Banjarmasin– Selalu ditampilkan di sejumlah kegiatan di Kota Dumai, Tari lenggang putri tujuh Kota Dumai tampil diajang yang lebih prestisius. Tarian Lenggang Putri Tujuh tampil dan ikut meriahkan Pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) ke IV di Siring Menara Pandang Piere Tendean, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (22/10/2017).

Kegiatan berskala Nasional  itu di buka langsung Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor , diiringi pelepasan puluhan burung dara dan balon warna-warni persis di depan Sungai Martapura.

Walikota Dumai H Zulkifli As yang hadir pada iven nasional tahunan tersebut merasa bangga karena persembahan kesenian kreasi asal Kota Dumai diberikan kesempatan dan tampil dengan baik di acara pembukaan Fornas ke IV di Kalimantan Selatan. 

“Kita semua harus bergerak, yakni berjuang gelorakan pada rakyat sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo kita harus hidup sehat dan bergerak menghentaskan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan,” ujarnya Zul As pada humasdumai.com.

“Saya sebagai masyarakat Dumai dan kepala daerah merasa bangga karena kesenian kita bisah ditampilkan diacara pembukaan kali ini,” ujar orang nomor satu kota Dumai ini.

Sesuai pantauan humasdumai.com acara pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan senam baigal zapin secara massal yang di ikuti para pejabat, para panitia, dan para tamu undangan yang hadir termasuk Kota Dumai.

Pembukaan Forminas ikut dihadiri pula Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Nasional (Forminas), Hayono Isman dan sejumlah kepala daerah se Indonesia.

Ketua Forminas Hayono Isman  mengutarakan, acara ini merupakan bentuk semangat dan kegotongroyongan keluarga besar Formi se Indonesia, demi menggalakkan hidup sehat dan bugar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Hasari mengajak masyarakat Dumai bisa berbangga karena budaya tempatan Dumai tampil memukau kalangan Peserta Fornas dari 22 daerah dan 30 cabang olahraga tradisional.

“Seluruh peserta yang berpartisipasi dari Kota Dumai menjadi motor penggerak masyarakat Dumai untuk menumbuhkan semangat “Ayo Olahraga”, sebagaimana yang digaungkan Kemenpora kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Asyari.

Terutama pada Ikatan Lomba Dansa Indonesia Kota Dumai bisa menjadi motor kepada generasi Dumai dan pada event nasional berikutnya Dumai bisa tanpil dan mampu mengikuti semua cabang olahraga tradisional,pungkasnya (Hms/boy)

DUMAI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STT  Dumai Menggelar Kegiatan Latihan Kader I Basic Training (Islamic Association University Student) yang dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai, di Jl. Jakolin Gg. Hidayat Gedung TPQ Mesjid At-Taubah kel.Bukit Datuk. Kamis malam (19/10/2017) pukul 20:30 WIB.

Sekretaris umum HMI Cabang Dumai Ilham Ma’arif mengatakan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) organisasi kemahasiswaan  tertua (berdiri 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan 5 Februari 1947, kurang dari 2 tahun setelah kemerdekaan NKRI) dan terbesar (memiliki 17 Badko, 149 Cabang Penuh, dan 16 Cabang Persiapan di seluruh Indonesia dan Malaysia, serta jumlah anggota lebih dari 100 ribu).

Mahasiswa pembaharu harus berfikir dinamis, kreatif dan inovatif bebas dari indoktrinasi dogmatis, melepaskan diri dari segala fanatisme sempit, maka bentuk bentuk fanatisme tersebut harus kita kikis habis, maka seorang mahasiswa harus mampu berdiri sendiri menghadapi segala risiko apapun. Ungkap Ilham.

sebagai organisasi Islam berusaha untuk terus mencetak kader ummat dan kader bangsa melalui Leadhership Basic Training (Latihan Kader-I) yang merupakan wadah penggembelengan dan penambahan wawasan leading (Kepemimpinan) dari mahasiswa Islam agar mampu membawa bangsa dan ummat ini kepada sebuah kemakmuran yang diridhoi Allah SWT sesuai dengan cita-cita umat dan bangsa.

Walikota Dumai Drs.H. Zulkifli As, M.Si dalam pidatonya menyampaikan, masa depan bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda bangsa, kaum muda indonesia adalah masa depan bangsa ini, karna itu setiap pemuda indonesia baik yang masih berstatus mahasiswa atau pun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor- faktor penting yang sangat diandalkan oleh bangsa indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan bangsa. Ujar Wako.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita pembangunan khususnya kota dumai, tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar yang pelakunya masih dibangku SD, hal ini merupakan masalah serius buat kita semua, selain kurangnya ketertiban, kenyamanan lingkungan, juga menyangkut aqidah dan akhlakulkarimah sehingga nantinya akan menimbulkan penyakit ditengah masyarakat. Ini penting, perhatian kita semua untuk menyikapinya. Ungkap Wako

Sebelum mengakhiri sambutanya, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si memberi apresiasi kepada HMI atas berlangsungnya kegiatan Leadhership Basic Training (Latihan Kader-I) yang berlangsung selama 3 hari dan berharap apa yang dilakukan hari ini sangat-sangat mulia, saya yakin mahasiswa di dumai ini mulai terlihat membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas, mahasiswa adalah sebagai aset dan SDM yang paling berharga karena generasi muda ini yang akan menggantikan kami meneruskan perjuangan agar kedepan Kota Dumai menjadi lebih baik lagi. Tutup wako. (hms/ds)

DUMAI- Perwakilan lembaga pendidikan dan organisasi Islam di Riau menghadiri International Islamic Philanthropic Conference, Selasa (17/10/2017). Kegiatan ini untuk mengajak masyarakat menebar kebaikan lewat zakat, sedekah dan wakaf.

“Masyarakat harus merasakan pembangunan yang ada. Satu caranya berbagi kebaikan dengan sesama,” ujar Ketua Panitia Intenational Islamic Philanthropic Conference, Rizal Akbar dalam sambutannya di Pendopo Sri Bunga Tanjung.

Saat ini pembangunan di tengah masyarakat baru bersumber dari sumber formal. Sepetti APBD, APBN dan Coorporate Social Responsibility (CSR). “Maka lewat ajang ini kita umat Islam berusaha ikut menebar kebaikan,” paparnya.
 
Rizal mengatakan ajang ini perdana digelar di Dumai. Tapi ajang ini bisa jadi momen komitmen bersama. Serta meningkatkan zakat, wakaf dan sedekah masyarakat.

Saat ini Baznas terus mencari potensi zakat untuk umat. Walikota Dumai, Zulkifli AS mengajak semua pihak bisa meningkatkan potensi zakat di Dumai. Sebab zakat mendukung program mengentaskan kemiskinan. 

“Jadi perlu peran serta dari seluruh elemen masyarakat,” ajaknya. (Hms/alwi)

* Wako buka dialog sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar

Dumai- Permasalah narkoba tidak luput dari perhatian pemerintah Kota Dumai. Banyaknya pengungkapan perkara narkoba di Indonesia dan Dumai pada khususnya membuat walikota (wali) Dumai Zulkifli As menjadi miris dan berharap semua elemen masyarakat maupun perorangan untuk ikut memerangi keberdaan narkoba.

Narkoba sudah ada di rumah dan lingkungan kita maka orang tua harus terlibat langsung dalam pencegahannya , kalau perlu buat pos penangangan narkoba untuk menghindari peredaran narkoba di lingkungan kita. Minimal orang tua dapat menjaga anak anak mereka dari pengaruh narkoba. Jangan sampai generasi muda kita rusak sampai terjadi los generasi dalam membangun negara ini, ” ujar walikota Dumai pada sambutannya di acara hearing/dialog dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/ tokoh agama dalam rangka sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar dan mahasiswa serta pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC generasi anti narkoba nasional (GANN) Kota Dumai yang dilaksanakan Senin (16/10/2017).

Narkoba seperti gunung es dimana pengungkapan yang ada selama ini hanyalah sebahagian kecil dari masuknya narkoba di Indonesia ini. Dumai dengan kondisi geografis bibit pantai yang terbentang dari timur sampai barat sangat rawan menjadi pintu masuk ilegal narkoba dan ini harus menjadi perhatian, tambah Zulkifli AS.

“Dengan pengukuhan Genarasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Kota Dumai ini maka akan menambah elemen elemen yang komitmen dalam pemberantasan narkoba. Kegiatan hearing dan dialog dengan mengundang siswa SLTP dan SMA ini sangat kita sambut baik. Mengapa melibatkan banyak generasi muda karena generasi muda sebagai generasi penerus bangsa adalah sasarannya jemput pelaku pengedar narkoba dan sasaran kita yang harus diselamatkan untuk menyelamatkan bangsa ini,” kata orang nomor satu kota Dumai ini.

Pemko Dumai dangan menyambut baik pembentukan kepengurusan GANN Kota Dumai. Sebagai organisasi berbentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) pencegahan narkoba wako berharap pengurus GANN tahu tugas dan tanggungjawab dalam pencegahan narkoba.

“Narkoba menjadi masalah kita selama ini mari kita antisipasi jangan sampai narkoba masuk di rumah kita dan memakan korban anak dan kita baru sibuk. Cegah sejak dini dan perasmpit peredaran narkoba. Masyarakat juga harus terlibat dalam pencegahan narkoba ini termasuk usatad ustad untuk dapat menyampaikan bahaya narkoba tersebut, pungkas Zulkifli AS.(Humas/deto)





DUMAI– Bekerjasama dengan Polres Dumai, pemerintah kota Dumai siap memfasilitasi putra putri Dumai yang berminat bergabung bersama polisi republik Indonesia (Polri) baik melalaui jalur bintara maupun akademi polisi (Akpol). Kerjasama pembinaan dan latihan penerimaan calon anggota Polri tahun 2018 dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara kepolisian dan pemerintah kota Dumai pada Selasa (17/8) di gedung Citra Waspada Polres Dumai.

Dimana saat ini putra dan   putri Kota Dumai memiliki kesempatan besar jadi calon anggota Polri. Mereka bisa bergabung sebagai Korps Bhayangkara melalui jalur prestasi. Pihak Polres Dumai dan Pemko Dumai menandainya dengan nota kesepahaman pembinaan dan pelatihan bagi calon anggota Polri.

Walikota Dumai sangat menyambut baik dengan kebijakan baru kepolisian yang memberikan kesempatan lebih besar pada putra putri daerah untuk bertugas didaerah mereka.

“Kita sangat mengapresiasi apa kebijakan baru ini dan melalui MoU bersama Polres Dumai tadi kita siap membantu program kepolisian ini dengan jalan menyediakan fasilitas apa yang kurang di kepolisian yang bisah kita bantu termasuk memberi data siswa berprestasi di Dumai,” ujar Zulkifli AS.

Dengan kebijakan ini anak Dumai akan saling bersaing sesama mereka untuk dapat masuk sebagai anggota Polri dan ini memberi kesempatan lebih besar bagi anak Dumai. Setelah mereka lulus secara administrasi maka akan dilakukan pembinaan oleh Polres Dumai sebelum mereka mengikuti tes lanjutan di Polda Riau.

Sementara Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan mengatakan sangat mengapresiasi dukungan besar yang diberikan oleh pemerintah Kota Dumai ini. Dengan penandatanagan MoU ini maka anak Dumai akan lebih dapat ditempa sebelum mengikuti seleksi penerimaan Polri di Polda Riau.

“Jadi para calon bintara dan perwira Polri asal Dumai akan dibina lebih dulu. Pembinaan akan dilakukan bersama pemerintah kota,” ujar Kapolres Dumai, AKBP Restika PN dalam sambutannya.

Restika mengatakan sudah ada reformasi prosedur penerimaan Calon Anggota Polri. Polri ingin menggali potensi intelektual dan kebugaran jasmani para putra putri daerah.

“Nantinya Pihak Sumda dan Bhabinkantibmas di Polres Dumai akan mendata anak muda berprestasi,” terang Restika.

“Putra putri Dumai yang memiliki prestasi baik segi akademis, keagaaam maupun olahraga akan memiliki poin lebih daripada yang lainnya dalam penerimaan Polri,” tambah Restika. (Hms/ijan)

* Wako buka dialog sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar

Dumai- Permasalah narkoba tidak luput dari perhatian pemerintah Kota Dumai. Banyaknya pengungkapan perkara narkoba di Indonesia dan Dumai pada khususnya membuat walikota (wako) Dumai Zulkifli As menjadi miris dan berharap semua elemen masyarakat maupun perorangan untuk ikut memerangi keberdaan narkoba.

“Narkoba sudah ada di rumah dan lingkungan kita maka orang tua harus terlibat langsung dalam pencegahannya , kalau perlu buat pos penangangan narkoba untuk menghindari peredaran narkoba di lingkungan kita. Minimal orang tua dapat menjaga anak anak mereka dari pengaruh narkoba. Jangan sampai generasi muda kita rusak sampai terjadi los generasi dalam membangun negara ini, ” ujar walikota Dumai pada sambutannya di acara hearing/dialog dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/ tokoh agama dalam rangka sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar dan mahasiswa serta pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC generasi anti narkoba nasional (GANN) Kota Dumai yang dilaksanakan Senin (16/10/2017).

Narkoba seperti gunung es dimana pengungkapan yang ada selama ini hanyalah sebahagian kecil dari masuknya narkoba di Indonesia ini. Dumai dengan kondisi geografis bibit pantai yang terbentang dari timur sampai barat sangat rawan menjadi pintu masuk ilegal narkoba dan ini harus menjadi perhatian, tambah Zulkifli AS.

“Dengan pengukuhan Genarasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Kota Dumai ini maka akan menambah elemen elemen yang komitmen dalam pemberantasan narkoba. Kegiatan hearing dan dialog dengan mengundang siswa SLTP dan SMA ini sangat kita sambut baik. Mengapa melibatkan banyak generasi muda karena generasi muda sebagai generasi penerus bangsa adalah sasarannya jemput pelaku pengedar narkoba dan sasaran kita yang harus diselamatkan untuk menyelamatkan bangsa ini,” kata orang nomor satu kota Dumai ini.

Pemko Dumai dangan menyambut baik pembentukan kepengurusan GANN Kota Dumai. Sebagai organisasi berbentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) pencegahan narkoba wako berharap pengurus GANN tahu tugas dan tanggungjawab dalam pencegahan narkoba.

“Narkoba menjadi masalah kita selama ini mari kita antisipasi jangan sampai narkoba masuk di rumah kita dan memakan korban anak dan kita baru sibuk. Cegah sejak dini dan perasmpit peredaran narkoba. Masyarakat juga harus terlibat dalam pencegahan narkoba ini termasuk usatad ustad untuk dapat menyampaikan bahaya narkoba tersebut, pungkas Zulkifli AS.(Humas/deto)

DUMAI – Setelah sukses dengan Dumai Fun Bike I, Kota Dumai kembali mengadakan kegiatan sepedai santai dengan tema yg serupa yaitu Dumai Fun Bike II di Jalan Jend. Sudirman depan Taman Bukit Gelanggang, Minggu (24/9/17).
Ribuan peserta funbike kali ini bukan berasal dari kota dumai saja melainkan ada dari negara jiran dan luar kota dumai yakni Malaysia, Rohil, Bengkalis, Siak dan kota-kota lainnya. Kegiatan funbike ini secara langsung dilepas oleh Walikota Dumai Zulkifli As.

Fun Bike kali ini para peserta diharuskan menempuh perjalanan dan mengelilingi sebagian ruas jalan yang ada dikota Dumai sebelum finish kembali didepan Taman Bukit Gelanggang.
Banyak dukungan dari kegiatan funbike ini melainkan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kota Dumai, Instansi-instansi Vertikal, Perusahaan-perusahaan BUMN dan Swasta dan dukungan dari kotah masyarakat yang ada dikota dumai, dukukan tersebutlah yang membuat acara funbike ini menjadi kegiatan besar dan bertaraf nasional.

Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As, M.Si menanggapi kegiatan ini sangat positiv karena sesangat sesuai dengan program pemerintah yakni “Indonesia Sehat”, dengan adanya kegiatan ini yang membuat pola hidup kita menjadi sehat kita juga dapat saling berselihturahmi sesama kita.

“Semoga kegiatan ini dapat terus berlanggsung setiap tahunnya dan kami selaku pemerintah kota dumai akan selalu mendukung apa pun idea-idea kreativ seperti ini. Saya atas nama pemerintah mengucapkan selamat dan sukses kepada panitia-panitia atas terselengaranya Dumai Fun Bike II dan mari kita ciptakan kota dumai kota yang makmur dan madani,”punkasnya.(dto/hms)

DUMAI – Lembaga Adat Melayu Riau Dumai menggelar Musyawarah Daerah IV, yang dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si dengan bertajuk tema “Terwujudnya Lembaga Adat Sebagai Payung Panji Negeri Yang Bermarwah Dan Bermartabat” di Gedung LAMR Dumai Jl. Putri Tujuh. Sabtu (14/10/2017).

Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kota Dumai Datuk H. Azhar Yazid dalam sambutannya menjelaskan, digelar Musda LAMR ke IV sesuai anggaran dasar anggaran rumah tangga, sebelum habis masa kepengurusan . “Terimakasih dan Alhamdulillah kepada Walikota Dumai ditengah-tengah kesibukannya saat berada di Manado ditelpon, alhamdulillah bersedia hadir, juga kepada Datuk-Datuk Pengurus LAMR Riau,” ucap Azhar Yazid.

Sementara itu, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau Datuk H. Syamsurizal mengatakan, “Apa yang dilakukan LAMR Kota Dumai dalam menggelar Musda ke IV patut diberi apresiasi, ini tepat waktu dan belum habis masa jabatan pengurus. Artinya keberadaan LAMR Dumai sangat taat pada Aturan dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, ” ujar Datuk H. Syamsurizal.

Kemudian kerja dari LAMR Kota Dumai dinilai cukup berat, hampir dikatakan setara dengan LAMR Provinsi Riau, pasalnya di Dumai menaungi 17 suku-suku dan perlu komunikasi yang baik sehingga tidak ada gesekan dalam masyarakat. sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Dumai menyampaikan dalam sambutanya, LAMR Dumai sudah sangat baik, dilihat dari melaksanakan Musda tepat waktu, tentunya ini benar benar mengacu kepada anggaran dasar rumah tangga, berarti menandakan organisasi yang sehat.
Selain itu juga, berkaitan Kota Dumai dengan penduduk yang beragam suku, LAMR Dumai harus membangun sistem untuk menaungi 17 suku yang ada dikota dumai, Mari kita tunjuk kan rasa kebersamaan agar keutuhan persatuan dan kesatuan tetap terjaga, sehingga LAMR Dumai dinilai lebih lagi bermarwah dan bermartabat. Terang Wako.

Masih dalan sambutannya, walaupun masyarakat Kota Dumai terdiri dari beragam suku suku, akan tetapi kita orang melayu masih diberi kesempatan untuk memimpin Kota Dumai, hal ini patut kita hargai suku suku yang ada di Kota Dumai sengat legowo dan kita sebagai suku melayu wajib merangkul suku suku yang ada di Kota Dumai, kedepan LAMR Dumai juga giat mensosialisasikan tatanan melayu karena ini budaya dan harus ditonjolkan didaerahnya. Kata Zulas

Hadir juga diacara tersebut, Ketua LAMR Datuk Syahril Abubakar, sejumlah petinggi LAMR Provinsi Riau, Datuk Syamsurizal Mantan Bupati Bengkalis, Datuk Nasir Penyalai, Datuk Ahmad Tarmizi dan rombongan lainnya, juga hadir Ketua Harian LAMR Dumai Datuk Zainal Effendi, Ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendi, Syahrial Amini Anggota DPRD Dumai dan seluruh pengurus LAMR Dumai juga pengurus LAMR Kecamatan se Kota Dumai. (hms/ds).


DUMAI –  Forum Komunikasi Putra Putri Purnawairawan Indonesia (FKPPI) Kota Dumai menyelenggarakan Dialog Wawasan Kebangsaan Nusantra yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE diruang malaka lantai dua Hotel Comforta Jl. Jenderal Soedirman. (12/10/2017).

Bertemakan Memperkuat Wawasan Nusantara Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan dan Keamanan Wilayah NKRI, kegiatan ini diikuti oleh seratus orang jumlah peserta dari kalangan perwakilan pelajar, mahasiswa dan pramuka kota dumai. Hal ini merupakan sebagai bentuk kepedulian FKPPI yang dibawah binaan Kodim 0320 Dumai, Polres dan Lanal kota dumai kepada generasi muda, generasi penerus bangsa dan negara terhadap ancaman yang dapat merusak generasi muda, generasi penerus khususnya kota dumai, dimana kota dumai merupakan wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan negara luar sehingga tidak menutup kemungkinan bahaya tersebut sewaktu waktu dapat tetjadi. Ujar Ketua FKPPI kota dumai kharul Kamal.

Ketua PD FKPPI Provinsi Riau Edi Fauzi mengatakan, “organisasi kempemudaan FKPPI harus terus menunjukkan eksistensinya, melalui kepedulian terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa, maupun masyarakat, serta tetap mempererat jalinan kerjasama antar lembaga eksternal dan instansi pemerintahan TNI dan polri baik yang sedang dijalin maupun sudah terjalin.ujarnya

Selain itu, Sambutan Dandim 0320/Dumai, yang diwakili oleh Kasdim Mayor ARH. Sudiono mengatakan “Pemuda Indonesia harus punya semangat juang yang tinggi, mempunyai karakter yang berlandaskan rasa nasionalisme, melalui para pemuda penerus bangsa ini lah dapat disampaikan tentang bahayanya Proxy War”. 

Mengingat Indonesia kaya akan sumber daya alam, terutama Kota Dumai merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan perairan internasional, sebagai pintu masuk, maka negara ini disebut-sebut darurat terhadap ancaman Proxy War. Maka dari itulah kita harus memperkuat wawasan nusantara yang berpegang teguh pada nilai nilai Pancasila, agar kita tidak mudah terprofokasi oleh paham radikal. Empat aspek yang harus perlu diingat : 1. Aspek pancasila, 2.Kesatuaan wilayah nusantara, 3. Aspek sosial budaya, 4. Aspek istoris sejarah, keempat aspek tersebut hendaknya agar diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Unkap Kasdim.

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE menyampaikan.” Merespon positif terhadap kegiatan ini, tujuan dari dialog wawasan nusantara ini secara umum untuk memberikan motifasi kepada para pelajar, mahasiswa dan pramuka untuk berperan aktif dalam menjaga NKRI.” Pendidikan akan menjadi modal utama kita dalam mencegah Proxy War, ” ungkapnya

Selain Itu, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo juga berpesan agar seluruh pelajar, mahasiswa sebagai penerus kemajuan bangsa tetap mengukir prestasi sebaik baiknya, tanamkan rasa nasionalis didalam diri masing masing. Harapan wako anak Dumai bisa berkiprah kekancah internasional, apa yang kami dapat berupa jabatan hanya bersifat sebentar saja dan berharap para pelajar sebagai pengganti penerus dimasa yang akan datang. Tutupnya. (humas/alwi).

Dumai- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyerahan bantuan alat pertanian berupa handtraktor dan mesib pompa air kepada kelompok tani Kota Dumai, Selasa (10/10).

Penyerahan 21 unit alat pertanian ini secara simbolis diserahan langsung oleh Walikota Dumai H. Zukifli As, Dandim 0320 Letkol Kav Rendra Siagian dan Anggota Komisi 2 DPRD Dumai Ponimin kepada perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Walikota Dumai H. Zulkifli As pada sambutannya berharap bantuan alat pertanian ini dapat meningkatkan produksi pertanian petani Dumai yang secara langsung akan meningkatkan perekonomian petani itu sendiri.

“21 alat pertanian berupa handtraktor dan pompa air yang kita serahkan ini bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2017 sebanyak 15 unit alat pertanian dan 6 unit lainnya bersumber dari APBD Dumai,” kata Zulkifli As.

“Tolong dilakukan perawatan mesin bantuan yang kita serahkan ini. Sisihkan sebahagian pendapatan untuk biaya perawatan agar peralatan yang ada dapat bertahan lama sehingga nantinya tidak rusak dan terbiarkan,” himbau Zul As.

“Kendala yang dihadapi petani Dumai saat ini adalah tidak semua petani yang memiliki lahan sendiri jadi mereka hanya bisa memanfaatkan tanah kosong yang ada sehingga sangat sulit dalam peningkatan produksi dan peningkatan ekonomi mereka sendiri,” kata Zulkifli AS.

Saat ini luas lahan pertanian di Kota Dumai sebesar 2200 hektar dengan lahan milik warha dan sudah berprodukai. Dimana saat ini produksi padi Dumai mencapai 4000 ton pertahun. Namun jumlah itu masih jauh dari kata pemenuhan kebutuhan masyarakat Dumai yang pertahunnya sebanyak 32000 ton. Dengan kata lain petani Dumai baru bisah memenuhi sebanyak 14 persen dari kebutuhan masyarakat Dumai. (hms/ipad)