Zul As : Implementasi Al Quran Dalam Kehidupan Sehari-hari Jadi Tujuan Utama MTQ 


Dumai- Pemerintah Kota Dumai untuk ke -14 kalinya melaksanakan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Dumai yang kali ini dilaksanakan secara sederhana di gedung Pondopo Dumai, Ahad (9/7/2017).

Pelaksanaan MTQ tingkat kota yang bertujuan menyaring para qori dan qoriah yang kembali akan di gemblengan selama 3 sampai 4 bulan untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Kota Dumai.

Dalam sambutannya walikota Dumai menekankan kalau pelaksanaan kegiatan MTQ bukan tujuan utama namun bagaimana menanamkan nilai al Quran dalam diri. “MTQ bukan tujuan utama pelaksaan kegiatan ini namun bagaimana menanamkan nilai nilai al quran dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari,” ujar Walikota Dumai H. Zulkifli As.

” Apa yang dilaksanakan malam ini merupakan kegiatan tahunan dan sudah 14 kali dilaksanakan. Ini merupakan suatu kebiasaan namun perlu sinergisitas, pengembangan dan belajar dari kekurangan dari kegiatan sebelumnya untuk kedepan lebih baik lagi karena MTQ ini merupakan ketetapan dari bangsa kita  mulai nasional hingga ke tingkat keluarahan,” kata Zul As mengingatkan.

Terkait pelaksanaan MTQ kali ini yang hanya dilaksanakan didalam gedung orang nomor satu di Kota Dumai ini mengatakan “Kegiatan tahun ini sengaja dibuat sederhana karena sebelumbya juga sudah dibuat ditingkat Kecamatan dan apa yang dibuat di Kecamatan sudah mencakup ke masyarakat karena kita bukan Kabupaten yang cakupannya luas,”.

Nantinya peserta terbaik menurut penilaian dewan hakim akan diberijan pembekalan dengan melakukan traning center selama 3 sampai 4 bulan untuk kemudian dibawa ke tingkat Provinsi. 

“Kepada  diharapkan ilmu yang sudah didapatkan dapat ditampilkan dengan sebaik-baiknya dalam pertandingan ini dan dilaksanakan dengan ikhlas serta tidak lupa berdoa. Ikuti saran pembimbing dan mengikuti kegiatan ini sampai selesai dengan sebaik-baiknya dengan mendapatkan hasil yang baik,” pesan walikota Dumai.

Diakhir Sambutannya Zulkifli As berharap budaya membaca al quran dapat membumi di kota Dumai sebagai hakikat kegiatan kali ini bukan hanya sekedar substansial kegiatan rutin MTQ saja.(hms)**

Kecamatan Medang Kampai Sapu Bersih Juara Festival Budaya Colok 
Dumai- Kecamatan Medang kampai menyapu bersih juara perhelatan budaya lampu colok yang dilaksanakan oleh majelis seniman dan budaya kota Dumai bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Kota Dumai.

Budak Melayu Cemerlang dari keluarahn Mundam tampil sebagai yang terbaik dalam perhelatan budaya lampu cilik tahun 2017 ini diikuti oleh kelompok remaja jaya famili dan kelompok remaja baik bersatu yang keduanya merupakan remaja kekuarahan Teluk Makmur.

Penyerahan hadiah juara berupa tropi dan uang pembinaan langsung disampaikan oleh Walikota Dumai H. Zulkifli AS didampingi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Asyaari dan pengurus Majelis seni dan budaya Kota Dumai, Sabtu (8/7) malam di acara halal bi halal seniman dan budayawan.

Ketua majelis seniman dan budayawan Kota Dumai Muhamad syafii mengaku sangat bangga dengan kehadiran walikota Dumai baik di acara pembuka hingga penutupan ditandai penyerahan hadiah kepada pemanjang lomba budaya lampu cilik ini.

“Terimakasih kepada walikota Dumai H. Zulkifli As yang sudah mau menghadiri acara budaya lampu cilik ini mulai pembukaan hingga penutupan,” katanya.

“Siapa bilang seniman dan budayawan tidak diperhatikan kedatangan walikota Dumai ini sudah merupakan bentuk perhatian dari pemerintah Dumai  dan ini merupakan dukungan moril yang ditunjukkan oleh pemerintah kita,” lanjut pria yang akrab dipanggil yopi ini.

“Seluruh seniman dan penggiat seni serta pekerja seni mari sama sama bergandeng bahu dan tangan untuk memajukan seni kota Dumai dan jangan lagi mati. Jangan mengharap yang bukan bukan tapi bekerja sesuai dengan yang kita bisah untuk seni Dumai ini,” harap Yopi.

“Kita sudah mewacanakan untuk membuat kampung seni dan ini sudah mendapat respon walikota Dumai. Kita tinggal menunggu teknis saja untuk mewujudkan kampung seni yang nantinya akan menjadi tempat bagibseniman dan budaya bekerja, berseni dan berkreativitas,” urai Yopi.

Sementara walikota Dumai mengaku salut dan bangga dengan seniman dan budayawan Dumai yang dapat melaksanakan festival budaya lampu colok di Kota Dumai ini dengan baik.

“Meski tanpa dianggarkan kegiatan budaya lampu colok dapat berjalan dengan baik mulai dari pembukaan hingga penutupan. Ini merupakan suatu kebanggan kita kepada seniman dan budayawan Kota Dumai,” ujar walikota Dumai H. Zulkifli As.

” Pemotongan anggaran membuat kita kesulitan dalam menata penganggaran namun yang membuat kita bangga meski tidak dianggarkan kegiatan lampu colok dapat terwujud hingga penutupan kali ini. Terimakasih kepada panitia yang sudah bekerja keras melaksanakan kegiatan lampu colok yang merupakan salah satu budaya Melayu meski tanpa anggaran yang tidak dianggarkan,” urai orang nomor satu Kota Dumai ini.

” Kedapan kita akan berusaha mengagagarkan kegiatan ini dan kita harapkan dengan pengaggaran tersebut kegiatan ini akan menjadi lebih besar. Mari kerja bersama dan bangkit bersama dalam membudayakan dan melestarikan budaya Dumai, jangan ingat masa masa manis kita dahulu namun bagaimana kedepan kita tetap bekerja karena kehidupan ini ada asam manisnya,” pungkas Zul As. (hms)**

Dumai- Resah dengan perkembangan remaja di Dumai belakangan ini dan melihat Dumai sebagai pintu masuk narkoba walikota Dumai mewacanakan  membuat kampung siaga narkoba di Kota Dumai yang nanti dijadikan pilot projek dalam penanganan dan pemberantasan peredaran narkotika .
Kampung siaga narkoba ini nantinya untuk mengantisipasi dan memperkecil ruang gerak peredaran narkoba di Kota Dumai mengingat status selain pintu masuk juga rawan dengan peredaran narkoba. Itu terbukti hampir setiap pekannya pihak kepolisian mengamankan pengedar maupun pengguna narkoba di Kota Dumai ini.
Kampung itu nanti bakal menjadi contoh bagaimana masyarakat sendiri berperan aktif untuk dalam memberantas narkoba. 

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan dari lingkungan paling kecil yakni Keluarga, makanya kita ingin ada kampung siaga narkoba,”tutur Walikota Dumai Zulkilfli As, Kamis (6/7/2017).

Ia mengatakan generasi muda harus di cegah agar tidak terpengaruh dengan narkoba, karena jika generasi muda sudah terkontaminasi dengan narkoba akan sangat membahayakan. “Anak itu generasi muda, mereka harus dijaga,”tuturnya.
“Jika sudah terpengaruh narkoba  generasi muda kita akan menjadi generasi yang rusak dan menjadi penyakit di masyarakat. Mereka bisa saja menjadi pelaku kriminal untuk mendapatkan narkoba kalau memang sudah ketergantungan bahkan bisah mencelakakan orang tua untuk barang haram tersebut,” terang walikota Dumai.
Dumai memang menjadi sasaran karena kondisi geografis Dumai yang  memang terletak di pesisir dengan berbatasan langsung dengan Rupat dan Malaysia. “Ini harus menjadi perhatian kita semua,”tuturnya.

Sementera itu Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan adanya wacana kampung siaga narkoba tersebut.”Kami sangat dukung, nilai Pemberantasan itu memang harus di cegah dari bawah,”tuturnya.

Ia menyebutkan konsepnya harus jelas  dan yang terlebih dahulu harus diperbaiki lingkungan. ” Lingkungan harus teratur, karena kejahatan itu di mulai dengan ketidakteraturan,makanya konsepnya harus komprehensif,”tuturnya.

“Masyarakat memang harusnya pemberantas narkoba harus  di Brantas bersama-sama. Jadikan Narkoba musuh bersama,”tutupnya.(hms)**

Dumai- Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk, Walikota Dumai meresmikan orientasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga ( KKBPK) kampung KB Kota Dumai, Kamis (6/7/2017) di gedung serbaguna pondopo.

Diikuti oleh sejumlah kader KB, program kampung KB di Kota Dumai ini rencananya akan di laksanakanbdi 5 kelurahan lainnya dimana sebelumnya sudah ada 2 kelurahan yang sudah melaksanakan program kampung KB di Kota Dumai ini.

“Saat ini Dumai sudah memiliki 2 Kampung KB dan rencananya akan ada 5 kampung KB lainnya yang akan kita jadikan proyek pengendelain pertumbuhan penduduo di Kota Dumai ini,” ujar Walikota Dumai Zulkifli As.

“Mari kita ciptakan kualitas keluarga yang berkualitas bukan kuantitas dengan menyukseskan program 2 anak. Makin banyak pertumbuhan maka makin banyak persiapan yang harus kita lakukan untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik dalam keluarga,” ujarnya.

Terkait dengan bukti nyata program keluarga berencana yang dilakukan walikota Dumai menyatakan ” sudah ada 2 kampung KB di Dumai yakni di Kelurahan Bukit Timah dan Kelurahan Tanjung penyebal dan kedepan ada 5 Kelurahan yang akan kita jadikan kampung KB yakni Dumai Kota, Laksamana, STDI, Kampung Baru dan Pelintung,”.

Ditambahkan Zul As saat ini di Dumai tidak hanya masalah kesehatan dan pendidikan yang menjadi masalah namun penyakit masyarakat yang juga melibatkan remaja juga menjadi suatu masalah yang tidak terlihat oleh kita namun itu ada.

“Banyaknya pengaruh lingkungan dan informasi membuat kita kesulitan dalam mencapai target kita dalam mencipatakan generasi muda yang berkualitas, adanya penyalahgunaan narkotika, tawuran, seks bebas sudah mulai merusak generasi muda kita meski tidak terlihat namun itu ada,” urai Zul As

” Dumai saat ini merupakan pintu masuk narkotika dan ini perlu kerjasama masyarakat dalam mengatasi masalah narkotika ini. Polres Dumai juga setiap malam sabtu dan minggu harus bekerja sampai dini hari untuk merazia anak remaja kita mulai dari SMA bahkan SD untuk mengatasi tawuran yang mereka lakukan bahkan yang terkadang mereka dipersenjatai senjata tajam,” pungkasnya (ijan/hms)

Dumai- Pemerintah Kota Dumai masih kesulitan dalam menyalurkan bantuan beras sejahtera (rastra) bantuan pemerintah pusat karena masih terdapatnya perbedaan data yang diajukan oleh pihak RT, Kelurahan dengan data penerima Rastra yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Perbedaan data penerima rastra ini membuat pemerintah Kota Dumai kesulitan dan lebih hati hati dalam menyalurkan bantuan beras tersebut untuk menghindari konflik ditengah masyarakat nantiknya.

“Penyaluran beras rastar belum bisa dilakukan akibat perbedaan data karena kalau disalurkan nanti jadi masalah dan ini jadi dilema kita dalam melakukan penyaluran,” ujar walikota Dumai H.Zulkifli As.

Ditambahkan Zul As ” kita masih meminta data yang vailid. Pihak RT banyak yang menolak bantuan beras sastra karena  menurut mereka lain masyarakat yang diajukannuntuk mendapat bantuan mereka lain  pula masyarakat yang menerimanya,”.

” Ini jadi kontradiksi kita dimana disatu sisi kita melaksnakaan kewajiban disisi lain masyarakatnya tidak kebagian takut nantinya akan terjadi konflik sosial. Data ini yang menjadi kendala kita, ketika pihak RT memberikan data kepada kita terkait masyarakat yang layak menerima bantuan beras rastra sementara yang keluar lain, karena inikan data dari pusat kita hanya mengusulkan,” urai walikota Dumai.

“Mau kita revisi datanya namun perlu waktu dan pihak RT mengaku kesulitan dalam menyalurkan bantuan jika datanya tidak sesuai yang mereka ajukan takut terkendala konflik dilapangan,” pungkas Zul As.(hms)**

Walikota Dumai Lantik Kepala Inspektorat
Dumai – Mememuhi perangkat organisasi daerah Kota Dumai guna mewujudkan visi dan misi pemerintah Kota Dumai, Walikota Dumai H. Zulkifli As melantik kepala Inspektorat Kota Dumai, Rabu (5/7/2017) di gedung serbaguna Pondopo.

Ricky Subrata yang merupakan Jaksa Utama Muda Kejaksaan Agung RI dilantik dan diambil sumpahnya menggantikan pejabat lama Nizam yang sudah masuk masa pensiun.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan langsung oleh walikota Dumai H. Zulkifli As disaksikan wakil walikota Dumai Eko Suharjo, Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting dan sejumlah Kepala OPD, Badan dan tamu undangan lainnya.

“Sesuai dengan undang undang nomor 18 tahun 2016 kita dipacu waktu untuk memenuhi pejabat perangkat daerah yang selama 6 bulan harus dilengkapi sementara kita juga diharuskan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Walikota Dumai H. Zulkifli AS dalam sambutannya.

Dikatakan orang nomor satu di Kota Dumai ” saat ini masih ada organisasi yang operlefing seperti bagian keuangan dan Dinas Pendapatan dan ini secepatnya harus kita revisi untuk melakukan penyempurnaan,”. 
“Saat ini organisasi bergerak sangat dinamis termasuk aturan jadi kita harus mengikutinya terus agar kita tidak ketinggalan,” lanjutnya.

Sementara kepada pejabat yang baru dilantik agar dalam pengawasan akan lebih baik lagi dengan pengalaman kerja yang sudah dijalani. ” Pengawasan dalam penggunaan anggaran mulai dari perencanaan hingga ke pengerjaan agar lebih dioptimalkan karena sangat menentukan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan pemerintah, kata Zul As.

“Perlu kerja keraas dalam melakukan pengawasan internal yang harus dioptimalisasi secara baik. Pengawasan merupakan suatu kebutuhan dalam suatu organisasi agar kinerja organisasi yang besar ini dapat bekerja secara optimal dan sinergisitas dapat berlangsung dengan baik,” lanjutnya.

“Kita memberatkan titik pengawasan pada keuangan baik pengawasan anggaran masuk, pengeluaran dan pengunaannya,” tutup Zul As.(ijan/hms)

DUMAI – Hari pertama masuk kerja  pasca libur lebaran Pemerintah Kota Dumai langsung melakukan sidak disejumlah Dinas ,badan, Camat bahkan Kelurahan.

Sidak dipimpin  Walikota Dumai Zulkifli As, Wakil walikota  Eko Suharjo , Sekretaris Daerah Muhammad  Nashir dengan pembagian tim sidak diberbagai lokasi satker di Kota Dumai

Sidak dimulai pukul 07.30 Wib dengan rute yang berbeda-beda.Walikota Dumai dimulai dengan Adpel  Pagi di Lapangan Eks Walikota Jalan Soberantas, sementara wakil walikota Dumai Eko Suharjo dimulai dari Badan Lingkungan Hidup, BPBD , KB , Kecamatan Dumai Timur, Dinas Tenaga Kerja, RSUD, Perpustakaan, Disdik , Dinas Perdagangan  dan Disdukcapil.

Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo sedikit meradang ketika melihat adanya pegawai dan honorer Dinas Perdagangan dan UPT Pasar yang telah mengisi absen lalu nongkrong di kantin.

“Sidak ini bukan hanya sekedar mengisi absen, tetapi terpenting apakah setelah itu mereka bekerja apa tidak, itu yang perlu diawasi. Bukan hanya sekedar absen saja,”tukas wawako.

Dan dari  beberapa satker  yang disidak oleh Wakil walikota ditemukan beberapa PNS dan honorer yang mangkir diantaranya PNS Dinas Tenaga Kerja sebanyak Dua Orang berjabatan Kepala seksi ( satu tanpa keterangan dan satu lagi izin),  dan diCamat Dumai Timur juga ditemukan satu pekerja honor.

Usai Sidak Wakil  Walikota Dumai Eko Suharjo menilai tingkat kehadiran PNS sudah menunjukkan kepatuhan atau kedisiplinan.Pasalnya  dari beberapa satker yang disidak hanya beberapa ASN yang absen, (03/07/17).

“Saya harap kesadaran PNS dengan aturan agar terus ditingkatkan jangan sampai momentum liburan panjang membuat kita jadi malas-malasan bekerja.”Ujar Eko

Tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Jangan karena baru masuk kerja, terus bermalas-malasan. Kalau mau halal bi halal gunakan waktu istirahat dan sepulang kerja. Kalaupun sakit harus melampirkan surat keterangan sakit dari dokter.

Terkait ASN yang absen dihari pertama kerja , Wawako meminta akan diberi sangsi tegas sesuai aturan. Sebab bagaimanapun setiap penjatuhan sangsi memiliki tahapan.

Apalagi kewenangan pertama diambil oleh kepala satker ,jadi diminta kepala satker agar bersikap tegas terhadap ASN atau pun honorer yang absen. Apalagi pegawai tersebut sampai berbulan bulan tidak masuk. (hms)

Dumai- Libur panjang Idul Fitri telah usia. Aktivitas pelayanan perkantoran dan masyrakat dilingkungan pemerintah Kota Dumai kembali aktif, Senin (3/7). Untuk itu Aparatur Sipil Negera (ASN) dilingkungan pemerintah Kota Dumai diminta agar tidak menambah jadwal libur. Jika tidak ingin tunjangan profesi di potong.
“Saya ingatkan semua ASN kembali ke Dumai, jangan ada yang menambah libur,” sebut Sekda Kota Dumai, HM Nasir, Ahad (2/7/2017)

Nasir menyebutkan bagi ASN yang bolos pada hari pertama kerja usai libur panjang akan di kenakan sanksi tegas. “Sanksi bisa sampai pada pemotongan tunjangan ASN,”sebutnya.

Dikatakannya, namun memang jika alasan tepat seperti sakit, atau yang lain yang bisa di buktikan dengan surat keterangan masih bisa dimaklumi. “Bisa juga sanksi teguran, nanti akan disesuaikan dengan alasan masing-masing,”tuturnya.     

Namun dirinya menegaskan bagi ASN yang tidak memiliki kepentingan darurat atau sakit yang memang tidak bisa bekerja untuk tidak menambah libur.

“Libur Idul Fitri sudah sangat panjang, jadi saya pikir tidak ada alasan lagi untuk menambah libur,” sebutnya.

Selain itu juga akan dilaksanakan apel bendera pada, Senin (3/7) hari ini di halaman exs kantor Walikota Jalan HR Soebrantas. “Untuk itu saya tegaskan jangan nambah libur, kembali memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”tutupnya.(hms)**