DUMAI – Sempat tertunda selama 6 bulan karena kesalahan data masyarakat penerima beras sejahtera (rastra), Pemerintah Kota Dumai Senin, (17/7) akhirnya membagikan beras sastra kepada masyarakat penerima Sejahtera yang langsung diserahkan oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As.
Penolakan pendistribusian juga sempat terjadi di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan dikarenakan ketidak sesuaian jumlah penerima dengan data yang keluar setelah dilakukan validasi.


Setelah semua permasalahan yang ada hari ini, di aula kantor Camat Bukit Kapur, Walikota Dumai mewakili Pemerintah dumai menyerahkan bantuan beras rastra kepada masyarakat kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur. 

Sebanyak 16.110 Kg beras rastra bantuan pemerintah pusat ini diserahkan kepada masyarakat untuk pembagian 6 bulan terakhir.

Dalam sambutannya Walikota Dumai H. Zulkifli As menyampaikan bahwa upaya pemerintah untuk menyempurnakan penyaluran subsidi beras ternyata mulai menemui hasil. Berbagai kajian telah dilaksanakan terkait program beras sejahtera dan program keluarga sejahtera yang akhirnya sampai pada program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah adalah program nasionalis lintas sektoral baik horizontal dan vertikal.

“Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu mencukupi kebutuhan pangan beras masyarakat yang berpendapat rendah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya mulai dari pendataan hingga pendistribusian Rastra tidak luput dari beragam permasalahan diantara nya yang pertama salah sasaran, jumlah beras yang diterima masyarakat terkadang kurang sesuai, dan kesalahan data jumlah keluarga miskin yang tidak segera diperbaharui. 

“Hal inilah yang harus segera diantisipasi dengan cara memperbaiki kordinasi antara birokrasi baik pusat, Provinsi, kota, hingga Kelurahan guna menghindari beragam permasalahan yang kerap timbul saat Pendataan hingga pendistribusian Rastra,” tambah Zul As.

Sementara itu Kepala Kantor Bulog Kota Dumai, Rinaldi mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan Rastra sebanyak 292.050 kg untuk 11 Kelurahan yang ada di Kota Dumai sejak hari Jumat (14/7) lalu. (hms)**

Dumai- Menumbuh kembangkan kesadaran Nasional pemerintah Kota Dumai terus melaksanakan apel kesadaran nasional dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemko Dumai.
Walikota Dumai H. Zulkifli As yang bertindak sebagai inspektur upacara Kesadaran Nasional Bulan Juli ini sempat berang dan menegur salah seorang ASN yang dinilai tidak serius mengikuti upacara.

“Upacara ini bukanlah hanya sebatas harus upacara pada tanggal 17 disetiap bulannya, namun tujuan utama Hari Kesadaran Nasional (HKN) ini adalah untuk meningkatkan disiplin, kinerja, etos kerja, serta meningkatkan semangat kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, sehingga pada akhirnya kita semua menjadi aparatur Pemerintah yang profesional serta siap dan tanggap terhadap semua persoalan di daerah ini maupun bangsa dan negara,” Kata Walikota Dumai H. Zulkifli AS pada amanatnya.


” Saya tekankan kepada kita semua, sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat, untuk dapat mengamalkan Panca Prasetya Korpri sehingga bukan hanya sampai dibibir saja. Kemudian, berpegang teguh pada prinsip dan bekerja sesuai dengan tugas dan fugsinya masing-masing sehingga dapat berkarya secara maksimal demi kemajuan Kota Dumai di masa mendatang,” tegas Zulkifli As.

Dalam melayani masyarakat fenomena yang berkembang saat ini pada umumnya yakni tuntutan masyarakat terhadap sikap dan perilaku aparatur pemerintah yang ramah, santun dan bersifat mengayomi jauh dari sikap arogan dan ingin menang sendiri. 

Sikap untuk tidak Arogansi akan mendekatkan hubungan emosional antara masyarakat dengan aparatur pemerintah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa. Hal ini sesuai dengan makna dan implementasi dari pelaksanaan upacara hari kesadaran nasional yang sedang kita peringati ini.

” Untuk itu setiap aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Dumai mulai dari tahap perencanaan agar melakukan kajian secara mendalam baik secara administratif maupun normatif dengan memerhatikan berbagai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku supaya tidak tersandung masalah karena melaksanakan tugas kedinasan dengan baik sesuai aturan dan perundangundangan yang berlaku merupakan salah satu upaya mencapai kebenaran melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki,” kata orang nomor satu di Kota Dumai ini.

” Kenyataan sejarah mengajarkan bahwa banyak penyimpangan dalam praktek pelayanan masyarakat sering terjadi bukan disebabkan oleh faktor kesengajaan namun karena adanya salah prosedur administrasi dan berbeda pemahaman terhadap peraturan,” tambahnya.

Pencapaian keberhasilan dalam melaksanakan tugas dilandasi niat yang tulus untuk melakukan perubahan kehidupan masyarakat yang lebih baik merupakan salah satu bentuk pengabdian praktis aparatur sipil negara, tegas Zulkifli As. (hms)**

Dumai- Tepat di hari Kesadaran Nasional bulan Juli 2017 Pemerintah Kota Dumai mengangkat  50 orang calon pegawai negeri sipil dilingkungan Pemko Dumai dari sebelumnya merupakan pegawai tidak tetap. Pengangkatan calon pegawai negeri sipil ini merupakan program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Pengangkatan calon pegawai negeri sipil tersebut dituangkan dalam surat keputusan 495 tahun 2017 tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dari pegawai tidak tetap yang selama ini sudah mengabdi di Kota Dumai.

Diharapkan dengan pengangkatan ini akan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Dumai khususnya di bidang kesehatan.

Dimana nantinya bidan-bidan yang sudah diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil akan ditempatkan di sejumlah Puskesamas dan Puskeskel yang ada di Kecamatan dan Keluaran.

CPNS
50 PTT yang diangkat CPNS menerima Pengarahan Oleh BKD Kota Dumai

Walikota Dumai H. Zulkifli As mengatakan pengangkatan calon pegawai negeri sipil ini merupakan program dari Kementrian Kesehatan RI dan diharapkan dengan pengangkatan ini membuat dedikasi mereka lebih baik lagi kepada masyarakat.

” Diharapkan pengangkapatan ini dapat meningkatan pelayanan pada masyarakat dibidang kesehatan khusus untuk ibu dan anak,” kata Walikota Dumai.

Foto Bersama Bidan dengan Walikota dan Sekdako Dumai

Ditambahkan Zul As ” Program ini hendaknya meningkatkan pelayanan kesehatan khusus di Kecamatan dan kelurahan agar masyarakat dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan mudah,” katanya.

” Perlu diingat mereka yang diberikan SK pengangkatan calon PNS ini belum semena mena menjadi PNS mereka akan kita pantau dan bisa dilakukan pemantauan ulang untuk kemungkinan SK mereka dicabut kembali,” tegas Zulkifli As.(deto/hms) 

Lampung – Ikut menyukseskan program pemerintah pusat Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, ketua PKK Kota Dumai Hj Haslinar Zulkifli As dan ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Dumai Dewi Tunjung Sari menghadiri kegiatan peringatan hari keluarga nasional (Harganas ) ke 14 yang dilaksanakan di Provinsi Bandar Lampung, Sabtu (15/7/2017).
Mengangkat tema  “Dengan hari keluarga nasional, kita bangun marakter bangsa melalui keluarga yang berketahanan”, yang pesan intinya adalah keluarga berketahanan, Indonesia mandiri dan sejahtera, kegiatan ini berlangsung meriah dengan sejumlah aksi panggung dan pameran.

Penekanan Keluarga berencana cukup 2 anak guna meningkatkan kualitas keluarga juga ditekankan dalam acara yang dihadiri kepala daerah dari segala pelosok penjuru negeri ini.

” Mari jadikan generasi kita kedepannya menjadi generasi yang berkualitas untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik lagi dan maju. 2 anak cukup, sehat jasmani dan rohani,” ajak kepala BKKBN pusat Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya.

Surya juga mengajak generasi muda untuk tidak melakukan hubungan terlarang agar kualitas anak tidak terganggu, mari kita beramai ramai berkomitmen untuk tidak melakukan hubungan terlarang ini. 

Sementara itu mewakili Presiden Republik Indonesia Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  Puan Maharani secara resmi membuka acara Harganas tersebut.
Pada sambutannya mengatakam perlu sinergi yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik itu Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia dalam mensejahterakan rakyatnya.
“Pembangunan yang kita laksanakan saat ini pembangunan bukan hanya dilakukan diwilayah infrastrukur saja tetapi menyeluruh dan menjadi salah satu pilar yakni pembangunan sumber daya manusia. Sebagai contoh kecil saja yaitu keluarga sendiri baik itu bapak, ibu dan anak agar lebih positif dalam berkehidupan dan mendidik serta memenuhi kehidupan secara lahir dan batin,” ujar Kuan.
“Tujuan pembangunan keluarga ini untuk membentuk kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tentram dan harapan masa depan lebih baik dan bijak dimana 4 sehat 5 sempurna dijalani,” tambahnya.
Acara Harganas ke 14 ini berlansung dengan sangat meriah. Terdapat sejumlah stand pameran, penyuluhan dan akhir acara ditutup oleh penampilan tarian daerah oleh anak-anak sekolah seluruh Lampung.(tom/hms)

Dumai- Sejumlah cara dan upaya terus dilakukan pemerintah Kota Dumai untuk memperoleh Pendapat Asli Daerah (PAD) guna mengangkat anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Dumai yang mengalami penurunan dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi juga pembangunan.
Untuk menggali sejumlah potensi PAD di Kota Dumai Walikota Dumai H. Zulkifli AS menggelar rapat pertemuan dengan beberapa pimpinan industri yang beroperasi di Kecamatan Sungai Sembilan,Jum’at (14/7/2017) di kediaman walikota Dumai.
Dalam rapat lalu ini Pemko Dumai juga memperkenalkan dirut BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri yang baru Nurul Amin SE, MM yang diharapakan dapat menigkatkan kerja sama antara industri dengan BUMD.
“Kedepan dengan kepengurusan yang baru ini saya harapapkan BUMD bisa bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta di Dumai karena hal ini akan berpengaruh terhadap prmbanguna dan pertumbuhan ekonomi kota Dumai itu sendiri,” kata Walikota Dumai H. Zulkifli AS.
“Pertemuan kali Ini saya harapkan menjadi titik terang bagaimana pihak perusahaan dapat membantu dengan nyata pembangunan di Kota Dumai ditengah merosotnya APBD Dumai,” harap Zul As.
” Besar harapan saya pihak Perusahaan dapat bekerjasama dengan BUMD yang notabene nya adalah milik pemerintah Kota Dumai. Dengan besarnya pemasukan yang diraih BUMD maka akan besar pula PAD Dumai yang berujung pada meningkatnya pembangunan,” kata Walikota Dumai.
Ditambahkan Zul As, “Setelah pertemuan ini mudah mudahan ada penjajakan kerjasama yang berlanjut kepada kesepakatan kerja yang tertuang dalam MoU,”.
Permasalahan pembangunan jalan lingkar Parit Kitang juga menjadi tofik pembicaraan dalam pertemuan kalau ini.Pemko Dumai berharap adanya bantuan dari perusahaan untuk menyelesaikan proyek jalan ini. “Saya siap menghadap pimpinan-pimpinan perusahan yang ada di pusat untuk mebicarakan hal ini, saya meminta kepada perwakilan-perwakilan perusahaan yang datang pada hari ini agar segera menyampaikan hal ini dan dapat mengatur pertemuan tersebut karena ini menyangkut pelayanan kita terhadap masyarakat kita.” ujar Zul As (dto/hms)

Dumai – Setelah melakukan berbagai pertemuan dan rapat dengan sejumlah instansi terkait pemerintah Kota Dumai akhirnya mengeluarkan peraturan walikota Dumai (perwako) No.25 tahun 2017 tentang penentapan tarif air Bersih PDAM.
Dimana dalam Perwako tersebut ditetapkan dengan harga Rp11.350/ meter kubik. Atas tarif baru air bersih tersebut pemerintah Kota Dumai menggelar sosialisasi Perwako penetapan air bersih , Jum’at (14/7/2017) di gedung serbaguna Pondopo Dumai.

Pada sambutannya Walikota Dumai, Zulkifli AS mengakui bahwa sampai saat ini air bersih masih menjadi permasalahan. Namun pemerintah berupaya membenahi pengelolaan PDAM Tirta Dumai. 
“Awalnya di Kota Dumai ada 1500 SR tapi dengan kondisi PDAM peninggalan pemerintah Kabupaten Bengkalis yang semangkuk memprihatinkan maka saat ini cuma tinggal hanya 600 SR yang ada,” Walikota Dumai.

“Kita juga melakukan upaya pembenahan jaringan secara satu persatu. Maklum jaringan pipa air bersih saat ini sebagian besar mengalami kerusakan,” ujar Zul AS rapat sosialisasi sekaligus Silaturahmi Unsur Forkopinda di Dumai,di Pendopo Sri Bunga Tanjung.

” Tim Pembenahan Air Bersih berusaha keras melakukan perbaikan. Bahkan setelah berdiskusi dengan BPKP akhirnya direncananya tarif air bersih mencapai Rp 11.350/meter kubik. Sesuai dengan Perwako Dumai No.25 tahun 2017 tentang Penetapan Tarif Air Minum di PDAM Dumai,” terang Zul As.

Diketahui sebelumnya hara air bersih Kota Dumai yang di kelola PDAM Dumai hanya Rp2500/ meter kubik dan sudah bertahan selama 10 tahun.

Upaya pembangunan terus dilakukan, bahkan jaringan air bersih juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat. Apalagi pada 19 Juni 2017 silam sudah menandatangani nota kesepahaman pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis.

Ketua Tim Pembangunan Jaringan Air Bersih yang juga Sekda Kota Dumai, Muhammad Nasir menyebut bahwa upaya perbaikan sistem penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap. Pada program pembangunan air minum di Kota Dumai akan dibangun IPAL berkapasitas 70 liter /detik dan RO dibangun berkapasitas 80 liter/detik. 

” IPAL SPAM Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis bakal memiliki kapasitas 150 liter / detik, nantinya tahap pertama air curah olahan air baku Sungai Rokan. Air disalurkan lewat jaringan utama hingga menuju SR. Hal ini ditargetkan bisa mengalir ke SR pada tahun 2019,” harap Nasir.

“Nantinya Program SPAM Regional akan dibangun secara bertahap hingga 2030. Seiring pengembangan kapasitas penyaluran air bersih dengan kapasitas hingga 500 liter /detik. Program multiyears pada fahun ini dilakukan pembangunan intake, IPAL, booster Simpang batang hingga perbatasan Rokan Hiohil menuju jaringan distribusi utama,” kata Sekda.

Hadir pada acara tersebut kesempatan itu, Dandim 0320 Dumai Letkol (kav) Rendra Siagian, Kajari Dumai Mat Perang Yusuf, Paur Humas Polres Dumai Iptu Jamal, Kepala Pengadilan Agama Sasmiruddin, Larutan Dumai Edi Mulyono (Kepala Rutan) dan Zulkifli A Kepala Imigrasi Dumai.(alwi/hms)

PEKANBARU – Pansus RTRW Provinsi Riau menargetkan menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau rampung pada 22 Juli. Untuk mengejar target ini, pansus menggelar pertemuan dengan bupati dan walikota se Provinsi Riau untuk mendapatkan masukan terkait sekaligus usulan terkait RTRW di kabupaten dan kota. 

Rabu (12/07), Pansus kembali menggelar Rapat percepatan RT RW Provinsi Riau yang dipimpin langsung Ketua Tim Pansus Asri Auzar di ruang medium kantor DPRD Riau.

Rapat di hadiri 4 kabupaten kota, masing-masing Kota Dumai yang dihadiri langsung Walikota H Zulkifli As dan Sekda HM Nasir, Kabupaten Siak yang diwakili Sekda dan kepaka Bappenda, Kabupaten Bengkalis yang diwakili Asisten 1 dan kepala Bappenda, dan Kabupaten Kepulauan Meranti dihadiri langsung Bupati Meranti didampingi kepala Bappenda.

Pada pertemuan tersebut, Walikota Dumai H.Zulkifli As menjelaskan, pemenuhan ruang terbuka hijau untuk perkotaan mutlak diperlukan agar kota terlihat lebih indah dan sejuk dipandang mata.

Wako juga mengusulkan kepada Pansus tentang kawasan holding zone yang belum terealisasi seluas 21.433.44 Ha agar dapat diakomodir secepatnya. Juga kawasan seluas 1.325.5 Ha agar terakomodir sesuai hasil pansus 7 juli 2017 sebelumnya.

“Juga ada kawasan untuk kepentingan perusahaan besar yang tidak diakomodir seluas 820.82 Ha serta kawasan seluas 22,758.94 yaht telah disepakati oleh pansus pada tanggal 3 oktober 2016. Begitu juga adanya kawasan industri yang telah disepakati oleh pansus” ungkap wako.

Walikota berharap agar pansus turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung kodisi riil. Sebab banyak kawasan untuk kepentingan umum, pemukiman dan industri yang masih masuk kawasan hutan. Sementara investor memerlukan kepastian hukum tentang RTRW untuk merealisasikan investasinya. 

Pada pertemuan tersebut, ketua Pansus, Asri Auzar menyebut bahwa pansus bertekad pada 22 Juli mendatang semuanya sudah selesai, bakan sudah bisa langsung diperdakan.

“Langsung jadi dan perdanya juga ditetapkan. Tugas kami memberikan ke pemprov untuk meneruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya. (alwi/hms)

DUMAI- 212 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Dumai menjalani manasik Haji di Komplek Sasana Mitra, Kota Dumai, Rabu (12/7). Mereka menjalani serangkaian simulasi ibadah Haji selama dua hari, yang akan dijalani pada tahun ini di tanah suci, Mekah. Mulai dari penjelasan teori tentang pelaksanaan ibahan haji proses praktek dilapangan terkait pelaksanaan indah haji.
Lalu umroh dan haji Proses manasik dilakukan JCH yang dibagi dalam lima rombongan.

Kepala Kanwil Kemenag Dumai, Syafwan berpesan agar para JCH bisa mempersiapkan diri, baik fisik dan mental. Apalagi kemarin sudah melaksanakan manasik haji di Sasana Mitra. Sehingga satu persatu persiapan para JCH jelang ke tanah suci sudah selesai dilakukan. 
Ia mengakui setiap tahun ada sejumlah permasalahan yang dialami oleh para JCH. Namun hal ini menjadi bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan Ibadah Haji. Apalagi keberangkatan para JCH melibatkan lintas sektor.

“Untuk tahun ini seharusnya ada 220 jamaah yang akan berangkat ke tanah suci namun karena ada beberapa hal mulai dari faktor sakit dan ekonomi sebanyak 8 jemaah calon haji kita mengundurkan diri dan tidak jadi ikut berangkat,” ujar Safwan

Asisten II Setdako Dumai, Syamsuddin mengatakan bahwa pihak Pemerintah Kota Dumai siap mendukung keberangkatan para JCH asal Dumai. Seperti menfasilitasi keberangkatan para JCH menuju Embarkasi Batam. Bahkan menyediakan transportasi kapal dari Dumai menuju Batam. 

“Jaga kesehatan jangan banyak aktivitas keluarga karena selama pelaksanaan haji di Makkah menurut stamina yang lebih dan kesehatan yang terjaga baik,” ujarnya. 

Pemerintah Kota Dumai mendoakan agar jemaah calon haji ini sehat selama di tanah suci dan selamat pergi dan pulang, kata Samsudin.(hms)**

Tuan Rumah MTQ Provinsi, Wako Target Dumai Masuk 3 Besar


Dumai- Menjadi tuan rumah musabaqoh tilawatil quran (MTQ) tingkat provinsi Riau tahun 2017 pada Oktober mendatang, walikota Dumai H. Zulkifli As menargetkan Kota Dumai dapat masuk 3 besar pada perhelatan yang akan diikuti oleh 12 Kabupaten/kota di Provinsi Riau ini.

Orang nomor satu di Kota Dumai tidak ingin Kota Dumai sebagai penyelenggara hanya sukses menyelenggarkan iven tahunan tersebut ditengah keterbatasan anggaran namun juga sukses dalam prestasi.


“Kita siap melaksanakan MTQ tingkat provinsi Riau dan saya target Dumai masuk 3 besar dalam iven kali ini,” uang Walikota Dumai.

“Tahun 2017 ini masyarakat Dumai mendapat amanah dari Gubernur Riau sebagai kita pelaksaan MTQ tingkat provinsi dan kita siap untuk melaksanakan amanah ini meski ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki kota Dumai,” ujar Zul As.

“Kita sempat menolak oven MTQ tingkat provinsi dilaksanakan di Kota Dumai namun kepercayaan yang besar dari Gubernur Riau kalau Dumai dapat melaksanakan hajatan ini maka kita harus mengambil peluang tersebut dan kita harus siap melaksanakannya dan menyukseskannya,” ujar Walikota Dumai.

” Dengan pemotongan APBD Dumai sebanyak 2 kali yakni 10 persen dan 15 persen dan harus membayar hutang Pemko Dumai ditahun anggaran sebelumnya kita sempat menolak sebagai tuan rumah di tahun 2017 ini dan akan melaksanakan MTQ tingkat provinsi Riau di Kota Dumai tahun 2018, namun atas kepercayaan penuh dan janji Gubernur ikut membantu kita sebagai pelaksana maka kita siap untuk melaksanakannya,” urai Zulkifli As. (hms)**

Dumai- Pemerintah Kota Dumai mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya Polres Dumai yang dengan keterbatasan personil dapat menciptakan situasi Kamtibmas Dumai yang aman.

Dengan jumlah penduduk sekitar 275 ribu dan kota terluas di Indonesia, Polres Dumai dapat menjaga situasi Kamtibmas Kota Dumai aman dan kondusif meski jumlah personil yang dimiliki Polres Dumai tidak seimbang dibandingkan jumlah penduduk dan luas wilayah.

“Kita sangat mengapresiasi kinerja Polres Dumai yang mampu menjaga, mengawal dan memelihara situasi Kamtibmas dapat berlangsung dengan baik dan aman,” ujar Wakil walikota Dumai Eko Suharjo dalam sambutannya di acara syukuran memperingati HUT Polri ke 71 di Mapolres Dumai,Senin (10/7).


” Kami berharap polisi kedepan semankin terpercaya, modern dan terpercaya untuk menjadi solusi menciptakan situasi Kamtibmas aman dan kondusif meski kita sadari masih kelompok tertentu yang meminta polisi bertindak lebih nak lagi sesuai harapan mereka,” kata Eko.

“Pemko Dumai siap mendukung langkah langkah polisi dalam melakukan pengawasan dan bertindak demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Masyarakat dan semua kalangan hendaknya mendukung kinerja kepolisian sesuai dengan kapasitas kita danbjalin komunikasi lebih baik yang nantinya berkunjung pada terciptanya situasi aman dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ajak wakil walikota.

“Adanya pemimpin yang baik dan diplomatis di Polres Dumai hingga dapat terpeliharanya situasi aman dan kondusif di Kota Dumai ditengah keberangamannya dan kita ucapkan terimakasih kepada Kapolres Dumai yang dapat mengemban amanah tersebut,” ujar Wakil walikota Dumai.


” Selamat kepada Polres Dumai yang merupakan bagian dari kepolisian Republik Indonesia sebagai lembaga yang mendapatkan peningkatan kepercayaan dari masyarakat dan semoga kexepan lebih profesional dalam menjalakan tugas,” tutup Eko.  (hms)**