak mampu menampung sampah rumah tangga akibatnya sampah berserakan. Alat berat eskapator dan mobil pengangkut sampah kita siapkan untuk membuang sampah ke TPA.” Kata Sekda

Lanjutnya, Tahun depan akan dianggarkan untuk membuat TPS baru. Setelah dihitung butuh anggaran sekitar Rp 60 jutaan untuk menyiapkannya. TPS yang baru akan dibangun agak kedalam agar jauh dari pemukiman warga, sebab tumpukan sampah menimbulkan bau busuk dan mengganggu kenyamanan warga. Apalagi di sekitar TPS terdapat mesjid yang selalu digunakan warga untuk beribadah, bau yang menyengat sudah lama dikeluhkan warga sekitar. Terang Sekda

“Atas dasar itu, Pemko Dumai melalui Dinas Lingkungan Hidup akan merekokasi TPS. TPS yang ada akan kita pindahkan agak kedalam.” Sebut Sekda

sekda tinjau TPS

Sekda berpesan kepada SKPD terkait agar segera menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah yang berserakan di jalan. Hal ini sejalan dengan Himbauan walikota agar menjaga keindahan dan kebersihan kota untuk mensukseskan MTQ Riau 2017 di Dumai.

Kepada Satpol PP sekda juga berpesan agar senantiasa melakukan pengawasan agar lokasi itu tidak lagi menjadi pusat pembuangan sampah karena dapat merusak keindahan dan estetika kota. Jika ada warga yang membuang sampah di sembarang tempt agar di tegur.

Sebelumnya walikota telah menerbitkan surat edaran dalam rangka menyambut dan menyemarakkan MTQ XXXVI Provinsi Riau Tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Kota Dumai Desember mendatang. Walikota Dumai mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Selain itu, Walikota mengajak seluruh lapisan masyarakat Dumai memperhatikan nilai – nilai estetika keindahan Kota karena ribuan tamu akan mendatangi Kota Dumai dalam kegiatan tersebut.

Walikota juga mengajak masyarakat untuk melaksanakan kegiatan menghias dan mengecat kantor serta melaksanakan gotong royong secara rutin dilingkungan kantor masing-masing.

Memasang umbul-umbul dengan motif bernuansa melayu serta memasang spanduk dan baleho sesuai dengan tema dan logo MTQ XXXVI Provinsi Riau Tahun 2017 disetiap kantor mulai 1 November sampai dengan akhir pelaksanaan MTQ. Pesan walikota.hms**