Dumai- Membentuk muslim yang berkarakter da’i serta mengajak masyarakat untuk lebih mencintai agama Islam, menjalin silaturahmi, memperkokoh tali persaudaraan, menyatukan langkah dan berpegangan tangan bahu membahu dalam menyatukan ummat dan berdakwah untuk mengenalkan Allah Kader Hidayatullah Kota Dumai menggelar kegiatan halaqoh muharram yang dipusatkan di pondok pesantren Hidayatullah, Kelurahan Bukit Timah, Kota Dumai, Sabtu (30/9)

Halaqoh Muharram ke III kader hidayatullah se sumatera yang rencananya berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh kader luar daerah asal Sumatera mulai dari Provinsi Aceh, Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Lampung, Bangka Belitung, Riau dan sejumlah daerah lainnya.

Mewakili Pemerinhtah Kota Dumai Asisten III Mustafa Kadir membuka secara resmi kegiatan yang diikuti oleh ratusan kader Hidayatullah tersebut.

Pada sambutannya Mustafa Kadir mengatakan bulan muharram merupakan salah satu bulan yang dihormati, ada banyak kemuliaan yang diberikan Allah SWT di bulan yang diharamkan untuk perang ini dan semoga kita meraih ampunan dan mendapatkan keistimewaan keistimewaan bulan ini. 

” Terkait apa yang terjadi di akhir-akhir ini, kohesifitas masyarakat Indonesia banyak mengalami gangguan yang disebabkan oleh masalah-masalah keagamaan, politik, sosial, ekonomi dan lain-lain sehingga terjadi kerenggangan, bahkan ada konflik di tengah-tengahmasyarakat. 

Maka ummat sangat butuh untuk dibimbing kerah yang benar dalam menjalankan kehidupan ini agar tetap pada tujuan sebenarnya yakni meraih Ridho Alah swt dalam hidup, maka yang kita butuhkan adalah Da’i-Da’i dan alim ulama yang mampu memberikan dakwah serta menjadi contoh teladan bagi kita semua,” katanya


Ditambahkannya ” Berbicara tentang dai, peran dai sangat penting bagi kemaslahatan ummat. Ummat akan menjadikannya sebagai contoh, mengingat bahwa semakin maraknya kajian-kajian islami yang ada dan berkembang saat-saat ini menunjukkan betapa ummat Islam sangat mencintai agama ini,”.

Ummat mulai mengerti betapa pentingnya untuk terus belajar memperdalam ilmu agama. Maka disinilah peran Da’ sangat dibutuhkan sehingga ummat dapat terus belajar memperbaiki diri.

” Menjadi Da’i dapat dikatakan menjadi pemimpin ummat yang  bukan berarti tidak memiliki kekurangan namun yang perlu perhatikan adalah tujuan kita dalam berdakwah. Niat kita dalam menyampaikan, maka penting sekali bagi kita semua untuk menyamakan persepsi dan tujuan dalam berdakwah. Agar satu-setujuan,” terangnya.

Yang paling penting dalam menyatukan persepsi dalam langkah meraih tujuan ini adalah komunikasi yang baik dan salah satu tujuan halaqah ini adalah untuk menjalin silaturahmi, memperkokoh tali persaudaraan, menyatukan langkah, berpegangan tangan bahu membahu dalam menyatukan ummat dan berdakwah untuk mengenalkan Allah. 

” Sesungguh dakwah bukan hanya tugas ulama, dai, ustad, namun merupakan kewajiban bagi kita semua, karena kelak kita akan ditanya dihadapan Allah tentang amanah ini. Oleh karena itu saya mewakili Pemerintah Kota Dumai sangat senang sekali dan mendukung sepenuhnya segala aktifitas dakwah yang dapat membimbing ummat,” urai Mustafa.

Besar harapan kedepannya Indonesia khususnya masyarakat Muslim Kota Dumai dapat terus menjadi pribadi yang mencintai agama ini, berakhlak mulia.

Semoga melalui halaqah ini kita dapatmengkokohkan kerjasama kita dalam menncapai cita – cita kita bersama.
Saya mewakili Pemerintah Kota Dumai juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang berperan hingga terlaksananya acara ini. Semoga kedepannya  Kota Dumai semakin baik, maju, dan diridhoi oleh Allah. Semoga Halaqoh ini dapat terus terlaksana kedepannya. Kepada seluruh masyarakat Kota Dumai, agar dapat terus berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang positif ini, dan kepada seluruh generasi muda agar terus giat belajar terutama dalam mempelajari ilmu agama, karena sebaik-baiknya bekal yang dibawa kehadapan Allah kelak adalah amal yang dlakukan dengan ilmu,” pungkas Mustafa Kadir.(boy/hms)

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai terus berkomitmen menghapus citra Dumai sebagai kota pelabuhan yang gersang menjadi Kota pelabuhan yang asri dan hijau terus digesa. 

Dimana menurut Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS sebagai Kota Industri harus diimbangi dengan banyaknya penghijauan tidak terkecuali penghijauan taman Kota, dari sekian banyak ruas jalan baru 2 jalur yang sudah siap dibantu Bank Riau dan PT. Perusahaan Gas Negara atau PGN, selebihnya masih menunggu kontribusi perusahaan lainnya.
“Bank Riau sudah menyepakati membangun taman penghijauan disepanjang jalan Sultan Syarif Kasim yang nilainya Rp 1 milyar dan PT. PGN membangun taman sebagian jalan Putri Tujuh dengan nilai Rp 400 juta. Masih banyak ruas jalan yang kita harapkan kontribusi dari perusahaan lainnya, ” harap Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS.
Disampaikan Walikota, untuk Jalan Sudirman diharapkan peran dari PT. PLN  (Persero). Jalan putri tujuh kekurangan dari PGN bisa diselesaikan oleh Pertamina, begitu juga perusahaan lainnya. Dengan kebersamaan Walikota yakin, penghijauan taman di Dumai dapat terwujud.
“Pemko Dumai ingin penghijauan taman, jadi masalah pengerjaan taman, ya silakan perusahaan yang bersangkutan untuk mengelolanya,” ujar Zulkifli AS.
Dikatakan Walikota, upaya lain yang dilakukan Pemko Dumai adalah dengan mengajukan permohonan bibit untuk penghijauan kepada Dirjen Kehutanan RI karena saat ini kita tidak ada lagi OPD yang menangani masalah tersebut setelah kewenangannya diambil pemerintah pusat.
Dengan terwujudnya penghijauan di Dumai tentu dapat mengurangi panasnya cuaca Dumai, dan membuat kesan Kota Dumai asri meskipun sebagai kota industri.(hms)

Kota Dumai raih penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2017 dari Tempo Media dan Frontier Consulting Grup, kategori Potensial terbaik.
Penghargaan ini merupakan yang pertama, Kota Dumai termasuk kategori potensial dengan indeks diatas rata -rata 67.45 sebagai kota yang sangat potensial dalam pembangunan ekonomi indonesia dengan peringkat gold


Mewakili Walikota Dumai, Asisten I H Hamdan Kamal menerima penghargaan pada acara Malam Penganugerahan Indonesia Attractiveness Award 3017, di Westin Jakarta, Juma’at (29/09/17).

Menurut catatan, penilaian penghargaan ini dilakukan terhadap kota/kabupaten yang lolos nominasi. Penentuan nominasi itu sendiri dilakukan dengan 3 indikator, yaitu kontribusi PDRB terhadap PDRB provinsi di atas 2o% atau PDRB di atas rata-rata PDRB koridor, kedua pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor atau PDRB perkapita lebih besar dari rata-rata PDRB perkapita Koridor, dan yang ketiga kabupaten/kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAI 2015.

Dari ketiga kriteria tersebut terdapat 136 kabupaten/kota yang lolos nominasi, dan Kota Dumai termasuk dalam kategori Kota Potensial untuk dapat menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis beragam sektor untuk turut memajukan perekonomian daerah

Pengukuran IAI 2017 menggunakan empat dimensi yaitu investasi, infrastruktur, pariwisata dan pelayanan publik. Seluruh dimensi penilaian dilakukan berdasarkan data sekunder dan data primer, kecuali pelayanan publik yang dinilai berdasarkan data primer. Data sekunder untuk dimensi investasi, infrastruktur dan pariwisata berasal dari berbagai instansi seperti BKPM, BPS, BI, dan kementerian-kementerian. Sedangkan untuk data primer dilakukan dengan cara mystery calling terhadap 12 institusi di masing-masing kota/kabupaten serta melakukan analisis digital dan medsos.

H Hamdan Kamal mewakili Walikota Dumai pada Penganugerahan IAA 2017 di Jakarta

Seusai menerima penghargaan tersebut Assisten I Hamdan kamal mengucapkan rasa syukurnya atas diraihnya penghargaan tersebut. “Alhamdulillah ini menunjukkan perubahan di Kota Dumai, saya tidak bilang sempurna tetapi sudah membaik,” Ujarnya.
“Sebenarnya Kota Dumai bisa meraih Kota Investasi terbaik di Indonesia, mungkin krn Permasalah RTRW dan kurang nya ekspos dari pemerintah sehingga Dumai belum banyak di ketahui dari pelaku bisnis” tambah nya. (dean/hms)

Dumai- 60 hari hitung mundur pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Riau ke 36 di Kota Dumai, Pemko Dumai terus melakukan langkah persiapan untuk mensukseskan acara tahunan Provinsi Riau ini.
Saat ini sudah Pemko Dumai dan akan terus melakukan penataan veniu pertandingan dan asrama utama dan mengeluarkan surat keputusan (SK) kepada petugas pelaksa MTQ.
“Saat ini kesiapan kita masih 10 persen dalam menghadapi MTQ Provinsi kali ini dan kita sudah mengeluarkan SK kepada petugas pelaksaan dan melakukan sejumlah penataan,” kata Nasir.
Pemko Dumai masih menunggu petunjuk dan bantuan keuangan dari pemerintah Provinsi untuk pelaksanaan MTQ kali ini sembari terus melakukan pembenahan.
“Pelaksanaan MTQ kali ini selain menggunakan APBD Dumai sebesar Rp2,5 miliar juga akan dibantu dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp6 miliar dan kita masih menunggu dana provinsi tersebut,” tambah Sekda.
” Kita akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau terkait anggaran MTQ kali ini, setelah lounching kemarin kita akan melakukan komunikasi terkait hal ini,” terang M. Nasir.
Untuk pelaksaan MTQ sendiri akan berlangsung pada bulan Desember 2017 mendatang selama 8 hari mulai tanggal 1 hingga 8 Desember dan akan disebar di 9 titik lokasi pertandingan dengan 9 cabang pertandingan.
Terkait Akomodasi, veniu dan penginapan peserta, ” Akomodasi dan veniu akan kita akomodir dan untuk penginapan sesuai arahan walikota Dumai kita akan berusaha memanfaatkan perumahan Chevron di komplek perumahan Cevron yang banyak kosong dan kita masih terus melaksanakan koordinasi akan hal tersebut untuk mengantisipasi kalau terjadinya kekurangan kamar kamar hotel yang ada di Dumai ini,” pungkas Sekda.(hms)**

Dumai- Bersama personil TNI Dandim 0320 Pemerintah Kota Dumai menggelar kegiatan gotong royong lokasi kelurahan Datuk Laksamana yang lebih dikenal dengan kampung dalam Jum’at (29/9).
Walikota Dumai H. Zulkifli AS menghadiri langsung kegiatan gotong royong tersebut dan sempat berdialog bersama Dandim 0320 Letkol Kav Rendra Siagian, masyarakat dan personil TNI yang melakukan goro tersebut.
“Saya atas nama pemerintah Kota Dumai sangat menyambut baik kegiatan goro pemukiman warga Kelurahan Datuk Laksamana yang digagas oleh Kodim 0320 Dumai dan ini sangat baik bagi masyarakat Dumai dan masyarakat tpatan khususnya,” kata walikota Dumai H. Zulkifli AS.
Dikatakan orang nomor 1 Dumai ini bamyaknya program yang dilakukan untuk menghapus stikma buruk lokasi kelurahan Datuk Laksamana sebagai lokasi peredaran narkoba tidak ada artinya tanpa ada followup dari program yang ada dan Goro kali ini sangat pas untuk terus mengubah hal tersebut, kata Zul AS.
Pada kesempatan ini juga Walikota Dumai H Zulkifli AS menghimbau masyarakat untuk menanam bunga  di setiap rumah minimal tiga atau empat pot. 
“Pemko Dumai telah merubah Kampung falam menjadi Kampung Wisata, adanya taman dan hutan mangrove yang ada di sekitar sini merupakan objek wisata baik lokal maupun dari luar daerah, dengan adanya wisata disini akan tumbuh warung-warung masyarakat untuk meningkatkan tarap ekonomi masyarakat,”tutup walikota
Sementara itu Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Andrian Siagian mengajak masyarakat untuk sama-sama meningkatkan budaya kita yaitu gotong royong. Dimana dulunya disini dianggap kampung yang dinilai negatif,  sekarang kita bersama-sama untuk merubahnya. 
“Pemerintah Kota Dumai telah berupaya membangun taman, mari tanaman yang sudah ada ini kita rawat sehingga tanaman yang ada akan menjadi tumbuh subur. Saya mengharapkan kegiatan ini terus kita lakukan bersama-sama TNI,  Polri, Pemko Dumai dan Masyarakat,”Ujar Dandim
Adapun personel yang terlibat Anggota Kodim 0320 Dumai, Lanal Dumai,  Den Arhanud 004, Sub Denpom I/3-1, Minvetcad 1/23, Polres Dumai,  Satpol PP,  Dinas PU & Penataan Ruang,  Dinas Lingkungan Hidup,  Menwa STIA Lancang Kuning,  SMK Perikanan dan Masyarakat berjumlah 200 orang. (hms)**

* Gelar Launching Logo MTQ

DUMAI- Untuk yang kedua kalinya, Kota Dumai menjadi tuan rumah Musabakoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau. Setelah sebelumnya menjadi tuan rumah di tahun 2006 silam, di tahun 2017 ini kembali menggelar iven sama.

Memeriahkan pergelaran MTQ ke-36 tingkat Provinsi Riau tahun 2017/1439 H. Dilaksanakan launching Logo MTQ Provinsi Riau di Pendopo Sri Bunga Tanjung, Kota Dumai, Jum’at (29/9).  Prosesi peluncuran dilakukan langsung oleh Walikota Dumai bersama perwakilan dari Kabupaten/Kota di Riau dan perwakilan Pemerintah Provinsi Riau.


Walikota Dumai, Zulkifli AS mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau. Apalagi ini adalah kedua kalinya Dumai menjadi Tuan Rumah ajang MTQ tingkat Provinsi Riau. Sebelumnya, Dumai dipercaya sebagai tuan rumah pada tahun 2006 silam. 

“Akhirnya kami dipercaya kembali sebagai tuan rumah. Tentu kami akan mempersiapkan diri dengan baik,” terang Zul AS lewat sambutannya.

“Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan namun amanah dan beban yang besar bagi kita untuk mensukseskan acara ini. Perlu kerjasama dari masyarakat dan pihak terkait untuk menyukseskan iven yang diikuti oleh seluruh perwakilan kabupaten/kota di Provinsi Riau,” tambah Zul As.

“Mari kita jadikan MTQ kali ini sebagai ajang berkompetensi anak anak Riau dan tidak lagi mengambil qoriah dan qoriah impor. Bukan juara yang kita cari namun bagaiamana dengan MTQ ini kita membumikam Alquran di negara kita ini. Juara adalah anugrah namun bagaimana kita berkompetisi dengan jujur dan baik dan memberikan kesempatan sebesar besarnya bagi anak tempatkan untuk mewakili daerah mereka di MTQ kali ini,” harap walikota Dumai.


Kegiatan kali ini tidak akan dilakukan dengan semarak namun bagaimana kegiatan lomba baca alquran ini dapat berjalan.Mohon doa dandukungan karena kerja ini sangat abstrak.

Kita ingin kafilah kafilah peserta MTQ akan kita tempatkan di perumahan chevron yang saat ini kosong dan kita masih melakukan koordinasi, kata Zul As.


Sementara itu Asisten I Setda Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan bahwa sejumlah evaluasi sudah dilakukan pada serangkaian penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Riau. Seperti menyepakati Pesta MTQ tidak digelar Pesta Kembang Api. Lalu sepakat untuk tidak menggunakan para Qari dan Qari’ah dari luar Provinsi Riau pada ajang tahunan ini.

Hal ini merupakan evaluasi dari serangkaian MTQ tingkat Provinsi Riau yang sudah digelar. Sebab banyak dari Qari dan Qari’ah utusan kabupaten/kota berasal dari luar Riau. Kehadiran mereka tidak lepas dari keinginan masing-masing daerah mengejar prestasi di ajang MTQ.

Maka dalam waktu dekat bakal diluncurkan Qur’an Centre di Provinsi Riau. Sebagai satu lokasi pembinaan para Qari dan Qari’ah dari kabupaten/kota di Riau. “Kita tentu menginginkan Kafilah yang tampil adalah Putra dan Putri Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Dumai, Muhammad Nasir menyebut bahwa logo ini dirancang sesuai usulan dari masyarakat Dumai. Lalu logo ini diperlihatkan kepada Panitia MTQ di Provinsi Riau, ternyata yang dipilih adalah logo tersebut. “Awalnya ada dua rancangan berbeda, tapi akhirnya dipilih yang kita luncurkan kali ini,” terang Nasir.(ijan/hms)

Dumai- Walikota Dumai H. Zulkifli As menghadiri pelantikan baru pengurus Himpunan penyedia barang dan jasa (Hipebaja) dilingkungan Pertamina RU II Dumai, Kamis (28/9) di ballroom Hotel Comfort Dumai.
Tidak hanya menghadari prosesi pelantikan namun orang nomor satu Kota Dumai yang juga diangkat sebagai pembina organisasi juga melantik secara baru pengurus Hipebaja baru masa bakti 2017-2020.

Pada sambutannya Walikota Dumai H. Zulkifli As mengaku sangat mengapresiasi keberadaan Hipebaja Kota Dumai. “Atas nama pemerintah Kota Dumai saya memberikan apresiasi pada Hipebaja Dumai karena meski terjadi alih kepemimpinan kondisi organisasi tetap kondusif dan baik,” katanya.

“Organisasi ini penting karena dengan organisasi yang sehat maka bisah meningkatkan kopetensi anggota baik secara internal anggota maupun luar anggota organisasi dalam bekerja dan memberikan yang terbaik pada pengguna jasa,” tambah Zul As.


Diharapkan pemakai jasa akan senang dengan apa yang kita selaku pemberi jasa berikan ditengah persaingan antara anggota maupun perusahaan lainnya, harap Zul As. 

” Hipebaja sudah mampu menciptakan iklim yang baik dan kondusif sehingga tidak ada riak dari dalam organisasi. Pengurus yang baru harus bisa menjembatani antar kepentingan anggota dan perusahaan pengguna jasa serta pihak terkait. Jangan hanya mengurus kepentingan pengurus saja tapi kepentingan anggota juga harus dibantu,” tegasnya.

Pengurus yang baru saja dilantik agar dapat bekerjasama dan bersinergitas dengan Pertamina selaku pengguna jasa maupun pihak lainnya. Selamat kepada pengurus baru yang baru saja dilantik, ujar Walikoa Dumai mengakhiri sambutannya.(dto/hms)

DUMAI – Menjadi salah satu bandara yang mulai sibuk dengan kegiatan transportasi udara, Bandara Pinang Kampai akan dilakukan pengembangan kawasan dan peningkatan fasilitas publik bersama Pertamina RU II dalam rangka peningkatan pelayanan jasa transportasi udara. Hal itu dikatakan langsung oleh walikota Dumai H. Zulkifli AS.
Menurutnya, sejumlah kesepakatan pemerintah dan pertamina diantaranya, meningkatkan fasilitas publik di bandara dan menambah panjang landas pacu pesawat serta memperluas areal parkir pesawat.
“Antara pemerintah dan pertamina sudah disepakati bahwa pertamina siap meningkatkan fasilitas publik bandara dan infrastruktur penting lain,” kata Zulkifli belum lama.
Rencana perluasan itu, lanjutnya, mengingat perkembangan penerbangan komersil semakin membaik di bandara itu, dan perluasan areal parkir pesawat agar bisa disinggahi lebih banyak pesawat terbang.
Pemerintah Dumai, lanjutnya, mendukung penuh rencana peningkatan fasilitas dan pengembangan kawasan di Bandara Pinang Kampai karena memiliki prospek bagus dan potensi bisnis.
“Keberadaan bandara akan menguntungkan dumai karena posisi strategis dan menjadi pilihan utama masyarakat serta pelaku bisnis dalam pelayanan transportasi udara, dan diharapkan secepatnya terealisasi,” sebutnya.
Ditambah lagi keberadaan belasan pabrik perusahaan industri skala besar menengah beroperasi di bagian pesisir pantai Dumai sehingga bandara sangat mendukung mobilitas pelaku usaha.
Data Otoritas Bandara PK, jumlah kunjungan penumpang pesawat terus meningkat dan mulai banyak diminati masyarakat, dengan rata-rata mencapai 200 orang per hari, dan dilayani tiga maskapai, yaitu Trans Nusa, Wings Air dan Pelita Air dengan rute Dumai-Jakarta, Dumai-Pekanbaru, Dumai-Medan dan Dumai Batam pulang pergi.(hms)

Dumai- Menciptakan Kota Dumai tertib administrasi kependudukan yang dinilai sangat penting dalam menentukan arah pembangunan, Pemerintah Kota Dumai menggelar sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan bagi ketua RT se-Kota Dumai, Rabu (27/9/2017)
Melihat peran ketua Rukun Tetangga (RT) yang merupakan garda terdepan pemerintah dan dinilai dapat menjembatani hubungan dan kepentingan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk dalam pendataan tertib administrasi penduduk maka Pemko Dumai melalui Dinas Pendudukan dan cacatan sipil memilih untuk memberikan pembekalan administrasi kependudukan kepad ketua RT yang nantinya diharapkan dapat diimplementasikan ditengah masyarakat.

Pada sosialisasi kali ini pihak RT diberikan pemebekalan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kependudukan, terlebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungannya, dimana prosedur dan mekanisme harus benar-benar diperhatikan sehingga memudahkan masyarakat dalam mengurus segala sesuatunya mengenai administrasi kependudukan ini.

Dalam sambutan Walikota Dumai yang diwakili oleh Asisten I Walikota Dumai, Hamdan Kamal menyampaikan selaku Pemerintah Kota Dumai sangat mendukung dilaksanakannya sosialisasi ini apalagi sosialisasi ini dilaksanakan khusus untuk RT yang memang berada di Garda paling depan dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan.

“Oleh karenanya saya menekankan dan menghimbau para peserta sosialisasi Untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sebagaimana dimaklumi bahwa kebijakan kependudukan tidak akan pernah lepas dari kegiatan administrasi secara luas. Oleh karenanya administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penertiban dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi penduduk serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

“Maka dari itu gunakan sosialisasi ini sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan akan seluk beluk kebijakan kependudukan yang mantap sehingga masyarakat penerima layanan nantinya akan merasa puas dan sekaligus mengerti arti penting dan arah kebijakan kependudukan yang baik,” ungkap Hamdan Kamal tutup pidatonya.

Selain itu Kadisdukcapil Kota Dumai, Suwardi menjelaskan bahwa pembahasan sosialisasi ini menyangkut permasalahan umum seperti proses pelayanan masyarakat yang memerlukan dokumen dokumen kependudukan, baik yang menyangkut pendaftaran penduduk maupun yang menyangkut pencatatan sipil. 

“Untuk itulah dengan adanya sosialisasi ini paling tidak ketua RT yang ada di Kota Dumai mengetahui prosedurnya seperti apa, persyaratan dan pelayanan masyarakat seperti apa, bahwa ada sanksi sanksi jika yang mereka lakukan itu melanggar aturan,” Ujarnya Suwardi.
Disdukcapil Kota Dumai menghadirkan dua orang narasumber yakni Plt. Kasubdit Fasilitasi Pencatatan Pewarganegaraan, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ati Kadarwati SH, MH dan Kasi Pindah Datang Antara Negara Direktorat Pendaftaran Penduduk, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Suwandi. (alwi/hms)