DUMAI – Kebijakan Pengelolaan Barang Milik Daerah adalah rangkaian konsep yang menjadi garis besar dan dasar rencana keseluruhan kegiatan, meliputi semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Bimtek Pengelolaan Barang Milik Daerah Dilingkungan Pemerintah Kota Dumai tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai di Ball Room Cempaka Hotel Confort. (31/07/2017).

Ketentuan yang mengatur pengelolaan barang milik daerah tertuang dalam PP Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Petunjuk teknisnya mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Untuk saat ini Kota Dumai telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Walikota Dumai Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Barang Milik Daerah yang merupakan pengejawantahan dari Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Tentunya merupakan tindak lanjut dari kaidah-kaidah hukum yang lebih tinggi diatasnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Dumai Drs. H. Zulkifli AS mengatakan dalam sambutanya, Pemerintah Kota Dumai selalu berupaya untuk meningkatkan pengelolaan barang milik daerah ketaraf yang semangkin baik, salah satunya adalah dengan dilaksanakannya Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bagi penatausahaan pengguna barang, pengurus barang dan pembantu pengurus barang diorganisasi perangkat daerah pemerintah kota dumai.

Masih sambutan wako, pengelolaan barang milik daerah harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya guna mendukung pelaksanaan tugas pemerintah dan pembangunan daerah sehingga terwujudnya kemakmuran yang didambakan seluruh masyarakat.

Berkaitan hal tersebut dalam memberikan pengetahuan, Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Dumai sudah tepat, mengingat pengelolaan aset sama pentingnya dengan pengelolaan keuangan daerah, terjadinya kesalahan pengelolaan aset akan berdampak hukum, menyebabkan kerugian negara dan rentan kehilangan pendapatan daerah. Ungkap Wako.

Wako berharap, agar seluruh pejabat penatausahaan Pengguna Barang, Pengurus Barang dan Pembantu Pengurus Barang diseluruh OPD dapat memahami aturan tersebut dengan sebaik-baiknya agar bisa melaksanakan fungsi dan tangung jawab serta profesional dalam melaksanakan tugas. Tambah wako.

Turut hadir Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah H. Mustafa Kadir, Kadis Perindag, Zulkarnaen, Kadis Pariwisata Fauzi Efrizal serta peserta Bimtek dari OPD dilingkungan Pemerintah Kota Dumai. (damsik/hms).

BENGKALIS – Selain memberikan ucapan selamat dalam rangka memperingati hari jadi Bengkalis yang ke-505, hal paling utama adalah membangun terjalinnya kedekatan hubungan silaturahmi antar Pemerintahan Daerah, terlihat hadir Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE saat berlangsungnya Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis. Pada Minggu (30/07/2017).

Rapat Paripurna ini dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Riau H Ahmad Syah Harrofie, Bupati Pelalawan H. M Harris, mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal, Danlanal Dumai Kolonel Laut (E)  Yose Aldino dan 33 orang anggota DPRD Kabupaten Bengkalis serta undangan lainya.

Bupati Bengkalis H. Amril Mukminin, SE.MM dalam sambutanya menyampaikan, melalui sidang paripurna dalam rangka peringatan hari jadi Bengkalis ke-505, mengajak kepada seluruh masyarakat dengan semangat Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu keragaman warna-warni suku etnik, suku bangsa yang ada di Kabupaten Bengkalis untuk memetik betapa pentingnya sejarah, dan mengajak bersama2 melestarikan adat daerah sebagai semangat untuk mewujudkan pembangunan, menjadikan bengkalis kedepan sebagai negeri yang maju dan makmur serta ikut mendukung gerakan Riau Tanah Air Melayu.

Selanjutnya, sambutan Gubernur Riau diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Riau H Ahmad Syah Harrofie menyampaikan, melalui hari jadi bengkalis yang ke-505 ini, diharapkan agar lebih meningkatkan rasa cinta kepada bengkalis sebagaimana meningkatkan rasa cinta kepada keluarga sendiri.

Selain itu, mengingatkan agar perlu juga mempersiapkan hari jadi kabupaten bengkalis, agar saudara saudara kita yang dimandau, rupat ikut terbawa dan merasakan kebersamaan dalam moment yang berharga ini.

Wawako Dumai Eko Suharjo, SE mengucapkan selamat Hari Jadi Bengkalis ke-505, semoga Bengkalis kedepan semakin maju dan sukses dibawah kepemimpinan Bupati Bengkalis H. Amril Mukminin.
"Diharapkan Bengkalis akan terus mengembangkan potensinya dalam bidang budaya dan pariwisata," ujarnya (hms). 

DUMAI – Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE didampingi Istri Dewi Tunjung Sari menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 tahun 2017 tingkat Provinsi Riau di halaman Politeknik Negeri Desa Kuala Alam, Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/7)

Peringatan Harganas juga diisi dengan kegiatan Pencanangan TNI Manunggal KB kesehatan dan Pencanangan Kampung KB se – Kabupaten Bengkalis Tahun 2017.

Acara tersebut dibuka langsung Gubernur Riau H. Arysadjuliandi Rahman di dampingi Istri, hadir Kepala Perwakilan BKKBN Riau Yenrizal Makmur, Danrem 031 Wirabima Brigjen Abdul Karim, Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger, Bupati Bengkalis Amril Mukminin beserta Istri, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Indra Guawan, Wakil Bupati Meranti Drs H Said Hasyim, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Forkopimda dan para undangan lainnya. 
Pada kesempatan itu, Kota Dumai berhasil membawa empat penghargaan sekaligus, satu penghargaan tingkat Nasional dan tiga penghargaan tingkat Provinsi Riau.

Pertama, TP PKK Dumai berhasil meraih Penghargaan Pakarti Utama II Tingkat Nasional dalam rangka Harganas 2017. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Riau kepada Wakil Ketua TP PKK Dumai Dewi Tunjung Sari didampingi Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, SE.
Kedua, penghargaan Duta GenRe Putra tingkat Provinsi Riau tahun 2017, Dumai berhasil meraih juara I jalur pendidikan tingkat Provinsi Riau.

Selanjutnya penghargaan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPP-KS) tingkat Provinsi Riau. Dumai berhasil meraih Juara III.

Terakhir adalah penghargaan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Dumai berhasil meraih prestasi sebagai kelompok BKR terbaik pertama tingkat Provinsi Riau dalam rangka Harganas ke-23 Tahub 2017 atas upaya peningkatan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Kota Dumai.

Usai acara, Wawako mengatakan, peran serta masyarakat merupakan faktor penting diraihnya penghargaan ini. "Peran serta masyarakat merupakan faktor penting diraihnya penghargaan ini." Katanya  

Lanjutnya, penghargaan ini merupakan sinergitas masyarakat dengan TP-PKK, jajaran kelurahan, kecamatan, SKPD terkait, dan instansi terkait lainnya di Dumai.

Penghargaan ini berhasil kita raih setelah melalui serangkaian penilaian baik secara administrasi maupun peninjauan dan penilaian langsung yang dilakukan oleh Tim Penilai.

Sebelumnya, Gubernur Riau, H. Arysadjuliandi Rahman dalam sambutannya mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan peringatan Harganas ke 23 Tahun 2017 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis.

"Mari bersama-sama mensukseskan program Harganas Tingkat Provinsi. Salah satunya adalah mensukseskan program Keluarga Berencana (KB)." Katanya 

Oleh sebab itu, saya berharap semua pihak baik Pemprov Riau maupun Pemkab/Kota di Riau agar bersinergi menjalankan program keluarga berencana untuk menekan pertumbuhan penduduk," Harapnya.* (hms).

DUMAI- Senin (24/07/2017) Walikota Dumai H.Zulkifli AS, Dan Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, S,E Beserta Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir, MP memimpin rapat monitoring dan evaluasi capaian kinerja dan realisasi keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Dumai tahun 2017 di Gedung Media Center jalan Putri Tujuh Dumai. Pukul 10.00 Wib.

Rapat Tersebut Dihadiri Oleh Walikota Dumai H.Zulkifli As, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, S,E Sekretaris Daerah Kota Dumai, Muhammad Nasir, MP, Sekretariat Kantor Walikota Dumai Asisten 1 Hamdam Kamal, Asisten 2 Samsudin, Asisten 3 H.Mustafa Kadir, serta seluruh OPD Pemko Dumai.

Pada Kesempatan itu Walikota dumai mengharapkan kerjasama yang baik antara staff, Kepala Dinas, Badan, Kantor dalam bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan niat untuk kepentingan masyarakat''ungkapnya wako

"Jika terjadi kendala respon dengan cepat dan saling berkoordinasi, rubah paradigma lama serta upayakan bekerja dengan sungguh-sunguh, jika kita bekerja biasa-biasa saja maka hasilnya pun akan biasa-biasa juga," ungkap Wako.

Selanjutnya'' Saya berharap agar seluruh OPD berkomitmen merubah pola kerjanya menjadi lebih baik lagi, karena bagaimanapun, yang akan menikmati hasil kerja tentunya masyarakat Kota Dumai.

Wako Menambahkan "Kepala OPD yang baru harus bekerja keras dengan kondisi keuangan (Pemko Dumai) yang sedang pahit dan kering. Saatnya untuk mengencangkan ikat pinggang (berhemat)," ujar Zulkifli AS

Sekretaris Kota Dumai M.Nasir MP Menjelaskan Tentang APBD Kota Dumai Tahun 2017,'' rasionalisasi sebesar 15 persen sudah sesuai dengan instruksi Walikota Dumai

"Karena masih ada pendapatan daerah 2016 yang tidak penuh dibayarkan oleh pemerintah pusat. Selain itu kita pun harus membayar beban hutang pada APBD 2016 di 2017, untuk itu diinstruksikan oleh pemimpin daerah untuk merasionalisasi anggaran sebesar 15 persen," ungkapnya.

Selanjutnya'' permasalahan tersebut diperhintungkan nantinya. Sebenarnya tanpa ada verifikasi ini pun, rasionalisasi 15 persen tersebut tetap dilaksanakan dimasing-masing OPD,'' ujarnya Nasir

Sekda menegaskan'' untuk kegiatan seremonial dikurangi pada 2017. Hal itu dikarenakan Pemko Dumai harus berhemat mengingat, banyak yang harus ditutupi dari 2016 pada 2017.

"Hutang 2016 yang harus dibayarkan Pemko Dumai di 2017, karena kurangnya bantuan pemerintah pusat, serta provinsi. Sehingga berpengaruh pada keuangan daerah," ungkapnya.

Walikota Dumai H.Zulkifli as, dan Wakil. Walikota Dumai EKO Suharjo Mengajak Seluruh OPD yang ada di kota dumai untuk menghemat Dana APBD Tahun 2017, Karna Pemko Dumai di tahun 2017, fokus dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan pengembangan ekonomi kerakyatan, termasuk air bersih.(alwi/hms)

Pekanbaru – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang akrab disapa dengan sebutan Jokowi menhadiri peringatan Hari Anak Nasiaonal 2017. Jokowi dan ibu negara Iriana Joko Widodo tiba pukul 08.00 wib di Lapangan Gedung Daerah Pauhjanggi. Minggu (23/07/17)
Kedatangan presiden dan ibu negara didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, Seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanan Yambise (PPPA), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, dan Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno.
Pada acara tersebut Presiden beserta rombongan disambut dengan atraksi dari polisi cilik dan sejumlah permainan tradisional oleh anak-anak Riau. Ada sekitar 3.000 anak Indonesia hadir dalam perayaan itu.

Kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2017 ini betemakan "Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga" dengan pesan utama 'Saya Anak Indonesia, Saya Gembira".

Tema itu dilatarbelakangi perlunya kesadaran keluarga Indonesia untuk mengasuh anak. Keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak.
Setdako Dumai Ir. H. Muhammad Nasir menghadiri dalam perhelatan ini. Setdako dan sejumlah kepala daerah se-indonesia ikut menyaksikan atraksi-atraksi anak-anak dari berbagai daerah dan menyaksikan atrasi sulap presiden Republik Indonesia.
Jokowi memainkan tiga trik sulap di hadapan anak sehingga membuat suasana perayaan anak kian meriah. "Saya mau ajak Ibu Negara main sulap," kata Jokowi, disambut riuh tepuk tangan anak-anak.
Duet Jokowi dan Iriana tak kalah hebatnya dari pesulap profesional. Iriana yang ditunjuk sebagai asisten sigap menyiapkan perlengkapan sulap di sebuah meja dilapisi kain hitam. Sebuah tongkat kecil digenggamnya. "Ayo dihitung, satu, dua, tiga."
Kehadiran Jokowi pada Hari Anak Nasional sangat dinanti anak-anak pada puncak Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau. (dto/hms)

Pekanbaru- Turut andilnya pemerintah daerah daerah untuk penigkatan kesadaran untuk memenuhi hak anak berdampak positif atas kwalitas sumberdaya anak didaerah itu sendiri. Perlunya sinergitas antara kepala daerah dan OPD terkait untuk mewujudkan KLA (Kota Layak Anak) tersebut. Hal ini terbukti bahwa walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As M.Si dengan menyambet 3 penghargaan sekaligus yaitu Kota Layak Anak kategori Madya, Akta Kelahiran Anak kategori Madya, dan terakhir Penganugerahan Pengenbangan Forum Anak Daerah Tebaik tahun 2017 di Co-Ex Swissbell Pekanbaru. Sabtu (22/07/17)

Menteri P3A Ibu Yohanan Susana Yambise mengatakan “Penganugerahan ini merupakan tanda adanya peningkatan kesadaran untuk memenuhi hak anak. Tidak mudah untuk mewujudkan kab./kota layak anak, karena membutuhkan komitmen kepala daerah yang mengintegrasikan program dan pembangunan pada pemenuhan hak anak, ”ujarnya

Dalam Acara Penganugrahan Kabupaten/Kota Layak tahun 2017 ini tampak dihadiri oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak Ibu Lenny, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Wagub Riau Wan Thamrin, Gubernur Jabar, Wagub Padang dan 200 penerima anugerah.

Tahun 2017 adalah tahun kelima pelaksanaan penganugerahan Kab./Kota Layak Anak. Ada peningkatan dari tahun sebelumnya, tahun sebelumnya 77 kab./kota dan tahun ini menjadi 126 penerima anugerah KLA yang terdiri dari 12 gubernur, 115 bupati/walikota dan beberapa institusi.

“Gubernur dan Kab./Kota wajib berbangga karena penilaian dilakukan tidak hanya oleh pemerintah melainkan juga penilai tim independen dari perguruan tinggi, “jelas menteri P3A

Tanggapan walikota Dumai Drs. H. Zulkifli As M.Si “ Tentunya kita bersyukur atas penganugrahan ini, dan ini berkat kerja keras selama ini. Semoga kedepan prestasi yang kita raih ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan. Kota Layak Anak merupakan kota yang mempunyai sistem pembangauna berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak,”ujarnya 

Pungkas wako “Terimakasih atas kerja keras OPD terkait dan terimakasih juga kepada forum anak kota Dumai yang telah ikut peran serta atas prestasi ini semoga selalu ngasih yang terbaik untuk kota Dumai karena kalian adalah anak-anan penerus bangsa.” (dto/hms)

MALANG – Serangkaian kegiatan pergelaran Asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2017 yang dilaksanakan di Kota Malang terus berlangsung mulai 18 Juli hingga 20 Juli 2017.

Tepat di Hotel Savana yang merupakan salah satu lokasi rangkaian kegiatan Apeksi berlangsung kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) ke XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2017 yang dibuka secara langsung oleh Menteri Dalam negeri Tjahyo Kumolo ditandai dengan pemukulan gong.

Mengambil tema Implementasi perlindungan hukum bagi pejabat pemerintahan daerah berdasarkan UU No 23 Tahu 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk mendukung pembangunan nasional juga berlangsung diskusi panel dengan menghadiri narasumber dari instansi KPK, Irjen Kemendagri, Bareskrim dan Jamintel Kejagung dengan moderator Walikota Binjai.

Ketua DPP Apeksi Airin Rachmi Diany dalam sambutannya menyoroti tema yang diambil panitia pada Apeksi tahun 2017 ini karena dinilai akan menjawab keresahan sejumlah kepala daerah dalam mengambil suatu kebijakan.

“Tema ini dianggap penting, tiada lain untuk memberikan perlindungan hukum kepada pemerintahan daerah, yang itu terdiri dari wali kota juga pejabat di organisasi perangkat daerah,” tegas Airin.

“Selama 10 tahun belakangan muncul  kekhawatiran dari penyelenggara pemerintahan daerah tentang perlindungan hukum kepada mereka. Para penyelenggara pemerintahan daerah khawatir jika apa yang mereka kerjakan berbuntut pada proses hukum yang akhirnya mengantar mereka ke penjara,” kata Airin.

“Melalui Rakernas ini, dengan narasumber dari KPK, jaksa agung juga Polri, diharapkan lagi tidak ada kekeliruan dan rasa khawatir bagi penyelenggara pemerintahan daerah. Sehingga lebih tahu tentang prosedur hukum, dan bekerja dengan tenang dan nyaman,” tegas Airin.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada sambutannya di Rakernas Apeksi menekankan 3 hal penting yakni fenomena kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, kinerja pemerintah kota dan radikalisme.

“Berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian, dan kejaksaan dalam rangka bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan daerah. Juga meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” pesan Tjahjo.

Tjahjo juga meminta wali kota menjauhi lima area korupsi. Lima area korupsi itu adalah penyusunan anggaran, pajak dan retribusi daerah, pengadaan barang dan jasa, belanja hibah dan bantuan sosial, serta belanja perjalanan dinas.

Tjahjo menyoroti cukup lama fenomena banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Karenanya dia memberikan atensi kepada seluruh wali kota untuk menghentikan penyimpangan dan meningkatkan kepedulian akan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan pada paparan di pembukaan Rakernas Apeksi mengatakan, wali kota tidak perlu khawatir jika bekerja secara benar. “Apalagi pemerintah daerah ini sudah dipayungi oleh tiga UU yakni UU Pemerintah Daerah, UU ASN, juga UU Administrasi Pemerintah. Selama bekerjasa secara benar, sudah sesuai dengan peraturan yang diatur di tiga paket UU itu, tidak perlu takut dan khawatir. Bekerja sajalah,” ujar Basaria. (hms)

Malang – Mengenakan pakaian Melayu khas Riau Delegasi Kota Dumai yang dipimpin langsung oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As dan istri Hj.Haslinar Zulkifli As ikut memeriahkan Pawai Budaya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Bumi Arema, Rabu (19/7/17). 

(foto : Dean Humas)


Bersama dengan 70 perwakilan Pemko Dumai lainnya, Walikota berjalan kaki di lokasi Pawai budaya digelar Jalan Ijen Kota Malang hingga Jalan Semeru menuju Stadion Gajayana.

Walikota Dumai disambut langsung oleh Pemko Malang dipintu kedatangan dengan Alunan musik khas kota malang.

Zulkifli As beserta istri duduk bersama Perwakilan Walikota Se indonesia dan terlihat akrab berbincang. Dimana seluruh kepala daerah lainnya  juga mengenakan pakaian adat daerah masing-masing sesuai tema yang dibuat panitia penyelenggara.

(Foto: Dean Humas)

Pembukaan Pawai Budaya Apeksi di bumi Arema diawali dengan persembahan tari khas dan pergelaran budaya dari kota Malang.

Tidak sedikit pergelaran aksi panggung yang ditampilkan peserta dan bebebrapa perwakilan pun ikut andil untuk meramaikan pawai yang mengutamakan keberagaman budaya itu. Mulai dari tari-tarian sampai patrol khas Kota Malang.

Tari Topeng
Penampilan Budaya dan tarian Kota Malang (Foto:Dean)

Walikota Malang Moch Anton selaku tuan rumah Apeksi 2017 membuka secara langsung kegiatan kirab budaya di pegekaran Apakah kali ini.

Pada sambutan walikota Malang mengatakan hari ini adalah hari keberagaman budaya indonesia yang bisa di tonton oleh masyarakat Malang.

“Gelar Pawai Budaya ini merupakan salah satu khasanah budaya bangsa Indonesia, kita nikmati nanti budaya dari daerah lain, yang akan menampilkan tradisi khas daerah budaya masing-masing, saya harap Walikota Se Indonesia yang hadir bisa menikmati khasanah budaya yang kami tampilkan” ujarnya di panggung utama VVIP.

” Saya berharap juga masyarakat kota Malang bisa menikmati penampilan budaya dari daerah-daerah lain nantinya yang tentu akan menambah pengetahuan tentang budaya Indonesia”, tambahnya.


Kirab pawai budaya ini berlangsung mulai pukul 14:30 WIB dan berakhir pukul  18:00 WIB yang ditandai dengan berakhirnya aksi panggung dari tuan rumah malang dan penampilan dari perwakila daerah peserta. Berakhirnya kegiatan pawai budaya akan dilanjutkan dengan kegiatan city Expo 2017 yang berlangsung di stadion Gajayana, Kota Malang.(dean/hms)

Kota Malang – Walikota Dumai H Zulkifli As hadir pada rangkaian acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diawali dengan jamuan makan malam di kawasan Tugu, Selasa malam (18/7). Beberapa Walikota dari 98 Kota di Indonesia beserta para delegasi tampak hadir disana. 


Walikota Dumai H Zulkifli As beserta istri didampingi Assisten I H. Hamdan Kamal, Kadisdikbud, Kabag Pemerintahan dan rombongan di sambut meriah dengan digelarnya karpet merah menuju jamuan makan malam di Balai Kota.

Sambil menyantap hidangan khas Kota Malang, Para peserta Apeksi di suguhi dengan musik tari dan budaya di panggung Utama.

pada kesempatam itu Walikota Se Indonesia bersama-sama melepaskan balon putih ke udara sebagai tanda di Awalinya Apeksi 2017 di Kota Malang

Di acara ini diserahkan pula beberapa cenderamata secara simbolis oleh Walikota Malang kepada 9 Walikota di atas panggung.

Acara bertajuk welcome dinner mengalami rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2017 yang berlangsung mulai Rabu (18/7) hingga Kamis (20/7). Rencananya esok akan dimulai pukul 09.00 di Hotel Savana. (dean/hms)

Malang– Tiba di Kota Malang Walikota Dumai H Zulkifli As disambut Oleh Pejabat Pemerintah Kota Malang yang merupakan salah satu peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2017. Sedikitnya ada 3.600 peserta dari delegasi 98 kota se-Indonesia yang hadir.Selasa (18/7/2017).

Agenda pertama malam ini adalah welcome dinner dan prosesi penyambutan oleh Wali Kota Malang Moch. Anton terhadap seluruh tamu yang berlangsung di depan Balai Kota Malang.


Pada Acara malam nanti akan di gelar Tarian daerah dan beberapa penampilan budaya di panggung Balai Kota Malang 

Setelah Acara Welcome dinner, keesokan hari nya akan dibuka Rakernas Apeksi di Convention Savana Hotel, diikuti oleh 98 Walikota Se-indonesia. 

Berbagai isu penting juga akan dibahas, mulai dari pengembangan ekonomi, perlindungan hukum bagi pejabat pemda, hingga infrastruktur. Para delegasi juga akan membahas usulan-usulan kebijakan kepada pemerintah pusat. Juga berdiskusi tentang peraturan pemerintah yang baru, misalnya pengelolaan SMA/SMK yang diambil alih provinsi hingga perlindungan hukum agar penyerapan anggaran di setiap dapat maksimal

Di luar rakernas, kegiatan lain akan berlangsung, seperti kunjungan ke kampung konservasi air Glintung, pawai budaya Nusantara, juga Indonesia City Expo (ICE). ICE merupakan pameran produk dari 98 kota itu yang digelar di Stadion Gajayana pada 19–23 Juli 2017.
Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai H. Sya’ri, MP menambahkan, di agenda Apeksi nantinya akan ada pawai budaya. Ada sekitar 70 orang dari kontingen Kota Dumai yang bakal tampil di Acara Pawai tersebut. Rute pawai mengambil garis start di Jalan Ijen, tepatnya di depan Gereja Katedral menuju arah Jalan Semeru.

Setelah itu, rombongan menuju garis finis yang tersebar di sekitar Stadion Gajayana. Selain pawai, terdapat pula panggung utama yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari delegasi peserta Rakernas Apeksi 2017.

Walikota Dumai H. Zulkifli As saat di temui di Hotel Atria mengatakan, pada kesempatan ini lah kita dapat memberi usulan kebijakan kepada pemerintah pusat “ini moment bagus untuk kita sampaikan kebijakan kita agar di sampaikan ke pemerintahan pusat, nanti akan dijelaskan oleh kabag pemerintahan” ujar nya sambil menuju Lobby hotel. (dean/hms)