Dumai- Wakil walikota Dumai Eko Suharno membuka secara langsung kegiatan pemberdayaan Satlinmas dalam pengamanan swakarsa di Kota Dumai, Selasa (28/11) di hotel Comforta Kota Dumai. 

Kegiatan Pemberdayaan Satlimas ini dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau. Pelaksanaan Pemberdayaan Satlinmas oleh Satpol Provinsi Riau di Kota Dumai ini yang pertama dilaksanakan di luar Kota Pekanbaru tepatnya di Kota Dumai.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Dumai, menyambut baik dilaksanakannya kegiatan Pemberdayaan Satlinmas Dalam Pengamanan Swakarsa Di Kota Dumai yang diselenggarakan oleh Satpol PP Provinsi Riau dan mengambil tempat di Kota Dumai kali ini. Tidak lupa saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang hadir saat ini yang mana dengan kesibukan saudara untuk melayani masyarakat kepada saudara juga dituntut untuk aktif dalam membangun serta menciptakan ketentraman dan ketertiban diwilayah kena saudara sebab ketentraman, ketertiban serta keamanan merupakan hal yang mendasar untuk kita dapat melaksanakan pembangunan,” ujar Wakil walikota Dumai Eko Suharjo.

Dikatakan Wawako, Pemberdayaan Satlinmas dan masyarakat dalam pengamanan Swakarsa ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran pemerintah khususnya peran Camat, Lurah di Kota Dumai untuk terus mengayomi masyarakat dalam konteks bernegara maupun sebagai warga negara yang aktif dalam upaya menciptakan lingkungan aman, tertib dan lancar sehingga aktifitas masyarakat dalam menjalankan usaha untuk kehidupannya dapat terus berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan serta kenyamanan dilingkungannya tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa ada dorongan dan kepemimpinan serta lembaga yang menaunginya seperti RT, RW, Desa Kelurahan, dan sebagainya.

Kita sering menyalahartikan bahwa kehadiran Satlinmas tersebut hanya untuk pemilu saja, tentunya hal ini menyalahi akan hakikat sejarah lahirnya Satlinmas ditengah-tengah masyarakat. Namun kita menyadari pasang surutnya perjalanan perkembangan linmas dari dahulu hingga sekarang.

“Didalam UU No. 23 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah khususnya pasal 12 huruf e menyebutkan bahwa urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar meliputi ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.  Selanjutnya dalam pasal 155 ayat 1 menyebutkan Satuan Polisi untuk menegakkan dan Perkada, menyelenggarakan Perda dan ketentraman ketertiban umum  serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat,” terang Eko.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka mengisi kekosongan hukum terkait penyelenggaraan perlindungan masyarakat di daerah, Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat.

“Dalam peraturan tersebut diatur agar Pemerintah Daerah dalam hal ini Lurah atau Kepala Desa segera membentuk Satlinmas Desa Kelurahan yang secara ex-officio Kasatlinmas Desa Kelurahan dijabat oleh Lurah Kepala Desa,” tambahnya.

Kita menyadari Satlinmas Kelurahan sampai saat ini belum terbentuk oleh karenanya melalui pemberdayaan yang pada kesempatan  ini kiranya dapat segera diupayakan pembentukannya dengan berpedoman pada Peraturan Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat.

Tidak berapa lama lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, begitu juga di Provinsi Riau. Tahapan pilkada akan segera berlangsung yang puncak pelaksanaanya nanti dilaksanakan pada pemilihan di tahun 2018. Dan tentunya kita semua berharap agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman, sukses, tertib dan lancar sebagaimana yang kita harapkan.

Namun dengan demikian aparatur negara perlu juga kita mewaspadai berbagai kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang mungkin timbul pada setiap tahapan pilkada hingga prosesnya bisa terus kita kawal dari awal  akhir.

Saya yakin jika kita terus bekerja keras untuk mensukseskan pesta demokrasi yang kita laksanakan saya yakin pekerjaan ini akan kita lalui dengan baik.(hms/ijan)

Dumai- Untuk memeriahkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Riau ke- 36 yang akan digelar di Kota Dumai pada tanggal 9 hingga 16 Desember mendatang pemerintah Kota Dumai menghimbau kepada masyarakat untuk memasang umbul umbul dan lampu hias pada malam hari.Dengan pemasangan umbul umbul dan lampu hias ini diharapkan akan lebih menyemarakkan perhelatan MTQ selain apa yang sudah dilaksanakan Pemko Dumai dan menimbulkan rasa ingin kembali ke Kota Dumai bagi qori dan qoriah serta perwakilan 12 Kabupaten Kota yang ikut selama pelaksanaan MTQ ini.

“Masyarakat kita harapkannikut berpartisipasi dalam menyukseskan perhelatan MTQ ke 36 tingkat Provinsi Riau di Kota Dumai ini dengan memasang umbul umbul dan lampu hias,”kata Walikota Dumai H. Zulkifli As.

Ditambahkan Wako “Khusu untuk pertokoan dan perusahaan yang berada disepanjang jalan Protokol Kota Dumai seperti Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Pangeraj Diponegoro dan jalan Hasannudin kita himbau untuk menyalakan lampu hias di malam hari. Dengan demikian pelaksanaan MTQ di Dumai akan lebih marak dan sangat dirasakan keberadaannya terinjak bagi masyarakat Dumai sendiri,”.

Pemko Dumai sudah melayangkan surat himbauan tersebut pekan lalu kepada sejumlah pemilik usaha dan perusahaan yang ada disepanjang jalan Protokol tersebut. Dan harapan kami Pemko Dumai agar himbauan yang kita sampaikan tersebut dapat dilaksanakan, pungkas Zul As.(hms)**

*Pemko Dumai Terus Gesa Kesiapan MTQ
Dumai- Dua pekan dalam pelaksanaan musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 36 tingkat Provinsi Riau sejumlah persiapan terus dilakukan oleh pemerintah Kota Dumai.

Pembuatan astaka sebagai arena utama pelaksanaan kegiatan MTQ, terus digesa pengerjaannya hingga malam hari guna memastikan pelaksanaan MTQ berjalan dengan baik sesuai harapan masyarakat Dumai dan Riau umumnya.

Sejumlah persiapan lainnya seperti pembangunan jalan yang akan dilintasi para perwakilan qori dan qoriah juga terus digesa pengerjaannya. Persiapan seremonial untuk memeriahkan MTQ juga terus digesa, mulai dari pergelaran tari, pawai takruf, pembangunan stand perwakilan daerah juga ikut digesa oleh Pemko Dumai.

Sekretaris daerah Kota Dumai H. Muhamad Nasir kepada humasdumai.com mengatakan segala persiapan terus dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan MTQ tingkat provinsi kali ini.

“Persiapan kita saat ini mulai fisik pembangunan penunjang kegiatan maupun persiapan lainnya seperti pawai budaya untuk memeriahkan MTQ kali ini sudah mencapai 80 persen dan saat ini masih terus kita gesa segala persiapan yang dibutuhkan,” kata M.Nasir.

Dikatakan Sekda masyarakat juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan dan memeriahkan MTQ ke 36 tingkat Provinsi Riau kali ini. Mari kita menjadi tuan rumah yang baik dan meninggalkan kesan baik kepada qoriah asal Kabupaten/Kita tetangga hingga nama Dumai terus terjaga dan semakin banyak orang yang datang ke Kota Dumai ini.(hms)**

Dumai – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si memimpin upacara Peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional Tahun 2017. Upacara berlangsung hidmat dengan dihadiri ribuan peserta upacara dari kalangan guru, siswa tingkat SD hingga tingkat SLTA yang dilaksanakan dilapangan upacara Kantor Walikota Dumai Jl. Tuanku Thambusai ex Jl. Perwira kelurahan Bagan Besar kecamatan Bukit Kapur. Sabtu Pagi (25/11).

Pada kesempatan tersebut Walikota Dumai menyampaikan Sambutan Ketua Umum PB PGRI sebagai berikut, Pada setiap tanggal 25 November, di seluruh pelosok negeri, di kantor–kantor pemerintahan hingga  di sekolah-sekolah, kita bersama-sama memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang juga merupakan hari Hari Ulang Tahun PGRI sesuai Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan ini diperkuat dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sejak kelahirannya 100 hari setelah kemerdekaan RI, dengan dijiwai semangat proklamasi 17 Agustus 1945, PGRI gigih berjuang mencerdaskan bangsa, mengisi kemerdekaan dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berperang melawan kebodohan. Kini diera digital, PGRI sebagai organisasi profesi, siap melakukan transformasi perubahan sebagai kekuatan moral intelektual yang terus-menerus mengajak dan mendorong seluruh pengurus anggotanya untuk belajar, mengakrabi teknologi dan beragamnya sumber belajar sebagai pusat pengembangan diri dan pengembangan pengetahuan keterampilan anak didik. Perubahan mindset menjadi fokus perubahan ke dalam PGRI agar para guru, pendidik, dan tenaga pendidikan menjadi sosok inspiratif yang dirindukan kehadirannya oleh anak didik.

Sosok guru yang inspiratif adalah para guru yang mengedepankan sikap teladan, bijak penuh welas asih, memiliki disiplin diri yang kuat, mengedepankan kata-kata yang positif, tidak segan memberikan apresiasi kepada siswanya, serta menyayangi mereka tanpa pilih kasih, menyatukan keberagaman dalam persatuan, senantiasa ingin memberi dan tidak menyerah dengan beragam tantangan yang dihadapi. Itulah cerminan sikap sejati pendidik.

Sikap demikian niscaya memiliki kekuatan maha dahsyat yang mampu menggetarkan jiwa anak didik untuk bangkit, bersemangat menjelajah rasa ingin tahu pada samudra ilmu pengetahuan yang tak bertepi dan pada akhirnya tumbuh menjadi kekuatan luar biasa yang akan menentukan masa depan bangsa. Inilah wujud pendidikan karakter. Memahat hati dan jiwa anak didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang dan kuat, rasa percaya diri yang tinggi, mencintai kebudayaan dan tanah airnya, dan mampu mengembangkan imaginasi dan kreativitas sehingga dapat menjadikan sesuatu dari semula tidak bernilai menjadi bermanfaat dan bernilai tinggi.

Perubahan mindset guru menjadi perhatian serius PGRI yang berkomitmen menjadikan guru sebagai motor penggerak perubahan menuju bangsa yang maju dan berkepribadian Indonesia. Di sisi lain, saya juga mengharapkan adanya perubahan mindset pengelola pendidikan di berbagai tingkatan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan utamanya tata kelola guru. Berbagai persoalan pendidikan kiranya dapat diurai melalui tata kelola guru yang jelas, sistematis, dan komprehensif. Saat ini, terjadi kekurangan guru yang masif di semua jenjang, khususnya di pendidikan dasar dan di SMK  akibat pensiun besar-besaran dan  tidak adanya pengangkatan guru selama 8 tahun terakhir.

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga pendidikan utamanya guru honorer, GTT/PTT yang selama ini tiada kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati. Tanpa dedikasi dari mereka, dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung bila gurunya tidak ada. Adalah wajar, apabila berbagai pihak memberikan perhatian terhadap  kesejahteraan dan peningkatan  kualitas mereka. Persoalan  lain  yang terus menghantui proses pembelajaran yang berkualitas adalah banyaknya aturan adminsitratif yang berbelit-belit, berubah-ubah, dan menyita waktu guru yang seharusnya digunakan untuk mendidik dengan sebaik-baiknya. Semoga persoalan pencairan TPP, kenaikan pangkat, impassing, sertifikasi, dan lain-lainnya dapat disederhanakan, lebih terbuka dan memenuhi rasa keadilan para guru.

Saya mohon, Uji kompetensi dimanfaatkan sebagai sebagai instrumen dalam memetakan kemampuan guru yang hasilnya dimanfaatkan untuk mendisain dan melaksanakan pelatihan sesuai  dengan kebutuhan guru.

Sudah saatnya kedaulatan guru sebagai profesi dikembalikan pada sumbunya sehingga guru dapat konsentrasi mendidik dengan sebaik baiknya. Saya mendorong akan adanya sistem yang jelas dan trasparan dalam tata kelola guru yang dapat mendorong guru melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab profesinya dengan baik, menjadikan guru terus belajar memperbaiki kemampuan akademik dan paedagogiknya, melakukan refleksi dalam bekerja, menulis pengalamannya profesionalnya, menciptakan iklimi belajar yang yang sehat dan inklusif, menjauhkan anak didik dari cara pandang dan tindakan radikalisme, melatih kejujuran, dan mencintai kebaikan dan kebenaran sebagai bekal hidup anak didik kelak. Saya percaya akan bertumbuh rasa percaya diri guru, bangga berprofesi sebagai guru yang mengukir tugas besar kemanusiaan menjadikan setiap anak hebat dan istimewa.

Pada kesempatan ini pula, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, pemerintah daerah, dan berbagai pihak atas komitmennya terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, yang juga mengajak serta PGRI dalam merumuskan kebijakan tentang guru dan pendidikan. Kami mohon agar para pengurus PGRI di berbagai tingkatan mulai dari Pengurus Besar hingga  ranting bekerja keras mengawal perjuangan dan aspirasi para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan dengan santun, elegan, dan bermartabat tanpa membedakan status guru negeri,  swasta, guru dibawah  kementrian  agama maupun kemendikbud, guru tetap maupun guru tidak tetap.

Jadikan PGRI sebagai rumah  yang nyaman bagi semua anggotanya.  PGRI akan terus menjadi mitra strategis Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam  memajukan pendidikan, dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan  bijaksana agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu dan berbudaya.

PGRI berkomitmen dan bertekad menjadikan guru sebagaimana lokomotif perubahan, sejalan dengan tema   HUT ke-72 PGRI dan HGN Tahun 2017 yakni “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter”, saya mengajak para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengamalkan jati diri PGRI, melaksanakan Kode Etik Guru, dan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme dengan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

Terima kasih kepada pemerintah, pemerintah daerah yang terus bersama-sama menggelorakan persatuan dan melaksanakan HGN dan HUT PGRI bersama-sama dengan hidmat, gembira dan penuh semangat kebersamaan. Terima kasih kepada orang tua dan masyarakat yang telah mempercayakan para guru untuk mendidik putra putri mereka. Mari perkuat sinergitas dan kerja sama  antara Guru (sekolah), orang tua,  dan masyarakat sebagai Tri Pusat Pendidikan sehingga anak-anak  kita tumbuh sehat jasmani rohani dan dapat belajar dengan sebaik-baiknya, semoga  pengabdian  kita  memberikan makna bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan, serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

Mengakhiri pidatonya Walikota Dumai menyampaikan Pemerintah Kota Dumai beserta seluruh jajaran dan atas nama pribadi mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun Ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia dan Selamat Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2017”. Semoga Guru tetap menjadi pahlawan dihati kita bersama. Usai pelaksanaan upacara Walikota, Wakil Walikota, Sektretaris Daerah Kota Dumai serta unsur Forkompimda secara simbolis memberi bantuan sumbangan HUT PGRI dan HGN sekaligus foto bersama dengan para guru, pengajar, pendidik dan peserta upacara yang hadir. (hms/ds).

​​Dumai- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan setempat telah menyiapkan seribuan pelajar untuk meramaikan Pawai Taaruf dalam pembukaan MTQ ke-36 Provinsi Riau, 9 Desember 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Dumai Syaari, menyebutkan pawai taaruf disiapkan sebagai salah satu kegiatan semarak MTQ Riau dengan tuan rumah pelaksana ditunjuk Kota Dumai.

“Ada seribuan pelajar disiapkan jadi peserta pawai taaruf saat pembukaan mtq riau nanti, dan direncanakan ribuan orang dari kabupaten kota juga akan meramaikan kegiatan ini,” kata Syaari, kemarin.

Dijelaskan Syaari, pawai taaruf sekaligus mobil hias ini diprediksi bakal ramai karena sejumlah kabupaten kota sudah mempersiapkan diri membawa ribuan orang peserta dan akan dilombakan oleh panitia.

“Kami selain menyiapkan massa untuk pawai taaruf, juga bertanggungjawab dalam kegiatan pentas seni dan budaya saat pembukaan MTQ Riau bertema Bumikan Alquran Guna Mewujudkan Masyarakat Madani Menuju Kemakmuran Berjiwa Qurani,” katanya.

Sedangkan mengenai rute pawai sendiri, kata Syaari dimulai dari jalan Soebrantas menuju Sudirman dan berbelok kearah Jalan Sultan Syarif Kasim menuju bundaran tugu burung sirindit sekaligus titik finish.

Salah satu disiapkan Disdikbud Dumai untuk semarak pembukaan MTQ Riau XXXVI ini, adalah pementasan drama kolosal melibatkan 300 penari dan pelajar, bercerita soal turunnya wahyu Alquran kepada Nabi Muhammad pada zaman jahiliyah silam.(hms)**

Dumai-  Setelah melalui berbagai tahapan dan sidang paripurna, DPRD Kota Dumai akhirnya menyetujui dan mengesahkan Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Dumai tahun anggaran 2018, Jum’at (24/11/2018).

Pengesahan APBD Dumai ditandai dengan penandatanganan berkas persetujuan oleh ketua DPRD Kota Dumai dengan Walikota Dumai dihadapan anggota DPRD Dumai yang hadits, unsur Muspida, kepala OPD dan tamu undangan.

Dimana dari hasil rapat paripurna tersebut disetujui APBD Kota Dumai tahun 2018 sebesar Rp1.065.179.815.609 yang nantinya akan digunakan untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung.

Pembahasan yang telah  dilakukan oleh badan anggaran DPRD Dumai bersama TAPD pemko Dumai telah menitik beratkan  pada kesesuaian antar kebijakan umum anggaran serta prioritas dan platon anggaran sementara yang diusulkan dalam rancangan perda tentang APBD kota dumai tahun anggaran 2018 dengan komposisi pendapatan daerah pada rancangan tentang APBD tahun anggaran 2018 ditargetkan sebesar Rp.1.065.179.815.609.00 yang apabila dibandingkan dengan target pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2017 sebesar Rp.1.146.311.672.688,55 atau mengalami penurunan penerimaan sebesar Rp81.131.857.079,55  atau 7,08 persen.

Walikota Dumai H. Zulkifli As pada sambutannya mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf dengan setulus hati kepada DPRD kota Dumai serta mendo’akan semoga kerja keras dan amal ibadah dalam mengemban amanah masyarakat kota Dumai diberi balasan oleh allah SWT dengan kebaikan dan pahala sebesar- besarnya 

” Kepada pimpinan organisasi perangkat daerah(OPD) dilingkungan pemerintahan Dumai agar seacara amanah dan profesional dapat melaksanakan seluruh program dan kegiatan pada tahun anggaran 2018 dengan sebaik-baiknya.” ungkap wako diakhir penutupnya.

Sementara itu pada Ranperda APBD tahun Anggaran 2018 kota Dumai dirindukan yakni pendapatan daerah tahun anggaran 2018 sebesar Rp1.065.179.815.609 yang terdiri atas pendapatan asli daerah pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp245.309.400.186 yang meliputi pendapatan pajak daerah sebesar Rp117.586.537.699, hasil retribusi daerah Rp38.033.028.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp6.705.426.187, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp83.014.408.300.

Untuk belanja daerah pada rancangan APBD tahun 2018 sebesar yakni sebesar Rp1.065.179.815.609 yang terdiri dari belanja tidak langsung pada tahun 2018 Rp.505.070.227.369 untuk belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan keuangan provinsi dan belanja tidak terduga. 

Sementara untuk belanja langsung pada tahun 2018 sebeaar Rp560.109.588.240 dengan rincian belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.(hms/awi)

[YUMPU epaper_id=59560409 width=”512″ height=”384″]

[YUMPU epaper_id=59560355 width=”512″ height=”384″]

*Pengerjaan Jalan Sudah Mencapai 70 Persen

Dumai- Walikota Dumai H.Zulkifli As bersama Sekretaris daerah (Sekda) Kota Dumai H. Muhammad Nasir, Sabtu (25/11/2017) memantau secara langsung pembangunan jalan Budi Kemuliaan. 

Tidak hanya melakukan pemantauan terhadap jalan, Setdako Dumai juga melakukan pemantuan terhadap aliran air menuju laut baik di selokan maupun gorong-gorong jalan yang ada dibadan Jalan Budi Kemulian hingga nanti saat proses pengerjaan jalan selesai tidak menghambat aliran air menuju sungai dan laut Dumai.

Walikota Dumai H. Zulkifli As kepada Humasdumai.com disela sela kunjungan mengatakan pembangunan jalan ini adalah untuk masyarakat jadi hendaknya masyarakat ikut mendukung dan menjaga jalan ini maupun fasilitas pembangunan lainnya yang dibangun oleh pemerintah.

“Masyarakat harus ikut bersama sama pemerintah dalam melaksanakan pembangunan seperti berpastisipasi dengan ikhlas lahan mereka yang terkena proses pembangunan karena pembangunan itu sendiri juga untuk masyarakat. Minimal masyarakat ikut berpasrtisipasi dalam pembangunan ini dengan menjaga segala fasilitas yang dibangun oleh pemerintah,” ujar Zulkifli As.

“Jangan masyarakat hanya bisa komplain saja. Dibangun salah tak dibangun juga salah. Ayo bersama kita membangun kota Dumai yang kita cintai ini,” tambah Wako.

Sementara itu Sekda Kota Dumai H. Muhamad Nasir kepada humasdumai.com pengerjaan jalan Budi Kemuliaan ini sesuai dengan jadwal yang diharapkan.

“Saya yakin pengerjaan  jalan ini akan selesai pengerjaannya paling lambat pada tanggal 8 Desember mendatang sempena perhelatan MTQ ke 36 Provinsi Riau yang akan berlangsung 9 Desember nanti,” katanya.

“Pengerjaan jalan ini sudah mencapai 70 persen. Pihak rekanan terus bekerja dan menggesa pembangunan sampai bekerja hingga malam hari dan kamu sendiri terus melakukan pemantauan pembangunan jalan ini setiap hari,” tambah Nasir.(hms)**