DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kota Dumai telah menyiapkan sistem pembayaran pajak hotel dan restauran secara online atau daring. Terobosan yang dilakukan oleh Walikota Dumai ini guna meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak dan menghindari kebocoran kebocoran pendapatan asli daerah.

“Kita sudah menyiapkan segala perangkat sistem pembayaran pajak bagi tempat usaha terutama hotel dan restauran serta rumah makan yang sudah menerapkan pembayaran pajak 10 persen yang dibebankan kepada konsumen mereka yang seharusnya masuk langsung ke kas daerah sebagai pajak,” ujar Zulkifli AS.
Ditambahkan orang nomor satu ini ” Dari apa yang kita pelajari dan sering dengan sejumlah daerah lainnya dengan sistem ini diperkirakan akan meningkatkan PAD Dumai hingga 30 persen,” .
Tidak hanya pajak hotel, restauran dan rumah makan aja Bapeda Dumai juga telah menyiapkan sistem pembayaran 11 pajak dikelola dengan berbasis online, sebagai inovasi untuk peningkatan pelayanan dan memudahkan wajib pajak.
Kepala Bapenda Dumai Marjoko Santoso mengatakan, rencana penerapan pembayaran pajak secara elektronik ini bekerjasama dengan Bank Riau Kepri menggunakan sistem server antar jaringan komputer akan terhubung satu sama lain.
“Pelayanan berbasis daring ini untuk memudahkan kewajiban membayar pajak dan pemerintah bekerjasama dengan bank riau kepri,” kata Marjoko kepada pers kemarin.
Dia melanjutkan, pengelolaan pajak daerah berbasis sistem daring itu bertujuan juga agar pelaksanaan pemungutan pajak berjalan tertib dan tidak ada petugas bersentuhan langsung dengan uang serta pendapatan asli daerah dapat ditingkatkan.
Penggunaan sistem elektronik dalam pengelolaan pajak itu nantinya juga bisa dimanfaatkan wajib pajak untuk laporan penyampaian omset atau pendapatan usaha bulanan ke pemerintah daerah.
“Pelayanan ini juga untuk memudahkan pembayaran wajib pajak dalam penyampaian omset usaha ke pemerintah,” sebutnya.
Ditegaskan lagi bahwa dalam penarikan pajak, Bapenda Dumai tidak mengirimkan pegawai untuk memungut ke wajib pajak, sehingga diharap tidak ada warga menitipkan pembayaran pada oknum mengaku petugas.
Bapenda Dumai berwenang melayani 11 jenis pajak daerah, yaitu pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, pajak air tanah, sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkantoran, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. (hms)

Batam-  Wakil walikota Dumai Eko Suharjo menyambut secara langsung jemaah haji Kota Dumai di Asrama Haji, Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis (14/9) malam.

Rencananya jemaah haji Kota Dumai yang berjumlah 205 orang ini akan diberangkatkan menuju Kota Dumai Jum’at (15/9/2017) pagi (hari ini,red) menggunakan kapal penyeberangan Dumai Line.

Pada sambutan nya Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Menyampaikan Selamat datang kepada JH Kota Dumai Semoga sehat sampai di kota Dumai, ” Selamat datang Jamaah Haji Kota Dumai semoga sehat semua sampai di kota Dumai, Kami mendoakan dan mengharapkan semoga bapak dan ibu membawa pulang oleh-oleh berupa Haji yang mabrur, amin” ujar eko saat memberikan sambutan di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam.

“Hari ini kita langsung berangkat ke Kota Dumai dengan menggunakan kapal Dumai line insyaallah jika tidak ada halangan kita akan sampai di pelabuhan penumpang internasional Dumai pada pukul 15.00 WIB,” ujar Eko.


Prosesi penyambutan dan pelepasan keberangkatan jemaah haji Dumai menuju Kota  Dumai ini dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo beserta istri  Dewi Tunjung Sari didampingi Kabag Kesra Setdako Dumai H. Asnam, Asisten 1 Kota Dumai Hamdan Kamal dan rombongan lainnya ikut serta dalam acara tersebut.(hms/dean)

Batam- 205 Jamaah Haji (JH) Kota Dumai yang menjalankan ibadah haji di Kota suci Mekkah tiba di Asrama Haji Batam pada hari Kamis (15/09/2017) pukul 01.30 WIB dengan selamat.
” Dari informasi yang kita terima, Jamaah Haji Dumai berangkat ke tanah air pada hari Kamis (14/09/2017) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi menggunakan pesawat melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah , Arab Saudi dan tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau pukul 23.00 WIB lalu menuju Asrama Haji Batam sekitar pukul 01.00 WIB” ungkap Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai Drs Syafwan.

Mantan Kasubag TU Kemenag Dumai menjelaskan, total Jamaah Haji Kota Dumai yang berangkat ke ke Mekkah sebanyak 206 orang dan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Batam bersama Jamaah Haji asal Kabupaten Palelawan yang berjumlah total keseluruhan 446 orang

“Dari 206 Jamaah Haji tersebut, seorang meninggal dunia di Mekkah atas nama Sarinah binti Budang Antau (64) Warga Jaya Mukti dan Seorang lagi sedang dirawat di Kesehatan Haji Indonesia (KHI) Mekkah,” ujarnya

Terkait satu Jamaah haji kita asal Kota Dumai atas nama Mariam yang dirawat di KHI Mekkah tetap ikut bersama berangkat pulang bersama jemaah haji Dumai lainnya menuju Batam dan Alhamdulillah, imbuh Syafwan, Ratusan Jamaah Haji asal Dumai sedang dalam persiapan kembali ke Kota Dumai dalam Kondisi sehat.

” Untuk itu, mari kita sama-sama mendoakan agar semua jamaah haji, khususnya Kota Dumai, sampai dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga dan yang sedang dirawat semoga secepatnya pula dapat kembali ke tanah air,” ucapnya.(dean/hms)

DUMAI – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si memenuhi undangan dalam rangka peresmian PT. ENERGI SEJAHTERA MAS. PT yang dinaungi dua perusahan besar yaitu SINARMAS dan CEPSA berada di Kel. Lubuk Gaung, Kec. Sungai Sembilan, Kota Dumai. Kamis (14/9/17)

PT. ESM ini memiliki nilai investasi sebesar 300 juta Euro dangan luas kawasan industri sebesar 25 H dengan jumlah karyawan kurang lebih 400 pekerja, perusahan ini bergerak dibidang pengolahan biji sawit. Hasil pengelolaan tersebut akan di ekspor kebeberapa benua seperti Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Areal perusahaan ini sudah dibangun sejak tahun 2012 silam, dan proses pembangunan tersebut akhirnya rampung pada penghujung tahun 2016 yang lalu. Pabrik oleokimia ini mulai beroperasi penuh pada bulan April 2017.

Hasil pantauan dilapangan, Menurut Menteri Industri Republik Indonesia, Airlangga Hartato mengatakan bahwa pemerintah berupaya mendorong hadirnya industri kedalam negeri, pemerintah juga mendorong agar investor untuk terus datang berinvestasi, diantaranya industri dibidang pengolahan kelapa sawit, Sebab komoditi Minyak Kelapa Sawit masih menjadi komoditi strategis.

Sementara itu Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja menyebutkan bahwa, bisnis Minyak Kelapa Sawit adalah komoditi strategis bahkan menjadi satu komoditi Ekspor andalan di indonesia. Sedangkan kota dumai memiliki letak geografis kota yang sangat strategis, oleh karena itulah Sinar Mas Cepsa meghadirkan Pabrik Oleokimia di Kota Dumai ini. “Kita menghadirkan pabrik oleokimia berkualitas internasional di Dumai. Pabrik ini dibangun bersama Cepsa,” ujar Franky lewat sambutannya. 

Sinar Mas dan Cepsa adalah perusahaan patungan, jadi Sinar Mas menyediakan Kelapa Sawit sedangkan Cepsa menyediakan teknologi pengolahan kimia. Maklum Cepsa sudah berpengalaman teknologi manufaktur di bidang pengolahan kimia.

Selain itu, Franky juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan dukungan Pemerintah Kota Dumai. Maka dari itu Sinar Mas Cepsa berupaya untuk menghadirkan beragam produk berkualitas dan membangun pengolahan air. “Jadi kita berusaha merealisasikan produk terbaik dari lokasi ini,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pada kesempatan ini Wako Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si mengatakan “Kita patut bersyukur atas peresmian ini, semua berjalan dangan baik dan lancar, semoga kedepan banyak lagi investor-investor untuk berinvestasi di kota dumai karena ini berdampak positif bagi pembagunan kota kita dan berkurangnya angka pengangguran di kota dumai”. ujar wako.

“Saya, selaku walikota dan Pemerintah Kota Dumai mengucapkan terimakasih atas partisipasi para pelaku industri-industri dikota dumai yang telah ikut membantu proses pembangunan karena industri-industri ini sangat berpengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat kota dumai. Saya juga berharap agar nantinya perusahaan-perusahaan tetap komitmen dalam membantu perkembangan pembangunan selanjutnya, khususnya kota dumai yang kita cintai ini, namun hal terpenting juga penerimaan tenaga kerja lokal tetap diprioritaskan”. pungkasnya (hms/dto).

Dumai- Memasuki bulan september 2017 serapan penggunaan APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ) Dumai tahun sudah mencapai 60 persen dari total APBD Dumai Rp 1,14 Triliun.

Walikota Dumai Zulkifli As mengatakan saat ini masih 60 persen  anggaran  yang digunakan untuk menjalankan program pemerintah. Meski demikian Walikota tetap  optimis bisa menyerap anggaran tepat waktu dan maksimal. Pasalnya,sejumlah kegiatan dan program sudah dilakukan.
Menurut dia jumlah tersebut sudah termasuk belanja rutin pegawai, lelang proyek dan sebagainya. ” Tahun ini tidak banyak proyek pembangunan.”
Untuk meningkatkan serapan hingga akhir tahun, SKPD didorong atau sudah diingatkan untuk melaksanakan program kerja tepat waktu.Sebab mereka sudah menyusun anggaran sesuai kegiatan maka tidak ada alasan untuk enggan menyerap anggaran yang ada.
“Terus laksanakan serapan anggaran sesuai dengan program yang sudah dibuat dan jika terjadi keraguan koordinasi dengan tim TP4D untuk mendapatkan masukkan terkait suatu pengerjaan,” ujar Walikota.
Apalagi tahun ini setiap dinas diberi plafon,sehingga pemerintah kota langsung melakukan efisien anggaran.
” Terbatasnya anggaran kegiatan terpaksa dikurangi, mulai dari rapat, SPPD hingga  tenaga honor. Kondisi ini dilakukan karena minimnya anggaran pemerintah daerah.Besar kemungkinan kondisi rendahnya apbd akan terjadi ditahun depan.(hms)

DUMAI – Wali Kota Dumai Zulkifli As intruksikan instansi terkait agar segera mengoptimalkan pasar tradisional Kelakap Tujuh supaya aset daerah tidak terbengkalai dan bermanfaat. Pembangunan Pasar Kelakap Tujuh menelan anggaran pemerintah pusat senilai Rp9 miliar itu direncanakan untuk lokasi pemindahan pedagang pasar Dock berdiri diatas lahan perusahaan.
“Pasar itu sudah lama tidak dioperasikan, dan instansi terkait diminta untuk segera mengupayakan pemindahan pedagang dengan saling bekerjasama,” kata wali kota kepada pers baru ini.
Dijelaskan, untuk pemanfaatan bangunan pasar sebagai aset daerah itu diperlukan koordinasi baik antar sesama instansi agar tidak terkendala, karena sudah lama terbengkalai.
Selain itu, aset ini harus secepatnya dimanfaatkan, dan diminta jangan ada penambahan anggaran karena aset lama belum difungsikan secara maksimal.
“Pemindahan pedagang ke pasar kelakap tujuh perlu ada kerjasama antar semua pihak dan keseriusan instansi pemerintah, karena itu hendaknya rencana pasar induk ini segera bisa berfungsi,” sebutnya.
Sementara, Kepala  Kasatpol PP Bambang Wardoyo mengatakan sudah menurunkan petugas ke lapangan untuk mengingatkan pedagang terkait relokasi ke pasar kelakap tujuh.
“Sebagai penegak perda, kita siap menjalankan perintah dan pedagang kembali diingatkan agar bersedia dipindahkan ke pasar kelakap tujuh,” kata Bambang.(hms)

Foto Prosesi Pelantikan Pejabat Pengawas

DUMAI – Walikota Dumai diwakili oleh Asisten Walikota Bidang Administrasi dan Umum H. Mustafa Kadir mengambil sumpah jabatan dan melantik empat orang pejabat pengawas dilingkungan Sekretariat Daerah Kota Dumai dan satu orang pejabat pengawas pada Badan Kepegawaian Pelatihan dan Diklat. Jum’at (8/9/2017) di Aula lantai empat kantor Sekretariat Daerah Kota Dumai jalan Tuanku Thambusai.

Adapun para pejabat pengawas yang diambil sumpah jabatannya adalah 1. Muhammad Fachri (Kepala Subbagian Perangkat Keras dan Jaringan Teknologi Informasi pada Bagian Infokom), 2. Afrizal (Kepala Subbagian Pemberitaan pada Bagian Humas), 3. Issinawari (Kepala Subbagian Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga pada Bagian Kesra), 4. Sorta Diana (Kepala Subbagian Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah pada Bagian Perekonomian), 5. Idham Bachtiar (Kepala Subbidang sistem informasi dan arsip pegawai pada Badan Kepegawaian Pelatihan dan Diklat).

Merujuk implikasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah memberikan dampak yang signifikan. Dengan demikian perubahan eselonering jabatan akibat  meningkatnya beban dan volume kerja dan bergesernya bidang dan bagian maupun terbentuknya OPD baru merupakan salah satu cara kita dalam menyikapinya. 

Adapun, terlaksananya pelantikan  ini merupakan salah satu konsekuensi dari dinamika organisasi, terutama dalam kerangka penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan strategis organisasi, baik internal maupun eksternal, apalagi saat ini PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah telah diberlakukan diseluruh daerah termasuk di Kota Dumai. 

Dengan demikian, diharapkan pada setiap pelantikan pejabat eselon yang dilakukan, akan selalu melahirkan sinergitas kinerja yang baik, seperti terciptanya pola kerja yang lebih mampu menyesuaikan dengan berbagai situasi yang timbul dan berkembang serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara prima. 

Asisten Administrasi dan umum Mustafa Kadir dalam sambutanya menyampaikan, Proses penunjukan dan penetapan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sebuah jabatan struktural merupakan penilaian dan kepercayaan dari atasan berdasarkan kopentensi, pendidikan serta pengalaman yang dimiliki ASN tersebut dengan adanya pertimbangan lainnya.

“Jadi saya sangat berharap, kepada pejabat yang dilantik hari ini agar bekerja secara maksimal, ulet, serta ikhlas demi tercapainya visi dan misi Sekretariat Daerah. Saya yakin bahwa saudara mampu mengemban amanah yang di berikan sesuai dengan harapan”. Ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa secara umum Sekretariat Daerah Kota Dumai mempunyai tugas dan kewajiban memberikan asistensi terhadap Kepala Daerah serta menyusun dan mengkoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada. 

Untuk itulah, para Pejabat Pengawas yang saat ini dilantik dilingkungan Sekretariat Daerah Kota Dumai haruslah individi-individu yang memiliki integritas kerja yang tinggi, perlu untuk segera bekerja cepat, tentunya sesuai dengan aturan-aturan yang telah digariskan. Tutup Asisten (H. Mustafa Kadir).

Turut hadir dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut, Asisten Walikota Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat H. Hamdan Kamal, Plt. Asisten Walikota Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Syamsudin, dan seluruh Kepala Bagian dilingkungan Sektrtariat Daerah Kota Dumai. (hms/ds). 

Dumai- Menggandeng badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas ketenagakerjaan menggelar Sosialisasi Peraturan Walikota Dumai nomor 27 tahun 2017 tentang perlindungan tenaga kerja terhadap jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan, Jum’at (8/9) di ballroom hotel Grandzuri.

Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Walikota Dumai H. Zulkifli AS dengan dihadiri oleh sejumlah perusahaan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang ada di Kota Dumai.
Pada sambutannya Walikota Dumai H. Zulkifli As mengatakan Perwako dibentuk untuk memberi perlindungan kepada pekerja dan mewajibkan perusahaan untuk melindungi pekerjanya.
“Tujuan utama dari Perwako dan bPJS sendiri intinya hampir sama yaitu menjaga sang pekerja. Perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya di BPJS jika tidak itu ada sanksinya. Namun kita sadari masih ada perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya karena ini aturannya masih baru makanya kita melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Tidak hanya perusahaan instansi pemerintah juga harus melaksanakan aturan tersebut. “Instansi yang banyak memperkerjakan tenaga lepas atau honor seperti dinas PUPR, RSUD dan Dinas Perhubungan harus mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS,” tegas Walikota Dumai.

Dalam kegiatan ini walikota Dumai juga menyerahkan secara langsung santunan kepada kematian kepada salah seorang perwakilan pekerja dinas lingkungan hidup dan Santunan meninggal dunia karena lakakerja Rp24.000.000 dan Santunan JKK, JHT dan JP Rp195.476.064.(dean/hms)

Dumai- Langkah Satpol PP Kota Dumai dalam melakukan penertiban hiburan malam yang ada di Kota Dumai, baik salon, karaoke, maupun gelper, gencar dilakukan sejak menjelang puasa lalu.

Namun hingga saat ini masih ada beberapa tempat hiburan malam yang  beroperasi dan tidak mengikuti perizinan.
Untuk itu Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS menegaskan, jika tempat hiburan malam tersebut sudah diperintahkan sebanyak tiga kali dan masih tetap ‘membandel’, maka Walikota meminta untuk ditutup saja.

Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS, menegaskan hal itu ketika diwawancarai wartawan, dengan tegas Walikota menyatakan Satpol PP Dumai sudah melakukan razia namun masih saja didapati hiburan malam yang melanggar aturan.
“Kita bekerja tentu ada landasan aturan, dan Satpol PP harus melalui mekanisme dalam penindakan, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, kalau sudah diperingatkan tiga kali masih juga membandel ya tutup saja,” tegas Wawako Dumai Drs H Zulkifli AS. 
Dikatakan Walikota, aturan soal operasional termasuk waktu kapan buka dan kapan harus ditutup, itu semua sudah dilakukan pengkajian, dampaknya sudah diperhitungkan semua. 
Kalau itu dilanggar artinya pemilik tempat hiburan malam hanya memikirkan keuntungan usahanya saja, tidak mempertimbangkan dampak terhadap hal-hal lainnya.(hms)

Kabid Perdagangan Hermanto
Dumai- Dinas Perdagangan Kota Dumai melalui meminta seluruh pelaku usaha distribusi Bahan Kebutuhan Pokok (Bapok) di wilayah Kota Dumai untuk melakukan Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi (TDPUD) Bahan Kebutuhan Pokok pada Sistem Infirmasi Pelayanan Terpadu pada Kementerian Perdagangan.
Pendaftaran  ini untuk menindaklanjuti arahan dari Peraturan Menteri Perdagangan nomor 20 tahun 2017, pada peraturan menteri ini diwajib untuk seluruh pelaku usaha Distribusi Bapok memiliki TDPUD.

“Diperaturan menteri juga mewajibkan agar pelaku usaha distrbusi bahan kebutuhan pokok (Balok) tanggal 15 setiap bulannya pada sistim informasi terpadu kementerian keuangan untuk melapor paling lambat  tanggal 25 setiap bulannya. Hal ini dilaksanakan agar stock kebutuhan dan realisasi Bapok dapat di ketahui dan adanya fungsi kontrol oleh pemerintah terhadap distribusi bapok khususnya di Kota Dumai sehuingga dapat mengatasi kelangkaan dan kestabilan harga barang di pasaran,” kata Kabid Perdagangan Kota Dumai Hermanto, S.Sos M.Si. 

Jenis barang kebutuhan pokok yang wajib melakukan pendaftaran tersebut adalah jenis Bapok hasil pertanian yang meliputi beras, gula, minyak dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Beberapa waktu yg lalu Dinas Perdagangan Kota Dumai sudah melaksanakan sosialisasi langsung ke pelaku usaha distribusi Bapok yang ada di Kota Dumai dengan menyurati setiap pelaku usaha agar mereka mengerti dengan tata cara dan pendaftaran pelaku usaha distributir bahan kebutuhan pokok,” terang Hermanto.

Untuk itu kedepannya diharapkan agar seluruh pelaku usaha tersebut segera melakukan pendaftaran supaya terhindar dari sanksi Oleh Pemerintah dan tentu agar kestabilan harga barang khususnya Bapok dapat terjaga dengan baik yang dampaknya kita harapkan dapat membantu masyarakat dengan harga yang terjangkau.(hms)** s