DUMAI- Di momen Ulang Tahun Riau ke 60 yang jatuh pada tanggal 9 Agustus ini tersemat sejumlah harapan dari Walikota Dumai H. Zulkifli As. Zulkifli AS berharap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dumai segera disahkan.

Bahkan sempat terbesit dipikiran orang nomor satu Kota Dumai ini kalau RTRW Riau menjadi kado ulang tahun masyarakat Riau termasuk Kota Dumai. Meski hal itu tidak terwujud namun Zul AS biasa akrab disapa tetap berharap permasalahan RTRW Riau cepat terwujud. Apalagi sejumlah proyek nasional dikerjakan melintasi Dumai. 

Seperti Jalan Tol Dumai- Pekanbaru dan pembangunan Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) Regional Dumai, Bengkalis dan Rokan Hilir. "Awalnya kita berharap bisa disahkan bulan ini, tapi harus menunggu lagi," ulas Zul AS dalam Teleconference dengan Gubernur Riau, Rabu di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Dumai.

Diakuinya, kedua program nasional ini adalah prioritas dalam pembenahan infrastruktur. Apalagi masyarakat butuh akses jalan dan air bersih, sebab menjadi kebutuhan mendasar. "Kita tentu siap bersinergi dan mendukung program pembangunan bersama Pemerintah Provinsi Riau. Terutama untuk program pembenahan infrastruktur," ujar Zul AS.

Terkait pembangunan SPAM Regional, tidak ada kendala. Sedangkan untuk program pembangunan jalan tol diakuinya masih terkendala lahan. Total ada 180 km lahan yang hendak dibebaskan, ada 40 km yang masih terkendala.

Di antaranya disebabkan kepemilikan ganda, lalu ada lahan yang diketahui pemiliknya ternyata masuk kawasan hutan. Lalu sebagian lagi ada yang masuk HPH. "Intinya bakal diganti rugi lahan yang jelas pemiliknya," terang Zul AS.

Selain itu, Zul AS mengakui bahwa pemerintah provinsi sudah cukup besar memberi perhatian kepada Kota Dumai dengan menggelontorkan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu). Terutama di sektor kesehatan dan pendidikan. 

"Sekitar Rp100 miliar lebih dana provinsi masuk di Kota Dumai. Baik itu untuk penganggaran pembangunan fisik, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Kita berterima kasih kepada Gubernur Riau yang sudah menempatkan anggaran provinsi untuk Kota Dumai," pungkasnya.(hms)**

Dumai- Pemerintah Kota Dumai melaksanakan Apel HUT Provinsi Riau ke-60 tahun 2017, pada Rabu (9/8/2017) pagi di halaman Lapangan Kantor Bersama Jalan H.R.Soebtantas Kota Dumai.

Asisten I Walikota Dumai, Hamdan Kamal selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Gubernur Riau. Dalam sambutannya Gubernur mengajak seluruh masyarakat Provinsi Riau untuk membenahi dan meluruskan yg kurang dan salah, lalu memantapkan dan meningkatkan program pembangunan di Provinsi Riau untuk mengangkat marwah negeri yg gemilang dan terbilang. 

Sejalan dengan visi Riau 2020 yakni “Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin di Asia Tenggara Tahun 2020”.

Kepada segenap jajaran pemerintah Provinsi Riau, seluruh pemerintah kabupaten/kota seprovinsi Riau dan masyarakat Riau secara luas mari kita mempersiapkan dan melakukan langkah langkah nyata untuk meraih keberhasilan, kemajuan Provinsi Riau pada masa sekarang dan masa yg akan datang. 

Ditempat lain Walikota Dumai, H. Zulkifli As saat diwawancarai menyampaikan ribuan doa dan harapan terbaik bagi Provinsi Riau khususnya Kota Dumai. 

“Agar seluruh pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik, termasuk penyelesaian RTRW,” harap Walikota.

Usai pelaksanaan Apel HUT Riau, Walikota didampingi seluruh unsur Forkompimda melakukan Video Teleconference bersama Gubernur Riau. (Alwi)

Dumai- Walikota Dumai H. Zulkifli AS melepas 24 kontingen pramuka kwartir cabang Dumai yang akan mengikuti Raimuna Nasional (Rainas) ke XI di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (8/8) di gedung Media Center.

Rencananya ajang adu prestasi antar pramuka se Indonesia ini akan berlangsung selama sepekan mulai 13 sampai 21 Agustus 2017 mendatang. Pembukaan Rainas ini sendiri akan dilaksanakan pada 14 Agustus mendatang.

24 kontingen pramuka Dumai ini terdiri dari 12 orang putra dan 12 orang putri yang terdiri dari tingkatan penegak dan pandega.

Walikota Dumai H. Zulkifli As mengatakan meski pelepasan kali ini dilakukan dengan sederhana namun dengan doa orang tua yang hadir diacara ini, pembina dan masyarakat Dumai akan mendapat prestasi yang diharapkan.

"Ingat kalian kontingen ini membawa nama Dumai jadi tolong baik nama Dumai dan ukir prestasi diacara tingkat nasional agar nama Dumai lebih dikenal lagi. Selain itu jaga diri dan keselamatan serta jaga kekompakan selama berada di acara dan diperjalanan menuju bumi perkemahan Cibubur," kata Zul As.

"24 kontingen ini adalah anak anak yang terpilih dari sejumlah seleksi yang awalnya berjumlah 70 orang. Mereka yang terpilih untuk membawa nama Dumai dan diharapkan dapat meraih prestasi. Bisa berkumpul ditingkat nasional itu merupakan hal yang luar biasa mari kita doakan anak anak kita agar mendapat yang terbaik," tambahnya.

Rencananya kontingen Dumai ini menuju Pekanbaru dan berkumpul dengan kontingen lainnya yang ada di Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Riau. Mewakili Provinsi Riau mereka akan berangkat bersama menuju Cibubur menggunakan jalur darat.(hms)**

Pemko Dumai Taja Seminar Penetapan Hari Jadi Kota Dumai

Dumai- Tepat 18 tahun yang lalu ditetapkan dan dituangkan dalam peraturan daerah (Perda) dan bahkan sudah 18 kali dirayakan namun hingga saat ini tanggal pasti kelahiran Kota Dumai yang patut dirayakan masih menjadi polemik dan terus menjadi pembahasan disebahagian masyarakat ketika momen hari ulang tahun (HUT) Dumai tiba.

Carut marut antara tanggal 20 atau tanggal 27 April  sebagai hari lahirnya Kota Dumai yang diyakini sebagai hari lahirnya kota Dumai oleh sejumlah kelompok masyarakat hingga saat ini masih belum ditemukan solusinya.

Tidak ingin terus larut dengan permasalahan yang ada Pemerintah Kota Dumai melalui bagian hukum melaksanakan seminar penentuan hari jadi Kota Dumai yang dilaksanakan Senin (7/8) di ballroom hotel Comfort.

Walikota Dumai yang diwakili pejabat harian Sekdako Hamdal Kamal dalam sambutannya mengatakan Kita semua maklum bahwa sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau. Untuk mengetahui kejadian di masa lampau itu, kita dapat mempelajari dari bukti-bukti yang ditinggalkan, baik yang berupa bukti material (fisik) maupun non material (non fisik), ataupun melalui sumber tertulis maupun tak tertulis sehingga kita dapat memberikan arti atau makna terhadap tindakan-tindakan manusia sebagai suatu sitem sosial di kelampuan dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan di tempat tertentu pula.

"Kita sadari ditahun 1999 tepatnya di bulan April  merupakan rekam jejak sejarah yang tidak bisa kita lupakan. Kota Dumai telah ditetapkan sebagai Daerah otonom yang mempunyai hak, wewenang dan kewajiban mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

"Namun, kita pun menyadari bahwa sejak diundangkannya Undang-Undang nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai, hingga saat ini Kota Dumai belum memiliki Peraturan Daerah yang mengatur secara de Jure mengenai tanggal peringatan Hari jadi Kota Dumai," kata Handal Kamal.

Dalam menyikapi hal ini, pemerintah mengambil langkah kongkrit dengan menyiapkan draft Rancangan Peraturan Daerah Hari Jadi Kota Dumai yang diajukan kepada DPRD Kota Dumai untuk sama-sama dibahas dan disahkan nantinya. 


Langkah ini diambil untuk memenuhi azas kepastian hukum dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah serta merefleksikan kepentingan sejarah, sosial dan budaya di Kota Dumai.

Dalam seminar kalu ini pemerintah Kota Dumai menghadirkan sejumlah tokoh tokoh masyarakat, anggota DPRD, narasumber dari Universitas Gajah Mada dan sejumlah narasumber lainnya guna merumuskan kepastian hari jadi Kota Dumai.

Sempat terjadi hujan instruksi dari sejumlah tamu undangan dalam seminar kali ini, Hasbi salah satu praktisi hukum Kota Dumai menyatakan dirinya secara hukum meyakini HUT Kota Dumai tepatnya dirayakan pada tanggal 20 April.

"Secara yuridis hukum yang sudah ditetapkan dan di undangkan sertav ditandatangani oleh presiden Indonesia yakni BJ. Habibie Dumai disahkan menjadi kota berpisah dari Kabupaten Bengkalis adalah tanggal 20 April jadi seharusnya Ulang tahun Dumai diperingati setiap tanggal 20 April," katanya.

Tanggal 27 yang selama ini kita peringati sebagai ulang tahun Dumai merupakan acara seremonial dan diangkatnya walikota Dumai pertama bukannya tanggal ditetapkannya Dumai berdisiplin sendiri lepas dari Kabupaten Induk, tambahnya.

Sementara itu Timo Kipda salah seorang tokoh masyarakat Dumai mengatakan ada 3 opsi yang bisa dijadikan sebagai hari kelahiran Kota Dumai diantaranya adalah tanggal 20 dan 27 April.

"Kita tidak harus lebih fleksibel dan tidak perlu monoton dalam pembahasan kali ini. Sebenarnya tidak ada polemik terkait permasalahan hari Kelahiran Kota Dumai ini, ini hanya sekelompok orang yang ingin mencari kepastian tentang kelahiran Kota Dumai dengan pemahaman mereka masing masing," tambah Timo.

Ditambahkan ketua DPD Golkar Kota Dumai ini " kita tidak alergi dengan permasalahan ini, mari kita bahan permasalahan kelahiran Dumai ini dengan baik dan jangan sampai harus berulang kali. Saat ini kita ditengah keterbatasan anggaran dan untuk melakukan pembahasan ini dan diundangkan memerlukan biaya," katanya.

Dengan nantinya ada perubahan tentu harus dilakukan lagi pembahasan di DPRD dan banyak harus yang dilakukan perubahan mulai dari lambang daerah dan Perda nomor 1 Kota Dumai yang menerangkan tentang kota Dumai dan aspek lainnya di Dumai dan ini membutuhkan biaya besar sehingga kedepannya masalah ini jangan berlarut larut, urai Timo.

Hingga berita ini dirilis seminar hari jadi Kota Dumai masih berlangsung sengit, para tamu undangan saling melontarkan instruksi dari peserta seminar dengan asumsi dan keyakinan mereka masing masing.(hms)**

BATAM – Walikota Dumai, Drs. H. Zulkifli AS, M.Si beserta istri didampingi oleh Bupati Kab. Pelalawan HM. Harris, Wakil Ketua DPRD Prov. Riau, Ketua DPRD Kota Dumai beserta istri, Kakan Kemenag Kota Dumai, sejumlah Anggota DPRD Kota Dumai, Asisten I, dan beberapa orang Kabag dilingkup Setdako Dumai serta Ketua LAMR Dumai mengikuti acara pemberangkatan jemaah calon haji Kota Dumai yang dilaksanakan di gedung Asrama Haji Batam. Sabtu (05/08/2017).

Dalam sambutannya Ketua PPIH Batam menyampaikan bahwa Kota Dumai tergabung dalam Kloter 7, bersamaan dengan jemaah dari Kab. Pelalawan yang berjumlah 210 orang, Kab. Rokan Hulu berjumlah 13 orang, Kab. Kuantan Singingi berjumlah 6 orang, Kab. Inderagiri Hilir berjumlah 4 orang, Kab. Kampar berjumlah 4 orang.

Bertolak dari bandara Hang Nadim pada pukul 23.10 WIB, diperkirakan Kloter 7 akan sampai di Madinah pukul 04.00 subuh. Dijadwalkan kembali ketanah air pada tanggal 14 September 2017.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Kepri dan Provinsi Riau atas layanan yang sangat baik bagi jemaah kami dari Kota Dumai. Semoga hal ini akan terus berjalan semakin baik lagi kedepannya”, demikian Wako Dumai memulai sambutannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa selama ditanah suci nanti para jemaah hendaknya menjaga kesehatan karena perbedaan cuaca yang sangat tajam dengan tanah air. Selain itu, kekompakan antara jemaah serta tetap menjaga kesopanan dan etika ketimuran merupakan pesan yang disampaikan Pak Zul AS dalam sambutan singkat beliau.
“Hal ini saya anggab penting, karena para jemaah sekalian adalah duta-duta bangsa. Oleh karenanya, mari, kita tunjukkan keramahan khas Indonesia selama bapak ibu beribadah di Tanah Suci”, sambung beliau sambil mendo’akan haji mabrur kepada seliruh jemaah calon haji. (hms/budi/Tmy).

JAKARTA – Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo. SE menerima langsung Sertifikat penghargaan Adipura yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Auditorium Manggala Wanabakti Kementerian lingkungan Hidup dan kehutanan Jakarta pusat  pada Rabu 2Agustus 2017 pukul 21: 00 Wib

Pemberian penghargaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut adalah sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, sekolah, dan para Pemerintah Daerah atas aksi nyata pelestarian lingkungan hidup dan hutan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan lima jenis penghargaan bidang LHK pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 di Jakarta. Penghargaan tersebut terdiri dari 10 Kalpataru, 16 Adipura, 6 Adipura Kencana, 24 Adiwiyata, dan 9 Nirwasita Tantra. 

Wawako mengatakan "Alhamdulillah, Semoga kedepan Kota Dumai Akan terus meningkatkan kinerjanya dalam bidang kebersihan dan tatanan kota yang lebih baik, namun butuh kerjasama semua pihak. Saat salaman menerima sertifikat, ibuk Menteri Siti Nurbaya  bertanya kepada Wawako tentang kondisi kabut asap yang terus beliau pantau,  karena sehubungan dengan kondisi cuaca akan memasuki musim panas diharapkan kita bersama pemerintah daerah dan masyarakat Dumai khususnya menjaga lingkungan kita agar bebas dari kebakaran lahan dan hutan"

Sebelumnya, Menteri Siti nurbaya menyampaikan  dalam sambutannya "Lingkungan adalah salah satu bagian terpenting dari bumi ini. Sebagai salah satu bagian dari bumi, lingkungan sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Selain itu, tanpa adanya lingkungan yang asri dan terawat semua makhluk hidup akan kesulitan untuk hidup karena lingkungan adalah salah satu tempat hewan-hewan tinggal dan sumber untuk mencari makan, disisi lain lingkungan yang penuh dengan pepohonan dan tumbuhan dapat mengurangi adanya bencana alam.

Tuhan yang maha esa menciptakan bumi dengan alam yang indah. Akan tetapi lingkungan alam saat ini dalam keadaan yang meperihatinkan karena banyak lingkungan yang rusak karena ulah manusia itu sendiri. Di Indonesia saja setiap tahunnya kerusakan hutan selalu bertambah karena ulah manusia untuk berupaya memenuhi kebutuhannya sediri dan juga ekonomi nya.

Dalam kesempatan ini, penghargaan disampaikan langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, disaksikan oleh Presiden RI. Joko Widodo. Pemberian penghargaan pertama kali diberikan kepada 24 sekolah penerima Adiwiyata Mandiri oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya 

Acara dihadiri oleh Menteri Siti Nurbaya,  Menteri Pariwisata, pejabat eselon satu kementrian KLH, dan beberapa Gubernur, Bupati serta Walikota yang menerima penghargaan. (hms/izn).

Tanjung Penyebal – Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si bersama DANDEM 0320 Dumai Letkol (Kav) Rendra Siagian dan Plt. Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadiyono panen raya padi menggunakan mesin panen padi combine havester kecil di Kelurahan Tanjung Penyebal Kecamatan Sungai Sembilan. Rabu (02/08/2017).

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Dumai ini juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani kota dumai berupa 4 unit mesin pemanen padi atau combine havester kecil. Alat ini dapat digunakan petani untuk memudahkan proses panen, salah satu penerima bantuan tersebut yaitu Kelompok Tani Tunas Harapan Kelurahan Tanjung Penyebal.

Selain itu, wako juga menyerahkan batuan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) 2 unit, Hand Traktor 15 unit, Pompa Air 15 unit, Traktor Roda Empat 2 unit dan Rice Transplanter 2 unit. Kemudian alat dan mesin pertanian Hang Traktor 6 unit, Cultivator 2 unit.

Bantuan tersebut diperoleh dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai untuk pengembangan padi inbrida lahan kering seluas 1000 Ha, pengembangan kacang tanah 30 Ha, pengembangan padi intensifikasi padi palawija 50 Ha dengan tujuan untuk meningkatkan swasembada pangan kota dumai.

Wako berharap, semua bantuan dapat dimanfaatkan kelompok tani sebagaimana mestinya, agar dapat mempermudah dan efisiensi biaya serta waktu saat panen padi. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, petani juga harus berkembang, tak lupa juga wako berpesan untuk menjaga alat tersebut sebaik-baiknya agar nantinya alat tersebut dapat dipergunakan dalam waktu panjang.

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan Pemerintah Kota Dumai guna untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tentunya hal ini harus kita tingkatkan. Saya ingin hasil panen tahun ini maksimal, swasembada pangan tercapai dan petani kita sejahtera," ungkap wako

Wako juga meminta agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai ikut memantau perkembangan para petani, bahu membahu membuat inovasi agar petani kota dumai maju dan sejahtera. Satuan terkait harus terjun ke lapangan, meninjau dan menyerap aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi petani.

"Tidak bisa dipungkiri, permasalahan yang dihadapi petani masih banyak. Mulai dari pupuk, air, hama, penyakit dan lainnya. Tentunya mereka butuh pendampingan dan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani," tegasnya.
 
Kemudian Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si juga memberikan ucapan terima kasih kepada Dandim 0320 Dumai beserta seluruh jajaranya atas bantuan kepada para petani baik fisik maupun moril serta semangat juang yang tinggi membangkitkan semangat para petani semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud. Tutup Wako (dam/hms). 

Dumai- Menjawab solusi dalam mengatasi masalah Pencemaran di Kota Dumai khususnya kawasan pesisir pantai, Walikota Dumai akan membentuk tim pencemaran lingkungan dengan melibatkan instansi terkait mulai dari Pemko Dumai, Polisi, KSOP, Kejaksaan dan sejumlah instansi yang berkompeten.

 Komitmen pembentukan tim penanggulangan bencana ini langsung disampaikan oleh Walikota Dumai H. Zulkifli AS dalam rapat lintas sektoral terkait permasalahan tumpahan sterin yang berlangsung di kantor Pelindo Dumai, Selasa (1/8).

"Kita harap ini menjadi yang terakhir kalinya terjadi pencemaran laut Dumai dengan tumpahan CPO dan turunnya dan pihak perusahaan harus memperhatikan semuanya agar lingkungan Dumai tetap terjaga dengan baik," ujarnya.

Dikatakan Zul As nantinya tim ini akan lebih seperti lebih seperti forum untuk saling mengingatkan dalam mengatasi permasalahan lingkungan di Kota Dumai ini lagi.

" Tim gabungan ini nanti akan lebih mencari solusi mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan mulai dari penerapan standar operasional perusahaan hingga ke penegakan hukum," ujarnya.

"Sebenarnya pencemaran yang lebih berbahaya adalah yang kita hisap setiap hari yaitu asap yang dikeluarkan oleh perusahaan selama menjalankan aktifitas. Makanya saya saran untuk perusahaan menggunakan gas yang ramah dengan lingkungan dan akan menciptakan green lingkungan sesuai harapan kita bersama," pungkasnya.(hms)**