Dumai- Usai memimpin upacara detik detik Proklamasi Republik Indonesia ke-72, Walikota Dumai H. Zulkifli AS beserta istri Hj. Haslinat Zulkifli AS dan unsur Forkopimda Kota Dumai menghadiri perayaan HUT RI di Rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II B kota Dumai, Kamis (17/8).

Dalam kesempatan tersebut walikota Dumai secara simbolis juga menyerahkan dokumen remisi kepada 4 orang warga binaan Rutan Dumai yang mewakili 606 orang napi yang juga ikut memperoleh remisi.

“Remisi HUT RI ke72 ini merupakan hadiah bagi warga binaan yang memang sudah ditunggu tunggu untuk mengurangi masa hukuman yang mereka terima,” ujar Zul AS.

Dikatakannya ” Selamat kepada warga binaan yang mendapatkan remisi pada HUT RI tahun ini dan kepada tahanan yang dapat remisi langsung bebas agar nantinya tidak lagi mengulangi perbuatannya saat berada di luar. Cari kerja yang baik untuk memenuhi kebutuhan hidup,”.

Sementara itu Kepala Rutan Dumai Edi Mulyono mengatakan pada perayaaan HUT RI 72 kali ini, sebanyak 606 warga binaan menerima remisi umum, empat diantaranya menerima bebas murni.

Selain 4 warga binaan yang mendapat remisi bebas lanjutnya menjelaskan, sebanyak 602 warga binaan lainnya mendapatkan masa potongan hukuman mulai 1 hingga 5 bulan.

“Sementara itu sebanyak 236 SK warga binaan yang mendapatkan remisi telah dikeluarkan, dan sisanya akan menyusul,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk saat ini Rutan Dumai telah menampung sebanyak 923 warga binaan yang dinilai sudah over kapasitas, dimana daya tampung hanya sebanyak 256 warga binaan. 

Usai menyerahkan remisi Walikota Dumai beserta istri, Unsur Pimpinan DPRD Dumai dan Forkompida menyaksikan hasil karya seni dan pertanian warga binaan Rutan Dumai.

Walikota Dumai juga sempat mencoba kursi yang terbuat dari bambu hasil kerajinan para warga binaan Rutan kelas II B Dumai.(hms)

Dumai- Dipusatkan di lapangan kantor Walikota Dumai, upacara peringatan detik-detik proklamasi HUT RI ke 72 di Kota Dumai, Kamis (17/8)berlangsung khidmat. Rangkaian demi rangkaian acara berlangsung dengan baik tanpa ada halangan.

Walikota Dumai H. Zulkifli AS bertindak sebagai Inspektur (Irup) pada upacara yang dihadiri oleh wakil walikota Dumai Eko Suharno, unsur Pimpinan DPRD Dumai, unsur Forkopimda dan mantan wakil walikota yang pernah memimpin Kota di pantai timur Sumatra ini.

Dalam sambutan Gubernur Riau yang dibacakan Walikota Dumai pada Upacara Bendera Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017 menyampaikan makna yang dalam dari peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ini telah membawa dampak perubahan bagi anak bangsa menjadi lebih baik. 

“Bentuk kesolidan dan keutuhan yang kita pegang bersama-sama telah terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. 

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 72 ini mengangkat tema ”Indonesia Kerja Bersama”. Sejalan dengan tema tersebut mengajak kita untuk saling membantu dalam suatu lingkup tatanan budaya gotong royong yang telah membudaya di negeri kita,” ucap Walikota Dumai.

Lebih lanjut disampaikan orang nomor satu di Kota Dumai, saat ini budaya gotong royong nyaris hilang di tengah-tengah masyarakat kita. Hal ini disebabkan tingginya “keegoan” kita dan juga sikap saling menghujat satu sama lainnya di media sosial. 

“Hal tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Besarnya pengaruh budaya asing yang masuk ke negeri kita tidak dapat terbendung lagi. Begitu juga maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang yang telah merusak mental anak bangsa. Bahkan Bapak Presiden RI, Joko Widodo telah mencanangkan “perang” terhadap narkoba. Begitu pun halnya dengan maraknya radikalisme, dan juga munculnya isu-isu sara yang dihembuskan dari pihak yang tak bertanggungjawab. Inilah tantangan bagi kita semua untuk bersatu padu dengan mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Selama kurun waktu 72 tahun, bangsa Indonesia telah mengalami berbagai transisi dinamika pembangunan yang telah menunjukan hasil menggembirakan. Begitu juga yang dialami Provinsi Riau yang beberapa waktu lalu merayakan Hari Jadi yang ke 60. 

“Dengan membangun basis budaya yang telah mendarah daging dalam tunak kemelayuan, mengangkat marwah lebih terhormat dan berwibawa dalam “Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas”, 

Dengan mencanang visi Riau 2020, yakni mewujudkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara harus dapat kita capai dengan bekerja bersama-sama antar kelompok, dan golongan untuk membangun negeri Melayu yang telah lama mengakar di negeri ini untuk mencapai kegemilangan diibaratkan dengan pepatah Melayu kuno, yaitu “membangkitkan batang terendam”, dengan bersama-sama mengangkat kembali kebudayaan Melayu yang berintegritas,” jelas Walikota Dumai.

Kemerdekaan RI yang kita peringati saat ini bukanlah suatu pajangan belaka yang dapat tanpa perjuangan dan pengorbanan. Akan tetapi, kemerdekaan ini merupakan hasil usaha dan doa anak bangsa agar terlepas dari belenggu penjajahan. Kemerdekaan ini juga merupakan sebuah karunia Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain diatas muka bumi ini.

“Menjadi negeri yang berdaulat dan berwibawa harus kita wujudkan kepada seluruh anak bangsa. Tekad yang kuat dan usaha yang tak kenal lelah, menjadi suatu keniscayaan bagi kita untuk terus bangkit dalam keterpurukan. Kita tahu, perjalanan bangsa ini belum usai, namun kita banyak terlena dengan angan-angan yang hampa setiap saat menghampiri,” ucapnya.

Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada Triwulan II tahun 2017 dengan Migas sebesar 2,82 % dan dengan non Migas 4,86 %, berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,02 %. Namun pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau ini naik dibandingkan tahun 2016 yang hanya 2,23 %.

“Banyaknya hambatan pembangunan di Provinsi Riau saat ini dibarengi dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi turunnya harga migas yang diikuti fluktuatifnya harga komoditas utama di Provinsi Riau, yaitu kelapa sawit. Sementara itu, di tengah terhambatnya legalisasi perizinan akibat belum disahkannya secara legal formal RTRW Provinsi Riau, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) se-Indonesia berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2016, Provinsi Riau masih berada di peringkat sepuluh besar dengan total realisasi investasi sebesar Rp. 18,51 Trilyun. Jumlah tersebut sudah mencapai target 100,05% dari target yang diberikan oleh BKPM. Dan di tahun 2017, kita diberikan target investasi oleh BKPM RI sebesar Rp. 20,3 Trilyun atau meningkat sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun 2016,” jelas Walikota menyampaikan amanat Gubernur Riau.

Kemeriahan peringatan HUT RI ke72 di Kota Dumai juga terlihat dengan aksi drama, tari dan pertunjukan lainnya yang diisi oleh pemuda pemudi Kota Dumai.(hms)**

Dumai – Setelah menjalani sejumlah seleksi dan proses pengemblengan yang ketat, pemerintah Kota Dumai mengukuhkan 35 orang pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Republik Indonesia tahun 2017.

35 anggota Paskibraka yang terdiri dari 18 putra dan 17 putri ini merupakan putra putri Dumai terpilih yang nantinya akan bertugas sebagai pengibar bendera merah putih saat pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai yang rencananya akan digelar di halaman kantor Walikota Dumai.

Dihadiri oleh orang tua para Paskibraka, pelantikan dan pengukuhan petugas Paskibraka oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As pada Selasa (15/8) malam di gedung Pondopo ini berlangsung sangat hikmad. Suasana hikmad semangkuk terasa ketika prosesi pelantikan dilakukan disuasana yang sedikit remang dengan hanya ada penerangan dari lampu lilin.

Walikota Dumai H. Zulkifli As mengatakan dirinya berharap nantinya saat menjalakan tugas mengibarkan bendera merah putih di peringatan HUT RI ke-72 dapat berlangsung dengan baik dan dirinya yakin hak akan hal tersebut.

“Mereka adalah anak anak pilihan yang sudah digembleng, dikantina dan dilatih demgan penuh kedisiplinan tinggi baik secara fisik maupun mental untuk tugas berat yang akan mereka pukul. Saya yakin mereka sudah sangat siap untuk menjalakan tugas sebagai pasukan pengibar bendera merah putih di HUT RI ke 72 di Kota Dumai,” ujar Zulkifli AS.

“Kebersamaan yang sudah mereka jalani bersama selama ini sudah menimbulkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan serta rasa persatuan dan kesatuan. Ini hendaknya menjadi modal kuat mereka untuk dapat menjalakan tugas nantinya dengan baik dan diharapkan rasa kebersamaan tersebut tidak akan pernah luntur,” ujar Walikota Dumai.

” Insya Allah mereka akan menjadi tunas-tunas harapan bangsa yang siap mengahadapi derasnya tantangan globalisasi, generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, kepribadian yang tangguh, dan siap melakukan Bela Negara,”pungkas Zulkifli AS. (hms/izn).

DUMAI – Guna memastikan pelaksanaan pekerjaan perbaikan ruas jalan Kelakap Tujuh Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan yang bersumber dari dana APBD Provinsi Riau berjalan dengan baik dan sesuai jadwal, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Selasa Pagi (15/8/2017). 

Menurut keterangan dari salah satu kontraktor, adapun perencanaan kontruksi pembangunan jalan tersebut yakni sisi kanan 7 meter, sisi kiri 7 meter, median tengah 1 meter, pengerasan kerikil bes pada samping kanan dan kiri badan jalan 3 meter sehingga total keseluruhan lebar jalan 18 meter dan untuk panjang jalan 2,275 KM, sedangkan untuk ketebalan dasar 12 cm, ketebalan pengecoran 30 cm.

Dalam peninjauan ini, Wako didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Muhammad Syahminan, dan beberapa orang kontraktor pelaksana proyek tersebut. Wako menyampaikan, peninjauan ini dilakukan guna melihat langsung pengerjaan proyek di lapangan, apakah sudah dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. "Alhamdulillah, beberapa ruas jalan sudah dimulai pekerjaannya, pengecoran sudah mulai tahap dasar diharapkan dapat selesai tepat waktu," ungkap wako.

Ditegaskan, selain harus selesai tepat waktu hendaknya pekerjaan yang dilakukan juga berkualitas sehingga dapat bertahan lama, sehingga infrastruktur jalan yang dibangun ini dapat bertahan dan dapat dinikmati masyarakat dalam waktu lama, wako menambahkan mohon pengawasanya, dijaga dan diatur lalulintasnya pada saat pengerjaan proyek berlangsung sehingga tidak menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan. Himbau wako kepada kontraktor tersebut.

Peran serta masyarakat juga sangat diharapkan dalam mendukung suksesnya pekerjaan jalan ini dan sama-sama menjaga jalan ini walaupun pembangunannya sudah terselesaikan 100 persen. (hms/ds).

Dumai Mendongeng: Antusias Anak-Anak Mendengar Kak Bimo Sang Pendongeng.

DUMAI – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak (APSAI) Kota Dumai bersama Pemerintah Kota Dumai menggelar kegiatan Dumai Mendongeng 2017 dalam rangka memperingati rangkaian Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli setiap tahun nya. bersama Kak Bimo sang juru kisah dengan tagline Sedekah Dongeng donasi untuk Dhuafa dan Rakyat Palestina yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai. Selasa (15/8/17)

Ratusan anak dari berbagai sekolah Taman Kanak-kanak (TK) begitu antusias menyaksikan aksi dongeng, guratan kegembiraan tergambar jelas di wajah seluruh peserta kegiatan.

Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo menyampaikan bahwa kegiatan mendongeng ini merupakan kegiatan yang sangat positif, terutama karena dongeng merupakan salah satu pola pendidikan yang sangat disukai oleh anak-anak.

"Kami atas nama pemerintah Kota Dumai sangat mendukung program ini dan sangat mengapresiasi kegiatan bagi anak-anak di Kota Dumai," ujarnya.

Selain itu pemerintah Kota Dumai juga akan membuat ruang terbuka hijau bagi taman bermain anak, dan taman pintar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pendidikan bagi anak-anak Kota Dumai.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua APSAI Kota Dumai, Ari Sutopo bahwa APSAI Kota Dumai telah memiliki banyak agenda kegiatan bagi anak-anak Kota Dumai.

"APSAI berkomitmenakan terus mengadakan kegiatan serupa dan berkelanjutan, hal ini juga sekaligus menghindari anak dari kegiatan lain nya yang kurang baik," kata Ari.

Tidak hanya mendengar kan cerita dongeng, anak-anak juga diajarkan untuk berbagi sedini mungkin dengan cara mengumpulkan donasi bagi kaum dhuafa dan masyarakat Palestina.

Usai kegiatan mendongeng ini, para guru TK yang hadir akan diberikan pelatihan bagaimana cara mendapatkan yang diharapkan dapat di implementasi kan pada saat mengajar di sekolah nya masing-masing.(dto/hms)

Dumai- Dihadiri Ketua Dewan kesenian daerah (Dekranasda) Provinsi Riau, Sisilita Arsyadjuliandi, Pemerintah Kota Dumai meresmikan penggunaan gedung Dekranasda Kota Dumai, Senin (14/8) di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Dumai Kota.

Pada Sambutannya Ketua Dekranasda Dumai, Haslinar Zulkifli AS mengatakan bahwa potensi kerajinan tangan khas daerah bisa dikembangkan. Maka gedung ini tak cuma menjadi sekretariat, tapi menjadi galery pameran kerajinan dengan produk unggulannya. Sehingga diresmikannya gedung ini bisa mengoptimalkan pengembangan kerajinan khas Dumai.

" Momen ini juga digelar bazar produk unggulan dari tujuh kecamatan yang ada di Dumai. Serta ajang memperkenalkan aneka kuliner khas Dumai, di antaranya Kripik Nenas, Krupuk Ubi Cabe, Bolu Kemojo dan Bubur Lambok. Momen ini juga jadi ajang memperkenalkan produk dan kuliner khas Dumai," papar Haslinar.

Walikota Dumai, Zulkifli AS mengaku Dumai menjadi lokasi transit bagi para pelaku usaha. Sebab Dumai didukung keberadaan Terminal Penumpang Pelabuhan Pelindo Dumai, Terminal Bus AKAP Klakap Tujuh dan Bandara Pinang Kampai.  Sehingga akses para pendatang dari luar Dumai semakin mudah. 

Maka Dumai semakin berbenah dalam membangun brand image produk lokal di Dumai. Serta mengemas produk lebih menarik dan bisa dipasarkan secara luas. Apalagi hingga kini masalah pemasaran produk lokal masih menjadi kendala.

Padahal sejumlah produk lokal sudah ada seperti Kripik Nenas dan Kripik Ubi Cabe. Namun masih perlu dibenahi dari segi pengemasan dan bisa dipasarkan lebih luas hingga keluar negeri. Sebab posisi Dumai cukup strategis untuk memasarkan produk lokal Dumai ke luar negeri, seperti ke Malaysia dan Malaka.

"Untuk pemasaran ini perlu dukungan dari berbagai pihak. Baik dari Pemerintah Provinsi Riau dan pihak swasta," paparnya.

Pada kesempatan itu hadir, Zulkifli AS (Walikota Dumai), Hamdan Kamal (Plh Sekda Kota Dumai), Sisilita Arsyadjuliandi Rachman (Ketua Dekranasda Provinsi Riau), Haslinar Zulkifli AS (Ketua Dekranasda Dumai) dan Dewi Tunjung Sari Eko Suharjo (Ketua GOW Dumai).(hms)

DUMAI – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Dumai, pagi ini menggelar apel besar dalam rangka memperingati hari pramuka ke-56 Gerakan Pramuka Tingkat Nasional di Lapangan Upacara Asrama Kodim 0320 Dumai. Dengan Mengusung Tema "Bekerja untuk Kaum Muda Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa". Senin (14/8/2017).

Upacara berlangsung pukul 08.30 WIB. Pramuka dari berbagai tingkatan Siaga, Penggalan, Penegak, Pandega serta Pembina se-Kota Dumai turut khidmat mengikuti upacara terebut.

Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS, M.Si sekaligus juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (MABICAB) Gerakan Pramuka Kota Dumai memimpin langsung jalanya upacara, mengatakan, dalam sambutanya, generasi pramuka saat ini kebanyakan diisi oleh adik-adik generasi milenial, yang cara berpikirannya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Mereka adalah generasi adaptif dengan kemajuan teknologi, generasi yang sangat kreatif dan inovatif. Untuk  itu, Ketua MABICAB H. Zulkifli AS berpesan agar gerakan pramuka harus melakukan terobosan, jangan berpikir linear, jangan terjebak rutinitas dan monoton.

"Kita harus mendidik adik-adik pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja tapi juga harus memandu adik-adik pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif," tambahnya.

Selain itu, Walikota Dumai selaku Ketua MABICAB juga mengatakan, gerakan Pramuka harus memakai cara-cara yang kreatif, cara-cara kekinian, cara-cara yang dekat dengan generasi milenial untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota  pramuka.

"Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama yang tidak pas  digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota gerakan pramuka". Saya meyakini generasi muda Indonesia khususnya Kota Dumai adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ia meminta para anggota pramuka terus berkreasi, berkarya pada wadah gerakan pramuka.

"Isilah waktu muda kalian dengan kegiatan yang positif yang produktif. Seorang Pramuka itu harus berani termasuk berani melakukan inovasi. Seorang pramuka itu harus terampil, termasuk terampil dalam menggunakan teknologi secara positif," ucap Zul As.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE, para Forkompimda, para Kepala Dinas OPD Kota Dumai, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Dumai Amirrudin dan seluruh angota pramuka sekota Dumai. (hms/ds).

Dumai- Mengoptimalkan sumber daya alam laut dan menyukseskan program presiden Republik Indonesia yang ingin Indonesia sebagai poros maritim serta negara berdaulat dilaut, Pemerintah Kota Dumai bekerjasama dengan Kemenristek Dikti, Pusdik Kelautan dan Perikanan mendirikan politeknik Kelautan dan perikanan di Kota Dumai.

Dimana untuk menunjang proses pelajaran rencananya pemerintah Kota Dumai akan membangun fasilitas kampus di area terminal Agrobisnis, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat.

Anggaran sebesar Rp28 miliar sudah disiapkan oleh pemerintah pusat untuk membangun fasilitas kampus kelautan di Kota Dumai ini. Dimana Pemko Dumai sebagai tuan rumah sudah bernegosiasi dengan pemerintah Provinsi Riau untuk menyediakan fasilaitas tanah pembangunan kampus.

Untuk memastikan pembangunan kampus politeknik Kelautan dan perikanan tersebut Walikota Dumai H. Zulkifli As menggelar  visitasi Kemristekdikti ke calon politeknik Kelautan dan perikanan kota Dumai bersama Pejabat Kemenristekdikti dan rombongan di hotel Grandzuri, Ahad (13/8).

Walikota Dumai H. Zulkifli As. Dalam sambutannya mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki posisi dan peran strategis dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini perlu didukung dengan adanya kebijakan dan strategi pembangunan sektor kelautan dan perikanan agar mampu menghasilkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif secara berkelanjutan. 

Untuk merealisasikan program tersebut, dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan disektor kelautan dan perikanan.

"Kita semua yakin sektor Maritim tidak dapat dilepaskan dari fungsi ekonomi. Sebab, sumber daya alam (SDA) yang ada di laut dalam bentuk apapun dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, demi mengoptimalkan pemanfaatan SDA, dibutuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena sektor pendidikan memiliki peranan krusial dalam mendorong pengembangan sektor maritim," kata Walikota Dumai.

Ditambahkan Zulkifli As jika lulusan perguruan tinggi mampu mengelola sumber daya kelautan dan perairan umum, hasilnya akan berarti bagi kemakmuran bangsa ini. "Bila hasil laut dapat dikelola dengan baik, kehidupan masyarakat di daerah pantai akan sejahtera," ujar orang nomor satu di Kota Dumai ini.

"Kota Dumai, dengan berbagai keunggulan yang ada yakni geoposisi yang terletak di pesisir Sumatra, sektor kelautan dan perikakan sebenarnya merupakan permata yang perlu diasah hingga menjadi unggulan dalam memajukan perkembangan daerah dan pembangunan kota," kata Zul As.

Untuk memajukan sektor tersebut, tentu saja membutuhkan tidak saja sarana produksi yang madai, namun juga sarana penunjang yang cukup, salah satu sarana penunjang tersebut adalah ketersedian pusat pengembangan SDM keluatan dan perikanan dalam bentuk perguruan tinggi.

" Untuk itulah, selaku Walikota Dumai, saya sangat menyambut baik dan antusias serta mendukung penuh program pendirian Politeknik Perikanan dan Kelautan yang merupakan kerjasama KKP dan Provinsi Riau. Jika terwujud, kondisi ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab majunya Kota Dumai kedepan, terutama dalam sektor pendidikan," tambah Zul As.

Minimal, dampak positif yang bisa dicapai adalah terpenuhinya kebutuhan pendidikan tinggi sektor perikanan bagi puta putri Kota Dumai dan sekitarnya bahkan wilayah Sumatera.

Pemerintah serius dalam pembangunan kampus ini. Itu dapat kita lihat dengan telah disediakannya Lahan seluas 4,2 Ha di terminal agribisnis dan tambahan 6 Ha lagi nantinya untuk menuhi persyarakat pendirian politeknik berdasarkan Permen Kemenristek Dikti Nomor 100 Tahun 2016 yaitu seluas 10 Ha.

"Melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, kita telah meyiapkan kampus sementara di BLK Prov Riau yang berlokasi di Kelurahan Bukit Timah, sambil menunggu proses rehabiliasi kampus utama di terminal agribisnis selesai. Untuk itulah, keseriusan kita semua dalam mensukseskan program ini sangat saya harapkan," harap Zul As.

Semoga pada tahun ajaran 2017 ini Politeknik KKP sudah bisa menerima mahasiswa baru secara resmi sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ada.

" Mewakili masyarakat Dumai, aya mengucapkan selamat datang di Kota Dumai kepada Rombongan dari Kemenristek Dikti, Pusdik Kelautan dan Perikanan, Sekretariat Badan Riset SDM Kelautandan Perikanan serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau. Mudah-mudahan kedatangan rombongan ini  membawa berkah yang tak terhingga bagi Kota Dumai, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan kelautan dan perikanan," pungkas Zulkifli AS (dto/hms)

Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Siak 2017 Tingkatkan Penanganan Karlahut

DUMAI – Untuk selalu siaga dalam menghadapi permasalahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kota Dumai yang dalam 3 tahun belakangan kerap menjadi momok yang menakutkan. Untuk mengatisipasi dini kebakaran lahan Polres Dumai bersama instansi terkait melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Siak 2017 dan Apel Kesiapan Dalam Rangka Penanganan Karlahut di Wilayah Kota Dumai, pada Kamis (10/8/2017) pagi di Halaman Kantor Bersama Jalan H.R. Soebrantas Kota Dumai.

" Menjaga lingkungan agar tetap sehat merupakan amanat Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat 1 berbunyi setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan," ujar walikota Dumai dalam amanatnya sebagai inspetur upacara.

Seperti diketahui karlahut menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik material maupun immaterial. Belum lagi jika kita hitung kerugian lainnya seperti kerugian lingkungan, dan juga terjadinya konflik satwa dengan manusia karena kebakaran lahan dan hutan berakibat satwa-satwa tersebut lari dari habitatnya menuju lahan pertanian dan perkebunan serta masuk ke pemukiman masyarakat, tambah Zul AS.

"Pada awal tahun 2017 hingga kini telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai sebanyak 28 titik hotspot yang seluruhnya kini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian," kata Walikota.

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dilakukan sendiri sendiri melainkan harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak baik Pemerintah Kota Dumai, Swasta, dan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan amanat Inpres nomor 16 tahun 2011 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah menginstruksikan kepada 15 Kementerian/Lembaga, termasuk Gubernur, Bupati/Walikota untuk melakukan tugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya masing-masing, urai Zul AS.

"Saya mengajak kepada seluruh jajaran instansi pemerintah swasta dan segenap masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan kita dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan karena sebagian besar kondisi lahan di Kota Dumai berupa gambut yang potensial menyebabkan kebakaran akan meluas secara cepat dan menimbulkan kabut asap," tambahnya. 

"Khusus kepada para penegak hukum Walikota meminta agar lebih fokus untuk melakukan penyelidikan penyidikan dan upaya hukum pada kasus pembakaran hutan dan lahan sehingga dapat memberikan efek Jera bagi para pelaku pembakar hutan dan lahan," tegas Walikota Dumai.

Terkait sarana dan prasarana pemadaman kebakaran yang dimiliki Kota Dumai diakui oleh Walikota Dumai masih kurang memadai. "Kita sadari peralatan kita masih minim dan kurang memadai. Kedapan akan kita usaha melengkapi peralatan penanggulangan kebakaran," ujarnya.

Usai apel gelar pasukan walikota Dumai didampingi wakapolres Kompol,Palaksa Lanal Dumai, , Kadis Pol PP dan pejabat lainnya memeriksa dan menyaksikan secara langsung peralatan pencegahan karlahut yang dimiliki BPBD Dumai, Manggala Agni dan milik perusahaan swasta.(hms)**

Dumai – Polres kota dumai menyelengarakan gelar pasukan OPS Bina Karuna Siak 2017 dan Apel kesiagaan dalam rangka penanganan KARHUTLA, Walikota dumai Drs. H. Zulkifli As M.Si selaku inspektur upacara akan memberikan pengarahan kepada satgas KARHUTLA yang mengawasi wilayah kota Dumai. Apel KARHUTLA telah dilaksanakan di Eks. Kantor Walikota, Kamis (9/8/17).

Apel ini bertujuan adalah dalam rangka menyamakan langkah, serta menyatukan tekad untuk saling bahu-membahu dalam menanggulangi bencana asap akibat kebakaran di kota dumai. Kebakaran hutan dan lahan di kota dumai ini telah menyebabkan kerugian materil maupun immateril dan kerugian pecemaran lingkungan yang menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat kita dan terjadinya konflik satwa dimana satwa-satwa tersebut lari dari habitatnya menuju lahan pertanian dan masuk ke pemukiman masyarakat.

Pada tahun 2016 terdata 301 titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di wilayah kota dumai diantaranya terdapat 16 kasus dan 20 orang tersangka yang telah di proses hukum. Di tahun 2017 ini terdapat 28 titik hotspot dan sedang dalam penanganan.

Dalam sambutannya Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As M.Si mengatakan “Mari kita untuk lebih peduli kepada lingkungan kita dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena sebagian besar kondisi lahan di kota dumai merupakan lahan gambut yang berpotensi menyebabkan kebakaran akan meluas secara cepat dan menimbulkan kabut asap,” ujarnya

“Kepada masyarakat agar bahu membahu membatu satga KARHUTLA dalam melakukan pencegahan dan memadamkan kebakaran lahan dan hutan, kalo bukan kita siapa lagi yang bisa menjaga hutan kita sendiri, sayangi lingkungan,keluarga dan satwa dengan tidak membakar lahan dan hutan,”pungkasnya

Tampak hadir dalam acara Forkopimda, Kepala BNPB, Kepala Dinas dan instansi kota dumai, Pimpinan perusahaan mitra di bidang kehutanan dan perkebunan, Anggota TNI,Polri,Manggala Agni,Polhut,Tagan, dan kelompok masyarakat peduli api. (dto/hms)